NovelToon NovelToon
When Mafia Fall In Love

When Mafia Fall In Love

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia
Popularitas:685.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Puput

Setelah gagal berjodoh dengan Ustaz Ilham, tanpa sengaja Zahra bertemu dengan pria yang bernama Rendra. Dia menolong Rendra saat dikejar seseorang, bahkan memberi tumpangan pada Rendra yang mengaku tak mempunyai tempat tinggal.

Rendra yang melihat ketulusan hati Zahra, merasa jatuh cinta. Meski dia selalu merasa kotor dan hina saat berada di dekat Zahra yang merupakan putri pertama pemilik dari pondok pesantren Al-Jannah. Karena sebenarnya Rendra adalah seorang mafia.

Apakah Zahra akan ikut terseret masuk ke dalam dunia Rendra yang gelap, atau justru Zahra lah penerang kehidupan Rendra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Pagi itu Rendra datang ke pondok pesantren dan menemui Abah Husein. Dia sudah memutuskan untuk bekerja menjadi tukang bersih-bersih di pondok pesantren milik Abah Husein.

Dia memulai pekerjaannya dengan menyapu taman dari daun-daun yang berguguran. Tanpa sengaja dia melihat Zahra yang sedang duduk di kursi taman sambil membaca bukunya.

Tanpa sadar Rendra terus menatap paras cantik itu. Dia menghentikan bekerjaannya lalu berjalam mendekatinya.

"Assalamu'alaikum." ucap Rendra.

"Wa'alaikumsalam." jawab Zahra tanpa melihat Rendra sedikitpun.

Rendra hanya tersenyum kecil. Lalu dia duduk di bangku yang sama meski menyisakan jarak setengah meter di antara mereka. "Terima kasih kamu sudah memberi aku tumpangan. Kalau bukan karena kamu mungkin aku semalam tidur di depan ruko." kata Rendra memulai pembicaraannya dengan Zahra.

"Jangan berterima kasih pada saya, karena rumah itu milik abi." Zahra masih saja fokus dengan bukunya. Tidak tahukah seseorang yang sekarang sedang berada di sampingnya itu terus menatapnya.

"Iya, Abah Husein memang sangat baik. Beliau sudah memberikan aku pekerjaan juga." kata Rendra lagi sambil tersenyum. Wanita seperti Zahra sepertinya memang sangat sulit untuk ditaklukkan.

Kali ini tak ada respon sama sekali dari Zahra.

"Ngomong-ngomong kamu putri ke berapa dari Abah Husein?" tanya Rendra. Sebenarnya dia ingin lebih akrab dengan Zahra.

Zahra menutup bukunya. Lalu dia berdiri, tanpa berkata apa-apa lagi pada Rendra, dia berjalan dan pergi dari tempat itu.

Rendra hanya menatap punggung Zahra yang kian menjauh. Mungkin selama ini perempuan yang dia temui selalu bertekuk lutut padanya, bahkan sampai rela dia tiduri. Dia sampai lupa jika di dunia ini masih ada sosok wanita yang tidak mungkin dia dekati dan sangat sulit dia taklukkan, salah satunya adalah Zahra.

"Menarik." Rendra tersenyum miring. Saat dia akan berdiri tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Seketika Rendra menatap seseorang yang masih muda dan memakai peci putih di kepalanya itu yang sekarang berdiri di dekatnya.

"Abang baru di sini?" tanyanya sambil duduk di samping Rendra.

"Iya, kebetulan baru hari ini aku jadi tukang bersih-bersih di sini. Perkenalkan nama aku Rendra." Rendra mengulurkan tangannya mengajaknya berkenalan.

"Nama saya Anaz, Bang." jawab Anaz sambil menjabat tangan Rendra.

"Kamu santri di sini juga?" tanya Rendra.

Anaz menganggukkan kepalanya. "Iya, Bang. Saya sudah lama jadi santri di sini. Barusan saya lihat Abang berbicara dengan Mbak Zahra. Sudah lama kenal Mbak Zahra?" tanya Anaz, karena memang baru kali ini dia melihat Zahra berbicara dengan seorang lelaki.

Rendra menggelengkan kepalanya. "Baru kemarin aku kenal. Dia baik banget ya. Aku baru saja kenal sama dia tapi dia sudah menolong aku."

"Ya begitulah, Mbak Zahra itu memang baik sekali. Dia selalu menolong siapa saja yang membutuhkan."

Rendra menganggukkan kepalanya. "Ngmong-ngomong Zahra anak ke berapa dari Abah Husein. Apa dia sudah menikah?" tanya Rendra. Entahlah, kenapa rasanya dia begitu ingin mengulik informasi tentang Zahra.

"Mbak Zahra itu anak yang pertama dari dua bersaudara. Tapi kasihan, wajah cantik dan hati yang baik, masih saja ada yang menolak Mbak Zahra."

"Maksudnya?" tanya Rendra tak mengerti. Zahra masih terlihat muda, urusan jodoh mungkin belum saatnya.

"Jadi kemarin Mbak Zahra seharusnya dilamar Ustaz ilham tapi Ustaz Ilham justru lebih memilih adiknya yaitu Mbak Syifa. Ya, memang wajah mereka mirip tapi secara kepribadian mereka berbeda. Mbak Syifa lebih mudah bergaul, orangnya supel sedangkan Mbak Zahra sangat pendiam. Hmm, Abang suka sama Mbak Zahra ya?" tanya Anaz.

Rendra hanya tersenyum kecil. "Aku gak pantas untuk wanita seperti Zahra. Aku hanya manusia yang kotor dan penuh dosa."

Anaz tertawa mendengar kalimat Rendra yang sangat pesimis. "Tidak ada seorang pun yang mampu menilai sebanyak apa dosa di diri sendiri. Saya juga baru melihat Abang tapi saya bisa merasakan aura kebaikan di diri Abang."

Lagi-lagi Rendra tersenyum kecil. "Kamu tidak bisa menilai seseorang hanya dengan satu kali bertemu. Kamu harus tahu banyak orang munafik di dunia ini, siapa tahu salah satunya adalah aku." Rendra menepuk bahu Anaz. "Aku mau lanjut bekerja. Terima kasih cerita singkatnya tentang Zahra." kemudian dia berdiri dan melanjutkan tugasnya membersihkan halaman pondok.

...***...

Selesai sholat Ashar, Zahra pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki seperti biasanya

Lagi-lagi Rendra mengikuti langkah Zahra. "Mau pulang?" tanyanya.

Zahra hanya mengangguk kecil. Sebenarnya dia merasa risih dengan kedatangan Rendra yang selalu tiba-tiba seperti itu.

Meskipun selalu mendapat anggukan dan hanya jawaban singkat, Rendra masih tetap mengikuti langkahnya. "Kegiatan kamu selalu seperti ini ya setiap hari. Apa kamu tidak merasa bosan? Atau mungkin kamu butuh hiburan."

"Maaf, ini hidup saya. Jangan mencampuri kehidupan saya."

"Oke, sorry." Rendra masih saja mengikuti langkah kaki Zahra.

Beberapa saat kemudian Zahra menghentikan langkah kakinya. "Tolong jangan ikuti saya lagi. Saya tidak suka diikuti."

Seketika Rendra menghentikan langkahnya. "Oke, aku berhenti di sini."

Zahra melanjutkan langkah kakinya lagi.

Rendra hanya mengamati Zahra dari jauh. Entahlah kenapa kali ini dia penasaran dengan wanita seperti Zahra.

Zahra semakin mempercepat langkah kakinya. Dia kini sampai di depan rumahnya. Setelah mengucap salam, dia masuk ke dalam rumahnya.

"Asalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam sayang. Kebetulan sekali kamu sudah pulang. Sebentar lagi ada keluarga Kyai Haji Rahman akan datang berkunjung ke sini." kata Umi Laila menyambut kedatangan putrinya.

Seingat dia Kyai Haji Rahman memiliki seorang putra yang sudah duda beranak satu. Apa kedatangan mereka ke rumahnya ada maksud tertentu. Seketika hati Zahra berkabut. Meski apa yang dilakukan orang tuanya semata karena mereka menyayanginya, tapi Zahra tidak mau seperti ini lagi. Dia sudah memutuskan untuk memilih jodohnya sendiri.

"Maaf Umi, apa maksud kedatangan keluarga Kyai Haji Rahman ke sini? Apa ada niat untuk melamar? Untuk kali ini Zahra tidak mau."

"Zahra, kali ini kita ta'aruf dulu tidak langsung khitbah."

Zahra menggelengkan kepalanya. "Maaf Umi, Zahra sudah memutuskan untuk menemukan jodoh Zahra sendiri."

Zahra masuk ke dalam kamarnya. Tanpa sadar air mata itu kembali menetes. Dia tidak memusingkan masalah jodoh. Di umur berapapun , jodoh itu pasti akan datang dengan sendirinya. Tapi kenapa keluarganya seolah memaksanya.

Zahra membuka jendelanya dan duduk di dekat jendela. Menatap kosong taman samping rumahnya dengan mata nanarnya.

Beberapa saat kemudian dia dikejutkan dengan kedatangan seorang anak kecil yang membawa surat dan setangkai bunga mawar.

"Ini buat Mbak Zahra."

"Dari siapa?" tanya Zahra.

Anak itu menggelengkan kepalanya lalu berlari pergi.

Zahra mengernyitkan dahinya, seumur-umur baru kali ini dia menerima surat dan bunga. Kemudian dia membuka surat itu.

Tersenyumlah, agar kecantikanmu tidak kalah dengan bunga mawar ini..

💞💞💞

.

Kenapa jadi Author yang meleleh.. 😂

1
nuraeinieni
ceritanya bagus dan luar biasa
Anjelie Sharma
di tunggu cerita azam nya
jgn lama2
critanya bnyk bngt cobaan nya
Anjelie Sharma
seorang ustad tp ngerti ga di pake
Nifatul Masruro Hikari Masaru
muncul lagi musuhnya
Surati
bagus
kristi hartati
Luar biasa
kristi hartati
Lumayan
afifah aefa
Luar biasa
Ina Karlina
wah sepertinya tanda tanda Hamidin Alhamdulillah 🥰🥰🌹🌹🌹
Ina Karlina
semoga aja ga ada ulat bulu yang menggangu mereka
Ina Karlina
beruntung nya Zahra mendapatkan laki laki sebaik Rendra.. semoga bahagia
Hani hana
Lumayan
Hani hana
Kecewa
Ina Karlina
ha ha ha ayooo siapa cepet dia dapet... semangat ya kalian 🤣🤣🤣🤣
Ina Karlina
idih seorang kiyai tapi pikiran nya sangat picik ..tidak bisa menilai ..dan berpikir bijak😡😡😡
nada Tsani
Luar biasa
RossyNara
ustad cuma gelar tetap dia cuma manusia biasa yang bisa egois, tapi sangat di sayangkan abi husen seperti lilin bisa menerangi org lain tapi tak bsa menerang diri sendiri.
RossyNara
Zahra trauma sama perjodohan abi, ilmu. yang terbaik menurut orang tua belum tentu terbaik bagi si anak.
Aize Ze🗝️🥀°_°
kak buat cerita anaknya Zahra Ama Rendra donk Thor penasaran sama kelanjutan nya
MPit Mpit MPit
Iyah ih inih pak ustad bikin kesel meresahkan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!