NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Sang Ceo

Cinta Tulus Sang Ceo

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Kehancuran yang Ia rasakan, membuat Ilham Adi Prawira, kabur dan mengasingkan diri di sebuah hotel selama beberapa minggu.

Putra pertama dari Prawira grup yang berusia berusia 27 tahun itu, mengalami patah hati yang cukup parah. Ketika sang wanita yang Ia cintai, justru memilih sang Papa sebagai calon suaminya.

Di hotel itu, Ia mengalami sebuah insiden. Seorang pelayan, bernama Khalila. Ia salah memberikan pesanan, hingga berakibat fatal untuk mereka berdua.

Karena kejadian malam itu, dengan semua rasa bersalahnya, Iam mencari wanita itu dan memberikan tanggung jawab untuknya.

"Tak perduli bagaimanapun kau menolak. Aku, akan tetap menikahimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden Satu malam

"Aryo, tolong kirim ini ke ruangan 109, dan yang ini ke 108." perintah sang kepala pelayan.

"Baiklah, akan segera saya antar."

Jawab Aryo.

"Hati-hati, jangan salah. Yang satu bir, yang satu soft drink tanpa alkohol."

"Iya, kelihatan bedanya." jawab Aryo, lemah.

Aryo pun membawa Baki, menuju tempat yang telah di perintahkan sang bos padanya. Berjalan santai, dengan bersenandung ria.

"Malam, Mas Aryo." sapa Kalila pada rekanya.

"Malam, Lila cantik. Mau beberes?"

"Iya, kamar 109 minta ganti sprei lagi. Ngga tahu, seminggu udah ganti Sepuluh kali." ucap Lila.

"Wah, kebetulan. Bisa tolong bawakan ini sekalian?"

"Ke 109?" tanya Lila.

"Iya... Tolong, ya?"

"Baiklah." jawab Lila. Ia pun mengambil sebuah kantung berisi minuman, tanpa melihat dulu isinya.

Mereka berdua berpisah, lalu menuju tempat tujuan masing-masing.

Tok... Tok... Tok....! Lila mengetuk pintu kamar Iam.

"Masuk." jawab Iam dari dalam.

Lila pun menurut, dan masuk kedalam ruangan itu.

Ruangan begitu gelap, cahaya begitu ramang. I'am duduk di sofa nya, dengan botol dan bekas bungkus makanan berserakan.

"Ini, Pak, minumannya." ucap Lila.

I'am hanya berdehem, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Lila menyingkirkan dirinya, lalu memulai pekerjaannya untuk mengganti seprai. Ia pun membereskan sampah yang ada di ruangan itu, meski harus merangkak agar dapat menggapai bagian yang sulit.

"Tolong, ambilkan gelas. Kenapa begini botolnya?" pinta Iam.

"Saya, hanya menyampaikan pesan, Pak. Ngga tahu, isinya apa." jawab Lila.

Ia pun kembali berdiri, dan mengambilkan gelas untuk Iam. Setelah itu, Ia permisi keluar dari kamar tersebut.

Lila berjalan santai, membawa seprai kotornya menuju laundry. Beberapa menit Ia sadar, jika Hpnya tertinggal di ruangan itu.

" Ya... Masa harus balik lagi?" sesalnya. Tapi, itu Hp miliknya satu-satunya. Ia beli dari hasil kerja kerasnya selama ini.

"Mau kemana, La?"

"Ambi Hp. Ketinggalan tadi." jawab Lila, sembari berlari.

"Permisi..." ucap Lila, yang kembali masuk ke kamar Iam.

Karena tak ada jawaban, Ia pun masuk sendiri. Ruangan masih saja gelap, bahkan tercium bau alkohol yang sangat menyengat. Lila adalahntipe Orang yang tak bisa mencium bau alkohol meski sedikit. Kepalanya langsung pusing, dan bahkan mual.

Ia berusaha untuk segera mencari Hpnya, dan ingin segera pergi dari tempat itu.

"Mana?" lirih nya.

"Kau cari ini?" tanya I'am, yang terdengar mabuk berat.

"I-iya, Pak. Maaf, merepotkan." ucap Lila.

Lila berusaha mengambil Hp itu, tapi langkahnya tergelincir botol yang berserk di lantai.

Buuuughhhh!!! Tubuhnya terjatuh, dan tanpa sengaja memeluk I'am. Jatuh, tepat diatas ranjang yang empuk itu.

Kepala Lila langsung sempoyongan, mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari bibir Iam. Dan I'am pun, tampak sudah tak dapat mengendalikan dirinya saat ini.

"Pak, tolong lepaskan saya." lirih Lila.

I'am bergeming, hanya tersenyum dan membela rambut Lila yang mulai berantakan. Ia membaik posisi, menindih tubuh Lila dan menatapnya tajam.

"Aaah, pusing sekali." lirih Lila, dengan memegangi kepalanya.

"Kau pusing? Aku juga. Mari kita bermain sebentar, menghilangkan rasa sakit yang kita rasakan." bisik Iam.

Pria yang tengah mabuk itu pun mulai menyerang Lila. Gadis itu berusaha menolak, tapi kalah tenaga. Kepalanya semakin sakit, apalagi cengkraman Iam yang begitu kuat.

" Jangan, ku mohon." tangisnya.

" Sakitnya hanya sebentar, tenang saja." ucap Iam, yang semakin liar.

Tak dapat di cegah lagi, ketika kesucian Lila terenggut oleh pria yang tak Ia kenal. Bahkan, wajahnya pun tak pernah dapat Ia lihat dengan jelas. Satu-satunya petunjuk, adalah rambutnya yang panjang dan tubuhnya yang berotot. Karena itulah, Ia tak dapat melawan sama sekali.

"Ini salah siapa? Apa salahku? Kenapa terjadi?" tangisnya dalam semua kejadian.

1
Syalum
😍😍
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
pasti ulah keluarga dona
juwita
mampir
nissa
ada ada saja lila ngidam nya
nissa
yang lalu biarlah berlalu iam, kamu harus bisa mengiklaskan dona
nissa
lanjut
nissa
percaya saja sama iam bu marni
nissa
syukurlah kalau mas iwan mo berubah
nissa
iam iam kasihan papamu itu lho wes tue
nissa
mbak dinar telaten banget ya ngurus lila
nissa
duh semakin rumit
nissa
meleyot deh aku
nissa
wah sungguh bijak iam
nissa
iam memang pintar otak nya, pantas jadi ceo
nissa
baik banget si iam
nissa
tak tau malu mama nya dona
nissa
siapa tuh
nissa
kasian lila
nissa
kacau dech semua nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!