Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cowok ngeselin
Diana menghentak-hentakan kakinya sambil menggerutu karena kesal akibat ucapan pria tadi. Mentang-mentang tampan, seenaknya saja bicara!
"Heh,markonah. lo dari mana aja?" tanya Kirana.
Kanaya melihat wajah Diana sepertinya sedang kesal.
"Lo kenapa? muka kusut banget kayak jemuran yang belom di setrika." Kini Kanaya yang bertanya.
"Diem lo Maimunah, gue lagi kesel ni." jawab Diana dengan wajah masam.
Kirana menaikan satu alisnya."Elah, kenapa lagi perawan tua? dateng-dateng masang muka kecut gitu. Barang yang lo cari gak ada?" tanya Kirana
"Bukan masalah barang! " jawab Diana
"Terus."
"Gue baru ketemu cowok yang semalam nolong gue. Dan kalian tau, cowok itu ngeselin banget tau gak.pengen gue jambak tu mulut".ucap Diana menggebu-gebu.
"Eh mp, Buahahahaha. Serius lo." ujar Kirana sambil tertawa.
"Seneng lo liat gue menderita hehh. Dasar sahabat somplak lo pada." ujar Diana semakin di buat kesal.
"Markonah.jangan kesel napa. ye sori deh beb. Udah ah Ki, entar usus lo patah lagi kebanyakan ketawa." kata Kanaya mengingatkan.
"Gue sumpahin beneran." imbuh Diana
"Ye, kejam amat lo pada."
"Udah, udah. lanjut yuk. keburu siang nanti. " ucap Kanaya
Ketiganya menghentikan percakapan merek. lalu melanjutkan pemburuan yang sempat tertunda. Setelah mendapat apa yang mereka cari, ketiganya pun memutuskan untuk pulang.
Kanaya mengantar Kirana terlebih dulu, setelah itu baru ia mengantar Diana.
Kanaya kembali ke rumahnya sekitar pukul 3 sore, dan sesampainya di rumah ia mendapati sang kakak sudah berada di rumah.
"Duh, mampus nih gue. Kenapa Abang jam segini udah di rumah sih." ujar Kanaya
Kanaya berjalan pelan menuju anak tangga, ia berharap kakaknya itu tidak melihat dirinya.
" Dari mana saja kamu Nay?" Pertanyaan itu terdengar begitu tidak ramah. Membuat Kaki Kanaya melayang di udara saat ingin menaiki anak tangga
"Da- dari mall bang." jawab Kanaya pelan
"Kamu tau ini jam berapa?"
Kanaya melihat Arloji yang melingkar di tangannya." Jam tiga sore bang." jawab Kanaya.
"Kalau kamu tau ini sudah sore kenapa jam segini baru pulang?"
Kanaya tertunduk takut. Dia memang salah, karena Abangnya itu selalu mengingatkan Kanaya untuk tidak pulang terlalu sore, mengingat Mama mereka akan sendirian di rumah.
"Maaf bang."
Kakak Kanaya meletakan korang yang ada di tangannya, ia berdiri lalu menghampiri Kanaya yang masih berdiri di dekat tangga.
"Nay, kakak bukannya melarang kamu untuk pergi dengan teman-teman mu. Tetapi kamu harus mengerti jika Mama saat ini sedang sakit, dia perlu kita untuk menjaganya. Kakak saja harus selalu membagi waktu untuk kalian dan juga pekerjaan kakak Nay. Kamu tau, meski kakak seorang CEO, itu bukan berarti kakak bisa bebas begitu saja dari pekerjaan kakak. Kakak itu pimpinan perusahaan besar, jadi kakak tidak bisa berlenggang begitu saja dan menyerahkan semua pada karyawan kakak."
Kanaya menghela nafasnya, ia tau jika dirinya salah. Ia tidak pernah mengerti kakaknya. Yang Kanaya tau jika kakaknya seorang CEO, maka kakaknya tidak harus bekerja keras. Tetapi sekarang Kanaya tau, jika semakin tinggi jabatan maka tanggung jawabnya akan semakin besar.
"Iya kak. Kanaya salah, maafkan Kanaya." ucap Kanaya.
"Ok,kali ini kakak maafin. Lain kali tidak lagu Nay. sekarang bersihkan badanmu. Sore ini kakak ada Meting penting, jadi kamu harus menjaga Mama."
"Iya kak."
Kakak Kanaya hendak berbalik. tapi Langkahnya terhenti karena pertanyaan Kanaya.
" mama mana,Bang?"
"Bisa gak sih kamu panggil kakak saja. Kamu fikir kakak tukang bakso apa di panggil abang. " Protesnya
"Yaelah bang, lebih seru kali di panggil abang. Kan anak Gaholll. " ucap Kanaya cepat.
"Ck, gaul apa'nya." Dia mendumal. "Mama sedang istirahat,ada di kamar."
"Ohhh, ok. "
"Ohh ya Nay, kakak mau kamu jangan terlalu sering kelayapan dengan teman-teman kamu itu. Kakak tidak suka."
"Tapi Bang, Teman-temen Kanaya itu baik ko. Abang jangan terlalu khawatir." kata Kanaya sambil mendekat dan memeluk abang tersayang
Pleetakk
Satu jitakan mendarat di kepala Kanaya, membuat Kanaya langsung melepas pelukannya dan mengusap kepalanya yang terkena jitakan.
"Sakit tau bang." ujar Kanaya
"kamu itu selalu saja. Pergi mandi dan jangan peluk2 Kakak. kamu tau, badan kamu Itu sangat bau."
"Ihh, Abang nyebelin." ujar Kanaya dan langsung berlalu ke atas dengan wajah masam.
Pria yang di panggil Abang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Melihat sikap adik satu satu nya itu ia hanya bisa tersenyum maklum.
____
Di tempat lain, Diana sedang mempersiapkan dirinya untuk berangkat bekerja. Hari ini Diana tidak libur, ia mendapat sip Sore. Itu karena semalam Diana dapat lembur mendadak, maka dari itu hari ini ia dapat sip sore.
Seperti biasa Diana selalu berjalan kaki setiap berangkat ke tempatnya bekerja. itu karena Diana ingin mengirit ongkos. lagi pula tempatnya bekerja tidak jauh dari rumahnya.ia bisa sekalian olahraga.
"Hay Fan, gue telat gak ya?" tanya Diana saat melihat Fandi sudah membersihkan meja depan Cafe.
"Gak kok, tuh lo liat. Baru jam segini juga." jawab Fandi.
"Syukur deh." ujar Diana
"Diana." Panggil Rosa
Rosa adalah supervisor kiler di tempat Diana bekerja. Ia selalu saja mencari kesalahan Diana, padahal Diana tidak pernah melakukan kesalahan.Diana juga tidak pernah tau kenapa atasannya itu tidak menyukainya.
"Iya mbk Rosa, mbk memanggil saya?". tanya Diana dengan sopan
"Hmm, tolong kamu bersihkan ruang VIP No 2. Karena sebentar lagi akan ada tamu penting yang datang. jangan sampai membuat Kesalahan karena tamu ini sangat istimewa, mengerti diana." ujar Rosa dengan mimik wajah tegas.
"Baik mbak, segera Diana laksanakan". ujar Diana
Diana mengambil beberapa peralatan sebelum ia melakukan pekerjaan nya. Diana tidak ingin atasan nya itu murka lagi dan akan memecatnya.
Setelah mengambil alat yang akan di pakai, Diana masuk ke dalam ruangan VIP yang di maksud kan oleh Rosa. Lalu ia bergegas membersihkan ruangan itu. Diana membersihkan ruangan itu dengan sangat telaten, ia tidak ingin di pecat hanya karena masalah kecil seperti membersihkan ruangan untuk tamu penting Cafe itu.
.MAAF MASIH DALAM PROSES REVISI🙏
Lanjut thor