KARMA
Sebelum membaca karya ini alangkah baiknya jika membaca karya pertamaku yang berjudul Aku Bukan Pelakor, agar bisa mengikuti jalan ceritanya.
Karya KARMA ini menceritakan tentang pembalasan pengkhianatan yang di lakukan julio kepada istri dan anak-anaknya.
Julio bukan hanya mengkhianati istrinya namun ia membohongi ana dengan mengaku lajang untuk mendapatkan hati dan tubuh ana, selain itu ia juga di duga menggelapkan dana perusahaan tempatnya bekerja serta perusahaan milik istrinya.
Lalu apa sajakah KARMA yang akan di terima oleh julio?
Semuanya akan di ceritakan di Novel ini.
Terima kasih, selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Belum selesai satu masalah hukum yang tengah di hadapi oleh julio, kini julio tersandung kasus hukum baru. Retno mendapatkan kabar dari pengacara yang menangani masalah suaminya, jika julio tidak hanya terkena satu kasus hukum saja, namun ia juga terkena kasus hukum baru yaitu penyalah gunaan obat-obatan terlarang dan juga penggelapan uang perusahan tempatnya dulu ia bekerja senilai dua miliar rupiah.
"Huft..." Retno menghela hafas beratnya, bukan hanya fisiknya saja yang lelah karena mengurusi kedua anaknya yang masih kecil serta ibu mertuanya, namun pikirannya pun sangat lelah memikirkan suaminya.
Ingin rasanya ia melepaskan diri dari julio dan fokus mengurus kedua anak-anaknya saja, namun ia tidak bisa melakukan hal itu. Retno tidak tega melihat ibu mertuanya yang kini hidup sendiri dan sering sakit-sakitan, retno mengajak ibu mertuanya untuk tinggal dengannya agar ia bisa merawatnya.
Retno mengintip dari balik pintu kamar ibu mertuanya, ia melihat putra sulungnya sedang menemaninya, rangga membacakan buku cerita untuk utinya.
"There once was a mouse that had not eaten in days. He had become really thin. After a lot of searching, the mouse found a basket full of corn." Ucap rangga.
Meski tak mengerti arti dongen yang di bacakan oleh rangga, ratih tetap mendengarkannya dengan seksama, ia sangat bangga dengan rangga di usianya yang baru genap menginjak empat tahun kemampuan bahasa asing rangga sudah lancar.
Retno kembali ke kamarnya, ia menghubungi staff financenya untuk berdiskusi mengenai liquid asset yang bisa ia cairkan secepatnya, retno memutuskan untuk menjual sebagian asset perusahaannya dan mengambil pinjaman di Bank.
"Tapi ini resikonya besar bu." Ucap tia.
"Saya butuh lebih dari dua setengah miliar, paling lambat lusa dan saya tidak punya pilihan lain." Ucap retno.
"Baik bu."
"Terima kasih ya tia." Retno menutup sambungan telephonenya.
"Hiks..." Retno menangis di sudut kamarnya, ia tak menyangka tuhan memberikan ujian seberat ini dalam perjalanan rumah tangganya.
"Ea.. eaa..." Tangis rama.
Samar-samar retno mendengar suara tangis putra bungsunya, retno pun menghapus air matanya dan beranjak menuju kamar rama.
Keesokan harinya setelah ia mengantar rangga ke sekolah, ia menuju perusahaannya ia menjual sebagian saham, reksadana dan kendaraan kantornya, setelah itu juga mengurus pinjaman di bank di temani oleh staf financenya.
"Ibu yakin?" Tanya tia, sebagai orang finance yang bekerja di perusahaannya retno jelas tia tahu kondisi keuangan perusahaan tempatnya bekerja sedang tidak baik-baik saja.
Retno menganggukan kepalanya kemudian tersenyum kepada tia.
Setelah mengurus pinjamannya, ia dan tia kembali ke kantor dengan menggunakan taxi.
"Tia, tolong carikan tiket pesawat ke Jakarta untuk besok." Ucap retno kepada tia.
"Baik bu."
Rencananya besok pagi retno dan kuasa hukumnya ingin menemui pimpinan perusahaan tempat julio pernah bekerja untuk mengganti semua dana yang telah julio gunakan untuk kepentingan pribadinya agar memperingan proses hukum julio, selain itu juga mengajukan rehabilitasi untuk julio.
"Aku berharap semuanya berjalan dengan lancar sehingga dia bisa segera bebas." Gumam retno, ia tidak sanggup jika harus terus menerus berbohong kepada ibu mertuanya dan juga putranya yang kerap kali menanyakan keberadaan julio.
Namun ia pun tak sampai hati jika harus mengatakan yang sebenarnya kepada ibu mertuanya.
sungguh menguras air mata, tapi sangat puas n byk pelajaran yg bisa diambil dlm cerita ini
sungguh sangat terharu dgn novel ini