NovelToon NovelToon
BAGAI MUSAFIR

BAGAI MUSAFIR

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.8k
Nilai: 3
Nama Author: Gubahan Z

tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...

teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pedoman pencari ilmu

Ilmu adalah suatu sifat yang pengertian akan suatu hal yang menjadi jelas dengannya. Dan fikih,

berarti memahami kelembutan suatu ilmu pengetahuan, serta harus mengetahui keutamaan ilmu pengetahuan.

Karena keutamaan ilmu menjadi pengantar menuju ketakwaan dan berhak mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Dan tidaklah sepatutnya dimiliki seorang pelajar ataupun ahli ilmu, yang hanya memanfaatkan suatu ilmu hanya untuk mendapatkan materi serta kehormatan semata. Fasalnya keberkahan ilmu di ukur dari sikap seseorang yang memiliki kerendahan hati, serta mampu menjaga diri dari seluruh perkara perbuatan dosa.

“innamal a’malu bin niyyat”

sesunggunya amal itu tergantung dengan niat.

Dalam menuntut ilmu seseorang hendaknya memiliki salah satu dari beberapa niat. Yaitu

1, mencari ridha Allah swt.

2, menghilangkan kebodohan dari dalam diri.

3, menghidupkan agama

4, berniat mensyukuri nikmat akal dan kesehatan

selain itu. Syaikh imam Al-Zarnuji, seorang salah satu tokoh ulama besar yang pernah menuliskan dalam salah satu kitab karangannya (Ta'lim Muta'alim) mengenai kutipannya tentang keenam sikap yang harus dimiliki seorang pedomam pencari ilmu menurut pendapat Syaidina Ali r.a. Diantaranya yakni harus memiliki kecerdasan, tamak (rakus akan ilmu), sabar, bekal yang cukup, petunjuk seorang guru, dan selalu Istiqomah.

####

Hampir setengah jam berlalu, namun ia hanya berhasil sampai pada penerangan Bab awal, yang mana pengertian dari suatu kalam yang terbagi kedalam tiga bagian menurut ilmu nahwu. Namun karena pemikirannya yang minim membuat ia termenung seketika dibawah terpaan angin gelapnya malam yang hanya berhiaskan cahaya rembulan bewarna emas keperakan.

Dekapan langkahnya seperti kalimat haraf yang tidak memiliki makna ataupun arti apapun didalamnya seraya berjalan menuju aula pesantren tanpa sadar, sambil tekun menghafalkan tiga bait kitab matan Al jurumi untuk menggapai Keberhasilannya bagaikan fi'il yang selalu harus dibarengi oleh penempatan waktu, entah itu hal atau pun Mustaqbal, keduanya tidak terlalu begitu yakin hingga sang putra kiyai itu menghampirinya yang tengah berjalan lalu berhenti, lalu berjalan lagi dan berhenti tanpa henti.

"Assalamualaikum." Nahrawi menyapa sambil menepuk pundak pemuda itu pelan. "Bagaimana perkembangan mu?" sambungnya bertanya. Namun Zim hanya diam terpaku tanpa menjawab suatu pertanyaannya itu karena bingung, terlebih lagi ia merasa takut dan kecewa jika putra dari seorang kiyai itu mengetahui tentang perkembangannya hanya sampai pada tiga baris bait saja selama kurun waktu lima jam kebelakang.

"A, anu

"Hapalin terus!" potongnya datar sebelum Zim menyelesaikan semua perkataannya tadi. Lalu mulai membuka lembaran kitab itu lagi, lagi dan lagi, sampai ia kembali kedalam kamar untuk membaringkan tubuhnya yang kelelahan.

.

.

.

.

.

.

Pagi hari~

Anggota Genk sultan berlari terengah-engah menuju gerbang sekolah yang mana sebentar lagi akan ditutup oleh pak satpam perlahan. Karenanya mereka terlambat akibat sengaja tidur kembali setelah menunaikan sholat shubuh secara berjamaah. Lalu mendapatkan hukuman terlebih dahulu ketika akan pergi ke sekolah, yakni mencuci seluruh karpet masjid di tepi sungai yang terdapat batu pualam berukuran besar.

"Ayo dong pak, izinin kami masuk pak!" Keempat anggota Genk sultan itu meminta setengah memelas diluar pintu gerbang setelah tertutup hingga rapat.

"Tidak bisa! upacara sudah hampir selesai sebentar lagi, lebih baik kalian pulang saja sana!" tegasnya.

"Kami janji tidak akan mengulanginya lagi pak." Rinto memberikan selembar uang kertas bergambarkan pahlawan, refleks kedua telapak tangan seorang satpam itu pun menerimanya secara diam-diam, lalu mulai membukakan pintu gerbang seraya berbisik dengan pelan, " Jangan diulangi lagi ya..."

1
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Moh Rusno
lanjuuuuut
Qirana
Lanjut Lagi
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Qirana
Keren Thor 💕💕💕💕💕💕
Qirana
7in1
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dania
Hahaha, ngakak deh bang Ke
Dania
Author ga di gc lagi ya
Dirimu tak pernah nongol saat itu
Dania
Nyusul dukungan
dirimu kemana Thor
syafakhaira
ayolah lanjut, masa udah tamat sih 🤔 blm kan , maaf blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
syafakhaira
udah tamat ya, aku blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
Off dulu 3 hari
like harian datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung
my angels🤟
ceritanya kayak anjing
my angels🤟
aq kangen bgt ma km bee
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
aku mampir kk.... ceritanya bagus
pemimpi
Namanya kok gitu banget othor ...

Bank ke 🤣🤣🤣
Babyba
semangat kakkk
Andremardi
sangat mnyntuh..
nickname
like🔥✌️✌️✌️
αιиυи мαя∂ιαн
ceritanya bagus ba. tapi kenapa gak dilanjutkan seperti planning yang sempat aba bilang sebelumnya🤣🚴🚴
syafakhaira
jaharaaaa masa cwek itu beban 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!