Siapa yang tidak kenal dengan Jordan Mikhael Anderson. Pria berkharisma itu adalah pemilik perusahaan MA Group. Perusahaan besar di dunia, memiliki banyak cabang di setiap negara.
Dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, Alana Jovanka. Alana menelan saliva dengan susah payah melihat kopinya yang tumpah pada tuksedo pria yang kini menatapnya, tatapan itu seperti laser yang siap membelah tubuhnya.
Alana menahan nafasnya, saat Jordan mendekat dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku, bodoh!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gundah Gulana
Alana terbangun dari tidurnya, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Tetapi Alana tidak menemukan Jordan.
Badannya terasa lengket, Alana mencoba bangkit dari tempat tidurnya. Dan berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi.
Alana menatap kakinya yang penuh luka, mungkin karena dia berjalan jauh dengan memakai flatshoes hingga kakinya lecet.
Alana membersihkan tubuhnya dengan secepat kilat, karena luka di kakinya terasa perih saat terkena air.
Setelah menyelesaikan acara mandinya, Alana keluar dengan mengunakan handuk kimono. Alana menghenikan langkahnya saat melihat Jordan yang baru masuk ke kamarnya dengan membawa nampan.
Jordan menyimpan nampan berisi makanan untuk sarapan pagi Alana di atas nakas. Jordan memperhatikan tubuh Alana yang tampak basah, membuat gairahnya muncul seketika.
Alana diam memperhatikan Jordan yang kini sedang menatapnya.
“Tunggu apalagi? Cepat pakai bajumu! Atau kau sengaja ingin menggodaku!”
“Ti-tidak,” jawab Alana gugup. Dengan langkah cepat Alana masuk ke ruang ganti dan memakai bajunya.
Alana diam di balik pintu penghubung kamar dan ruang ganti, ada rasa malu yang menyelimutinya.
“Apa kau pingsan di dalam?” teriak Jordan.
Dengan cepat Alana membuka pintu, dan berjalan pelan menuju tempat tidur. Jordan tampak serius dengan ponsel genggamnya.
“Ini untukku?” tanya Alana sambil menatap makanan yang di bawa Jordan.
“Hmmm.”
Karena perutnya sudah berbunyi Alana mengambil sup daging yang di bawa Jordan untuknya. Alana jadi teringat kejadian kemarin saat Jordan menyuapinya, tetapi Alana menolak dan menyebabkan sendok yang di pegang Jordan jatuh.
“Maaf.”
Jordan mengalihkan perhatianyya pada Alana yang tiba-tiba mengucapkan kata maaf.
“Maaf untuk yang semalam, aku bertingkah seperti anak kecil.”
Jordan menganggukan kepalanya, dan kembali fokus pada ponselnya. Sambil menghabiskan sarapannya Alana memperhatikan Jordan yang sedang serius pada layar ponselnya.
Jordan sedang apa?
Setelah menghabiskan sarapannya, Alana melirik jam di kamarnya. “Tuan tidak pergi bekerja?”
“Tuan,” panggil Alana kembali karena tidak mendapatkan jawaban dari Jordan Alana memilih diam.
Jordan menyimpan ponselnya, kini tuan muda mengalihkan perhatiannya pada Alana.
Alana menatap Jordan bingung, karena tuan muda tiba-tiba duduk di hadapannya.
“Alana aku ingin keturunan darimu, untuk penerus perusahaanku.”
“kenapa harus aku, tuan?” tanya Alana.
“Karena kamu istriku,” jawab Jordan singkat.
Aku bukan istrimu Jordan, aku hanya pemuas ranjangmu
Alana menundukan kepalanya, menahan rasa sakit di hatinya.
“Lihat aku, Alana!”
Alana terpaksa mengangkat kepalanya dan menatap bola hitam pekat milik Jordan.
“Kamu tidak akan pernah menyesal menjadi istriku.”
Alana menghela nafasnya dengan sangat pelan, Jordan seakan membawa Alana ke atas angin. Tetapi Alana sadar posisinya, dia hanya gadis miskin.
Alana mengakui bahwa dirinya tidak cantik, bahkan Alana pernah mendengar dari para staf yang sedang membicarakan CEO nya. Yang membawa seorang perempuan bak model ke dalam ruangannya.
Apa merka bercinta?
Hati Alana merasa tercubit karena pertanyaannya sendiri. Kalaupun mereka bercinta Alana bisa apa, toh Jordan hanya menganggapnya istri untuk di atas ranjang, bukan istri sesungguhnya.
“Lalu tugasku apa?” Alana memberanikan diri untuk bertanya.
“Tugasmu hanya memuaskan aku, dan melahirkan keturunan untukku!”
Meski Alana sudah tahu jawabban yang akan keluar dari mulut Jordan akan menyakitinya, tetapi mulutnya malah bertanya. Padahal Alana berharap bahwa Jordan tidak akan menganggapnya hanya sebagai pemuas ranjang.
Kau ingin apa? Ungkapan cinta dari Jordan. Memangnya siapa dirimu?
Alana merasa Jordan tidak akan pernah mencintainya, mungkin Jordan hanya menganggapnya mainan. Jika sudah bosan akan Jordan buang.
Apa Jordan akan membuangku setelah melahirkan anak untuknya?