NovelToon NovelToon
Di Balik Pintu Yang Kukunci

Di Balik Pintu Yang Kukunci

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Sepuluh tahun Erlyn membangun kehidupan sempurna bersama suami dan anaknya, menyembunyikan masa lalu kelam yang sudah ia kunci rapat-rapat.

Dulu, saat usia 19 tahun, ia terjebak pada Om Hendi — pria kaya yang mengurungnya, menyiksanya, dan menyimpan ratusan foto memalukan yang dipaksa diambil. Erlyn berhasil kabur, berpikir ia sudah aman.

Hingga suatu hari, pesan dan foto lama masuk ke ponselnya. Hendi kembali.

"Datang padaku, atau semua foto dikirim ke suamimu."

Sekarang Erlyn harus memilih:
kembali ke neraka yang dulu ia tinggalkan, atau membiarkan keluarganya hancur oleh kebenaran yang menyakitkan.

Satu rahasia. Dua pilihan. Tak ada yang tidak terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Hari-hari berikutnya berjalan seperti sebuah mimpi buruk bagi Erlyn. Setiap sudut ruangan terasa begitu hampa dan dingin tanpa kehadiran Iqbal.

Kursi kerja suaminya di ruang tengah tampak kosong, cangkir kopi favorit pria itu berada di meja dapur tanpa pernah tersentuh lagi, dan aroma parfum maskulin yang biasa menguar di kamar utama kini perlahan memudar, menyisakan keheningan yang mencekam.

Bagi Rara, kepergian ayahnya yang mendadak karena "urusan proyek luar kota" masih bisa diterima dengan kepolosan seorang anak usia sembilan tahun.

Namun, bagi Erlyn, kebohongan itu adalah racun yang setiap hari menggerogoti dadanya.

Setiap kali putrinya bertanya kapan sang ayah pulang, Erlyn harus menahan air mata yang mendesak, dan memasang senyum paling sempurna di hadapan Rara, sementara di dalam hatinya ia tahu suaminya pergi karena jijik dan kecewa mendalam pada rahasia kelam yang ia simpan.

Namun, beban psikologis akibat hilangnya Iqbal bukanlah satu-satunya teror yang harus dihadapi Erlyn minggu itu.

Hari Rabu keempat sudah di ambang pintu.

Bayangan apartemen Grand Tower unit 402, ranjang hitam sutra yang dingin, serta cengkeraman Hendi kembali berkelebat di kepala Erlyn, mengirimkan gelombang rasa mual yang luar biasa ke ulu hatinya.

Ia tahu, setelah apa yang terjadi dengan Iqbal minggu lalu, dunianya sudah hancur lebur. Tidak ada lagi yang perlu disembunyikan dari suaminya, karena suaminya sendiri telah melihat kedatangannya ke tempat terkutuk itu.

Meski demikian, ancaman foto-foto masa lalu yang dipegang Hendi tetap menjadi rantai besi yang mengikat pergelangan kakinya. Hendi tidak akan peduli apakah Iqbal sudah tahu atau belum, dia akan tetap menyebar video itu kekerabat yang di kenalnya.

Pria tua itu hanya menginginkan kepatuhan mutlak dan kepuasannya setiap minggu. Erlyn terjebak di dalam labirin keputusasaan yang tidak memiliki pintu keluar.

***

Jauh dari rumah tersebut, di sebuah kafe di sudut kawasan bisnis pusat kota, Iqbal duduk berhadapan dengan seorang pria berbadan tegap mengenakan jaket kulit gelap bernama Doni. Di atas meja kayu kecil di antara mereka, sebuah amplop cokelat tebal tergeletak diam.

Doni adalah seorang penyelidik swasta senior yang dulu sempat mengenyam dunia kepolisian sebelum memilih jalur independen. Tatapan matanya tajam, terbiasa membaca gerak-gerik orang dan mencium aroma rahasia yang sengaja disembunyikan.

"Aku sudah melakukan penelusuran awal seperti yang kamu minta, Iqbal," suara Doni terdengar tenang namun tegas, memecah kebisingan latar kafe yang dipenuhi alunan musik jazz lirih.

Ia mendorong amplop cokelat itu sedikit ke arah Iqbal. "Dan jujur saja, informasi yang kudapat ini membuka tabir gelap tentang siapa sebenarnya pria di balik apartemen Grand Tower itu."

Jantung Iqbal berdegup kencang di balik dadanya. Napasnya tertahan. Ia merapatkan kedua tangannya di atas meja, menatap lurus ke mata Doni. "Siapa pemilik unit 402 itu, Don?"

Doni bersandar di kursinya, melipat tangan di dada. "Unit 402 itu terdaftar atas nama perusahaan cangkang, tapi setelah kami lacak lebih dalam melalui jaringan properti eksklusif, tempat itu dikuasai oleh seorang pengusaha senior yang cukup disegani di lingkaran atas kota ini. Namanya Hendi Sasmita."

Mendengar nama tersebut, kening Iqbal mengerut dalam. Nama itu sama sekali tidak asing di telinganya. Hendi Sasmita adalah salah satu tokoh senior di dunia bisnis properti, seorang pria paruh baya kaya raya yang sering muncul di majalah-majalah ekonomi berkat jaringan usahanya yang luas.

"Hendi Sasmita..." bisik Iqbal pelan, mengulang nama itu seolah sedang mengecap racun di lidahnya. "Tapi... apa hubungannya pria seusia itu dengan istriku? Erlyn bukan siapa-siapa, ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Dari mana mereka bisa saling kenal?"

Doni menghela napas pelan, lalu membuka amplop cokelat di hadapan Iqbal. Ia mengeluarkan beberapa lembar foto lama serta catatan dokumen cetak, lalu meletakkannya di atas meja satu per satu.

"Di sinilah letak bagian paling tragis dari teka-teki ini, kawan," kata Doni dengan nada serius. Ia menunjuk selembar foto berukuran agak kusam yang menampilkan Erlyn di masa lalu, saat usianya masih sembilan belas tahun, berdiri di dekat Hendi Sasmita.

"Aku menggali rekam jejak masa lalu Hendi Sasmita belasan tahun ke belakang, jauh sebelum istrimu menikah denganmu. Enam belas tahun lalu, Erlyn bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah seorang gadis muda berumur sembilan belas tahun yang bekerja sebagai buruh cuci serabutan demi mencari biaya pengobatan ayahnya yang menderita kanker otak."

Iqbal terpaku. Tenggorokannya mendadak terasa kering. "Ayahnya...?"

"Ya," lanjut Doni mengangguk. "Dalam kondisi terdesak dan tak berdaya menghadapi biaya rumah sakit yang mencekik, Erlyn diperkenalkan kepada Hendi Sasmita melalui seorang kenalan bernama Tante Siska sebagai pengusaha kaya yang dermawan.

Tapi kebaikan Hendi itu ternyata adalah sebuah jebakan maut. Hendi setuju menanggung seluruh biaya perawatan ayah Erlyn, dengan syarat... Erlyn harus tinggal di tempat pria itu, menemaninya, dan melayaninya."

Iqbal merasakan darahnya mendidih seketika. Kepalan tangannya di atas meja mengeras hingga buku-buku jarinya bergemeretak putih. Rangkaian cerita itu menghantam dadanya bagaikan palu godam.

"Ia melakukannya demi menyelamatkan ayahnya..." bisik Iqbal tercekat, matanya memerah menahan amarah dan rasa iba yang teramat dalam. "Erlyn terjebak saat ia masih sangat muda."

"Benar," sambung Doni. "Dan setelah belasan tahun berlalu, setelah ayah Erlyn tiada, setelah ia berhasil keluar dari cengkeraman itu, menikah denganmu, dan membangun hidup baru yang bersih... Hendi Sasmita kembali muncul. Pria itu menyimpan dokumentasi masa lalu berupa foto-foto dan bukti perjanjian kelam tersebut. Ia menggunakan materi itu untuk memeras Erlyn, mengancam akan menghancurkan rumah tangga kalian jika istrimu menolak menemuinya setiap hari Rabu."

Dunia Iqbal seakan runtuh seketika mendengar kata-kata memeras dan ancaman.

Segala kemarahan, rasa cemburu buta, dan kekecewaan yang selama seminggu ini membakar hatinya seketika musnah, berganti dengan hantaman rasa bersalah yang teramat pekat.

Selama ini, ia mengira Erlyn mengkhianatinya secara sukarela. Selama ini, ia menghakimi istrinya sebagai wanita pendusta yang menyerahkan diri pada pria lain di apartemen mewah.

Padahal kenyataannya, wanita yang sangat dicintainya itu sedang berjuang sendirian menanggung siksaan mental demi melindungi keluarga kecil mereka dari kehancuran masa lalu.

"Ya Tuhan..." bisik Iqbal lirih. Suaranya pecah di tenggorokan. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, merasakan air mata penyesalan menetes lolos di sela-sela jarinya.

"Aku sudah salah besar... aku memarahinya, aku mencurigainya, dan aku meninggalkannya sendirian saat ia paling membutuhkan perlindungan..."

Doni menepuk pundak sahabatnya pelan untuk memberikan ketenangan. "Hei, kamu tidak tahu apa-apa waktu itu, Iqbal. Erlyn menutup rapat mulutnya karena ia takut kehilanganmu dan Rara. Pria seperti Hendi Sasmita adalah predator berdarah dingin yang tahu persis bagaimana cara mengunci mulut korbannya."

Iqbal perlahan menurunkan tangannya. Mata merahnya menatap tajam foto-foto di atas meja, di mana wajah Hendi Sasmita tampak tersenyum congkak di balik kemewahan dunia bisnisnya.

Sisa-sisa keraguan di hati Iqbal kini telah musnah sepenuhnya, terbakar oleh gelombang kemarahan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.

Bukan kemarahan karena cemburu, melainkan kemarahan seorang suami yang akan merobek apa saja demi merebut kembali istrinya dari cengkeraman iblis berkedok dermawan itu.

"Aku tidak peduli seberapa besar kekuasaan Hendi Sasmita di kota ini," ucap Iqbal dengan suara rendah, dingin, namun mengandung ketegasan yang membuat udara di sekitar meja itu mendadak terasa membeku.

"Dia sudah memperbudak istriku di masa lalu, dan dia berani menyiksanya di masa sekarang. Dia sudah menghancurkan kedamaian keluarga kami."

Doni mengangguk pelan, memahami ke arah mana pembicaraan ini akan bermuara. "Lalu apa rencana selanjutnya, Iqbal? Menghadapinya secara langsung di apartemen itu tanpa persiapan hanya akan membuat dia menggunakan bukti-bukti ancamannya untuk menyerang balik kalian secara terbuka."

"Aku tidak akan datang dengan emosi kosong," jawab Iqbal tajam, menatap lurus ke mata Doni. "Aku butuh bukti hukum yang menjatuhkan pria itu, atau cara agar semua kartu as miliknya jatuh ke tangan kita sebelum dia sempat menghancurkan segalanya."

Doni tersenyum tipis, senyuman penuh perhitungan seorang profesional lapangan. "Bagus. Kalau itu mau kamu, aku punya beberapa rekan lama di kepolisian dan dunia siber yang bisa membantu kita melacak celah keamanan digital milik Hendi. Tapi kita butuh waktu, dan yang paling penting... kita butuh kerja sama langsung dari Erlyn di dalam sana."

Iqbal terdiam sejenak. Pikirannya melayang pada hari Rabu besok, hari di mana jadwal kunjungan mengerikan itu akan terulang kembali.

"Besok adalah hari Rabu," bisik Iqbal penuh tekad. "Aku harus menemui Erlyn malam ini juga. Aku harus meminta maaf atas kebodohanku, menghapus air matanya, dan bersama-sama kami akan mengakhiri mimpi buruk ini untuk selamanya."

1
naws
untung suaminya baik, gak nyalahin kebodohan erlyn 😖
kuat2 ya kalian menghadapi orang kayak hendi 😖
naws
iya. polisiin aja bagusnya. tapi kalo dia sekaya itu kayaknya dia bisa nyuap aparat deh 🫠
naws
dah tuh, samperin lah istrimu.
kasih pencerahan biar otaknya gak mampet ngelanjutin service berkala untuk si hendi
naws
tau sampe sedetail itu detektifnya
naws
ya terus kamu mau patuh seumur hidup gara2 diancem? 😩
naws
tapi iqbal juga keterlaluan sih kalo sampe gk mikirin rara 😖
Myz Pena
aaah cari mati... cerai aja.. masih banyak wanita lain di luar sana.. yang penting rara bisa dibesarkan bersama dengan baik
Myz Pena
ya sekarang kamu bebas main sepuasnya dengan om.hendi

woy jengkel banget gua sumpah 😩
Myz Pena
bagusnya iqbal cerai aja cari wanita lain.. astgaaa
Myz Pena
nggak.usah bawa anak...kamu nggak pantas disebut istri
..maaf thor esmosi lihat ini erlyn
Myz Pena: membuat para lelaki murka bukan kepalang 😩
total 2 replies
Myz Pena
mana ada itu pengorbanan.. itu bukan pengorbanan tapi penghianatan.. kalau pengorbanan itu kamu jadi istri.yang baik jaga kesucian pernikahanmu dari laki laki lain..
Myz Pena
biarin aja deh...malas banget liat si erlyn ini
Chirstana
10 tahun dan sudah punya anak 8 tahun..., tapi masih memikirkan pria lain wauuu...,
jangan bilang habis ini ketemu terus CLBK/Blush//Blush/
Maya 摩耶
Halah maaf taek 😒
Maya 摩耶
gk usah, suruh suamimu yg angkat haduuuh, seandainya busa ku jambak, ku jambak juga kau
Maya 摩耶
ah ngira2 mulu lu, fatal akibatnya nanti itu tuh, mending ngomong udah sih ah 😒
Siti Aisyah
jangan mau Lyn jangan mending kamu minta perlindungan dari suamimu aja lyn
Siti Aisyah
gapapa Lyn ceritakan semuanya saja Iqbal pasti akan menerima mu
Miu.Nuha
doni cepet juga dpt semua informasi itu, bagus lah. semua tabir akhirnya terbuka juga. Iqbal punya kebesaran hati yg luar biasa ❤
Pencari Cerita
hadee, kenapa gak ngomomg aja sama Iqbal biar, udh gak sopan banget si hendi ngapain cariin mll ngerusak rumah tangga orang aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!