NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Pagi ini Mia kembali ke kantor properti dengan langkah yang lebih mantap dari sebelumnya.

Tidak ada rasa gugup yang berlebihan di wajahnya, hanya ketenangan seorang perempuan yang sudah memutuskan untuk mengambil kendali atas hidupnya. Setelah titip Kayla di rumah orang tuanya, ia langsung menuju kantor agen. Hari ini adalah hari penting, ia akan bertemu langsung dengan calon pembeli rumahnya.

Di ruang tunggu, Mia duduk dengan santai. Ia menyandarkan punggung di sofa kulit berwarna abu-abu, sesekali memeriksa ponselnya, lalu memandang ke luar jendela yang menampilkan lalu lintas kota. Aroma kopi dari mesin di sudut ruangan tercium samar. Ia tidak terburu-buru. Semua sudah dipersiapkan, sertifikat, foto-foto rumah, dan tekad yang sudah tidak bisa digoyahkan.

Tak lama kemudian, pintu ruang tunggu terbuka.

Ceklek...

Seorang pria bertubuh tegap masuk ke dalam ruangan. Posturnya tinggi, bahu lebar, dan langkahnya tenang namun percaya diri. Ia mengenakan kemeja putih yang disingsingkan hingga siku dan celana chino gelap. Wajahnya tegas, dengan garis rahang yang jelas dan mata yang tajam namun tidak menakutkan.

Pria itu menghentikan langkahnya di depan Mia, lalu tersenyum sopan.“Perkenalkan, saya Zafran. Yang akan membeli rumah Anda,” ucapnya dengan suara rendah dan jelas.

Mia mengangkat wajah. Ia berdiri perlahan, lalu mengulurkan tangan.“Saya Mia,” jawabnya singkat, menjabat tangan pria itu. Genggamannya tegas, tidak ragu.

Zafran mengangguk. “Saya sudah melihat foto-foto dan lokasi rumahnya. Lokasinya strategis, dan dari keterangan agen, rumah ini atas nama Anda sepenuhnya. Saya tertarik untuk segera memprosesnya.” ucapnya.

Mia tersenyum tipis. “Silakan kita bicarakan detailnya.” pinta Mia.

Mereka duduk berhadapan. Di atas meja, dokumen-dokumen sudah disiapkan. Zafran membuka map yang dibawanya, menunjukkan kemampuan finansial dan keseriusannya. Mia mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk, dan menjawab setiap pertanyaan dengan tenang. Tidak ada keraguan di suaranya. Tidak ada lagi bayangan Rian atau keluarganya yang menghalangi keputusan ini.

Proses pembayaran berlangsung di ruang pertemuan yang sama, dengan suasana profesional namun tetap tegang di sisi Mia.

Andi, agen properti, duduk di antara mereka sambil membuka laptop dan beberapa berkas tambahan. Zafran mengeluarkan map hitam berisi dokumen keuangan, lalu meletakkannya di atas meja.

“Saya sudah menyiapkan uangnya,” kata Zafran tenang. “Untuk harga yang kita sepakati kemarin, saya siap melakukan pembayaran secara bertahap sesuai prosedur. DP hari ini, lalu pelunasan setelah semua dokumen selesai dicek dan balik nama diproses.”

Mia mengangguk. Ia membuka map miliknya sendiri, mengeluarkan salinan sertifikat rumah, surat pernyataan, dan perjanjian pranikah yang sudah dilegalisir.

“Saya setuju dengan skema itu,” jawab Mia. “Tapi saya minta semua pembayaran masuk ke rekening atas nama saya pribadi. Tidak ada pihak ketiga. Dan proses balik nama harus segera dimulai setelah DP cair.”

Zafran menatapnya sebentar, lalu tersenyum tipis, seolah menghargai ketegasan itu. “Tidak masalah. Saya mengerti. Rumah ini milik Anda sepenuhnya, jadi semuanya harus bersih.”

Andi segera menyiapkan surat perjanjian jual-beli sementara. Mereka memeriksa setiap poin bersama-sama, harga, jadwal pembayaran, tanggung jawab pajak, dan jangka waktu serah terima kunci. Mia membaca setiap baris dengan teliti, sesekali mengajukan pertanyaan kecil, lalu mengangguk ketika semuanya sudah sesuai.

Setelah semua sepakat, Zafran mengeluarkan smartphonenya. “Saya transfer DP sekarang.”

Beberapa menit kemudian, notifikasi masuk ke ponsel Mia. Jumlah yang cukup besar sudah berpindah ke rekeningnya. Ia memeriksa dua kali, memastikan semuanya benar, lalu menghela napas pelan, napas lega yang sudah lama tidak ia rasakan.

“Uang dp nya sudah masuk,” konfirmasi Mia.

Zafran mengangguk. “Bagus. Nanti sore atau besok saya kirim bukti transfer resminya. Kita bisa lanjut ke notaris minggu depan untuk Akta Jual Beli.” ucap Zafran.

Mereka saling menjabat tangan. Andi tersenyum puas, senang karena transaksi berjalan lancar.

Mia berdiri, merapikan dokumennya, lalu memandang Zafran sekali lagi. “Terima kasih. Semoga prosesnya cepat selesai.”

“Sama-sama, nyonya Mia. Saya juga berharap demikian.”

Keluar dari kantor properti, Mia duduk sejenak di dalam mobil. Ia menatap layar ponsel yang menampilkan notifikasi transfer. Uang itu bukan sekadar angka. Itu adalah kebebasan. Itu adalah keputusan yang ia ambil sendiri, tanpa menunggu Rian, tanpa meminta izin mertua, tanpa mengalah lagi.

Ia tersenyum kecil, lalu menyalakan mesin mobilnya meninggalkan kantor tersebut.

*******

Siang itu suasana di rumah masih seperti biasa.

Rukmini sedang duduk di ruang tamu sambil mengipasi diri, Sonya menemani Janu, dan Lukman rebahan di kamar sambil bermain ponsel. Tidak ada yang menyangka bahwa ketenangan itu akan pecah dalam hitungan menit.

Tiba-tiba bel rumah berbunyi panjang.

Rukmini mengerutkan dahi. “Siapa siang-siang begini?” gumamnya, lalu berdiri membuka pintu.

Ceklek...

Begitu pintu terbuka, ia terdiam.

Di depan rumah berdiri dua orang pria berpakaian rapi. Satu di antaranya bertubuh tegap, membawa map dokumen, sementara yang lain memegang tablet dan meteran. Di belakang mereka, sebuah mobil sedan parkir rapi di halaman.

“Selamat siang, nyonya” sapa pria tegap itu sopan. “Saya Zafran. Kami dari pihak pembeli. Hari ini kami datang untuk survey akhir dan mengukur beberapa bagian rumah sebelum proses serah terima.” ucapnya.

Rukmini membelalak. “Pembeli? Survey? Rumah apa?”

Sonya yang mendengar langsung berdiri sambil menggendong putranya, wajahnya penuh kebingungan. Lukman juga keluar dari kamar, mengucek mata.

“Ini rumah kami,” kata Rukmini ketus, suara mulai meninggi. “Siapa yang jual?"

Zafran tetap tenang. Ia mengeluarkan selembar surat dari mapnya. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik sah rumah ini, Nyonya Mia. Semua dokumen sudah dicek, termasuk sertifikat atas nama beliau. Kami hanya menjalankan prosedur.” jelasnya.

Rukmini ternganga.“Mia?! Menantuku?! Dia jual rumah ini diam-diam?!” wanita itu terkejut mendengarnya.

Suasana langsung kacau. Sonya menutup mulutnya kaget, sementara Lukman hanya berdiri diam dengan wajah memerah.

“Tidak mungkin! Ini rumah anak saya juga! Dia tidak berhak menjualnya sendiri!” sentak Rukmini.

Zafran tidak terpancing. Ia hanya tersenyum profesional. “Maaf, Bu. Secara hukum, rumah ini tercatat penuh atas nama Nyonya Mia. Kami sudah periksa semua dokumennya. Kalau ada keberatan, silakan sampaikan melalui jalur resmi. Hari ini kami hanya survey.”

Dari dalam rumah, Rukmini berteriak memanggil nama Rian berulang kali, meski anaknya belum pulang. Ia memegang dada, napasnya memburu, tidak percaya bahwa menantunya berani melakukan ini tanpa sepengetahuan siapa pun.

Sementara di luar, Zafran dan rekannya tetap berdiri tenang, siap memasuki rumah untuk mengukur dan memeriksa kondisi terakhir.

Rumah yang selama ini mereka tempati dengan nyaman, tiba-tiba terasa asing. Mereka bisa saja segera kehilangan tempat tinggal.

1
sunaryati jarum
Kirain Lukman , Rukmini ,dan Sonya, sadar ,taubat dan bekerja ternyata lebih parah.Untuk Mia akhirnya mendapat kebahagiaan
Oma Gavin
akhirnya happy ending untuk rian dan mia dan keluarga neraka' buat lukman dan sonya orang malas kerja pengen hidup enak dunia mimpi pun ngga ada 🤣
Putri Wulandari
lakol cuman gitu ceritanya
sunaryati jarum
Semoga mertua sadar jadi endingnya bahagia
Agus Tina
Bagus ceritanya
gesya garneta
othor jgn bikin rian berubah lah, jgn bikin cerita kyk di novel2 lain, endingnya pisah gara2 keluarga suami, justru bikin keluarga suami jadi baik sama mia
Agus Tina: Iya, betul ... bikin yg agak beda
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga Rian tidak goyah, apapun yang terjadi pada ibunya dan keluarganya.Kamu walau dihujat tetap berbakti dan mengirimkan uang.Seharusnya Bu Rukmini sadar,selama ini yang menopang hidupnya Rian padahal sudah punya keluarga,dan Mia istrinya tidak melarang ,ee malah dibenci.Sedangkan Lukman dan Sonya juga memiliki keluarga tapi hidupnya bergantung pada dirinya,malah disayang dan dimanjakan, renungkan Bu Rukmini apa perilaku pada kedua putra dan menantumu sudah benar dan adil
🎃
kok dera?
sunaryati jarum
Nah setelah kalian merasakan pahitnya hidup tanpa banyak uang dari Rian dan Mikha,jadi kebingungan sendiri.Itulah akibat memanjakan anak tapi membebani anak yang lain.Sonya terbiasa bergantung ini diminta cari nafkah.Semoga kalian sadar jika Mia dan Rian sangat berjasa pada hidup kalian.Sekarang Sonya harus belajar bisa menghidupi diri dan Janu.
dyah EkaPratiwi
enak dikota tapi numpang heyyy usaha makanya jangan suka ongkang2
Agus Tina
Apa Sonya tidak punya orang tua? Kan bisa sementara dia tinggal sama orang tuanya. Dan untuk Mia dan Rian memang lebih baik tinggal bersama orang tua dari Mia, agar para benalu itu tidak kembali lagi merongrong kehidupan mereka.
Jade Meamoure
bagus lah yg penting jangan ada drama kluarga lagi
Jade Meamoure
tk apa sih kalo rujuk hanya saja jauhkan dari keluarga toxic n harus bisa bertindak tegas sebagai kepala keluarga
gesya garneta
thor, jangan bikin rian berubah ya, biarkan mereka hidup bahagia🙏
Agus Tina
Sekoga Rian tidak berubah ...
sunaryati jarum
Semoga sumpah kamu kamu jalankan dan tidak goyah serta Bu Rukmini sadar akan semua kesalahannya pada Mia.Dan Sonya mau bekerja
falea sezi
🤣 Mia oon bego
falea sezi
perempuan oon 🤣 gbs nyari batangan kayak. punya Riyan kayaknya makanya batal cerai🤣🤣 bloooooooon
falea sezi
banyak omong visum lapor kekerasan bego🤣🤣 MC nya oon sih thor menye menye
falea sezi
istri goblok cerai lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!