NovelToon NovelToon
Alencio

Alencio

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.

Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya.

Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya.

Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Part 17

Amanda seketika terdiam, menahan hawa panas di wajahnya akibat ucapan konyol yang baru Cio lontarkan. Ingin rasanya Amanda tersenyum, namun semua itu seolah tak etis karena dirinya baru saja patah hati. Tapi kenapa, lelaki yang bernama Cio itu mampu membuat hatinya berdesir padahal baru beberapa menit yang lalu, Amanda merasa hatinya terluka telah mencintai lelaki yang salah. Dengan tatapan malasnya, Amanda menyembunyikan semuanya dengan cara tidak terpengaruh dengan ucapan Cio yang hanya sebatas candaan itu.

"Seharusnya aku tidak usah bertanya seolah ini hal serius, kamu kan Babi." Amanda menjawab malas sembari terus melangkah, membiarkan Cio dengan segala ucapan konyolnya.

"Memangnya kalau babi tidak boleh berbicara serius? Aku kan juga mau kenal dengan orang tuamu, supaya mereka tidak kaget punya calon menantu ...."

"Punya calon menantu babi kaya kamu," potong Amanda tanpa bisa menyembunyikan senyum manisnya. Mendengar ucapan konyol Cio itu ternyata cukup sulit, karena Amanda merasa tidak bisa menahan tawanya saat bersama lelaki itu. Berbeda saat dirinya bersama dengan lelaki lain yang berusaha untuk membuatnya tersenyum, Amanda dengan sangat mudah tidak memperdulikan mereka. Tapi di hadapan Cio, Amanda merasa sulit melakukannya.

"Kamu jahat," ujar Cio sebal sembari menghentikan langkah kakinya, seolah ingin merajuk sembari berharap Amanda akan memanjakannya dan mau mengizinkannya untuk pulang bersamanya, pikir Cio licik.

"Kenapa aku bisa jahat? Kan apa yang aku katakan itu benar, orang tuaku harus siap mental bila punya calon menantu babi kaya kamu, karena kamu itu banyak makan," Amanda menjawab santai sembari terus berjalan, meninggalkan Cio yang terdiam meski beberapa detik berikutnya mengejar langkahnya.

"Apa itu berarti kamu ingin aku menjadi calon menantu orang tuamu?" ujar Cio terdengar menggoda, merasa apa yang baru dikatakannya tak akan bisa membuat Amanda mengelak.

"Kan aku bilangnya 'bila', itu artinya belum tentu terjadi." Amanda menjawab seperti biasa, yang kali ini ditanggapi cemberut oleh Cio.

"Terserahlah. Tapi biarkan kali ini aku mengantarkan kamu pulang ya?"

"Boleh saja, asal kamu tidak minta makan pas sampai rumahku." Cio seketika mencebikkan bibirnya, merasa tak percaya dengan apa yang baru Amanda katakan. Cio bahkan merasa tak yakin bila Amanda baru saja mengalami kesedihan sampai menangis, karena kalimat-kalimat pedas yang keluar dari bibir gadis itu terdengar bila dia sedang baik-baik saja.

"Iya-iya." Setidaknya hanya kata malas itu yang keluar dari bibir Cio, tanpa empunya tahu bagaimana Amanda terdiam sembari tersenyum miris. Di dalam hati, Amanda masih memikirkan ucapannya pada Farel yang mungkin sangat keterlaluan. Sebelum ini, tidak pernah sekalipun Amanda bisa berkata dengan nada tinggi di hadapan siapapun terutama Farel. Tapi tadi, ia berkata dengan kalimat yang mungkin cukup menyakitkan. Meskipun semua itu tidak seperti pada kata hatinya, namun Amanda merasa sangat menyesal kejadian tadi pernah terjadi.

Sekarang, Amanda tidak tahu lagi akan bagaimana nanti nasib hubungannya dengan Farel. Lelaki itu pasti akan semakin membencinya, atau mungkin akan membullinya sampai Amanda merasa tidak betah berada di sekitarnya. Entahlah apa yang akan terjadi nanti, tapi yang pasti Amanda merasa sangat bersalah dan takut, kalau nanti Cio membencinya dan menjauhinya.

Di sisi lainnya, Farel masih terdiam di ranjang UGD. Matanya yang kosong, menyiratkan bagaimana kekecewaan akan dirinya itu ada di bola matanya. Bibirnya yang pucat seolah tak mampu lagi berbicara, terlebih lagi tentang pertemanannya dengan Amanda. Gadis itu sudah membencinya karena keangkuhannya yang begitu percaya diri bila dia sangat menyukainya.

Resah dan gelisah itu semakin menyeruak di hati Farel, sampai saat ponselnya berdenting, menandakan ada pesan masuk, membuatnya tersadar dari lamunan. Dengan perlahan, Farel menggapai ponselnya yang berada di meja sampingnya, lalu melihat siapa yang sudah mengiriminya pesan.

Sayang, aku minta maaf. Aku tidak bisa ke rumah sakit untuk menjengukmu, karena sekarang aku ada urusan penting.

Setidaknya seperti itu pesan yang baru Farel baca, di mana pesan itu berasal dari kekasih yang sangat dicintainya, yaitu Vanessa. Farel sendiri tidak tahu kesibukan apa yang sedang Vanessa jalani, sampai begitu mudahnya hanya memberinya pesan tanpa meneleponnya. Setidaknya, Vanessa bertanya kenapa dan apa yang terjadi lalu bisa mengatakan bila dirinya tidak bisa datang. Tapi sepertinya Farel sadar bila dirinya hanya berharap tanpa bisa merasakan semua perhatian itu dari Vanessa, terlebih lagi melihat Vanessa datang untuk menjenguknya, rasanya juga tidak mungkin terjadi.

Iya, aku mengerti.

Mungkin cuma pesan singkat itu yang bisa Farel balas untuk Vanessa, diiringi senyum miris yang tidak mungkin kekasihnya itu tahu. Dalam keheningan ruangan, Farel justru ingin tertawa merasakan nasibnya yang begitu buruk. Bagaimana tidak? Bila di saat seperti ini, teman-temannya justru tidak ada yang menemaninya. Hanya Amanda, itupun sudah ia usir dengan begitu kasarnya. Dan sekarang, Farel justru merasa sangat menyesal telah melakukan tindakan bodoh itu, padahal cuma Amanda yang begitu memperdulikannya selepas apa yang sudah dilakukannya kemarin-kemarin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!