NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 Pulang Ke Tuminting - Bola , Perahu , dan Kemeja Kancing 2

Bandara Sam Ratulangi , Manado. Tidak ada karpet merah , tidak ada wartawan nasional , cuma wartawan Manado post hanya ada satu orang , yang kameranya baterainya lowbat.

Bima turun dari pesawat Garuda dengan medali perak AFF di leher , tas punggung PSSI , dan jaket timnas.

Yang jemput bukan pengurus PSSI Sulut. Yang jemput ada Ibu , Paman Stenly , Joshua, Yudi , dan Bapak.

Bapak pakai kemeja kotak - kotak kancing 2 itu lagi. Kakinya masih pakai perban , tapi sudah bisa jalan pakai tongkat bambu. Dia tidak malu , dan dia malah berdiri yang paling depan.

Tidak ada pelukan dramatis. Bapak cuma pegang pundak Bima.

"Kamu sudah pulang."

Di dalam angkot menuju Tuminting , semua orang melihat medali itu. Supir angkot tidak meminta ongkos. "Gratis untuk anak timnas."

Sampai di rumah panggung Tuminting , di depan rumah sudah ada 30 orang. Semua tetangga berkumpul disana. Ibu - ibu bawa tinutuan dan bapak - bapak bawa ikan bakar.

Dan di tengah - tengah mereka , ada kardus.

Pemilik toko olahraga Megamas datang sendiri dengan naik motor. Dia membuka kardus.

Di dalamnya terdapat bola kulit pertama Bima , bola yang sudah jelek , jahitannya lepas di dua tempat , kulitnya kelupas. Bola yang dijual Rp 600.000 untuk tiket ke Jakarta.

Pemilik toko bilang "Sesuai janji. Kalau cetak gol di AFF , dikembalikan secara gratis. Kamu cetak 2 gol. Jadi kita kembalikan. Plus bonus."

Dia kasih sepatu baru. Specs Lightspeed. Bukan sepatu bekas.

Bima pegang bola itu. Bola yang dulu dia pakai nyeker di lumpur.

Malamnya , setelah semua orang sudah pulang , tinggal keluarga di bale - bale.

Bima taruh medali perak di atas meja , dia taruh bola jelek di sebelahnya , dan sepatu baru di sebelahnya.

Bapak melihatnya cukup lama.

Lalu Bapak berkata dengan pelan , seperti waktu di perahu Sinar Mira saat Bima berumur 8 tahun

"Bima , dulu kita pernah bilang , kalau Tuhan kasih kita perahu yang bocor , berarti kita disuruh belajar untuk bisa berenang. Sekarang kita sudah punya perahu yang tidak bocor lagi."

Bima mengangguk. "Sinar Mira sudah kita tambal , Pak. Paman yang tambal waktu Bima masih berada di Jakarta."

Bapak tersenyum. Gigi depannya yang hilang satu kelihatan.

"Bukan perahunya yang kita tambal , Bima. Kita punya hati yang kita tambal."

Paman Stenly yang dari tadi diam , tiba - tiba menangis. Paman yang kakinya pincang , yang tidak pernah menangis waktu ditabrak mobil , sekarang menangis.

Dia bilang "Bima , kita kira kita cuma bisa jual es di stadion. Ternyata kita bisa antar anak ke Thailand."

Bima ambil bola jelek itu. Dia keluar rumah. Jalan ke pantai Tuminting yang gelap.

Dia taruh bola itu di atas perahu Sinar Mira yang sudah ditambal , yang sekarang sudah terikat rapi , tidak bocor lagi.

Dia tidak tendang bola itu ke laut. Dia simpan di atas perahu.

Karena janji di atas perahu yang bocor saat Bima berumur 8 tahun sudah lunas.

Janji baru dimulai.

Di langit Tuminting malam itu , tidak ada bintang. Hanya ada lampu - lampu bagang di laut.

Tapi di rumah panggung kecil itu , untuk pertama kalinya , kemeja kotak - kotak kancing 2 Bapak digantung , tidak dipakai. Karena Ibu baru belikan kemeja baru , kancingnya lengkap 6 , dari uang bonus PSSI Rp 5 juta yang Bima dapat.

Bapak pakai kemeja baru itu tidur malam itu. Kebesaran. Tapi Bapak senang.

#####################################

Sampai di sini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like , dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
thor kenapa ga update lagi?
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
fabdul
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!