NovelToon NovelToon
Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:157.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Zhafira Nayara Humaira, gadis berparas cantik, namun yatim piatu. Memiliki kepribadian lembut, ramah dan tegas dalam bersikap. Kini sedang berkuliah lewat jalur beasiswa.

Tak sedikit Mahasiswa yang ingin menjadikan pacar tapi selalu ia tolak secara halus, karena ia tak ingin fokusnya terganggu. Hingga ia menerima Bryan, pria yang selalu ada untuknya. Mereka memutuskan untuk menikah siri dan tinggal di aparteman yang sama.

Setelah wisuda selesai, Bryan izin pulang ke Jakarta, Zhafira sering mual dan muntah. Di tengah ketidaknyamanan, Zhafira tak sengaja menyaksikan siaran langsung di TV. Brian, suaminya sedang melangsungkan pertunangan dengan wanita cantik, elegan.

Seketika dadanya seperti tertusuk jarum besar, perih dan menyakitkan. Bersamaan itu ia baru saja mengetahui kalau dirinya sedang hamil.

Bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit itu? Mampukah ia bertahan demi nyawa yang dikandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 ULANG TAHUN KE SATU

SELAMAT MEMBACA !!!

Rumah keluarganya Haikal sudah ramai kedatangan keluarganya dari Indonesia. Naya yang paling bahagia karena dia mendapatkan teman bermain.

"Kamu nggak ikut main dengan Onty dan adik, Sayang?" tanya Tuan Andika sambil mengusap kepalanya Devan yang duduk di sebelahnya.

Devan menggelengkan kepalanya, "Aku lebih suka main komputer, Opa itu lebih seru," jawab Devan dengan polos membuat keluarga dari Indonesia berteriak.

"APA?! YANG BENAR SAJA, DEV?!" tanya Tasya yang paling keras sendiri.

Devan mengangguk mantap sambil tersenyum sedikit melihat wajah Tasya yang melototkan matanya menatap wajah Devan kecil.

"Hahahaha...wajah Onty Chaca cangat lucu cekali!" seru Naya tertawa melihat mata Tasya yang melotot begitu.

Suasana semakin ramai dengan gelak tawa semua orang yang berada di ruang keluarga itu. Mila juga ikut bergabung dengan mereka, ia hanya tersenyum saja, siapa sih yang akan percaya kalau anak usia setahun saja belum gelap sudah bisa main hape.

"Mil, benarkah Devan sudah bisa main komputer?" tanya Elena yang duduk di dekatnya Mila. Ia masih tak percaya dengan ucapan keponakannya itu.

Mila menganggukan kepalanya, "Iya, Mbak. Tuan Muda Devan sudah belajar komputer dari satu minggu yang lalu dengan Tuan Haikal."

Tuan Andika mengusap kepala Devan dengan tersenyum bangga kepada cucu laki-lakinya. Benar-benar keturunan kedua orang tuanya yang sangat pintar itu.

Tuan Andika jadi teringat dengan pertemuan tak sengajanya dengan Bryan.

Flash back on

Saat di restoran pulang dari ketemu dengan kliennya, tanpa sengaja, Tuan Andika bertemu dengan Bryan yang baru mau makan di restoran yang sama dengannya.

"Lho, Papa juga ada di sini. Baru datang atau sudah selesai, Pa?" tanya Bryan dengan sopan sambil mencium tangannya Tuan Andika.

"Papa baru selesai meeting dengan klien. Kamu sendiri kesininya?" tanya balik Tuan Andika, ia merasa sangat kasian dan berdosa telah menyembunyikan Fira dari Bryan.

"Sudah makan, Pa. Mari kita makan siang dulu, Pa!" ajak Bryan sambil mempersilahkan Tuan Andika untuk ikut duduk di kursi.

Tuan Andika yang tak enak hati menolak ajakan Bryan. Akhirnya dia ikut juga duduk di kursi di depannya Bryan. Tapi beliau hanya memesan kopi saja.

"Pa, apa belum ada kabar dari Fira, Pa. Aku sudah berusaha mencari Fira tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil, Pa. Kemana dia kira-kira ya, Pa?" tanya Bryan dengan wajah murungnya.

Tuan Andika menatap wajah Bryan dengan kasian dalam hatinya berkata sebentar lagi, Nak. Tunggu sampai ulang tahun pertama kedua anakmu.

"Hmmm mungkin Fira lagi menenangkan dirinya, Nak. Berdoalah meminta melunakkan hatinya, Nak. Suatu saat pasti dia akan kembali padamu. Berdoalah terus, Nak," pesan Tuan Andika yang belum bisa mengatakan dimana Fira sekarang.

"Ya, Pa. Aku akan selalu mendoakan Fira, Pa. Aku juga ingin tau, Pa. Apa benar Fira mengandung buah cinta kami, Pa. Aku ingin memastikannya, Pa," ucap Bryan lagi.

Deg jantung Tuan Andika berdebar dengan cepat, darimana Bryan bisa tau kalau Fira melahirkan anaknya?

"Hah...darimana kamu kok bisa berpikiran kalau Fira melahirkan anakmu, Nak?" tanya Tuan Andika yang penasaran, ia ingin tau darimana Bryan mengetahuinya.

Bryan menghela napasnya dengan berat, ia kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.

"Mungkin satu tahun yang lalu tepatnya jika benar Fira melahirkan anak kami berarti satu minggu lagi usianya tahun, Pa. Waktu itu tiba-tiba pinggang dan perutku sakit parah. Sampai aku pingsan dibawa Bagas ke rumah sakit. Sampainya di rumah sakit Dokter mengatakan aku tak sakit apa-apa. Padahal perut dan pinggangku juga masih sakit tapi katanya aku sehat tak sakit apa-apa. Kemudian dokter itu mengatakan kalau aku sakit seperti seorang wanita yang sedang melahirkan, maksudnya mungkin saja Fira yang melahirkan, aku yang merasakan sakitnya, Pa. Dari sana aku pasrah dan berdoa semoga jika benar Fira melahirkan anak kami, kelahirannya lancar dan semua sehat wal'afiat." cerita Bryan kepada Tuan Bryan.

Flash back Off.

Devan memegang tangan Opanya, "Opa, kok melamun apa tak suka jika Devan belajar komputer?" tanya Devan dengan sedih, mata-matanya berkaca-kaca siap mengeluarkan air matanya.

"Eh...ah...bukan, Sayang. Opa tentu saja...Opa senang dan bangga mempunyai cucu yang sangat pintar seperti Devan ini. Tapi pesan Opa jangan gunakan ilmunya Devan untuk kejahatan ya, Sayang. Bantulah jika ada yang kesusahan ya, Sayang!" pesan Tuan Andika kepada cucu laki-lakinya.

Naya yang melihat kembarnya sedih, ia langsung berdiri berjalan menghampiri Devan. "Ada apa, Bang. Apa ada yang jahat cama Abang?"

Ia pun ikut berkaca-kaca, hatinya ikut sedih saat melihat kembarnya sedih. Tuan Andika mengangkat tubuh gemoynya Naya.

"Abang tak apa-apa. Tadi Opa hanya kaget kalau Abang bisa main komputer. Jadi kalian tak usah sedih. Opa sangat bangga dengan Abang dan adik," jawab Tuan Andika.

Mereka semua tersenyum bangga dengan si kembar yang sangat pintar itu.

Keesokan harinya rumah Haikal sudah ramai dengan tim EO yang di sewa oleh Haikal untuk merias ruang tamunya untuk acara ulang tahun kembar yang ke satu.

Jam sembilan pagi, Naya sudah memakai pakaian princess asli buatan dari Butik kembar. Sementara Devan memakai dasi kupu-kupu terlihat saat keren sekali.

"Selamat ulang tahun kesayangan Mama! Semoga panjang umur, sehat selalu, tambah pintar segalanya!" ucap Fira sambil meneteskan air matanya, ia teringat dengan Papanya anak-anak.

"Terima kasih, Mama!" ucap serempak mereka berdua.

Semua orang yang berada di rumah Haikal memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa terbaik buat mereka semua.

Tiba-tiba dari pintu depan ada yang berteriak dengan kerasnya.

"Hello morning everybody! Hello kembar, Kak Calista datang nih!" teriaknya dari pintu depan.

Naya yang mendengar suara lantang dari Calista, ia berlari menyambut Calista yang sudah dianggap sebagai Kakaknya itu.

"Kak Calista..!" panggil Naya kepada Calista, ia juga tak kalah berteriak memanggil Calista. Benar-benar seperti kembaran mereka.

Di belakang Calista ada kedua orang tuanya yang berjalan membawa kado untuk si kembar.

"Selamat ulang tahun, Dek Naya!" seru Nyonya Celine,

Naya menghampiri Nyonya Celine dan Tuan Fernando,

"Terima kasih, Mommy, Daddy," ucap tulus dari Naya, lalu ia mencium tangan kedua orang tuanya Calista.

Devan yang baru datang juga ikut mencium tangannya Calista dan kedua orang tuanya.

"Dek Devan, Handsome!" puji Calista menatap wajah tampannya Devan, sementara yang dipuji hanya tersenyum sedikit saja.

"Silahkan masuk Kak, Bang!" seru Fira, ia juga menyalami tangan kedua orang itu dengan takzim.

Mereka semua berkumpul di ruang tamu yang sudah dihias meriahnya dengan balon berwarna-warni tersusun rapi di sudut ruang tamu. Di depan sana di atas meja ada dua kue ulang tahunnya juga sudah disiapakan yang satu bertema princess dan yang satu bertema komputer dan bentuknya seperti komputer sungguhan.

Sebelum motong kuenya, Tuan Andika memimpin doanya untuk si kembar. Di dalam doanya, "Ya Allah di hari yang bahagia ini. Di hari lahir cucu hamba yang ke satu ini. Berikan si kembar panjang umur, sehar selalu, berbakti dengan orang tua, dan tak lupa semoga mereka bertambah pintar untuk segalanya. Amin amin ya robbal'alamin."

"Amin..." jawab semua orang yang beragama muslim.

"Selamat ulang tahun, kembar!" ucap orang yang baru masuk ke dalam rumah.

"Uncle...!" seru mereka bertiga dengan Calista.

Mereka bertiga menghampiri Zafran yang baru datang dari Indonesia. Kemudian Zafran memberikan ketiga bocil itu, satu orang satu kantong plastik.

"Terima kasih, Uncle!" seru mereka kompak dengan senyum yang merekah.

Zafran mengajak mereka kembali ke tempat berlangsungnya acara ulang tahunnya si kembar. Amara menyuruh memotong kuenya dulu.

1
Sri Supriatin
Bisikin apa yah? Pasti dapat bingkisan sembako🤭🤭🤭💪💪💪
Sri Supriatin
Semangat kembar 😍😍😍
Harniati Rifqy
Lanjut lagi kakak
semangat up nya semangat kakak salam sehat sukses slalu
terimakasih hari' ini 🤲🤲💪💪💪
dyah EkaPratiwi
Fira knp g kabarin zafran
kaylla salsabella
semangat borong bu camat 🤭🤭🤭
Erna Fkpg
tetap semangat thor
kaylla salsabella
oh tidak pak
Erna Fkpg
semoga membawa berkah untuk semua orang sesuai namanya
Erna Fkpg
terimakasih kak untuk doubel upnya tetap semangat
Erna Fkpg
wah makin mantap sikembar dan kak thalia semangat untuk berbagi nya 💪💪💪
Lisa Halik
semangat thor...lupa bagi giftnya🤭🤭..next gift akan memyusul
pojok_kulon: Siap Kak Lisa...ditunggu gift nya
total 1 replies
Sari Nilam
kasihan fira...mmnya Bryan ternyata sudah mengetahui ,pasti Briyan dipaksa nikah
pojok_kulon: Hehehe Iya Kak Sari
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya pembukaan koperasi berjalan dengan lancar
pojok_kulon: Aminnn
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
semoga keinginan di kembar untuk menolong nenek segera dapat jalan
pojok_kulon: Amin semoga saja ya Kak Dewi
total 1 replies
Sri Supriatin
Selamat kembar pembukaan koperasinya, sukses selaly👍👍👍😍😍😍🙏🙏🙏
pojok_kulon: terima kasih
total 1 replies
Sri Supriatin
Semoga ramuan utk nenek bisa dapat yah bang Devan 🙏🙏🙏
pojok_kulon: Dibantu doanya ya Kak Sri hehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
alhamdulillah berkah
pojok_kulon: Amiinn
total 1 replies
kaylla salsabella
berkah.... berkah ya kembar usahanya😍😍😍
pojok_kulon: Amin..doanya Kak Kaylla
total 1 replies
Julidarwati
semngat💪💪💪
pojok_kulon: Siap Kak Julidarwati
total 1 replies
Harniati Rifqy
Lanjut lagi kakak semangat up nya semangat kakak terimakasih untuk hari ini
salam sukses sehat slalu 🤲🤲
pojok_kulon: Siap Kak Harniati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!