Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 08 mendengarkan hasil rekaman
Dari rumah mertua aku langsung ke showroom nya Bayu dan Mita, dan showroom nya sudah buka,
" Eh bos, masuk saja Mita di dapur sedang masak" kata Bayu, menyuruh aku menemui Mita di dapur.
Aku pun masuk kedalam dan ku lihat Mita sedang masak di dapur,
" Masak apa neng, rajin amat?" tanya ku
" Bikin gudeg mbak, mas Bayu ingin makan kayak di panti dulu, mbak di sini dulu ya nanti makan bersama" kata Mita
" Apa itu mbak" lanjut dia.
" Alat perekam, tadi aku ambil dari rumah mertua" jawabku kemudian ku putar alat itu lama, baru terdengar ada suara.
" eh masuk, Pram, apa kabar kapan pulang" suara ibu mertua
" Baik bu dan pram datang dua hari yang lalu, sekarang Pram lagi bingung" suara mas Pram
" Tadi Erina ke sini ngantar sembako, ada apa kamu kok bingung" suara ibu
" Pram khilaf pak, Bu, Pram buat kesalahan kepada Erina, sekarang Erina merajuk dan minta cerai, dan ketus ke Pram" suara mas Pram.
" kok sampai gitu le, emang apa kesalahan mu?" suara ibu bertanya
" Pram di goda Dewi, dia kerja di perusahaan Pram di bagaian pemasaran, awalnya Pram hanya main main saja, memuaskan napsu setelah hubungan dia aku bayar, tapi lama lama dia hamil dan keluarga nya menghajar Pram, dan Pram harus tanggung jawab menikahi dia,dan akhirnya dia Pram nikahi secara siri" suara mas Pram.
"kamu gila nggak bisa menahan dan mengendalikan napsu birahimu, tahu gitu kan bisa kamu bawa Erina, kalau di luar kota jadi kamu nggak belangsa" suara ibu mertua.
" Iya Bu Pram salah, mana Dewi nyebelin, ingin nya Pram bawa ke sini, tapi dia minta uang nafkah banyak, buat orang tua dan kakaknya, mana kakaknya suka mabok selalu minta uang ke pram," suara mas Pram .
" kamu ini aneh, usahamu mengalami kemajuan pesat bisa beli rumah, walaupun belum sempurna, bahkan bisa beli mobil, eh sekarang kamu beli lonte malah kamu bawa pulang ya hancur lah keluarga mu" suara ibu menyesal.
" Iya Bu hutang Pram banyak di perusahaan, gara gara di palak oleh keluarga nya Dewi, mana Erina belum aku kasih nafkah bulan ini" suara mas Pram
" kenapa nggak kami kasih nafkah sih itu kan tanggung jawabmu" suara ibu
" Pram banyak hutang di perusahaan, sekarang di periksa oleh dewan direksi, jadi semetara proyek di hentikan dulu, Karena pembangunan perumahan yang terakhir ini keuntungan cuma sedikit" suara mas Pram.
"Perusahan mu bangkrut?" suara bapak bertanya.
" nggak pa, sementara ini di evaluasi dan sampai dua bulan ke depan, akan ada rapat para pemegang saham" suara mas Pram.
" Pram kasih nafkah istrimu kasian, dia punya anak kecil yang butuh gizi" suara ibu
" Iya Bu tapi ku tunggu kalau dia tidak ketus sama aku dan Dewi" suara mas Pram
" ya iyalah dia ketus wong kamu salah" suara ibu.
" Dia ingin bercerai, kalau aku nikahi Dewi secara negara, papa punya solusi?" suara mas Pram bertanya
lama tidak ada suara di alat perekam ini dan kami mengungu lama " Mit, itu masakan gosong lho kamu tinggalkan ngerumpi disini" kataku, Mita pun berlari mematikan kompor
" Belum gosong kok mbak" kata dia.ada suara lagi di rekaman itu,
" Sebaiknya kamu pura pura bangkrut saja untuk menguji kesetiaan kedua istrimu, kalau kamu bangkrut, yang tidak setia pasti akan meningalkan mu," surat bapak mertua
" Gimana kalau yang meningalkan ku Erina pak, aku masih cinta sama dia" suara mas Pram.
"kayak nya Dewi yang meningalkan mu, kalau Erina nggak mungkin dia nggak punya siapa siapa di sini, dulu waktu ekonomimu masih pas Pasan dia setia mendampingi mu" suara bapak
" kalau Erina kan sudah teruji, kalau Dewi nggak mungkin kuat kalau kamu pura pura bangkrut" suara papa lagi
" Kayaknya Erina yang akan gugat cerai pa, kalau pram pura pura bangkrut sekarang ini" suara mas pram.
" kalau Erina yang gugat cerai, kamu enak dia nggak bisa nuntut harta gono gini, kamu aman, terus kalau Dewi yang meninggalkan mu,dia nggak bisa nuntut apa apa, kan hanya kamu nikahi secara siri" suara bapak mertua
" Tapi aku masih cinta sama Erina, pak, aku nggak mau, kehilangan dia" suara mas Pram.
" Kalau Dewi sudah pergi dengan sendirinya kamu bisa baikan sama Erina lagi" suara bapak.
" Dewi, sekarang merajuk lagi, selalu nuntut agar aku adil, dan selalu minta uang terus, mungkin untuk keluarga nya dan kalau ku cerai Dewi gimana anak di kandungan nya" suara mas Pram bimbang.
" ya sudah pak, biar Pram pikir pikir dulu, sekarang Pram lagi pusing, punya istri dua bukannya senang, malah pusing, satu menjauh dan satu nempel terus jadi mau adil bagaimana" suara mas Pram mengeluh.
" Ini baju Zidan, ketingalan di sini kamu bawa ya" suara ibu
"ibu telephon Erina dulu, takutnya nggak boleh aku bawa, dia mendekat saja nggak mau, wong aku dekati saja dia jijik dan bilang najis," suara mas Pram.
" Benar Pram, dia baru saja ibu telephon, kalau dia sendiri yang akan ambil, besok dia bilang mau ngantar sesuatu untuk ibu" suara ibu
Suara rekaman tidak berbunyi lagi.ya ternyata sudah berakhir Mita menata makanan di meja, ada gudeng nangka muda, beserta telor dan ayam yang di bumbu bacem dan ada krecek pedas,
Kami makan bertiga, anaknya Mita bangun minta menyusu, dia masih berumur satu tahun, mereka menikah juga masih tiga tahun tapi Bayu mereka sudah punya usaha jual beli sepeda motor, dan juga bengkel motor.dan alhamdulilah usahanya berkembang dan bisa beli tanah ini,
" Enak Mit kamu cocoknya buka warung saja" kata ku
" jangan, ah nanti kamu repot sendri, anak nya masih bayi" kata Bayu.
" Mbak setelah mendengarkan rekaman itu, apa yang akan kamu lakukan" tanya Mita kepo
" Tarik saja saham mu bos, belikan mobil titip di sini nanti kalau terjual kasih komisi ke aku, dan potong sewa tempat pasti laku dan uang mu tambah banyak dan mas Pram bangkrut" kata Bayu asbun
" gimana kalau aku bangkrutkan sekalian biar dia gigit jari" kata ku
" Mbak jual saja dulu furniture, kan kamu yang beli ketika dia bilang bangkrut, kamu jual atau titip sini di belakang ada gudang kosong nanti di bungkus plastik biar nggak berdebu" kata Bayu memberi ide.
" Kalian tidak sedarah dengan aku tapi kita besar bersama, jadi kalian lah saudaraku dan ide kalian hebat terima kasih atas dukungan kalian " kata ku sambil kami makan.
" Oh ya Bay aku harus bayar uang tambah berapa ini untuk tukar sepeda motor ?" tanyaku
" Nanti saja mbak, kalau sepeda motor kamu laku, kamu tinggal tambah kekurangan dari pembelian dan perawatan, aku nggak ambil untung kok, kan mbak mau investasi ke showroom ku" kata dia bercanda.
" Iya nanti di bicarakan lebih lanjut sekarang aku mau ajukan cerai saja" kata ku.
" Betul mbak laki laki yang suka zina dangan beli lontong lama lama kena penyakit, jangan lupa mbak periksa kesehatan takutnya mbak tertular" kata Mita.
" Iya Mit mbak kok nggak kepikiran ke sana" kataku
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut