Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Hidup sendiri lebih baik dari pada hidup bersama seseorang membuat luka.
Kandungan Tania memasuki angka 5 bulan, sudah terlihat sedikit membuncit. Dia bersyukur berada di lingkungan yang baik, tidak mudah menghakimi. Malah yang terjadi sebaliknya, warga sering memberi dukungan moril wanita 25 tahun itu untuk melewati hari harinya.
Selama kehamilan Tania tidak mengeluhkan apapun, mual hanya sesekali itupun tidak lama, kegiatannya memberikan. Les tambahan pada anak anak sedikit mengalihkan ingatannya pada pria yang tidak menginginkan kehadiran anaknya.
" Bu guru... Suni tidak mau belajar, capek" ucap salah satu muridnya dengan polos.
" Bu Guru... Ika ngantuk mau tidur"
" Bu Guru Niza nakal..."
Bu guru.... Bu Guru.... Bu Guru.... Suara sahutan murid murid itu menjadi hiburan tersendiri baginya.
Kandungannya yang sudah terlihat, bukan lagi halangan untuknya beraktifitas, penghasilan... Tidak banyak, tetapi cukup untuk membeli kebutuhan dan perlengkapan melahirkan.
" Ayo anak anak... Keluarkan buku kalian masing masing... " suara Tania terdengar lembut di telinga anak anak.
Dengan kesabaran penuh, Tania mengajari anak anak satu persatu menyelesaikan membaca dan tugas sekolah, di sela selanya... dia masih menyempatkan bercanda dengan anak anak, sesekali perutnya berkedut seolah menyapa ibunya.
"Sudah selesai, terimakasih sayang kerjasamanya." gumam Tania sambil mengusap perutnya dengan sayang.
Uhuk uhuk!!
Di lain tempat Linggar tiba tiba tersedak, ingatannya tertuju pada mantan wanita simpanannya.
" Anda tidak apa apa pak?" Tanya Angga.
Linggar hanya menggelengkan kepala dan melanjutkan makannya. Angga tidak bertanya lagi...
Sejak perginya Tania dan perceraiannya dengan Maya, Linggar menjadi pribadi yang sangat tertutup, dingin tak tersentuh terutama jika berhadapan dengan seorang wanita.
" Tania...." bisik Linggar dengan lirih.
Kembali ke Desa yang sunyi tetapi penuh kedamaian, Tania telah selesai mengajar anak anak. 30 total anak yang belajar dengannya pulang dengan beramai ramai.
Setelah merapikan ruangan yang di pakai untuk belajar, kini Tania menyiapkan bahan untuk membuat pernak pernik hiasan dinding, yang nantinya dia jual secara online.
Apapun Tania lakukan untuk bisa menghasilkan uang, dia tidak mau bergantung pada kakak atau ibunya.
Bagi Tania... Dia bisa di terima dengan kondisi hamil tanpa suami saja, sudah cukup membuatnya bersyukur. Sungguh... Baginya Tuhan sangat menyayanginya... Terlihat dari dia yang berlumut dosa , tetapi di kelilingi orang orang berhati baik. Sungguh sebuah anugrah bukan?
Di saat orang lain yang bernasip seperti dirinya mendapat intimidasi, sanksi sosial, bahkan hukuman.... Dia di terima baik dan mendapatkan suport untuk bertahan...
Bukan... Bukan membenarkan perbuatan dosa... Tetapi... Entah kebaikan apa yang pernah Tania lakukan sehingga dia mendapatkan anugerah berupa kebaikan dari orang di sekitarnya.
"Dek... Kamu mau mangga muda ini?, tadi aku di kasih orang waktu seminar." tiba tiba Tiyas muncul dari belakangnya.
" Waaaah enak nih kak, di makan di pinggir pantai." wajah bahagia terlihat jelas di wajah Tania.
" Hemmmm kalau kamu mau, kakak belikan bahan yang lain, malam ini kita camping di pinggir laut sana. " balas Kakak iparnya.
" mau kak mau...." ucap Tania.
Kakak iparnya segera mengajak suaminya membeli bahan bahan yang lain, ibu memasak nasi, ikan segar untuk di bakar, dan sayur di rebus. sederhana saja... tetapi cukup membuat hati tenang.
Beberapa muda mudi yang mendengar acara camping, langsung mendaftar untuk ikut, malam minggu... Besoknya juga tidak sekolah pikir mereka..
Tania mengemas hiasan dinding karyanya untuk di kirim ke tempat pemesanan, 15 paket... Lumayan... cukup untuk menambah pundi pundi tabungannya.
Tania benar benar tidak muluk muluk, dia hanya ingin melahirkan dengan selamat, lalu mendidik anaknya. Untuk bekerja di kantoran... Bukan tidak mampu, tetapi dia memikirkan anaknya... Dengan siapa nanti jika dia tinggal. Ibunya sudah waktunya beristirahat... Apa lagi calon anaknya... Kembar.
Ya. Tania hamil anak kembar... Dia mengetahui USG beberapa bulan lalu. Dia cukup bersyukur... Karena keduanya sehat. Itu sebabnya... Hamil 5 bulan terlihat seperti 7 bulan, karena memang ada dua bayi di dalam kandungannya.
Bulan purnama menghiasi langit, ombak tinggi menghantam karang, suara deburannya memecah keheningan malam yang indah.
Keluarga Tania bersiap dengan menggelar tikar, beberapa pemuda pemudi ikut membantu, bahkan mereka membawa cemilan khas daerah untuk menambah nikmatnya makan bersama.
" Kak Tania, ini udang laut, enak dan renyah. Mamak aku sendiri yang membuatnya. Cobalah." ucap salah satu pemuda desa.
Tania tidak langsung memakan, dia melirik kakak iparnya. " Boleh... Makan saja, bumil membutuhkan banyak nutrisi, yang penting tidak alergi." jawab Tiyas.
Tania memakan udang renyah tersebut, gurih... Cocok di lidahnya.
" enak... Habiskan kak... kalau suka besok biar mamak buatkan lagi" pemuda itu girang makanannya di makan Tania.
Ikan bakar sudah matang, semua sudah tertata rapi di atas tikar, tidak ada musik... Hanya ada canda para pemuda dan keluarga Tania.
Mereka makan bersama dalam balutan kasih sayang keluarga. Kesalahan bukan dibalas dengan cacian, tetapi memperbaiki kesalahan adalah bentuk dari pertanggung jawaban.
Tania sedang berusaha memperbaiki diri... Bertahan demi anak anak yang akan dia lahirkan nanti..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih teman teman... Semoga kalian terhibur..
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....