NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Anindya, wanita muda yang tulus dan sederhana, tanpa sengaja terjebak dalam cinta kepada Reynand — pria berwibawa yang sudah memiliki istri bernama Gisella. Di mata publik, rumah tangga mereka tampak sempurna. Namun saat kebenaran mulai terkuak satu per satu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup. Akankah Anindya pergi sebelum terlambat, atau ia akan tetap bertahan — terperangkap dalam cinta yang ternyata jauh lebih rumit dari yang ia kira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Reynand tetap duduk dengan tenang, tidak menampakkan keterkejutan sedikit pun. Ia hanya menatap istrinya dengan pandangan yang tenang, dingin, dan tak tergoyahkan.

‎‎"Gisella," panggilnya rendah. "Masuk dan tutup pintunya."

‎‎Suasana hening sejenak, hanya menyisakan napas Gisella yang terdengar berat. Ia melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya, namun tatapannya tetap tajam menuduh ke arah Anindya.

‎‎"Kamu jangan berani-berani mencampuri urusan kami," ucapnya tajam kepada Anindya. "Keluar sekarang juga!"

‎‎Anindya menegang, menatap Reynand dengan cemas, tak tahu harus pergi atau tetap berdiri di tempatnya.

‎‎Reynand akhirnya berbicara, suaranya tegas dan menenangkan sekaligus.

‎‎"Anindya, tinggalkan kami sebentar. Tunggu di luar."

‎‎Anindya mengangguk dan berjalan keluar. Setelah sosok wanita itu menghilang di balik pintu, keheningan yang berat kembali menguasai ruangan. Reynand mengulurkan tangan ke laci meja kerjanya, menariknya terbuka, lalu mengeluarkan selembar dokumen bersampul putih. Dengan gerakan perlahan, ia meletakkannya di atas meja, tepat di hadapan Gisella.

‎‎Di bagian bawah dokumen itu telah tertera tanda tangannya sendiri.

‎‎"Ini surat permohonan perceraian," ucapnya pelan namun mantap. "Aku sudah menandatanganinya. Tolong kamu tanda tangani juga."

‎‎Gisella menatap kertas itu, lalu kembali menatap suaminya dengan mata yang membelalak tak percaya.

‎‎"Kau... kau sungguh-sungguh?" suaranya bergetar. "Papaku sudah mengatakan akan menarik seluruh dukungan finansial jika kamu tetap kekeuh dengan keputusan ini. Reynand, pikirkan perusahaan! Pikirkan nama baik kedua keluarga!"

‎‎Reynand mengangguk pelan, sorot matanya tak bergeming.

‎‎"Aku telah memikirkannya matang-matang. Keputusanku sudah bulat, Gisella. Ancaman keluargamu, kerugian yang mungkin terjadi, segala risiko yang akan kami hadapi... semuanya telah aku pertimbangkan."

‎‎Ia mendorong pena ke arah wanita itu.

‎‎"Namun tak ada satu pun dari hal itu yang mampu mengubah keputusanku. Aku tidak ingin lagi menyiksamu dengan kebersamaan yang hampa. Tandatangani surat ini."

‎‎Gisella menatap pena itu, lalu menatap wajah suaminya yang tampak begitu tenang namun tak dapat digoyahkan. Air matanya mulai menetes, namun ia tak segera menyentuh benda itu.

‎‎Keheningan menyelimuti ruangan, berat dan sunyi. Hanya terdengar dengungan lembut penyejuk udara, serta suara isak tangis Gisella yang tertahan.

‎‎"Kenapa?" bisiknya pelan, kembali bertanya. "Tidak bisakah kamu menyisakan sedikit saja ruang di hatimu untukku?"

‎‎Reynand menatapnya lurus, tak berkedip sedikit pun.

‎‎"Karena berbohong itu lebih kejam, Gisella," jawabnya tenang namun menembus jantung. "Aku telah berusaha selama tiga tahun ini. Setiap pagi, setiap malam. Aku memaksakan diri untuk merasakan sesuatu. Namun yang kutemukan hanyalah kekosongan."

‎‎Ia mendorong pena itu lebih dekat ke arah istrinya.

‎‎"Aku tidak ingin kamu menghabiskan sisa hidupmu menunggu cinta yang tak akan pernah datang."

‎‎Gisella tertawa kecil, namun tawanya terdengar pahit dan getir. Air matanya jatuh membasahi permukaan dokumen putih di hadapannya.

‎"Kamu tahu, Reynand..." ucapnya pelan sambil mengusap kertas itu dengan jari gemetar. "Saat pertama kali kita bertemu dan dijodohkan, aku sangat senang. Aku berpikir... kita masih muda, sama-sama berjiwa pengusaha, pasti kita dapat saling memahami."

‎‎"Aku pun berpikir demikian," jawab Reynand jujur.

‎‎"Lalu kenapa sekarang kamu membuangku... demi sekretarismu itu?" Gisella mendongak, matanya memerah dan bengkak. "Jangan katakan ini bukan karena dia!"

‎‎Reynand terdiam selama tiga detik, hening dan tenang.

‎‎"Bukan karena dia," ucapnya akhirnya.

‎‎Ia bangkit berdiri, berjalan perlahan menuju jendela besar, membiarkan punggungnya menghadap istrinya.

‎‎"Keputusan ini telah kuambil sebelum Anindya menjadi sekretarisku. Tapi kehadirannya... membuatku sadar satu hal. Aku tidak pantas membiarkanmu terus menunggu."

‎‎Kalimat itu menggantung di udara, namun tak menenangkan Gisella, justru seolah menyayat hatinya semakin dalam. Tangannya mengepal erat di sisi tubuh, bahunya bergetar menahan amarah sekaligus kepedihan yang meluap.

‎‎"Kamu berbohong!" serunya akhirnya, suaranya pecah dan melengking di ruangan yang sunyi itu. "Kalau bukan karena dia, mengapa baru sekarang? Tiga tahun, Reynand! Tiga tahun kamu diam saja, bertahan, lalu tiba-tiba ingin melepaskanku begitu wanita itu masuk ke hidupmu?!"

‎‎Gisella melangkah mendekat, tak peduli lagi pada jarak di antara mereka. Air matanya mengalir deras, membasahi pipi yang sempat ia rapikan dengan teliti pagi tadi.

‎‎"Jangan berpura-pura! Matamu bercerita hal lain! Setiap kali menyebut namanya, suaramu melembut! Setiap kali dia ada di dekatmu, kamu tak melepaskan pandangan darinya! Kamu mencintainya... kamu mencintai sekretarismu itu, dan kamu malu mengakuinya!"

‎‎Reynand memejamkan mata rapat-rapat, punggungnya yang tegak tampak menegang. Napasnya tertahan sejenak di kerongkongan, sebelum akhirnya ia menghela napas panjang, berat dan penuh kepasrahan.

‎‎"Perasaanku... memang telah tertuju pada orang lain," ucapnya pelan, namun setiap kata terasa bagaikan palu menghantam lantai. "Namun hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa pernikahan kita telah kosong sejak awal. Anindya hanyalah cermin yang menyadarkan aku betapa hampa hidupku selama ini."

‎‎Gisella tersentak mundur selangkah, seolah baru saja menerima tamparan keras di wajahnya. Wajahnya pucat pasi, matanya membelalak tak percaya.

‎‎"Jadi... benar..." suaranya nyaris hilang. "Benar semua yang kuduga..."

‎‎Ia menatap punggung suaminya yang tak berbalik sedikit pun. Rasa malu, sakit, dan kemarahan bercampur menjadi satu, meledak di dadanya.

‎‎"Baiklah, Reynand..." ucapnya tiba-tiba, nadanya berubah dingin dan tajam. "Kamu menolakku, menolak keluarga, menolak perusahaan... demi seorang wanita yang bahkan tak tahu apa-apa tentang dunia kita."

‎‎Ia meraih pena itu dengan tangan gemetar, namun bukannya menandatangani, ia melemparnya ke lantai hingga berbunyi nyaring.

‎‎"Aku tidak akan menandatanganinya!" teriaknya, air mata kembali mengalir deras. "Aku tidak akan membiarkanmu membuangku begitu saja seolah tiga tahun ini tak berarti apa-apa! Jika kamu bersikeras memaksa... maka jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu pada sekretarismu itu!"

‎‎Reynand berbalik perlahan, alisnya bertaut. "Jangan berani menyentuhnya."

‎‎Gisella tersenyum getir, matanya menyala penuh ancaman.

‎‎"Kamu tidak berhak melarangku!" bentak Gisella, suaranya bergetar penuh kemarahan sekaligus kepedihan. "Kau telah melanggar janji, membuangku, mengkhianati ikatan yang kita jaga selama bertahun-tahun. Lalu sekarang kamu melindunginya?!"

‎Ia melangkah mundur menuju pintu, langkahnya gemetar namun penuh tekad.

‎‎"Kamu jaga dirimu sendiri, Reynand. Dan jaga juga wanita itu. Karena jika aku hancur... aku akan pastikan kalian ikut hancur bersamaku."

‎‎Dengan satu tarikan kasar, pintu terbuka dan di sana, tidak jauh dari ruangan itu Anindya sedang berdiri dan berbicara dengan Lita. Gisella tersenyum sinis, lalu melangkah cepat menuju ke arah mereka, meraih lengan Anindya dan menariknya kuat hingga tubuh Anindya sepenuhnya menghadap ke arahnya.

‎‎PLAAKK!

-

-

-

Bersambung...

1
🍓ADIRA🍓
hayo loh 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
cinta yang bagaimana yang kau maksud Gisella 😬
🍓ADIRA🍓
yang ngerusak bukankah dirimu sendiri 🤧🤧
🍓ADIRA🍓
semua karena kekuatan cinta Nyonya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Diam salah, ngomong lebih salah lagi y Nin 😅😅
🍓ADIRA🍓
Lanjutkan!!! /Joyful//Joyful//Joyful/
〈⎳ FT. Zira
erai kan gak harus kedua belah pihak setuju
〈⎳ FT. Zira
ancamanya aja yg gak efisien🤧
〈⎳ FT. Zira
sebutannya tetep pelakor ya walau mereka saling suka dan terjebak keadaan.. mulut netizen kan emng paling bener🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
Rey sih gak bakal mundur nin
Bunda HB
bu lady yg trhormat ank mu tdr dgn pria lain yg bernama Gavin .di namakan istri gatal...makanya di cerai sama suami nya 😅😅
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣 lady Gaga 🤭🤣✌️
total 1 replies
Fay
Kutunggu lanjutannya thor biar semangat ku kasi vote deh💪💪
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 🙏😘
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ehh... gak bisa komen.. lagi revisi katanya🤧🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
dirimu punya hak apa nglarang, suami bukan/Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira
anakmu yg nyosor duluan loh nyonyaaa
〈⎳ FT. Zira
sengaja banget ngasih terapi jantung yak🤧
🍓ADIRA🍓
Ayooo cari tau Rey... 🧐
🍓ADIRA🍓
sepertinya si binik sama kekasih gelapnya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
yg salah y statusnya Reynand 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
MBOK YA JANGAN LANGSUNG PLAK TOH BUK 😎 TANYA DULU BAEK-BAEK GTU LOH 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!