NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Kerumunan di sekitar Meja Rolet Nomor Tiga mulai memadat. Bau parfum impor bercampur asap cerutu makin pekat saat lima orang pejudi VIP dari meja baccarat di sudut seberang berpindah mendekat, terpancing oleh kilatan tumpukan cip emas yang menggunung di hadapan Sora.

Di dunia kasino, penjudi kaya memiliki naluri kawanan yang liar. Ketika ada satu pemain yang tampak sedang dinaungi hoki, para pemain lain akan berkerumun, bersiap menumpang taruhan di atas angka mana pun yang dipilih sang tangan panas.

Sora tidak membiarkan kerumunan itu mengaburkan fokusnya. Di balik lensa kacamata tembaga dan bayangan topi pet kanvasnya, matanya memindai dua pria bertubuh tegap berjas safari yang baru saja berdiri di samping pilar marmer—petugas keamanan internal kasino yang bertugas mengawasi kecurangan mekanik.

Pengawas lantai berjas kelabu sedang berbisik di samping telinga kedua penjaga itu, tatapannya sesekali melirik curiga ke arah tangan Sora yang menumpu di bibir meja mahoni.

‘Mereka mulai menghitung anomali.’

Sora tahu batas toleransi kasino bawah tanah. Menang empat kali beruntun adalah keberuntungan luar biasa yang masih bisa ditoleransi. Tetapi menang lima kali tanpa henti adalah undangan terbuka untuk diseret ke lorong belakang oleh Rusli sebelum uang kemenangan sempat dicairkan ke loket kasir.

Ia harus memberi mereka racun penenang, ilusi bahwa keberuntungannya mulai memudar.

“Taruhan dibuka kembali, silakan pasang,” kata dealer berompi hitam dengan suara serak, tangannya menyapu pelipis sebelum mengambil bola gading.

Sora mendorong dua tumpukan cip hitam senilai dua puluh juta rupiah ke kotak angka 13 Hitam dan angka 27 Merah.

Melihat langkah itu, seorang juragan kapal bertubuh tambun dengan cincin batu giok besar di ibu jarinya langsung tertawa riang. “Gua ikut anak muda ini! Pasang lima puluh juta di tiga belas hitam!” Dua pengusaha lain menyusul, menumpuk cip bernilai puluhan juta di atas angka pilihan Sora.

Dealer memutar mangkuk mahoni, lalu meluncurkan bola gading ke lingkar lintasan luar.

Zrrrr… klak-klak-klak.

Sora tidak menekan tombol remote di sakunya. Ia melepaskan putaran itu sepenuhnya kepada gravitasi dan keacakan alamiah.

Bola gading memantul liar di atas sekat kuningan, melompati angka tiga belas hitam, lalu terbenam mantap di kantong nomor 36 Merah.

“Tiga puluh enam Merah! Genap, Tinggi!” seru dealer, nadanya terdengar lega saat tongkat pengeruk akriliknya menyapu bersih taruhan puluhan juta milik Sora dan para juragan yang menumpang.

Juragan kapal bertubuh tambun itu mengumpat kesal, membanting puntung cerutunya ke asbak kaca. Pengawas lantai berjas kelabu yang berdiri di dekat pilar marmer menghela napas pendek, ketegangan di pundaknya sedikit mengendur melihat pemuda bertopi pet itu akhirnya kehilangan dua puluh juta rupiah dalam sekali putaran.

Pada putaran berikutnya, Sora mengulanginya sekali lagi: ia memasang lima belas juta di kolom tengah dan sengaja membiarkannya kalah saat bola mendarat di angka 2 Hijau (angka nol tunggal kasino).

Tiga puluh lima juta rupiah lenyap dari hadapannya dalam waktu lima menit. Para penjudi lain yang semula menumpang mulai mendecak kecewa dan menarik diri mundur, mengira masa keberuntungan pemuda misterius itu telah habis.

Namun tepat pada saat kewaspadaan pengawas kasino mereda ke titik terendah, retina mata kiri Sora menangkap getaran pendaran hijau neon yang halus.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Sub-Misi Selesai: Manipulasi Persepsi Pengawas Kasino]...

...[Kewaspadaan Meja Turun: 65%]...

...[Hadiah: +10 Point Chip]...

...[Saldo: 13 Point Chip]...

...----------------...

Tiga belas keping cip.

Sora menarik napas panjang. Udara dingin dari pendingin ruko mengisi paru-parunya dengan ketenangan penuh seorang mantan bandar. Umpan telah ditelan oleh pihak rumah kasino; sekarang adalah waktunya menarik kail dan menguras isi pundi-pundinya.

“Taruhan terakhir sebelum penutupan sesi meja nomor tiga,” umum sang dealer sambil merapikan susunan cip di rak kasir meja yang tersisa sekitar tiga ratus lima puluh juta rupiah tunai. “Silakan letakkan taruhan Anda.”

Sora menegakkan punggungnya. Tangannya yang buntung bergerak tenang, meraup seluruh sisa tumpukan cip hitam dan emas di hadapannya—modal kemenangan dari putaran-putaran awal senilai total lima puluh juta rupiah.

Sora mendorong seluruh modal itu ke atas satu kotak angka tunggal di sektor tengah karpet beludru:

‘Angka 24 Hitam.’

Kerumunan di sekitar meja seketika menahan napas. Suara denting gelas wiski dan bisik-bisik para pejudi mendadak terhenti total.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!