NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Dewi menarik sebuah kursi kecil dan duduk tepat di hadapan Raka yang masih menundukkan kepalanya.

"Nah, karena kopinya sudah diminum, sekarang ceritakan padaku," ucap Dewi dengan nada memaksa yang lembut.

"Ceritakan apa yang membuat CEO paling sombong sejagat raya ini mendadak berubah menjadi gembel menangis."

Raka mendongak dan menatap Dewi dengan mata yang sedikit memerah.

Bagi orang lain, kata-kata Dewi mungkin terdengar tidak sopan dan kurang ajar.

Tapi bagi Raka, gaya bicara Dewi yang blak-blakan inilah yang membuatnya merasa nyaman dan tidak dihakimi.

"Marissa... dia wanita yang melahirkan Elvan," Raka mulai membuka suara, sangat pelan dan nyaris terdengar seperti bisikan.

Dewi mengangguk pelan, bersedekap dada bersiap menjadi pendengar yang baik.

"Iya, aku sudah tahu dari berita tadi. Lalu apa masalahnya kalau dia pulang?" pancing Dewi.

Raka tertawa sumbang, sebuah tawa yang sarat akan luka dan kepahitan yang sangat dalam.

"Dia meninggalkanku dan Elvan saat anak itu baru berusia dua bulan, Dewi."

"Di saat Grup Lentera sedang berada di ambang kebangkrutan karena dijebak oleh kompetitor, dia memilih pergi."

Mata Dewi sedikit membulat mendengar fakta itu.

"Tunggu, jadi dia meninggalkan kalian karena perusahaanmu sedang bangkrut saat itu?" tanya Dewi tidak percaya.

Raka mengangguk pelan dan menyandarkan punggungnya ke sofa.

"Bukan hanya karena uang. Dia pergi bersama Kevin."

"Kevin adalah sahabat masa kecilku, orang yang paling kupercaya, dan juga orang yang ternyata menjebak perusahaanku."

Dewi langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangan menahan umpatan yang hampir keluar.

Ini bukan sekadar sinetron murahan, ini adalah pengkhianatan ganda yang sangat kejam.

"Dasar wanita ular berbisa! Dan pria itu... dia lebih parah dari sampah masyarakat!" maki Dewi dengan emosi yang tiba-tiba meledak.

Raka tersenyum kecut melihat reaksi Dewi yang justru lebih marah dari dirinya.

"Marissa membawa pergi semua perhiasan dan sisa aset yang bisa dijual untuk modal kabur ke Paris bersama Kevin."

"Dia bahkan tidak menoleh sedikit pun saat Elvan menangis kehausan mencari air susunya hari itu."

Tangan Raka terkepal kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol keluar.

"Aku bekerja siang dan malam, menghancurkan kesehatanku sendiri untuk membangun kembali perusahaan ini dari nol."

"Aku membesarkan Elvan sendirian dengan bantuan pengasuh, karena aku bahkan tidak punya waktu untuk tidur."

Raka menatap Dewi dengan pandangan yang sangat rapuh.

"Dan sekarang, setelah aku berhasil kembali berada di puncak... dia berani menginjakkan kakinya lagi di negara ini."

"Dia pasti kembali untuk menuntut harta gono-gini atau mengincar hak asuh Elvan untuk memeras uang dariku," desis Raka dengan rahang mengeras.

Dewi terdiam cukup lama meresapi semua cerita pahit bosnya itu.

Pantas saja Raka sangat protektif pada Elvan dan tidak mudah percaya pada siapa pun.

Pria ini pernah dihancurkan sehancur-hancurnya oleh dua orang yang paling dia sayangi di dunia.

Dewi berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati sofa tempat Raka duduk.

Tanpa aba-aba, Dewi menepuk pundak lebar pria itu dengan cukup keras.

Plak!

"Aduh! Apa yang kau lakukan wanita gila?" keluh Raka kaget sambil mengusap pundaknya.

"Itu tamparan untuk membangunkanmu dari mode sedih yang berlebihan ini Bos," balas Dewi dengan senyum lebar.

Dewi bertolak pinggang dan menatap Raka dengan pandangan yang sangat menantang dan penuh keberanian.

"Dengar ya Tuan Raka Mahardika."

"Wanita ular itu boleh saja pulang ke negara ini, tapi dia tidak akan bisa menyentuh sehelai rambut pun dari Elvan."

"Dan dia juga tidak akan bisa mencuri satu rupiah pun dari kekayaanmu selama aku masih bernapas di rumah ini."

Raka tertegun menatap wajah Dewi yang diterangi oleh cahaya lampu gantung.

Tidak ada keraguan sedikit pun di mata wanita penjual kue yang baru dia kenal beberapa minggu ini.

"Kenapa kau begitu peduli padaku dan Elvan? Padahal kau hanya kubayar untuk berpura-pura," tanya Raka pelan.

Dewi memutar bola matanya dan mencibir sinis.

"Siapa yang peduli padamu? Aku hanya peduli pada gajiku yang seratus lima puluh juta itu!"

"Kalau hartamu dirampok oleh mantan istrimu, lalu siapa yang akan menggajiku bulan depan? Aku tidak mau jatuh miskin lagi!" kilah Dewi dengan wajah pura-pura sombong.

Raka menatap Dewi lekat-lekat, lalu sedetik kemudian suara tawa rendah keluar dari mulutnya.

Hahaha.

Tawa itu terdengar sangat renyah dan tulus, menghilangkan semua sisa ketegangan di dalam ruangan tersebut.

Ding!

[Sistem Mendeteksi Perubahan Suasana Hati yang Drastis!]

[Luka di hati Tuan Raka berhasil diobati oleh kata-kata kasar namun tulus dari Tuan Putri.]

[Tingkat Afeksi Tuan Raka meningkat tajam! Poin Kasih Sayang +25 ditambahkan ke profil Anda!]

Raka menghentikan tawanya dan menatap mata Dewi dengan sangat dalam, membuat jantung Dewi tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat.

"Terima kasih, Dewi."

Suara Raka sangat lembut, nyaris seperti belaian angin malam.

"Terima kasih karena sudah membawa kopi ini, dan terima kasih karena sudah marah untukku malam ini."

Dewi buru-buru memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan pipinya yang mendadak terasa panas.

"I-iya sama-sama Bos. Makanya jangan suka mengurung diri seperti hantu, nanti aku yang repot kalau kau mati kelaparan," gagap Dewi salah tingkah.

Dewi dengan cepat mengambil cangkir kopi yang sudah kosong di atas meja.

"Sudah malam, aku mau kembali ke kamar Elvan. Bos juga harus mandi, kau bau keringat tahu!" ejek Dewi untuk menutupi rasa canggungnya.

Dewi setengah berlari keluar dari ruang kerja itu dan buru-buru menutup pintunya rapat-rapat.

Klek.

Di balik pintu, Dewi bersandar pada dinding sambil memegangi dadanya yang bergemuruh kencang.

"Gila, tatapan matanya tadi bahaya sekali. Pesona duda kaya raya memang tidak main-main," gumam Dewi sambil mengipas-ngipas wajahnya sendiri.

Sementara itu di dalam ruang kerja, Raka kembali bersandar di sofanya.

Ruangan itu masih berantakan, tapi entah kenapa perasaan Raka terasa sangat ringan dan lega.

Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dia menceritakan masa lalunya pada seseorang tanpa merasa diremehkan atau dikasihani.

Raka menyentuh dadanya sendiri, merasakan detak jantungnya yang berirama tenang.

"Dia benar," gumam Raka pada keheningan ruangan.

"Marissa boleh kembali, tapi kali ini aku tidak sendirian. Aku memiliki pelindung kecil yang sangat bar-bar di rumah ini."

Senyum tipis terukir di wajah tampan CEO itu sebelum dia beranjak menuju kamar mandi.

Malam itu, Mansion Mahardika kembali menemukan kedamaiannya, bersiap menghadapi badai besar yang akan segera tiba esok hari.

1
Dewiendahsetiowati
alamat Bastian suka ma Dewi nih
Thewie
ayok senamo.. kita hajar para pembantu sok itu💪💪
Thewie: iyesss👍
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
jleb banget Dewi ngatainnya
kiyoe: hehehe biar kena mental sama Dewi kak 🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!