NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:55.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Jago Gombal

Malam itu, Komandan Kaivan dan Sisil sedang menikmati makanan yang Komandan Kaivan beli sebelum kembali ke Markas Batalyon. Keduanya menikmati makanan sembari mengobrol santai. Tepatnya, Sisil yang lebih banyak berceloteh, semantara Komandan Kaivan hanya mendengarkan sembari sesekali menanggapi.

"Sampai kapan kamu mau panggil saya Komandan, Sil?" Tanya Komandan Kaivan yang membuat Sisil langsung menoleh ke arah pria yang duduk di sebelahnya.

Komandan Kaivan tersenyum saat melihat wajah Sisil. Di ujung bibirnya, ada sisa cream coklat yang menempel. Tanpa ragu, Komandan Kaivan mengusap ujung bibir Sisil dengan menggunakan ibu jarinya. Ia kemudian menghisap ibu jarinya yang terdapat cream coklat iu.

"Ndan..." Lirih Sisil yang terkejut melihat Komandannya.

"Manis, walaupun gak semanis kamu." Ujar Komandan Kaivan.

"Diem-diem pinter gombal ya, Ndan...." Ujar Sisil sambil geleng-geleng kepala karena gombalan dari Komandannya.

"Saya sering dengar dari sinetron." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Sisil tertawa.

"Jadi?" Tanya Komandan Kaivan lagi.

"Jadi apanya, Ndan?" Sisil justru balik bertanya.

"Sampai kapan kamu mau memanggil saya dengan panggilan Komandan?" Komandan Kaivan kembali menanyakan pertanyaan yang beberapa saat lalu ia ucapkan.

"Ah.. Itu. Komandan kan atasan saya. Gak enak dong kalau misal Anggota atau Nakes Klinik dengar kalau saya panggil dengan sebutan lain." Jawab Sisil.

"Sekarang kan, kita cuma berdua." Sergah Komandan Kaivan.

"Kalau sedang di depan yang lain, gak apa-apa kamu panggil saya Komandan." Imbuhnya lagi.

"Gitu ya, Ndan..." Lirih Sisil yang nampak sedang berpikir saat ini.

"Lagi?" Tanya Komandan Kaivan karena Sisil masih memanggilnya 'Ndan'.

"Saya harus manggil apa? Om?" Tanya Sisil yang meledek.

"Rasanya, seperti saya ini Sugar Daddy, kalau kamu panggil begitu." Jawab Komandan Kaivan yang langsung memecah tawa Sisil.

"Oke, deh. Mas, ya... Saya panggil Mas kalau kita sedang berdua." Ujar Sisil yang kemudian menyeruput tehnya.

"Iya, Sayang." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Sisil langsung tersedak.

"Pelan-pelan aja, Sil." Komandan Kaivan buru-buru mengambil alih cangkir di tangan Sisil dan menepuk pelan tengkuk Sisil agar batuknya segera reda.

"Gara-gara Komandan!" Ujar Sisil.

"Kenapa saya?" Tanya Komandan Kaivan.

"Ya saya kaget karena Komandan panggil saya Sayang begitu." Jawab Sisil yang membuat Komandan Kaivan tersenyum.

"Giliran liat saya kesedak gini, Komandan bisa senyum. Kenapa waktu gombalin saya, sama sekali gak ada ekspresinya?" Cicit Sisil.

"Maaf... Maaf..." Ucap Komandan Kaivan yang masih saja tersenyum.

"Awas ya, kalo senyum di depan cewek lain. Di depan aku yang katanya pacar aja, sulit banget senyumnya." Ujar Sisil yang masih saja mengomeli Komandan Kaivan. Komandan Kaivan sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar omelan Sisil.

"Komandan.. Eh, maksud saya, Mas." Kata Sisil yang buru-buru membenahi panggilannya.

"Ya, Sayang." Jawab Komandan Kaivan dengan ekspresinya yang datar.

"Saya ada rencana mau melakukan pemeriksaan pada ibu hamil, bayi dan balita. Seperti Posyandu itu." Kata Sisil.

"Apa kita perlu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terlebih dulu untuk melakukan kegiatan itu?" Tanya Sisil.

"Kita harus berkoordinasi terlebih dulu dengan dinas yang terkait. Kalau misal tak ada tanggapan, kita bisa lakukan sendiri." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Sisil mengangguk-anggukkan kepala sambil berpikir.

"Mau saya antar ke sana, lusa? Karena besok kita harus mendistribusikan bantuan terakhir." Tawar Komandan Kaivan.

"Memang Mas bisa antar saya ke kantor dinas?" Tanya Sisil yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Yes! Makasih, Mas." Ucap Sisil yang nampak bersemangat. Entah mengapa, ia benar-benar semangat bekerja di wilayah yang ditakuti orang-orang ini.

Menurutnya, wilayah ini tak semenyeramkan apa yang di katakan orang-orang. Semua warganya baik, ramah dan menyenangkan. Hanya saja, keberadaan para pemberontak yang tinggal berpindah-pindah di kawasan hutan dan pegunungan itu yang membuat suasana menjadi mengerikan karena mereka tak segan melukai siapa saja yang mereka tak sukai.

...****************...

Seperti apa yang sudah di rencanakan. Keesokan harinya, setelah mereka mendistribusikan bantuan, Sisil dan Komandan Kaivan pergi ke Kantor Dinas untuk bertemu dengan pegawai yang sudah di hubungi Sisil via telfon sebelumnya.

"Tumben pergi berdua dengan Dokter Sisil saja, Ndan?" Tanya Miko sambil menatap penuh selidik pada Komandannya. Biasanya, Komandan Kaivan akan mengajak Miko atau Riki untuk menemaninya kemanapun ia pergi.

"Memang kenapa?" Komandan Kaivan balik bertanya.

"Apa jangan-jangan ada sesuatu antara Komandan dan Dokter Sisil?" Tanya Miko yang mulai curiga.

"Ch! Jangan sok tau." Sahut Komandan Kaivan.

"Bukan sok tahu, rasanya aneh saja, Komandan hanya pergi berdua dengan Dosil. Biasanya kita pergi beramai-ramai." Kata Miko yang masih tak menyerah.

"Komandan benar-benar mendekati Dosil, ya?" Tanya Miko lagi yang terus mencecar Komandannya.

"Memang kenapa, kalau saya mendekati Dosil?" Tanya Komandan Kaivan.

"Ya tidak apa-apa! Justru saya mau bantu Komandan." Jawab Miko dengan sumringah.

"Komandan minim pengalaman mengenai urusan perempuan, to? Tenang saja, pasti akan saya bantu menaklukkan hati Dosil." Ujar Miko dengan jumawa. Mendengar itu, Komandan Kaivan hanya mengangguk-anggukkan kepala. Ia kemudian masuk kedalam mobil yang sudah mesinnya sudah menyala.

"Ndan... Ndan!" Miko mengetuk jendela tempat Komandannya duduk.

"Apa lagi?" Tanya Komandan Kaivan yang nampak sabar menghadapi Ajudannya yang jahil.

"Jangan lupa, kalau Dosil duduk, itu Komandan kasih pasang dia punya sabuk pengaman. Biar romantis gitu ee." Ujar Miko sambil menaik turunkan alisnya.

Komandan Kaivan hanya bisa menghela nafas sambil geleng-geleng kepala setelah mendengar usulan Miko.

"Percaya saja, Komandan. Dosil pasti berbunga-bunga dengan perhatian Komandan seperti itu." Kata Miko yang meyakinkan Komandannya.

Komandan Kaivan hanya melirik ke arah Miko sebelum kembali menaikkan kaca mobilnya.

"Semangat, Ndan! Good Luck!" Seru Miko yang justru kegirangan sendiri.

Komandan Kaivan kemudian menjemput Sisil di Klinik. Begitu melihat mobil dinas yang digunakan oleh Komandan, Sisil segera keluar dari Klinik dan menghampiri mobil itu.

Awalnya ia hendak membuka pintu di baris kedua, seperti biasa yang ia lakukan ketika mereka pergi bersama karena Sisil mengira jika ada Miko atau Riki juga bersama mereka.

Namun, Komandan Kaivan buru-buru menurunkan kaca mobil dan mengkode Sisil agar naik di bagian depan, di sebelahnya.

"Tumben, Ndan? Miko dan Riki kemana?" Tanya Sisil setelah masuk ke dalam mobil.

"Mereka sedang ada pekerjaan lain." Jawab Komandan Kaivan sambil menaikkan kaca di sebelah Sisil.

"Bukannya tugas Miko itu ngikutin Komandan?" Tanya Sisil yang justru mendapat lirikan tajam dari Komandan Kaivan.

"Mas Kaivan, maksud saya." Sisil membenahi panggilannya.

"Bukan hanya ngikutin aja, Sayang. Dia juga punya tugas lain." Jawab Komandan Kaivan kemudian.

Sebelum melajukan mobil, Komandan Kaivan sempat melirik ke arah Sisil. Ia kemudian mencoba untuk mengikuti saran dari Miko tadi.

Komandan Kaivan memasangkan sabuk pengaman untuk Sisil. Sisil yang mendapat act of service tiba-tiba dari Komandan Kaivan, sampai menahan nafas beberapa detik saat wajah mereka berada sangat dekat hingga hembusan nafas Komandan Kaivan terasa menyapu pipi Sisil.

"Ya Allah, jantungku hampir meletus." Batin Sisil sambil memegangi dadanya.

1
Kaylaa
yahhhh....dipotong....nunggu up lagi......🤭
Kaylaa
😄😄😄😄 kemakan juga sama omongan si Miko 🤭
Murti Puji Lestari
akhirnya ngak sengaja go public ya ndan..
gemes sama mereka berdua, pengen nyubit bibirnya si miko 😅
yuning tyas
awas Lo Ki bintitan kamu ngintipin komandan 🤣🤣
Rahmawati
hahahah skrg ketahuan kl komandan ada hubungan sama dosil, gk bisa ngelak lagi😂
Faqisa Sakila
Iiiiihhhh suka dec...
Authorny lek update cepet 👍👍👍
lanjutkan keromantisanmu komandan,,,
biar akunya jg ikut sneng 💞💞
up lg kk yg bnyak..
Chandhitha Priyanika: so sweet bngt kisah komandan kaivan dan dokter sisil, cm skrng tinggal nunggu up novel ini aja , thor kisah Aka ga ada lanjutannya kah
total 1 replies
Kaylaa
walah..langsung grepcep....🤭
Zuny Achmad
asyiiiiikkkk lanjut akak smngat 💪💪💪
Kaylaa
ich...ada2 aja....tapi cocoklah....mantap..sip dilanjut aja 😄
Kaylaa
oalahhhh... kompak bener tiga orang ini 😄
Kaylaa
jangan pura2 marah lha ndhan.....padahal dalam hati mengiyakan usul si Miko 😄🤭
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!