NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Jam sudah menunjukan pukul 6 pagi dan dustin belum kembali ,terlihat Indira yang sudah mengerutkan bibirnya ,"Lama sekali sih ,keburu ibuku datang ,pasti kalau ada ibuku aku dilarang makan seblak dan teman temannya , menyebalkan sekali ,sebenarnya orang itu beli dimana sih ,apa beli di pabriknya " gerutu Indira sendiri.

Tak lama pintu Ruangan Indira terbuka dan terlihat ayah dan kakek Dustin yang datang membawa keranjang buah , "Nak Indira sudah bangun ,terima kasih ya tuhan ,kamu tahu nak ,Dustin sangat uring uringan melihat kamu tidak sadar kemarin membuat kami kesusahan " ucap kakek Dustin di samping ranjang Indira.

Indira tersenyum canggung ,"Benarkah kek ,maafkan Indira kek telah membuat semua orang khawatir pada Indira ,Indira tidak tahu kalau akibat perbuatan Indira yang nekat menjadi seperti ini" lirih Indira.

Kakek dustin tertawa kecil lalu mengelus pucuk kepala Indira ,"Tidak apa apa nak ,justru kami sangat senang kamu sudah bangun , bagaimana dengan tubuhmu apa sudah merasa baikkan?" tanya kakek Dustin pada Indira.

Indira mengangguk ,"Indira sudah baik baik saja kek,hanya saja tangan Indira belum bisa Indira gerakan membuat Indira kesusahan" jawab Indira.

Ayah Dustin tersenyum ,"Tidak apa apa nak,nanti perlahan pasti akan sembuh dengan sendirinya ,kamu yang sabar ya nak ,oh iya dimana Dustin anak nakal itu ,anak itu meninggalkanmu sendiri di sini nak " tanya ayah Dustin.

Indira tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya ,"Tidak ayah ,Dustin sedang mencari sarapan untuk Indira" jawab Indira.

Kakek dustin menghembuskan nafasnya kasar ,"Seharusnya cucu kakek tidak meninggalkanmu sendiri di sini " ucap kakek Dustin.

Indira menggelengkan kepalanya ,"Tidak apa apa kek ,Indira justru berterima kasih pada Dustin sudah mau membelikan sarapan untuk Indira ,Indira tidak cocok dengan rasa makanan di rumah sakit ,jadi Dustin berinisiatif membelikan Indira makanan di luar" bela Indira.

Kakek dan ayah Dustin menganggukkan kepalanya bersama ,"Baiklah ,nanti kalau Dustin sudah kembali ke sini titip salam ya ,katakan padanya untuk segera menyusul ke kantor karena ada perlu sebentar ya nak" ucap ayah Dustin pada Indira.

Indira mengangguk ,"Ayah dan kakek tidak menunggu Dustin kembali ,paling sebentar lagi Dustin kembali " tanya Indira.

"Kakek dan ayah tidak bisa lama lama Indira ,tadi kami ingin berangkat ke kantor dan melewati rumah sakit ini jadi kami sekalian mampir melihatmu dan Dustin "jawab kakek Dustin.

Indira mengangguk ,"Baiklah kek nanti akan Indira sampaikan pada Dustin,kakek dan ayah hati hati di jalan ya " ucap Indira.

Kakek dustin tersenyum ,"Iya nak terima kasih ya ,kakek dan ayah pergi dulu ,kamu cepat sembuh ya ,nanti kami kembali lagi ke sini untuk menjenguk mu" ucap kakek Dustin.

"Iya kek " jawab Indira.

"Kami pergi dulu ya Indira ,cepat sembuh" ucap ayah Dustin diangguki Indira . Indira ingin mencium tangan ayah dan kakek Indira namun Indira kesusahan untuk bangun.Ayah dan kakek Dustin melarang Indira ,"Tidak usah bangun nak ,kamu berbaring saja ya,istirahat yang cukup ,kami pergi dulu ya nak" ucap kakek Indira lalu meninggalkan Indira di kamar rawatnya sendiri.

Setelah kepergian kakek dan ayah Dustin Indira menghembuskan nafasnya kasar ,"Kemana sih perginya Dustin,lama sekali ,huaaaa pasti sebentar lagi ibuku datang bersama kakek ,nasib nasib " ucap Indira sedih.

06.35

"Dira pesananmu datang,aduhhh " ucap Dustin kelelahan, saat Dustin melihat ke arah ranjang Indira ,mata Dustin membelalak kaget.

"Nak Dustin dari mana ,kenapa cari sarapannya lama sekali" ucap pelan ibu Indira.

Dustin ingin menjawab pertanyaan ibu Indira namun matanya melirik ke arah Indira yang sudah melototkan matanya padanya.

Dustin menghembuskan nafasnya kasar ,"Tadi Dustin mengantri ibu ,maaf ya sudah menunggu" jawab Dustin.

Ibu Indira mengangguk ,"Baiklah nak tidak apa apa,ibu juga baru saja sampai ,kasih sarapannya pada Indira " ucap ibu Indira.

Dustin gelagapan bingung,"Emmm ,itu ibu ,pesanan Dira tidak ada ,ini makanan Dustin,tapi tadi Dustin sudah memesan di online" jawab Dustin sambil tersenyum canggung.

"Tidak apa apa nak ,memang Indira mau makan apa nak ,kenapa tidak menelpon ibu ,biar ibu bawakan tadi ,kasihan nak Dustin kalau harus mencari padahal nak Dustin juga pasti lelah menjagamu sejak kemarin" ucap ibu Indira pada Indira.

Indira mengerutkan bibirnya ,"Bukan Indira yang minta ,tapi Dustin sendiri yang ingin membelikannya untuk Indira " ucap Indira membela dirinya sendiri.

"Tetap saja Indira " ucap ibu Indira dipotong Dustin."Tidak apa apa kok ibu ,memang Dustin yang berinisiatif untuk membelikan makanan untuk Indira ,Indira tidak memaksa Dustin sama sekali" jawab Dustin.

Ibu Indira menghembuskan nafasnya kasar ,"Baiklah kalau begitu ,Indira sambil menunggu pesananmu datang ,makan sarapan dari rumah sakit dulu ,kamu sudah harus minum obat mu" ucap ibu Indira.

"Indira tidak mau minum obat ibu,ibu tahu kan ,setiap Indira sakit Indira tidak mau minum obat " ucap Indira kesal .

"Indira bagaimana kamu bisa cepat pulih kalau kamu tidak mau minum obatnya nak ,ayo minum ya ,hanya tiga butir kapsul saja ya ,tidak pahit kok " ucap ibu Indira .

"Indira tidak mau ibu titik " jawab Indira.

" Kalau tidak mau minum obat kenapa kamu bisa sampai terluka seperti ini Dira ,jika tidak ingin minum obat jangan terluka ,ibu sudah berkata padamu hampir setiap hari " ucap ibu Indira

"Dira minumlah obatmu ,kasihan ibumu ,ibumu mengkhawatirkanmu " ucap Dustin .

"Kalau aku bilang tidak mau ya tidak mau ,kamu saja yang minum obatnya kalau begitu ,jangan memaksaku" ucap kesal Indira .

"Dira katakan sekali lagi ,kakek tidak segan segan memotong uang jajanmu " ucap kakek Indira di ambang pintu.

Kakek Indira mendekat ke arah ranjang Indira sambil menatap Indira tajam.

Indira yang melihat kakeknya marah padanya matanya berkaca kaca ,"Kakek Indira tidak mau minum obat ,obat nya sangat pahit ,Indira tidak mau kek" ucap Indira pada kakeknya.

"Indira dengarkan kakek ,Jika kamu tidak ingin minum obat kenapa kamu terluka parah seperti ini,katakan pada kakek ,obatnya memang pahit tapi hanya sementara tapi jika lukamu tidak sembuh sembuh sakitnya akan bertahan lama " ucap kakek Indira memberi pengertian pada Indira.

Indira menundukkan kepalanya sambil menangis sedih . Dustin yang melihatnya tidak tega ,Dustin lalu mendekat ke arah Indira lalu menoel lengan Indira lalu berbisik di telinga indira.

"Jika kamu mau minum obatnya aku akan cari cara agar ibu dan kakekmu bisa keluar dari ruanganmu dan kamu bisa menikmati seblak dan susu matchamu dengan tenang ,bagaimana" bisik Dustin.

Dustin melihat Indira mengelengkan kepalanya ,Dustin sedikit sedih namun tiba tiba ,

"Aku akan menuruti satu permintaanmu untuk pergi ke satu tempat yang ingin kamu kunjungi aku janji" bisik Dustin lagi .

Indira langsung menatap Dustin mencari kebohongan di Mata Dustin,"beneran,kamu tidak bohong kan" ucap Indira sesegukan .

Dustin mengangguk ,"Aku janji" jawab Dustin sambil mengangkat jari kelingkingnya .

Indira tersenyum lalu melihat ke arah ibunya ,"Ibu aku mau minum obatnya " ucap Indira pada akhirnya .

Ibu Indira tersenyum ,"Makan dulu ya nak ,biar ibu Suapi setelah itu minum obatnya ya " ucap ibu Indira. Indira mengangguk patuh sambil mengelap air mata di wajahnya .

"Terima kasih ya nak Dustin" ucap ibu Indira tulus.Dustin mengangguk.

Kakek Indira tersenyum melihat cucunya sudah mau minum obat dengan patuh.Kakek Indira memberi kode pada Dustin untuk diajak keluar.Dustin mengangguk lalu meletakkan pesanan indira di meja lalu mengikuti kakek Indira keluar.

Di luar ruang rawat Indira kakek Indira duduk di kursi diikuti Dustin."Bagaimana kamu bisa membuat cucuku mau minum obat Dustin ,padahal cucuku sangat keras kepala sekali kalau tentang obat ,apa yang kamu janjikan padanya " tanya kakek Indira pada Dustin.

Dustin tersenyum ,"Asalkan Dira mau minum obat,apa saja akan Dustin lakukan kek " jawab Dustin.

"Tapi jika permintaan Indira memberatkan mu jangan kamu lakukan ya nak " ucap kakek Indira .

"Sama sekali tidak memberatkan kok kek,justru jika Dustin melakukannya mungkin saja Indira akan menaruh perasaanya sedikit untuk Dustin " ucap Dustin.

Kakek Indira mengangguk ,"Baiklah ,karena kamu sudah membuat cucu kakek menurut ,kamu ingin imbalan dari kakek apa Dustin ?" tanya kakek Indira .

"Tidak usah kakek, Dustin sangat ikhlas melakukannya" jawab Dustin.

"Jangan menolak kakek ,Dustin ,katakan apa yang kamu inginkan" ucap kakek Indira .

Dustin terdiam lalu satu ide terlintas di kepalanya.

"Dustin ingin" Dustin berbisik di telinga kakek Indira.

Kakek Indira tertawa ,"hahahhaa kakek pikir kamu akan meminta sesuatu kesukaanmu tapi kamu malah meminta hal yang tidak kakek duga ,baiklah nak kakek akan mengabulkannya" ucap kakek Indira sambil mengelus kepala Dustin.

Beberapa menit kemudian.........

Kakek Indira dan Dustin masuk ke ruang rawat Indira lagi,dan terlihat Indira yang berusaha meminum obatnya ,

"Huwekkk ,ibu pahit bangetttt" mual Indira . Dustin tertawa kecil melihat ekspresi Indira yang menahan mual hingga wajahnya merah dan matanya berkaca kaca ,juga tangannya yang memegang botol air minum berukuran besar.

"Obat menang pahit nak ,makanya jangan sakit nak ,lain kali lebih berhati hati lagi" ucap ibu Indira.

"Iya iya ibu ,Indira paham,udah ya ibu Indira sudah tidak kuat" ucap Indira pada ibunya.

"Masih ada satu kapsul lagi nak ,ayo tahan" ucap ibu Indira.

Indira mengambil kapsul yang ada di tangan ibunya lalu menutup hidungnya dan meminumnya dengan cepat ,"Huwekkkk pahitttt" ucap keras Indira.Indira langsung minum dengan cepat.

"Hahahahahahaha"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!