NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Mata Para Dewa Tua

Reruntuhan Bintang Mati diselimuti keheningan.

Di tempat hukum alam semesta telah lama runtuh, dua sosok dari alam bawah berdiri saling berhadapan. Aura mereka begitu dahsyat hingga badai kehampaan yang mengamuk di sekitar seakan ikut membeku.

Mo Xie tidak berniat membuang waktu.

Bagi dirinya, Lin Xuan bukan hanya musuh, tetapi juga cermin dari nasibnya sendiri. Jika ingin merebut kesempatan untuk bertahan hidup, salah satu dari mereka harus tumbang.

Mata merah darahnya menyala. Ia mengangkat Sabit Tulang Hitam tinggi-tinggi. Racun ungu kemerahan mengalir dari Tulang Surgawi Tahap ke-10 dan memenuhi bilah sabit dengan aura kehancuran yang mengerikan.

"Tebasan Pemutus Karma!"

Tubuh Mo Xie lenyap.

Sesaat kemudian, ia muncul tepat di atas kepala Lin Xuan. Sabit raksasa itu menebas lurus ke bawah dengan kekuatan yang mampu memutus benang karma.

Lin Xuan mendongak tanpa sedikit pun gentar.

Tungku Daging Puncak Level 10 meledak dengan kekuatan penuh. Cahaya perak menyelimuti tubuhnya, sementara kekuatan kehampaan berputar di dalam dagingnya seperti pusaran.

Ia mengepalkan tangan kanan dan mengerahkan Hukum Tolak hingga batasnya sebelum melayangkan tinju ke atas.

Boom!

Tinju dan sabit bertabrakan.

Ledakan dahsyat mengguncang Reruntuhan Bintang Mati. Gelombang daya menyapu segala arah hingga batu sebesar gunung hancur menjadi debu, sementara pecahan benua mati retak dan berhamburan ke dalam kehampaan.

Xue Ling'er yang berada di atas Naga Tulang segera membentuk lapisan pelindung dari Darah Yin. Namun, kekuatan benturan tetap terlalu besar. Naga tulang di bawahnya mengeluarkan raungan rendah ketika beberapa tulangnya retak akibat gelombang kejut.

Di pusat ledakan, cahaya perak dan racun ungu saling menekan.

Tak satu pun mampu mengalahkan yang lain.

Sabit Tulang Hitam Mo Xie terlalu kokoh untuk dipatahkan oleh Hukum Tolak. Sebaliknya, tubuh Lin Xuan telah ditempa sedemikian kuat hingga ketajaman racun pemutus karma pun sulit menembus pertahanannya.

Mo Xie menyeringai. "Kekuatan fisikmu memang mengerikan."

Lin Xuan menahan sabit itu dengan tinjunya. "Dan racunmu masih sama busuknya."

Tatapan Mo Xie berubah dingin. "Kalau begitu, mari kita lihat siapa yang lebih kuat."

Keduanya menarik diri sesaat sebelum kembali menerjang.

Trang... Boom...

Dua sosok berubah menjadi garis cahaya perak dan ungu yang melesat di antara reruntuhan. Tinju dan sabit bertabrakan berkali-kali, setiap benturan mengguncang kehampaan dan menghancurkan puing-puing yang berada di sekitar mereka.

Pertarungan kemudian menembus penghalang dan berlanjut di atas inti sebuah planet mati.

Mo Xie memutar tubuh lalu mengayunkan sabitnya. Dalam sekejap, seratus tebasan berbentuk bulan sabit ungu melesat bersamaan.

Lin Xuan menerobos hujan tebasan itu. Hukum Tolak membelokkan sebagian besar serangan, lalu ia mengangkat kaki dan menghantam Mo Xie dengan tendangan seberat gunung.

Boom!

Mo Xie terlempar puluhan li dan menghantam sebuah batu raksasa hingga berlubang.

Namun, ia segera bangkit. Tulang Surgawinya menyerap sebagian besar daya benturan, membuat tubuhnya kembali melesat tanpa menunjukkan luka berarti.

Keduanya kembali beradu.

Ketika sabit dan tinju terkunci, tatapan Lin Xuan menembus mata merah darah Mo Xie.

"Kultivasimu meningkat pesat." Suara Lin Xuan terdengar melalui transmisi jiwa. "Tapi mengapa kau masih menahan kekuatanmu?"

Wajah Mo Xie menegang. "Jangan mencoba membaca pikiranku."

Lin Xuan tersenyum tipis. "Dewa-dewa tua sedang mengawasi kita."

Tatapan Mo Xie berubah suram. "Kaisar Dewa Kuno Taichu mengawasimu. Kaisar Iblis Kuno mengawasiku."

Lin Xuan menekan sabit Mo Xie dengan tinjunya sebelum melanjutkan bicara

"Kau pasti bisa merasakan benang parasit yang tertanam di tulangmu. Setiap kali kau melepaskan seluruh kekuatan Tulang Surgawi, benang itu ikut mengirimkan jejak kekuatanmu kepada Kaisar Iblis."

Mo Xie terdiam.

Lin Xuan benar.

Sejak awal, Mo Xie tidak pernah berani menggunakan seluruh kekuatannya. Ia takut jika Kaisar Iblis mengetahui bahwa Tulang Surgawinya telah benar-benar matang, proses penggemukan itu akan berakhir.

Yang menunggunya bukan kebebasan.

Melainkan panen.

Lin Xuan tiba-tiba mengerahkan Hukum Tolak dan memaksa Mo Xie mundur. Tubuhnya sendiri melayang beberapa langkah sebelum berhenti di udara.

Tatapan Lin Xuan menjadi dalam.

"Kalau kita saling menghancurkan di sini, merekalah yang akan memungut hasilnya."

Mo Xie mengepalkan tangan. Ia membenci Lin Xuan. Namun untuk pertama kalinya, ia menemukan seseorang yang benar-benar memahami nasibnya.

"Lalu apa maumu?" Mo Xie menatapnya tajam. "Apa kau ingin aku menyerahkan Kuali Pembelah Surga kepadamu?"

Lin Xuan menggelengkan kepalanya. "Kuali itu memiliki dua kutub, Yin dan Yang."

Tatapannya beralih ke pilar cahaya perunggu yang berdiri di tengah reruntuhan.

"Kita berdua juga mewakili dua kutub tersebut. Siapa yang akan memiliki kuali itu, kita tentukan nanti."

Mo Xie tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, kedua rival itu tidak lagi saling menyerang.

Sayangnya, kedamaian itu tidak berlangsung lama.

Benturan kekuatan mereka telah memancarkan gelombang Yin dan Yang yang begitu kuat hingga menyapu seluruh Reruntuhan Bintang Mati. Gelombang tersebut akhirnya mencapai pilar perunggu di pusat reruntuhan.

Kuali Pembelah Surga yang telah tertidur selama miliaran tahun tiba-tiba bergetar.

Pilar perunggu berubah menjadi hitam dan putih. Kuali berkaki tiga di dalamnya mulai berputar perlahan, lalu semakin cepat hingga pusaran hitam-putih terbentuk di sekelilingnya.

Pusaran itu bukan angin. Itu adalah gerbang menuju ruang ujian yang diciptakan oleh Kuali Leluhur.

Hun Yuan segera muncul dari bayangan Lin Xuan.

"Celaka! Kuali itu bangkit!" Nada suaranya berubah serius. "Kayaknya itu adalah ujian!"

Daya hisap mengerikan langsung menyapu seluruh reruntuhan.

Batu, pecahan planet, bahkan debu kosmik terseret menuju pusaran. Lin Xuan segera mengerahkan Hukum Tolak untuk menahan tubuhnya, tetapi kali ini kekuatan tersebut tidak mampu menghentikan tarikan itu.

Kekuatan yang berasal dari Kuali Pembelah Surga jauh melampaui hukum yang mampu dikendalikan Tungku Dagingnya saat ini.

"Ini tidak baik!"

Tubuh Lin Xuan mulai terseret menuju pusaran.

Di sisi lain, Mo Xie mengalami hal yang sama. Ia segera menancapkan Sabit Tulang Hitam ke sebuah batu raksasa untuk menahan tubuhnya.

Namun, batu itu justru retak lalu pecah menjadi serpihan yang ikut tersedot.

" Ling'er!"

Mo Xie menoleh.

Naga tulang yang membawa Xue Ling'er telah terseret semakin dekat ke pusaran. Xue Ling'er segera membungkus tubuhnya dengan Darah Yin, tetapi kekuatan itu tetap tidak mampu menahan tarikan Kuali Leluhur.

Dalam sekejap, Lin Xuan, Mo Xie, dan Xue Ling'er terseret masuk.

Cahaya hitam dan putih menutup seluruh pusaran.

Boom!

Reruntuhan Bintang Mati kembali sunyi.

Seolah-olah pertarungan dahsyat yang baru saja mengguncang jutaan li kehampaan tidak pernah terjadi.

Dua anomali dari Alam Bawah kini telah memasuki ujian yang sebenarnya.

Di dalam labirin Kuali Leluhur, mereka akhirnya terlepas dari pengawasan para dewa tua.

Namun, mereka belum tahu bahwa ujian yang menanti jauh lebih mengerikan daripada pertarungan mereka sebelumnya.

1
Iwan Duan
kok lama2 Novelton ini seperti Drama dan game penghasil cuan, ntar ntar iklan😡
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!