Bobby seorang pelajar SMA, umur 18 tahun. Jatuh cinta dengan Nia, 32 tahun. Sahabat dari Tante nya Bobby yang bernama Farah.
Tante Nia yang cantik, cuek,dan konyol mampu membuat Bobby jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sayangnya Bobby harus bersaing dengan lelaki bernama Roy, yang juga menyukai Tante Nia.
Bagaimana Bobby bisa menaklukkan hati Tante Nia?
Ikuti kisahnya ya. :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19# Nia vs Bobby
Nia buru-buru keluar dari ruangannya, sebelum Roy memergokinya. Dengan tergesa-gesa, Nia menuju lift dan turun ke lantai dasar. Saat tiba di lantai dasar, Nia langsung menuju ke depan kantor dan menyetop taksi kosong yang kebetulan lewat.
"Mas, ke rumah sakit X ya." Ucap Nia, saat iya baru saja masuk ke dalam taksi.
"Eh, mbak bule yang waktu itu. Siap mbak." Ucap sopir taksi tersebut.
Nia mengernyitkan dahinya dan memperhatikan supir taksi tersebut.
"Jiahhhh, dia lagi." Ucap Nia, saat ia tersadar bahwa supir taksi tersebut adalah supir yang sama dengan sopir yang mengantarkannya dirinya dari bandara saat baru saja pulang dari Inggris.
Sopir taksi tersebut tersenyum, lalu mengendarai taksi nya menuju rumah sakit, seperti perintah Nia.
"Kerja di gedung itu sekarang Mbak?"
Tanya supir taksi itu.
"Iya." Ucap Nia, singkat.
Setelah beberapa menit kemudian, taksi tersebut pun tiba di rumah sakit tujuan Nia. Nia pun tergesa-gesa turun dari taksi tersebut dan menuju ke ruangan Bobby.
Saat tiba di ruangan Bobby, Nia merapikan rambut dan pakaiannya sebelum ia membuka pintu ruangan lelaki itu.
Srekkkkk..!
Nia menggeser pintu ruangan Bobby. Lalu ia melangkah masuk menghampiri Bobby yang sedang tertidur lelap di ranjangnya. Nia melihat ke sekeliling ruangan tersebut, tidak ada Farah disana.
Nia menaruh buah-buahan yang sengaja ia bawa dari rumah untuk Bobby, di atas meja di samping ranjang Bobby.
Nia menatap Bobby yang masih terlihat jelas bekas memar di wajah nya. Lelaki muda tersebut masih terlihat sangat tampan walaupun beberapa bagian wajah nya membengkak.
Nia tidak ingin mengganggu Bobby, akhirnya iya memutuskan untuk menunggu Farah sambil duduk di sofa. Saat Nia hendak beranjak menuju sofa, tiba-tiba saja tangannya ditahan oleh Bobby. Sontak saja, Nia terkejut saat Bobby menahan tangan nya.
"Hai, teman Tanteku adalah gebetanku. apa kabar?" Ucap Bobby, sambil tersenyum kepada Nia.
"Busettt..! sudah seperti judul sinetron saja." Ucap Nia sambil menatap Bobby dengan ilfil. Lalu ia melepaskan tangannya dari genggaman Bobby.
Melihat sikap Nia, Bobby pun tersenyum jahil.
"Mana Tante lu? kok nggak ada?" tanya Nia kepada Bobby.
"Alasan nyariin Tante Farah, padahal pengen jenguk saya kan?" Ucap Bobby sambil tersenyum malu-malu.
"Astaga...,bocah. Geer amat lu..!" Ucap Nia sambil menatap Bobby dengan tatapan sebal.
Bobby terkekeh mendengar ucapan Nia.
"Tante, jangan sebal dengan saya, nanti cinta loh." Ucap Bobby, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ih.. jijay bajay." Ucap Nia, kesal.
Entah mengapa, Bobby merasa bahagia melihat ekspresi Nia yang yang jijik saat menatap dirinya.
Nia meraih ponselnya dari dalam tas, lalu ia menghubungi Farah.
"Hallo Far."
"Ya Nia."
"Lu di mana? gue sudah di rumah sakit nih." Ucap Nia.
"Gue terjebak macet nih. Tadi gue pulang sebentar, ngurusin Queen. mungkin dua puluh menit lagi sampai." Jawab Farah dari ujung sana.
"Jangan lama-lama, gue jijay sama keponakan lu yang genit ini. Dia mencoba godain gue." Ucap Nia, sambil menjulurkan lidah nya kepada Bobby.
Bobby tertawa melihat tingkah Nia.
"Godain gimana?" Tanya Farah.
"Pokok nya buruan kesini..!"
"Sabar, dua puluh menit lagi."
"Iya." Lalu Nia mengakhiri panggilan telpon nya.
"Fitnah nih, siapa juga yang godain?" Ucap Bobby sambil bersungut-sungut.
Nia mengabaikan Bobby, lalu ia duduk di sofa sambil memainkan game di ponselnya.
"Sssttt, Tante. Main game apa?" Tanya Bobby, mencoba mengganggu Nia yang sedang konsentrasi dengan gawai nya.
Nia melirik Bobby sejenak, lalu kembali memainkan gawai nya.
"Tante percaya gak kalau cinta itu tidak memandang usia?" Tanya Bobby kepada Nia.
"Apaan sih bocah, segala nanya tentang jodoh." Gumam Nia yang berusaha pura-pura tidak mendengar pertanyaan Bobby.
"Tante, kalau pura-pura budek, nanti bisa budek beneran loh." Ucap Bobby sambil tersenyum jahil menatap Nia.
Nia menatap Bobby, dengan tatapan kesal.
Terettettt.. game over..!
"Tuh kan..! gara-gara lu ganggu gue melulu jadi game over..!" Bentak Nia, lalu ia beranjak dari sofa dan menghampiri Bobby.
"Lah, salah Tante sendiri. Tante yang main game, kok saya yang di salahkan." Ucap Bobby.
"Ini gara-gara lu yang gak mau diam, ngajakin ngomong terusss..!!" Nia menjewer kuping Bobby dengan gemas.
"Aduh..! Sakit sayang." Ucap Bobby sambil tertawa dan meringis menahan sakit.
"Sayang, sayang..!" Ucap Nia, kesal.
"Apa sayang?" Sahut Bobby, lalu lelaki itu tertawa terbahak-bahak.
"Ya Allah, kenapa gue ketemu sama makhluk alien satu ini." Ucap Nia sambil meremas rambut nya sendiri.
"Gue laporin sama Tante lu ntar ya..! kelakuan bocah gak ada akhlak..!" Ancam Nia.
"Laporin saja, paling nanti langsung di suruh nikahin Tante." Ucap Bobby sambil tersenyum bahagia.
"Ya Allah, tolong..!" Ucap Nia, lalu ia kembali duduk di sofa.
"Tante, yang kemarin pacar Tante ya?" Tanya Bobby, ia tidak mampu membendung keingintahuan nya tentang Roy.
Nia menatap Bobby, lalu kembali menatap ponselnya.
"Jawab dong Tante." Desak Bobby.
"Bukan, itu Boss gue." Jawab Nia.
"Tapi sepertinya dia suka sama Tante, Tante suka tidak sama dia?" Tanya Bobby lagi.
"Kepo amat sih lu." Ucap Nia dengan kesal.
"Tante, sini deh. Sebentar saja, saya mau minta tolong." Ucap Bobby.
Dengan malas, Nia menaruh ponselnya lalu beranjak menghampiri Bobby.
"Apaan?" Tanya Nia saat ia sudah berada di samping ranjang Bobby.
"Dia pacar Tante apa bukan?" Tanya Bobby lagi.
Nia memutar kedua bola matanya dengan malas, lalu ia menatap wajah Bobby dengan seksama.
"B U K A N..!" Tegas Nia.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Bobby sambil meraih dan menggenggam tangan Nia.
"Kok gitu? lu mau gue jomblo seumur hidup?" Ucap Nia, sambil menatap Bobby dengan tak percaya.
Dengan cepat, Bobby menarik tangan Nia, hingga Nia terjatuh menimpa tubuh Bobby. Kini wajah Nia begitu dekat dengan wajah Bobby.
"Pacaran sama saya saja bagaimana?" Tanya Bobby.
Bobby menatap Nia begitu lekat, Bobby terlihat sedang tidak bercanda. Tatapan nya yang teduh membuat jantung Nia berdetak tak beraturan.
Srekkkkk..!
Terdengar pintu ruangan Bobby di geser oleh seseorang. Dengan cepat Nia melepaskan tangan nya dari tangan Bobby dan langsung berdiri di samping ranjang Bobby.
"Sorry lama, macet nya bukan main." Keluh Farah saat ia menghampiri ranjang Bobby.
"Ngapain lu berdua? berantem lagi?" Tanya Farah saat melihat wajah Nia yang terlihat tegang.
"Enggak kok Tante, Tante Nia malah kasih perhatian dan kasih sayang buat Bobby. Iya kan Tante Nia?" Ucap Bobby sambil tersenyum penuh kemenangan kepada Nia.
Nia melengos dan menatap Farah.
"Keponakan lu sakit jiwa..!" Ucap Nia, lalu ia kembali duduk di sofa.
Farah yang tidak tahu apa-apa, hanya menatap kedua orang tersebut dengan tatapan bingung.