NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 20

"Ada apa sayang? Apa yang kamu pikirkan? " Indira duduk di sebelah Antika dan membelai lembut-rambutnya.

"Nggak tahu, Bu. Sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan? Nggak tahu kenapa hatiku merasa sedih. Tapi, sedih karena apa? Aku sama sekali nggak paham dengan hatiku, Bu."

Indira memeluk Antika tanpa aba-aba air mata meluncur begitu saja dari matanya. Antika segera mengusapnya dan membalas pelukan Ibu mertuanya.

"Tidak apa-apa, sayang. Menangis lah jika memang ingin menangis. Bukan berarti kamu lemah. Dengan menangis akan mengurangi rasa sedih mu. Setelah itu kamu harus bangkit. Atasi semua masalah dengan berani. Apapun yang terjadi ibu akan selalu mendukung mu."

Mendengar ucapan Indira, Antika seketika meluapkan segala yang ada dalam benaknya. Ia menangis tanpa menahannya lagi.

"Maafkan aku, Bu. Selalu membuat Ibu cemas. Aku hanya paham dengan perasaan Suami Tika. Apa benar dia mencintaiku? Atau malah nggak? Kenapa dia nggak mau jujur saja. Aku nggak tahu lagi harus gimana." Antika berbicara dalam pelukan Ibu mertuanya.

Aldri yang sejati mendengar semua percakapan mereka merasa sangat bersalah. Ternyata semua keraguannya justru membuat Antika terluka. Aldri pantas menyandang sebutan pria brengsek. Ia sangat menyadari hal itu.

Setelah beberapa saat Aldri memilih pergi ke kamarnya. Ia memutuskan akan bicara dengan Atika setelah gadis itu lebih tenang.

Indira meninggalkan kamar Antika setelah memastikan gadis Ibu tertidur usai meminum obatnya. Indira menyadari bahwa putranya telah pulang ketika mendapati sepatu Aldri yang berada di tempatnya. Wanita paruh baya itu segera menuju kamar putranya.

Indira mengetuk pelan pintu kamar putranya. Aldri segera membuka pintu kamarnya.

", Ibu."

" Ibu mau bicara sebentar." Aldri mengangguk. Ia dapat memastikan apa yang akan dibicarakan oleh ibunya.

"Silahkan masuk, Bu."

Indira mengambil nafas sebelum berbicara dengan putranya.

"Al Ibu yakin kamu sudah memahami apa yang akan Ibu bicarakan denganmu bukan?" Aldri mengangguk.

"Iya, Bu. Masalah Antika."

" Al, seminggu lagi ibu akan kembali ke Surabaya. Lantas sampai kapan kalian akan seperti ini? Jangan abaikan perasaan istri mu, Nak. Sudah waktunya kalian tidur bersama bukan terpisah seperti ini."

"Nak, wanita mana yang tidak akan sedih jika harus berpisah ranjang dengan suaminya tanpa alasan yang jelas. Kalian sudah menikah, tapi tidak tidur sekamar. Pasti akan timbul pertanyaan dalam diri istrimu. Ada masalah apa dengan pernikahannya?"

" Apakah itu yang kamu harapkan? Apakah semua keputusan yang kamu ambil hanya untuk membuat Tika bersedih, Al?"

" Tidak, Bu. Itu tidak benar. Maafkan saya, Bu. Saya hanya takut akan melampaui batas, Bu."

"Lho memangnya kenapa kalau melampaui batas? Dia itu istrimu yang sah, Nak. Apa kamu lupa?" Aldri menunduk.

"Al, terlepas dia ingat atau tidak tentang masa lalunya. Apa pun alasannya dia sekarang adalah istrimu. Tanggung jawabmu membuatnya bahagia baik lahir maupun batin."

" Tika juga sudah jelas menyatakan perasaannya. Dia sangat mencintaimu, Nak. Apa lagi yang kamu khawatirkan?"

" maafkan saya, Bu. Karena peristiwa semalam membuat saya kembali bimbang. Seandainya ingatannya kembali. Ia bisa mendapatkan pria yang lebih baik yang benar-benar dia cintai seutuhnya dengan semua ingatan masa lalunya, Bu "

" Jadi kamu mau mundur sekarang? Setelah apa yang kalian lalui selama ini? Kalau sudah membuat keputusan harusnya kamu bisa mempertanggungjawabkan keputusan itu. Bukan malah mundur dan menjadi pria yang tidak bertanggung jawab."

"Saya mengerti, Bu."

"Al, saat ini pilihanmu hanya satu. Jika benar kamu ingin melihat Tika bahagia, maka balaslah perasaannya. Jika kamu memutuskan mundur, kamu justru akan menyakiti perasaan Tika. dan juga..... menyakiti perasaan ibu "

Kalimat terakhir yang diucapkan Indira menjadi sebilah pisau yang menusuk tepat ke jantung Aldri. Ia sama sekali tidak menyangka keraguannya menyebabkan hati dua wanita yang dicintainya terluka.

Seumur hidup Aldri tak pernah ingin dirinya menyakiti hati sang ibu. Untuk pertama kali dalam hidupnya ibunya tampak begitu kecewa padanya.

Indira berdiri dan akan pergi. Akan tetapi Aldri segera memeluk ibunya.

" Maafkan aku, Bu. Tolong jangan membawa amarah dalam hatimu. Saya berjanji akan melakukan apapun untuk membuat ibu dan Tika bahagia."

Indira membalas pelukan putranya. Ia mengusap kepala putranya. " Ibu tahu kamu bisa diandalkan, Nak. Ibu hanya ingin kalian bahagia saat Ibu tidak ada kelak."

" Ibu jangan berbicara seperti itu."

"Nak. Ibu tidak akan selamanya bersama kalian. Kalau itu benar terjadi kalian hanya memiliki satu sama lain. Maka dari itu, kalian harus saling menguatkan dan bahagia bersama. Ibu hanya minta itu saja, Al."

" Aldri mengerti, Bu. Maaf."

Aldri tak mampu lagi mengucap kata. Bayangan akan kehilangan ibunya atau Antika membuatnya merinding. Aldri menepis semua pikiran itu. Ia kembali fokus pada pelukan ibunya.

" Berjanji lah setelah ini jangan lagi kamu lukai perasaan Antika."

" Insyaallah, Bu. Saya akan berusaha semampunya."

Indira tersenyum dan melepas pelukan putra semata wayangnya. Ia pun pamit keluar kamar.

Aldri mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Kini hatinya mantap untuk menerima kenyataan Antika sebagai istrinya. Ia akan membuka hati dan pikirannya serta membuang jauh segala pikiran negatifnya. Hari ini iya akan menemani sang istri di kamarnya.

Antika kembali terbangun dari tidurnya yang lelap. Meski kepalanya terasa berat dan kantuk yang menggulat karena efek obat tak mampu membuatnya memejamkan mata lebih lama.

Antika kembali duduk seperti semula ketika Indira menemaninya. Kedua maniknya memandang langit semesta. Pikiran nya kembali menerawang.

Ya Allah, haruskah aku nyerah untuk gali lebih dalam perasaan suamiku? Aku udah capek selalu bertanya-tanya dalam hati. Kalau emang nggak ada rasa cinta di hatinya, aku ikhlas pergi bersama ibu kembali ke Surabaya. Untuk apa aku tinggal di sini kalau kami nggak saling cinta.?

Ketukan pelan terdengar dari pintu kamar Antika. Lamunan nya lenyap seketika. Gadis itu berjalan perlahan. Efek obat yang diminumnya masih terasa di tubuh sehingga membuatnya mudah lelah dan mengantuk. Akan tetapi banyak yang dipikirkan membuatnya enggan menutup mata.

Aldri yang sejak tadi mengetuk pintu kamar, pelan-pelan memutuskan akan kembali ke kamarnya karena tak ada jawaban yang didapat. Ia akan melangkah pergi. Namun iya urungkan ketika mendengar suara pintu terbuka.

Aldri dan Antika berdiri berhadapan di pintu kamar Antika. Keduanya saling memandang cukup lama. Tak jelas apa yang ada dalam benak masing-masing, tetapi dapat dipastikan ada rasa rindu yang terpancar dalam keduanya.

Tangan Aldri secara reflek menarik tubuh Antika dalam pelukannya. Sudah kesekian kali Aldri merasa telah menyakiti hati Antika. pelukan tersebut perlahan mendapatkan respon dari Antika. Sesaat kemudian terdengar suara tangis dari gadis itu.

"Tika, maafkan aku. Tolong jangan menangis, Sayang."

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!