NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

​Ayam jantan berkokok bersahutan di kejauhan saat Adit terbangun.

​Cahaya matahari pagi baru saja mengintip dari balik bukit, menyinari debu-debu yang beterbangan di dalam kamar.

​Adit bangkit dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya akibat perjalanan panjang kemarin.

​Dia segera keluar menuju halaman belakang rumah panggung.

​Di sana, Bang Jarwo sudah berdiri dengan cangkul di bahu dan Bang Sopo yang sedang sibuk mengasah golok.

​"Pagi, Dit! Tidur nyenyak?" sapa Bang Sopo dengan suara berat yang khas.

​"Pagi, Bang Sopo. Wah, sudah semangat sekali nampaknya," jawab Adit sambil mengulas senyum.

​Bang Sopo terkekeh sambil memasukkan goloknya ke dalam sarung kayu.

​"Tentu saja, sudah lama sekali tanah warisan bapakmu ini tidak dijamah manusia."

​"Kalau didiamkan terus, bisa-bisa jadi hutan belantara permanen," timpal Bang Jarwo.

​Mereka bertiga berjalan menuju lahan yang luasnya hampir dua hektar di belakang rumah.

​Ilalang setinggi dada orang dewasa menutupi permukaan tanah yang berbatu dan retak.

​Adit menarik nafas dalam-dalam, menatap area yang akan menjadi tumpuan hidupnya.

​"Kita mulai dari bagian depan sini ya, Bang?" tanya Adit.

​"Siap, Dit! Biar aku sama Bang Jarwo yang babat habis semak-semak ini," sahut Bang Sopo antusias.

​Wuk! Wuk!

​Suara sabetan celurit Bang Sopo dan cangkulan Bang Jarwo mulai mendominasi suasana pagi yang tenang.

​Adit tidak tinggal diam, dia ikut mencabuti rumput liar di sekitar bibit tanaman yang sudah mati.

​Keringat mulai bercucuran deras membasahi kemeja usang yang dikenakan Adit.

​Setelah tiga jam bekerja keras, hanya sekitar sepersepuluh bagian lahan yang baru selesai dibersihkan.

​"Wah, capek juga ya," keluh Adit sambil duduk bersandar di pohon jati tua.

​"Memang kalau tanahnya sudah lama terlantar begini, energinya beda, Dit," ujar Bang Jarwo sambil mengelap keringat di dahi.

​Mereka pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati air teh hangat yang dibawa dari rumah.

​"Dit, soal bibit tanaman sama ternak, kamu mau beli apa dulu?" tanya Bang Sopo tiba-tiba.

​"Saya berencana beli bibit cabai dan beberapa ekor kambing etawa," jawab Adit pelan.

​"Cabai itu perawatannya lumayan cerewet, Dit. Kambing etawa juga butuh pakan yang bagus," saran Bang Jarwo.

​Adit terdiam mendengar nasihat itu.

​Dia menyadari bahwa keahliannya di bidang pertanian dan peternakan masih sangat minim.

​"Saya akan coba pelajari sambil jalan, Bang. Saya tidak punya banyak pilihan lain."

​"Tenang saja, kami akan bantu semampu kami," Bang Sopo menepuk bahu Adit dengan tangan yang penuh tanah.

​Siang harinya, Adit pergi ke pasar desa menggunakan motor tua milik Bang Jarwo.

​Dia menggunakan sisa uangnya untuk membeli beberapa bungkus bibit cabai murah dan dua ekor kambing muda yang kurus.

​Saat kembali, dia melihat kondisi lahan yang sudah dibersihkan terlihat kontras dengan bagian lainnya.

​Tanah itu tampak gersang, kering, dan kekurangan unsur hara yang memadai.

​Adit menanam bibit cabai itu satu per satu dengan harapan besar.

​Dia juga menempatkan kedua kambing itu di kandang kayu lapuk yang diperbaiki seadanya oleh Bang Sopo.

​"Semoga ini jadi awal yang baik," bisik Adit sambil menyiram tanaman dengan sisa air.

​Namun, nasib berkata lain.

​Dalam seminggu ke depan, hujan tidak kunjung turun dan matahari bersinar sangat terik.

​Tanaman cabai yang baru tumbuh setinggi jari mulai menguning dan layu satu per satu.

​Kedua kambing itu juga tampak lesu karena pakan rumput di sekitar sana tidak cukup bergizi.

​"Dit, sepertinya tanah ini kurang sehat, bibitnya banyak yang mati," kata Bang Jarwo dengan nada khawatir.

​Adit menatap lahan cabainya yang sudah setengah mati, lalu menatap dua kambingnya yang lemas.

​Dadanya terasa sesak oleh rasa putus asa.

​Uang yang tersisa sudah habis untuk membeli peralatan dan pakan tambahan.

​"Bagaimana ini, Bang?" suara Adit nyaris tidak terdengar.

​"Sabar, Dit. Mungkin memang tanah ini butuh perawatan ekstra," jawab Bang Sopo mencoba menghibur.

​Malam itu, Adit duduk sendirian di depan kandang kambing.

​Dia menatap kegelapan lahan yang kini justru terlihat seperti kuburan harapan baginya.

​Tiba-tiba, sebuah suara berdengung samar terdengar di telinganya.

​[Sistem Perkebunan dan Peternakan telah mendeteksi keputusasaan tuan.]

​[Apakah ingin mengaktifkan sistem pendukung?]

​Adit mematung, matanya terbelalak menatap ruang kosong di depannya.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!