NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Gelombang Pertama dari Pulau Hagi

Rian berdiri di atas geladak kayu kapal sloop barunya, mengamati sekeliling dermaga selatan Pulau Hagi yang mulai temaram ditelan senja.

Di tempat pelelangan, kerumunan calon pembeli perlahan membubarkan diri. Namun, melalui Kenbunshoku Haki (Basic) yang tetap aktif di ambang kesadarannya, Rian memetakan lima percikan aura kehidupan yang bergerak mencurigakan. Mereka mengambil posisi mengepung di lorong-lorong kayu dermaga, tersembunyi di balik tumpukan peti kargo dan gulungan jala ikan.

Pria berwajah seram dengan luka garut di pipi—yang sebelumnya kalah menawar saat lelang—tampak memimpin kelima orang tersebut. Pria itu menyisipkan sebilah parang pemotong kayu di pinggangnya, sementara empat anak buahnya memegang rantai besi dan pisau lempar.

"Johnny, Dogo," panggil Rian pelan dari balik mantel hitam bertudung.

Johnny yang sedang sibuk memeriksa kerek tali layar mendongak. "Ada masalah, Aniki?"

"Ada beberapa ekor lalat pasar gelap yang merasa rugi karena kita memenangkan lelang ini," jawab Rian datar. "Mereka menunggu kita turun dari geladak."

Dogo memajukan kepalanya mengintip ke arah celah tumpukan peti di dermaga, matanya menyempit. "Itu faksi Penyamun Karang Hitam dari Pulau Hagi, Tuan. Pemimpinnya bernama Goro. Mereka biasa memeras pedagang asing yang membawa uang tunai banyak setelah lelang."

Johnny menyeringai lebar, mengetukkan ibu jarinya pada pelindung gagang katana. "Baguslah! Aku sedang berpikir betapa bosannya jika kita cuma berlayar pulang tanpa menguji kekuatan kapal baru ini!"

"Kita tidak akan bertarung di darat," potong Rian, matanya meneliti situasi secara kalkulatif. Intelligence 14-nya langsung menyusun skenario terbaik. "Dermaga Pulau Hagi dikawal oleh penjaga netral milik Gordo. Jika kita memicu pertumpahan darah di atas panggung lelang, reputasi kita akan memicu respons dari penguasa pulau. Kita bawa kapal ini keluar dari teluk sekarang juga."

"Tapi Tuan," sela Dogo cepat, "perahu kayu kecil kita masih terikat di Dermaga Barat. Apakah kita tinggalkan?"

"Tarik perahu kecil itu menggunakan tali tambang rami di belakang sloop," instruksi Rian tegas. "Dogo, turun cepat dan pindahkan ikatan perahu kecil ke pasak belakang sloop. Johnny, naikkan layar utama."

"Siap, Aniki!"

Dogo bergerak sigap melompati pagar geladak menuju dermaga barat, mengikatkan tali perahu kayu kecil ke struktur belakang kapal sloop. Johnny dengan kekuatan fisiknya yang mencapai Strength 18 menarik kerek derek jangkar besi seberat puluhan kilogram sendirian tanpa kesulitan berarti.

Goro dan anak buahnya yang bersembunyi di balik peti kargo kaget melihat kapal sloop bertiang dua itu mendadak menaikkan layarnya.

"Keparat! Mereka mau kabur lewat laut!" teriak Goro seraya melompat keluar dari persembunyiannya. "Cepat! Naik ke kapal pemburu milik kita di pilar tiga!"

Goro dan lima anak buahnya berlari kencang menyusuri dermaga kayu menuju sebuah kapal layar dayung berukuran sedang yang tertambat tak jauh dari sana.

Wush!

Layar kanvas abu-abu milik sloop terbentang penuh disambar angin sore. Rian memegang roda kemudi utama di bagian geladak belakang. Dengan penguasaan skill Navigation (Basic) dan peningkatan Speed bernilai 9, ia memutar kemudi secara presisi, membiarkan alur kapal meluncur mulus membelah air teluk Pulau Hagi menuju perairan terbuka.

Dogo melompat kembali ke atas geladak sloop persis saat kapal itu meninggalkan celah dermaga.

"Mereka mengejar, Tuan Rian!" seru Dogo seraya menunjuk ke arah belakang.

Sebuah kapal layar dayung berukuran belasan meter meluncur cepat keluar dari teluk selatan. Belasan pendayung di atas kapal Goro mengayuh dengan ketukan cepat, memanfaatkan momentum angin sore untuk memotong jarak.

"Oi, oi! Mereka sungguh-sungguh mengejar kita!" Johnny tertawa lepas, melangkah ke bagian geladak belakang dan menyandarkan katana di bahunya. "Aniki, boleh ku tebas perahu mereka jadi dua?"

"Tahan dulu, Johnny," ujar Rian tenang.

Ia membiarkan kapal Goro mendekat hingga jarak lima puluh meter di belakang mereka. Di perairan terbuka yang gelap akibat jatuhnya malam, tidak ada saksi mata dari dermaga yang bisa melihat kejadian ini.

"Goro!" teriak Rian dari kemudi, suaranya bergema menembus deburan ombak. "Ini peringatan terakhir. Putar balik kapalmu jika masih ingin hidup."

Goro yang berdiri di haluan kapal dayungnya tertawa marabahaya, mengayunkan parang besarnya ke udara. "Bocah tengik! Serahkan kapal sloop itu dan seluruh sisa uang Ryo di kantongmu kalau mau nyawamu selamat! Di laut ini, Penyamun Karang Hitam yang memegang hukum!"

Denting suara sistem berdenting halus di kepala Rian.

[SISTEM NOTIFIKASI: Misi Aktif]

Misi Ancam di Pelabuhan Bebas memasuki fase pertempuran laut.

Kondisi: Hancurkan kapal pengejar atau lumpuhkan Faksi Penyamun Karang Hitam.

Rian tidak membuang kata-kata lagi. Ia menatap dua kanon portabel berbahan besi tempa yang terpasang di sisi kiri dan kanan geladak belakang sloop barunya.

"Johnny, Dogo! Isi kanon kanan dengan bubuk mesiu dan bola besi!" perintah Rian.

"Siap, Aniki!" Johnny dan Dogo bergerak cepat. Meskipun tidak pernah mengoperasikan meriam kapal sebelumnya, petunjuk singkat dari Rian dan koordinasi fisik Johnny yang tinggi membuat mereka mampu mengisi mesiu serta memasukkan bola besi seberat lima kilogram ke dalam laras kanon dalam hitungan detik.

Rian memutar kemudi, memiringkan lambung kanan sloop sejajar dengan laju kapal dayung Goro yang berada di celah gelombang.

melalui Kenbunshoku Haki, Rian memperkirakan titik impak dan guncangan ombak secara akurat.

"Tembak!"

DUARRR!

Letupan mesiu menggelegar, menyemburkan kilatan api dan asap tebal dari laras kanon portabel. Bola besi meluncur membelah udara malam sebelum menghantam lambung depan kapal dayung Goro dengan daya hancur telak.

KRAK! BOOM!

Papan kayu kapal dayung itu hancur berantakan. Air laut menyembur masuk dengan deras melalui lubang selebar satu meter di bagian haluan. Suara jeritan panik dari para pendayung Goro membahana saat kapal mereka mulai miring dan tenggelam secara cepat dalam hitungan detik.

Goro terlempar ke laut bersama tiga anak buahnya, terbatuk-batuk meminum air asin seraya mencengkeram serpihan kayu yang terapung.

"Kapal kami! K-Kapal kami tenggelam!" teriak Goro histeris di tengah kegelapan laut lepas.

Rian menghentikan laju sloop-nya sebentar, membiarkan kapalnya terapung di dekat serpihan kayu Goro. Ia melangkah ke tepi pagar geladak, menatap Goro dari ketinggian mantel hitamnya.

"Goro," suara Rian dingin menusuk. "Jika aku melihat wajahmu atau kelompokmu lagi di perairan ini, bola besi berikutnya tidak akan menghantam lambung kapalmu, tapi kepalamu."

Goro gemetaran hebat di dalam air laut yang dingin, tidak berani menjawab sepatah kata pun. Ia memegang serpihan kayu rapat-rapat seraya menyaksikan kapal sloop bertiang dua itu meluncur tenang menjauh, menghilang di balik kegelapan kabut malam menuju arah timur laut—kembali ke Pulau Ren.

Denting suara sistem berdenting sangat nyaring di dalam kepala Rian.

[MISSION COMPLETED: Ancam di Pelabuhan Bebas]

Tujuan Misi: Mengamankan keberangkatan kapal sloop dan melumpuhkan ancaman faksi penyamun lokal (Berhasil).

Hadiah Diterima:

+150 System Point

+50 Underworld Reputation

Rian berdiri di dekat roda kemudi seraya memanggil antarmuka status sistem untuk memeriksa seluruh data terbarunya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 12 Speed: 9 Vitality: 8 Stamina: 8 Intelligence: 14

System Point: 400 SP (250 + 150) Reputation:

Public Reputation: 150 (Pulau Ren)

Underworld Reputation: 150 (100 + 50)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Geladak Sloop (Perairan Pulau Hagi - Pulau Ren)

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (20)

Ninjato Standar Kiri (5)

Peti Material Logam Tempa & Obat-obatan (2)

Uang Tunai: 18.000 Ryo

Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Belakang Sloop)

Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Fleet Expansion

Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Dengan total 400 System Point yang kini terkumpul, Rian akhirnya memiliki modal yang sangat cukup untuk melangkah ke tahap berikutnya: membeli skill tempur tingkat lanjut dari Shop atau mempersiapkan ekspansi faksi Gale di perairan Negara Air.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!