Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Hai readers, ini bab 20, Setelah ini ada pengajuan kontrak, othor minta doanya ya biar di kontrak oleh pihak novel toon, agar readers semua bisa membaca kelanjutan novel ini. Terima kasih. Love U all. 😘🥰🥰
Sudah satu bulan lebih tuan Aditama dan nyonya Erlina berada di China, menurut informasi, mereka sudah selesai mengecek perusahaan yang ada di negara tersebut. Namun entah mengapa mereka belum juga pulang.
Leon yang ingin meminta penjelasan pada papahnya menjadi terhalang karena niat Leon untuk menyusul mereka kesana selalu di larang, dengan alasan mereka saat ini sedang keliling China dan akan di lanjut ke Jepang untuk sekedar jalan jalan.
Dan Jika Leon menghubungi papahnya, pasti tidak akan pernah di jawab, lain halnya jika Ryan yang menelpon papahnya pasti akan di jawab.
Itulah mengapa Leon sangat kesal dengan papahnya yang seperti nya sedang menghindari dirinya untuk bertemu.
"Apa papah menelpon kamu lagi? " tanya Leon dengan nada kesal.
"Belum tuan, apa saya telpon saja tian Aditama? " jawab Ryan.
"Tidak usah, kenapa ya kalau kamu yang telpon pasti akan di jawab, sebenarnya siapa anaknya kamu atau aku. Kesal jadinya. " Leon uring-uringan.
Ryan yang merasa tidak enak dengan tuan Leon hanya bisa diam saja tanpa ada niat untuk menjawab karena akan percuma saja.
"Apa hari ini masih ada jadwal meeting? "
"Ya tuan, dengan Brams Corp. Yang rencana akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita tuan. "
"Jam berapa meeting nya? "
"Sekitar jam satu tuan, setelah majan siang mereka akan datang ke kantor kita tuan. "
"Sudah kamu siapkan semuanya? "
"Sudah tuan, anda tinggal mempelajari nya. " Ryan memberikan sebuah berkas kerja sama dai Brams Corp.
Hingga akhirnya jam makan siang tiba, Leon sengaja makan siang di kantor karena sebentar lagi akan meeting sehingga untuk menghemat waktu agar tidak bolak balik dari kantor ke restoran, kecuali mungkin jika meeting nya berada di luar mungkin swkaeon akan makan siag di luar.
Ryan memesan makanan online untuk bosnya juga untuk dirinya nya juga. Beberapa saat kemudian makana n yang di pesan sudah datang, Leon segera melahap makanan yang sudah terhidang di atas meja.
Leon makan dengan lahao, hingga makanan yang ada di atas meja habis semua. Saat baru saja selesai makan, Leon sedang melihat ponselnya, tiba tiba saja pintu ruangan di buka dengan kasar.
Braaakkkkkk.
Leon terkejut karena saking kerasnya pintu ruangan di dorong dari luar.
"Mau apa kamu datang ke sini, kita sudah tidak ada urusan lagi, sebaiknya kamu pergi sebelum aku panggilkan security. "
"Leon apa kamu tidak menghargai aku sedikitpun, apa di hatimu tidak pernah ada sedikitpun untukku.? " Stela menangis dengan air mata buayanya.
"Sedari dulu saat kita tunangan, sudah aku katakan kalau aku tidak pernah mencintai kamu, kita bertunangan karena ada campur tangan orang tua kita."
"Tapi tidak adakah sedikit empati mu untuk ku walau hanya sedikit.
" Sudah sekarang kamu pergi saja dari ruangan ku, sebentar lagi aku akan meeting, kamu hanya akan menggangu ku saja. " ujar Leon tatapannya tidak lepas dari ponselnya.
Sedangkan Stela masih berdiri di tempatnya, seperti nya tidak ingin pergi dari ruangan Leon. "Apa kamu sudah tuli, aku bilang segera keluar. " bentak Leon.
"Tidak, aku tidak akan keluar sampai kamu mengatakan kalau kamu masih sangat mencintai aku. " Ujar Stela dengan tidak punya rasa malu.
"Dasar wanita sinting. " Ujar Leon dengan keras.
Kemudian Leon memanggil security untuk membawa Stela kelar dari ruangan nya, karena Leon sangat khawatir Stela akan mengacau saat meeting nanti.
Tidak lama kemudian dua orang security masuk ke dalam ruangan Leon.
"Bawa perempuan sinting ini keluar, ingat kalau perempuan ini datang lagi, langsung kalian usir dia. " Ucapan Leon yang menggelegar.
Stela memberontak karena tidak ingin keluar dari ruangan Leon, dirinya masih sangat mencintai Leon.
"Leon awas kamu, kamu akan menyesal sudah memperlakukan aku seperti sampah. " Stela terus berteriak.
Stela di tarik keluar dari lantai dua puluh tempat ruangan Leon berada. Leon tidak ambil pusing dengan teriakan Stela yang dikhawatirkan nya adalah tamunya yang bakal meeting, beruntung mereka belum sampai ke kantor Leon.
Di luar gedung kantor Aditama Corp, Stela berteriak teriak memanggil manggil Leon seperti orang kesurupan .
"Leon keluar kamu jangan jadi pengecut, hadapi aku kalau berani, jangan hanya mengandalkan security saja. Dasar banci!! "
Stela terus berbicara, tidak lama kemudian dua orang security mengangkut Stela seperti membawa karung beras. Stela masih tetap berteriak teriak.
"Dasar an**ng gila, orang g****k, mau di bawa ke mana aku. Turunkan, akan aku tuntut kalian semua karena sudah merendahkan martabat seorang Stela. "
Security membawa Stela ke depan jalan, Stela masih kesal dengan Leon dan juga security tersebut yang sudah membuatnya menjadi tontonan.
Para karyawan yang melihat kejadian tersebut banyak yang mencemooh Stela, katanya anak orang kaya tapi bahasa nya tidak mencerminkan seorang yang berpendidikan.
"Leon dasar banci.... " Stela masih berteriak.
"Huuuuuuuuu" Teriak beberapa karyawan.
"Sudah tahu di tolak masih saja nyamperin. Dasar ga tahu malu. " Ujar salah seorang karyawan.
Banyak karyawan yang menertawakan Stela yang masih berteriak. Saat ini waktu nya jam makan siang yang sebentar lagi akan habis waktunya, namun bukannya masuk ke dalam kantor malah mentertawakan Stela.
Dengan perasaan kesal, akhir nya Stela pergi dari depan kantor perusahaan Leon. Dengan rasa dongkol dalam hatinya Stela berteriak dalam mobil.
"Jangan kamu sombong Leon, suatu saat akan aku balas rasa malu dan sakit hati ini. Kamu akan merasakan yang lebih sakit hati dariku. " Ujar Stela sambil memukul stir mobil.
Sepanjang jalan Stela terus saja menggerutu, melampiaskannya dengan memukul stir mobil. Dadanya bergemuruh penuh dengan rasa kesal. Stela sampai di rumah nya yang mewah,.
Suara klakson terus berbunyi, satpam yang biasanya ada di dalam posnya mendadak entah kemana. "Sialan ke mana tuh aki aki, biasanya suka nongkrong di pos satpam. "
Tidak berapa lama kemudian satpam tersebut datang dari pintu samping dengan tergopoh gopoh melihat majikan nya yang sedang marah marah karena pintu gerbang yang belum di buka.
"Cepat bukan gerbangnya, kemana saja kamu? " Stela dengan wajah garangnya marah marah.
"Maaf non, tadi perut saya sakit banget, tadi saya ke kamar mandi dulu. " Pak satpam membela diri.
"Bukannya di pos ada kamar mandi.? "
"Airnya tidak keluar dari kemarin nona. "
"Sudah jangan banyak bicara, cepat buka pintu gerbangnya. "
Pintu gerbang terbuka, mobil Stela masuk ke dalam halaman, kemudian pintu mobil terbuka dan menutup nya dengan sangat keras hingga membuat satpam yang masih berdiri di depan gerbang sampai terkejut.
Stela masuk ke dalam rumahnya dengan membanting pintu. Kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tengah mendengar pintu di banting dengan keras.
"Kenapa kamu Stela, pintu tidak bersalah kamu banting? "
"Stela kesal. mah. "
"Kesal kenapa sama siapa? "
"Leon mah, tega teganya dia mengusir Stela dari kantor nya, di sana banyak orang yang menyoraki Stela mah, Stela malu di perlakukan seperti itu. " Stela duduk fi sofa depan ayahnya.
"Loh kok bisa seperti itu? "
"Stela sendiri tidak tahu mah, aph jangan diam saja dong anak papah diperlakukan seperti itu sama Leon. " Stela sangat manja dengan papahnya.
"Kenapa minta sama papah, itu semua karena kamu sendiri, saat kalian tunangan kamu berselingkuh dengan orang lain sampai hamil, beruntung Leon tidak sampai tahu tentang kehamilan kamu, seandainya dia tahu. Mungkin Leon lebih benci lagi sama kamu. " ujar papahnya panjang lebar.
"Loh kok papah bicara seperti itu, bukannya membela anaknya sendiri. "
"Papah sangat malu dengan tuan Aditama, beruntung dia tidak menuntut apapun, hanya kerjasama kita saja yang di putuskan tuan Aditama. "
Stela hanya terdiam, membenarkan apa yang di katakan papah nya. Semua apa yang di lakukan nya telah mencoreng wajah papahnya di depan tuan Aditama.
Saat dirinya di nyatakan hamil hasil perselingkuhan nya dengan beberapa laki laki teman nya yang selalu ke dugem. Saat itu papahnya membawa Stela ke Singapura, dan di sana Stela hamil sampai melahirkan di negara tersebut, dan sampai sekarang anaknya di asuh oleh pembantu nya dan di bawa ke kampung pembantu nya.
"Nasib baik Leon tidak membongkar aib kamu, tuan Aditama pun tidak ada komentar tentang kehamilan kamu, mereka tidak peduli dengan hal itu. Papah hanya khawatir dengan kelakuan kamu seperti ini terhadap Leon, mereka akan membuka aib kamu." Papahnya Stela panjang lebar.
Stela tidak menjawab apa yang di katakan papah nya, karena semuanya benar, namun Stela yang egois masih ingin memiliki Leon.
"Pah jangan terlalu keras dengan anak kita, Stela anak kita satu satunya, bantu Stela untuk dapat dekat kembali dengan Leon. Karena Stela sangat mencintai Leon." mamah nay Stela membela anaknya walaupun tetap salah.
Papahnya Stela hanya diam tidak merespon ucapan istrinya yang selalu membela Stela walaupun sudah terlihat kalau anaknya salah.
"Kalau mamah mau membantu Stela, lakukan saja. Tapi papah tidak akan membantu karena papah tidak ingin menanggung resiko nya, karena perusahaan papah taruhannya. " Papahnya Stela bangkit dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Mah gimana ini, papah sudah tidak mau membantu Stela lagi." Stela memohon pada mamanya yang akan selalu membantunya.
"Mamah tidak tahu apa yang harus mamah lakukan, baik buruk kamu tetap saja anak mamah. "
"Tapi mamah juga menghormati papah, karena papah kepala keluarga ini, kalau ada apa apa dengan papah, mamah juga yang akan kerepotan. "
"Dan apa yang katakan papah kalau perusahaan papah yang jadi taruhannya itu memang benar, karena saat ini perusahaan papah masih bergantung dengan perusahaan tuan Aditama. "
Mamahnya menjeda ucapannya, berharap Stela mengerti dan mau mendengarkan apa yang du katakan barusan. Namun Stela tetaplah Stela yang sedari dulu selalu mendapatkan apa yang di minta nya, dan kedua orang tua nya tidak pernah menolak dan selalu mengabulkan apa yang di minta anaknya.
"Mamah hanya berharap kamu mengeri dengan apa yang papah dan mamah katakan."
"Tapi mah, Stela hanya mencintai Leon, Stela ga hidup tanpa Leon. " Stela memeluk mamahnya.
"Mamah tidak janji, tapi mamah akan berusaha untuk membantu kamu, semoga saja Leon mau kembali bertunangan dengan kamu. "
"Benar mah, apa yang mamah katakan? "
Mamahnya mengangguk untuk meyakinkan anaknya, walau bagaimanapun juga Stela anak satu satunya yang selama ini selalu di manja dan semua yang di inginkan nya selalu dikabulkan boleh papah dan mamahnya. Stela tersenyum dalam pelukan mamahnya yang selalu menyayangi dirinya tanpa syarat.
Stela sangat yakin kalau mamah nya pasti akan membantu dirinya mendapatkan Leon kembali. Walaupun b papahnya menentang keinginan Stela. Namun Stela yakin mamahnya akan berjuang keras demi mewujudkan keinginan putri semata wayang nya tersebut.
"Sudah sekarang kamu mandi dan istirahat, mamah akan membujuk papah agar bisa membantu kamu mendapatkan kembali Leon." Mamahnya berusaha membujuknya.
" Iya mah, terima kasih karena mamah selalu ada untuk Stela. "
"Mamah akan lakukan apapun demi kebahagiaan kamu sayang. " Ujar mamahnya.
Stela tampak bahagia karena mamahnya yang selalu mendukung apa yang di inginkan nya walaupun itu adalah sebuah kesalahan yang malah semakin menjerumuskan Stela ke jurang penderitaan.
Stela berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua. Papahnya yang dulu sangat menyayangi Stela kini justru tidak pernah mendukung nya lagi, karena kelakuan Stela yang telah mencoreng mukanya di hadapan tuan Aditama, perusahaan nya yang dulu di sokong oleh perusahaan tuan Aditama, kini sudah tidak ada lagi sehingga keadaan perusahaan nya suara mulai goyah.
Papah nya Stela sangat kecewa dengan anak dan istrinya, walaupun mereka mengetahui keadaan perusahaan sudah di ambang kehancuran, namun mereka seperti nya tutup mata dan telinga.
Pintu kamar utama terbuka, mamahnya Stela masuk ke dalam kamar, melihat suaminya yang sedang duduk di sofa memangku laptop. Kemudian duduk di sebelah suaminya.
"Pah, sibuk ya? "
"Mamah lihat sendiri papah sedang apa? "
"Iya mamah lihat, papah lagi sibuk. "
"Pah, mamah kasian melihat Stela yang sedang terpuruk karena di tolak Leon, bisakah papah menjadi jembatan agar Leon bisa kembali lagi dengan Stela seperti beberapa tahun yang lalu. " mamahnya Stela seperti buta tidak melihat suami nya sedang sibuk bukannya membantu meringankan beban tapi menambah beban.
"Stop mah memanjakan Stela, papah sudah cape, dan menyesal karena sudah memanjakan Stela hingga akhirnya anak itu menorehkan kotoran di muka papah. Apa mamah tidak kasihan melihat papah berjuang seorang diri agar perusahaan tempat kita mencari makan bisa maju lagi seperti dulu.? "
"Iya sih pah, mamah minta maaf tidak bisa membantu papah, tapi mamah hanya minta satu kali lagi untuk membantu Stela mendapatkan kembali Leon, setelah itu mamah akan membantu papah menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. " Ucapnya seperti tidak punya salah.
"Sudah mah, mamah tidak usah membantu papah ikut menyelamatkan perusahaan dan mamah juga jangan lagi minta papah untuk membantu Stela kembali pada Leon. " ujar papahnya Stela.
...****************...