NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:161.8k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Minggu bercerita

Shanum mondar mandir, ia tipe manusia yang tak betah jika didiamkan begini. Rasanya ada yang janggal dan mengusik hidupnya, lebih baik Naka membentaknya, mengomel atau bahkan---aishh! Ia baru sadar, sifat Naka memang sejelek ini, dasar anak tunggal yang lahirannya aja dijemput pake helikopter!

Inilah salah satu sifat jelek Naka yang tak ia sukai sejak dulu. Naka bersama sifat diamnya, jika ia tak suka, ia diam, jika ia marah atau kesal, ia cuek. Jadi menurut Shanum, Naka itu definisi hening, bagi Naka diam itu lebih dari sekedar emas, padahal menurutnya diam itu batu kaliii.

Ia akan betah berlama-lama mencueki orang, berbeda dengannya.

Dasar kaya---betina!!! Shanum marah-marah dan kesal sendiri.

Sialnya ia merasa gundah saat tak melakukan apapun, padahal---jika dipikir-pikir kenapa ia harus se-resah ini, aturan sih bodo amat, ya kan?! Tapi seolah ia sudah terikat dengan Naka, seolah ada tanggung jawab yang ia emban, Shanum akhirnya mengambil keputusan untuk pergi ke rumah tante Anye hari ini. Hari Minggu begini, Naka pasti ada di rumah om Ganesha.

Baru juga ia akan memberikan reward untuk tubuhnya istirahat setelah mencuci sepatu, ia sudah harus memanjangkan langkahnya ke rumah om Ganesha di Sentul.

"Mau kemana?" tanya bunda, pandangan Shey yang baru selesai mencuci sepatunya lantas ikut penasaran, begitupun ayah.

Tidak...ia tak mau jujur di depan Shey, adiknya itu penghianat...teman Naka, belum sampai Sentul nanti dia laporan lebih dulu pada orangnya.

"Ketemu Mima. Mau cari buku novel..."

"Jangan terlalu sore."

Shanum mengangguk menyalami takzim ayah dan bunda.

Cuacanya cocok, belum terlalu panas tapi sudah cukup hangat. Ganesha mengajak Naka untuk lari pagi sementara Anye menyiapkan sarapan, sungguh potret keluarga impian Ganesha dan Anye yang sempat terjeda oleh keegoisan mereka dulu. Kehadiran Naka memang anugrah.

Pagi ini, Ryu memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah Ganesha.

"Ma...om Nesh..." ia masuk setelah sempat membanting pintu mobil dan masuk. Maksud kedatangannya pagi ini adalah untuk memberitahukan kepulangan Russel dari masa pelatihan dan pendidikan dari Bandung untuk satuan khusus korps baret merah.

Shanum menunjuk nomor rumah pada driver online yang membawanya itu, lalu berhenti tepat di depan rumah om Ganesha.

"Op, sini pak...makasih ya, tipnya udah saya kirim lewat aplikasi."

"Makasih."

Shanum turun dan memanjangkan sejenak pandangan dimana Minggu pagi ini terlihat tiga mobil dan dua motor yang terparkir, ia sangat tau jika satu mobil milik om Ganesha, satu milik tante Anye dan satu lagi?? Ia tak tau, sementara motor yang terparkir...salah satunya ia tau itu milik Naka, ia tersenyum kedatangannya kesini tak sia-sia.

Pengetahuannya tentang Naka, yang tumbuh bersama itu cukup bisa diandalkan.

Ia berjalan membuka pagar yang tidak dikunci, lalu beranjak ke arah pintu yang dari luar saja suara ramai samar terdengar, mencoba mengetuk berharap keramaian di dalam tak menutupi suara ketukan tangannya, sesosok wanita senja menyeru ke luar.

Dialah nenek, "Shanum?"

"Nenek."

Ibu Ayu melirik ke belakang badan Shanum yang nyatanya hanya sendirian, "masuk nak, kesini sama siapa?" ajaknya merangkul Shanum.

Gadis dengan baju jumpsuit pendek ini tersenyum dan salim terlebih dahulu, "sendirian nek."

"Anyeee, ada Shanum!"

"Loh, ngga minta jemput Naka atau Naka----" ia baru ingat jika cucu dan menantunya justru sedang lari pagi.

Shanum menggeleng, "Naka ngga tau aku kesini, nek."

Anye terlihat menghampiri, "Sha? Kesini? Sama siapa?" jawaban yang sama untuk pertanyaan yang sama. Dan Shanum melirik ke arah lelaki yang berkeliaran di meja makan, mahasiswa semester lanjut yang cukup ia kenali.

"Wey Sha!"

"Lah, si Naka mana, ma?" tanya Ryu.

"Bang Ry...apa kabar?!" Shanum turut menyambut uluran tangan dan menyalaminya takzim.

"Kamu ngga kasih tau Naka kesini, sayang? Itu anak....malah lari pagi..."omel tante Anye mengundang tawa kecil Ryu yang tengah ngemil. Datang-datang langsung main lahap...

Shanum menggeleng, "oh emang Naka ngga tau tante. Aku dadakan..."

"Surprise..." Ryu melengkungkan bibirnya, kalah romantis dari anak SMA, pretttt!

Hampir lima belas menit Shanum menunggu Naka datang, tapi cowok itu tak kunjung terlihat. Bahkan batang hidungnya saja tidak terlihat.

Ada detakan bola basket dari halaman belakang dimana Ryu sedang mendribble bola basket milik Naka, membuat Shanum akhirnya tak tahan untuk ikut bergabung.

"Satu lawan satu, bang!" ia menaruh sejenak tas selempangnya, bergabung dengan Ryu di lapang basket kecil dimana lantainya terdapat retakan di beberapa bagian dan belum sempat di renovasi tukang. Ada tanaman bunga yang mengelilingi juga pohon bougenville berwarna magenta--yang bunganya rontok berserakan di bawah kaki kursi taman.

"Boleh, mau nantang Stephen curry nih?" lirih Ryu menyugar rambutnya, ia bahkan sempat mengucir sejenak rambut yang agak sedikit gondrong untuk ukuran lelaki, mahasiswa, Shanum memakluminya.

"Tapi jangan terlalu dikeluarin lah kemampuannya, aku masih belajar...belum bisa-bisa banget." Kikik Shanum yang menerima passing dari Ryu.

Ada senyuman yang terukir dari tante Anye di balik kaca dapur melihat itu. Shanum memang cepat akrab, bahkan dengan sanak saudara Naka sekalipun. So...itu menjadi salah satu alasan ia mau tetap Shanum yang menjadi menantunya kelak.

Shanum mendribble bola basket, dan *Doom--Doom--Doom...boing! Duk*!

Baik Ryu atau Shanum sendiri tertawa saat bola yang dilempar Shanum hanya mencium lingkaran ring basket.

"Yahhh, udah bagus. Kurang tinggi, kurang kasih tenaga dikit aja..." ucap Ryu, "coba lagi."

"Begini..." Hampir Ryu membantu Shanum mengontrol tenaga dan gerakan dribble tangannya, bola yang sedang memantul itu tiba-tiba ditepis seseorang dan mendribblenya ke arah ring.

Swish! Desir halus yang diikuti denting logam dan jaring yang bergerak membuktikan jika lemparannya masuk, ada pantulan bola selanjutnya dan kembali, Blugh! Ia melakukan jump untuk memasukannya.

Ryu melengkungkan bibirnya lagi, "mau pamer sama calon istri...gue paham, Ka... mundur teratur lah gue..."

"Sha, noh...guru Lo udah datang, gue masuk dulu mumpung om Nesh udah dateng." Ryu meninggalkannya dan cowok jangkung dengan stelan kaos dan celana selutut menampilkan *bulu lelaki* yang sudah tumbuh tak begitu lebat. Ada bagian bajunya yang basah karena keringat.

"Ka, wa gue kok ngga Lo bales ..Lo ngambek?"

Naka menghela nafasnya, "iya." Jujurnya berbalik membiarkan bola basket itu memantul tak tau arah.

"Kenapa?" Shanum membeo, "Lo ngambek ke gue? Gue salah? Ngambek Lo jelek banget..." cerocosnya mengikuti Naka yang sudah berjalan ke arah rumah.

Tak berhenti sampai disitu, "masalah motor Juna bukan? Atau masalah lain? Kalau motor Juna, iya..itu motor Juna. Emang dia kadang suka mampir, tempat les dia ngelewatin jalanan ke rumah. Tapi ngga ada apa-apa antara gue sama Arjuna, kita cuma sebatas temen, ketua--sekertaris, ya gimana aja Lo sama Airani." Jelasnya lagi mengoceh.

Ada senyum tipis di balik badan Naka yang langsung menghentikan langkahnya, dug! Saking sibuknya mengoceh, Shanum tak melihat Naka berhenti hingga akhirnya keningnya menabrak punggung Naka, "aduhhh...pasang sen kenapa sih kalo mau berenti dadakan." Omel Shanum lagi menatap wajah Naka yang kembali memasang tampang datarnya.

"Ya Lo nyerocos terus dari tadi sampe ngga liat gue berenti. Jadi Juna sering ke rumah Lo, kenapa gue baru tau?"

"Cuma mampir, mungkin karena waktu lesnya terlalu sore, sering kemaleman, jadi nepi sejenak waktu adzan magrib atau sekedar minta minum, masa gue sepelit itu cuma buat ngasih air minum, lagian ayah selalu nyuruh Shey buat nemenin gue kalo ada temen-temen ke rumah apalagi cowok." Dan sejurus kemudian Shanum mengernyit, "lah, kenapa gue mesti jelasin ke lo sih, biasanya juga engga, dan Lo fine-fine aja..."

Naka ingin sekali tertawa sekarang, tapi sebisa mungkin ia mengontrol itu, jujur saja...saat ini hatinya sudah kembali berbunga setelah sempat terbakar.

"Ya ngga apa-apa. Kalo emang perlu Lo jelasin aja...sama siapa Lo main, siapa yang datang ke rumah waktu gue ngga sama Lo. Atau Lo ada rencana pergi kemana sama siapa..." Jawab Naka.

"Penting ya Ka?" tanya Shanum diangguki Naka.

.

.

.

1
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
filling gua dah kayaknya si Arjuna tahu kalau Naka sama Shanum ada apa-apanya...secara sering mampir kerumah num-num bisa jadi ortu/adiknya Shanum keceplosan soal perjodohan duo manusia itu
Attaya Zahro
Naka : Emang gue peduli ma Elo..suka² gue lah,mau gue sosor juga gpp 😂😂😂
hiro_yoshi74
keren bngt kk 👍
devinisi buah jatuh sepohon" nya
karakter naka plek ketiplek kayak pap ganes cuma agak kaleman dikit ngk gedebak gedebuk modelan anomali 30 an 🤭 semangat kk💪
mama_im
aq kok gak suka ya sama juna, gak tau kenapa kayak bad yg berkedok good, ngeri kalo ampe jadi obsesi kayak kenzi.
hiro_yoshi74: juna titisan om ibas x kk
total 1 replies
PuputMega Shelviana SuJanii
lg dong kak🤭
🎃
lha sukak² sinakal mau liatin shanum apa engga org tunangannya kok bebas dong kok situ sewot... jgnkan cuma diliat elunya uda panas. gmn tau kalo udah disosor.hemm auto.megap² dek looo
Tysa Nuarista
awas num jgn Deket" Juna Klo GK mau tambah ngamuk ntar titisan papa ganesh ini.... lama" pasti Naka GK tahan buat publish hubungan mereka.
bunga citra
darah muda😍😍
Septi
wkwkwkwkwk nggak ada yang percaya 🤣
Septi
wooowww 😅
Septi
bisa aja 🤣🤣🤣🤣
Bulan-⁶
berdua dengan posisi begitu ya bahaya lah ka
El aisya
apa shanum semacam banteng? bisa nyruduk ternyata 😅😆
El aisya
ampun dah num, semvak gak tuhhh🤣
El aisya
ealah bocil mau pangkuan juga
mommyanis
pokok e seru....best lah teh Shin 👍👍👍👍👍🤭
Elmaz
🤣🤣🤣🤣
mommyanis
apakah penampakkannya Naka sama dg penampakkan yg sekarang Num 🤔🤔🤔🤭🤭🤭
El aisya
wes pokoknya shanum kalo beli coklat fix ingatnya langsung sosoran Naka🤣🤣
mommyanis
nah kannnnn setannya ternyata ngumpet di dalam kolornya Naka 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!