NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Sekretaris Tumbang

​​"Bapak potong gaji saya lima ratus ribu cuma gara-gara klip kertas?!"

​Suara tangisan melengking memecah kesunyian ruang kerja CEO Diwantara Group. Seorang wanita berpakaian rapi, Rina, berdiri gemetar di depan meja kebesaran Elvano. Air matanya merusak riasan wajah mahal yang sudah dia poles selama satu jam di depan kaca toilet.

​Elvano duduk bersandar santai. Wajahnya sedatar aspal jalan tol. Penyakit detak jantung aneh yang baru saja di diagnosisnya sebagai alergi mendadak hilang tanpa bekas saat dia dihadapkan pada masalah efisiensi perusahaan.

​"Bukan cuma satu klip kertas, Rina. Kamu sengaja membuang satu kotak penuh klip kertas yang bengkok," koreksi Elvano dingin. Matanya menatap lurus ke arah sekretaris pribadinya itu tanpa belas kasihan. "Satu klip harganya dua ratus rupiah. Satu kotak isinya seratus buah. Dua puluh ribu rupiah terbuang sia-sia masuk tempat sampah. Kalau kebiasaan burukmu ini dikalikan dua ratus hari kerja dalam setahun, perusahaan rugi empat juta."

​Rina ternganga tak percaya. Wajahnya merah padam menahan kesal. "Itu cuma klip kertas bengkok, Pak! Sudah longgar dan nggak bisa dipakai buat jepit dokumen penting lagi!"

​"Klip kertas terbuat dari kawat lentur. Kamu bisa meluruskannya lagi pakai jari tangan kamu yang pakai cincin emas itu," balas Elvano tanpa rasa bersalah. "Pemotongan lima ratus ribu itu denda kedisiplinan. Anggap saja biaya kursus kilat untuk menghargai aset kecil perusahaan."

​Rina mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Tangisannya semakin menjadi-jadi. Dia sudah tidak tahan lagi menghadapi bos yang otaknya terbuat dari kalkulator rusak ini. Bertahan satu tahun di sini sudah membuat rambutnya rontok parah.

​"Saya resign (berhenti) hari ini juga! Saya nggak sudi kerja sama bos pelit kayak Bapak! Biar saja Bapak urus semua jadwal rapat dan kopi Bapak sendiri!"

​Tanpa menunggu persetujuan, Rina membanting kartu akses ruangannya ke atas meja. Dia berbalik badan dan berlari keluar ruangan sambil menangis tersedu-sedu. Pintu kayu jati itu tertutup dengan bantingan keras.

​Elvano hanya menghela napas pendek. Sama sekali tidak merasa kehilangan atau bersalah.

​"Mental kerupuk," gumam Elvano sinis sambil memijat keningnya yang mulai berdenyut.

​Sekarang dia punya masalah baru. Jadwalnya hari ini sangat padat. Dia butuh sekretaris pengganti secepatnya. Bukan sembarang sekretaris, tapi orang yang punya mental baja, tahan banting, dan yang paling penting, punya prinsip pelit yang sama persis dengannya. HRD pasti butuh waktu seminggu penuh bahkan lebih untuk mencari kandidat aneh dengan syarat gila seperti itu.

​Elvano berdiri dari kursi kulitnya. Tenggorokannya terasa sangat kering setelah berdebat dan diperiksa dokter tadi. Dia butuh segelas air mineral segar. Dia melangkah keluar ruangan, berjalan menyusuri lorong sepi menuju area pantry khusus petinggi perusahaan.

​Belum sampai di ambang pintu pantry, langkah panjang Elvano terhenti. Telinganya menangkap suara perdebatan sengit dari dalam sana.

​"Bang, ini galonnya lecet parah loh! Masa harga tetap normal? Diskon seribu perak dong!"

​Suara itu sangat familiar. Cempreng, tegas, dan sangat ngotot. Aluna.

​Elvano mengintip sedikit dari balik celah pintu. Di dalam sana, Aluna yang sedang memegang buku catatan hitam sedang berkacak pinggang di depan seorang tukang antar galon air bermerek Tirta Biru. Tiga galon penuh berjejer rapi di lantai keramik.

​"Ya elah, Mbak. Lecet dikit doang di bagian luarnya. Airnya kan tetep bening, tetep seger buat diminum. Mana bisa minta diskon seribu," keluh tukang galon itu sambil mengelap keringat di dahi. "Saya cuma kurir, Mbak. Nanti saya yang tekor disuruh nombok potongan harga sama agen."

​Aluna sama sekali tidak mau mengalah. Dia berjongkok, menunjuk goresan panjang di bodi galon plastik itu dengan ujung pena.

​"Bang, Abang tahu kan hukum material plastik? Lecet begini bikin ketebalan galon berkurang drastis. Risiko retak membesar sepuluh kali lipat! Kalau pas dipasang di dispenser tiba-tiba galonnya pecah, airnya tumpah semua ke lantai, siapa yang mau ngepel? Biaya tenaga ngepel dan waktu yang kebuang itu jauh lebih mahal dari seribu perak, Bang!" omel Aluna berapi-api tanpa jeda napas.

​Tukang galon itu melongo mendengar argumen tingkat dewa yang keluar dari mulut gadis berpakaian rapi itu.

​"Pokoknya diskon seribu per galon, atau saya batalin langganan kantor ini sekarang juga dan pindah ke merek Galon Segar!" ancam Aluna tanpa ampun.

​Tukang galon itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menghadapi emak-emak nawar sayur di perumahan saja tidak pernah seberat ini.

​"Iya deh, iya! Potong tiga ribu buat tiga galon! Puas, Mbak?" sungut tukang galon itu akhirnya mengangkat kedua tangan menyerah kalah.

​Senyum kemenangan langsung mengembang lebar di wajah cantik Aluna. Dia mencatat penghematan tiga ribu perak itu ke dalam buku catatannya dengan sangat bangga, merasa seperti pahlawan keuangan.

​Di balik celah pintu, sudut bibir Elvano berkedut keras. Kedutan itu perlahan naik membentuk seringai lebar yang mengerikan sekaligus sangat puas.

​Aritmia atau alergi, Elvano sudah tidak peduli lagi. Otak bisnisnya baru saja melihat bongkahan berlian murni di tumpukan jerami. Gadis ini bukan cuma bisa memangkas pengeluaran adiknya dengan sadis, tapi punya bakat alami menekan biaya operasional kantor sampai ke tetes terakhir.

​Elvano langsung melangkah masuk ke dalam pantry dengan gaya bos besar yang tak terbantahkan.

​"Ketemu," ucap Elvano tiba-tiba memecah suasana.

​Aluna menoleh kaget. Matanya membulat sempurna melihat bos yang baru saja menuduhnya macam-macam semalam kini berdiri tegak di depannya dengan senyum aneh.

​Belum sempat Aluna membalas sapaan, Elvano langsung menyambar pergelangan tangannya. Pria itu menarik Aluna paksa, menyeretnya keluar dari area pantry tanpa peduli protesan.

​"Eh! Pak! Apa-apaan ini?! Lepas!" pekik Aluna panik sambil meronta-ronta keras, kakinya terseret-seret mengikuti langkah panjang Elvano di lorong.

​Elvano sama sekali tidak melepaskan cengkeramannya yang kokoh. Dia terus menyeret Aluna menuju ruang kerjanya yang luas.

​"Mulai detik ini, meja kerja kamu pindah ke dalam ruangan saya," titah Elvano mutlak tanpa bisa dibantah oleh siapapun.

​Aluna menahan pinggiran pintu ruang kerja Elvano dengan kakinya sekuat tenaga. "Hah?! Bapak gila ya?! Saya ini auditor adik Bapak, bukan istri simpanan yang harus dikurung di dalam ruangan bos!"

​"Kamu memang bukan simpanan," balas Elvano santai sambil menarik lengan Aluna masuk dengan satu sentakan pelan dan menutup pintu rapat-rapat. "Kamu dipromosikan paksa jadi sekretaris pribadi saya."

1
Yeni Puspitasari
🤣🤣 cocok lu bedus
Nana Colen
Allohuakbar keluarga medit keked mengkene cap jahe
Nana Colen
ampuuun deh El 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️.. kalau beneran ada di dunia nyata manusia seperti El 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
naaaah tahu rasa jan lhoooooo... satu kata MAMPUS 👎👎👎👎
Nana Colen
adik kakak sebelas duabelas.. cuman bertolak belakang
Nana Colen
ya jelas lah suka.... karena sesama orang perhitungan ya gitu 🤣🤣🤣🤣


pinter bener nih yang nulis skenario 😍😍😍😍
Nana Colen
🤣🤣🤣🤣🤣 jawaban yang mantap
Hary Nengsih
akhirnya kelar jg nego nya🤣🤣
Murni Binti sulaiman
tuh kan baru sadar ya El... Aluna tuh paket lengkap 😁
Eli Rahma
jgn ditatap lama² nanti ada love merah jambu yg nyangkut..😂
Meliandriyani Sumardi
baru sadar dia🤣🤣 kutukan elora jadi kenyataan ternyata🤣🤣 lanjut kak
Mineaa
weeeehhh.....
Tersepona...... akuhh.....tersepona.....
asyik.... asyiiiikk.....joossss......😁
Murni Binti sulaiman
lama" darah tinggi ya luna😁, boss modelan gitu😂
K4RL4
motel onyo-onyo....luarrrr biasa medit pak boss ni. bsk sarapan nasi uduk hrg goceng y... murmer tp bikin kenyang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya klo udah kinerja, ga perlu lg pake kata kerja tor
Pa Muhsid
kelas paud mungkin hotel nya 0kecil
Muft Smoker
pak bos mending nginep di kandang ayam aj gratis pling harus gelut dlu sama ayam ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 6 replies
Mineaa
800 M. VS. 100 rb.......
😭😭😭😭😭😭😭😭
super duper inti kerak bumi ga sih tuh pengiritan nya......🔥
Savana Liora: wkwkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
Wanita Aries
mode minyak
Wanita Aries
perhitungannya ngalahin emak bpknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!