NovelToon NovelToon
Nigista Dan Dunianya

Nigista Dan Dunianya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dosen / Lari Saat Hamil / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kak Nya

Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.

Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.

Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"

Yok ikuti kisah Nigista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nigista Dan Dunianya

Dilorong yang gelap dan sepi seorang gadis berjalan dengan kecepatan penuh, ia merasa sangat takut saat suara langkah kaki dibelakangnya semakin dekat.

Ia berlari sekuat tenaga dan berteriak meminta tolong namun tak ada yang mendengarnya karena keadaannya saat ini larut malam.

"Lari Gista! Lari!" Gista berlari kencang mengikuti intruksi bisikan dari telingannya

Gista terus berlari kencang, jantungnya berdetak kencang, napasnya tersengal-sengal. Ia tidak berani menoleh ke belakang, takut melihat siapa yang mengejarnya. Tapi, suara langkah kaki itu semakin dekat, semakin keras, membuat Gista merasa seperti dikejar oleh maut sendiri.

Bruk!

"Aw, s-sakit." Gista terjatuh karena sudah kehabisan tenaga

Terdengar suara tawa dibelakangnya, dengan sekuat tenaga gadis itu hendak berdiri lagi namun kakinya sulit untuk di gerakan.

"Lo m-mau apa? J-jangan mendekat." suara Gista terbata-bata

Gista mencubit lenganya dan menjambak rambutnya, seolah dengan itu ia dapat menghilangkan mimpi itu dipikirannya.

"Lo s-siapa? Jangan ganggu gue."

"Kamu gak perlu tau siapa saya!" ucap sosok misterius tersebut

"I-iya tapi a-apa mau mu, kenapa s-selalu menggangguku?"

"Kalungmu, serahkan kalung itu!"

Gista menunduk, menatap kalung yang melingkar di lehernya itu, cahaya? Yah kalung itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya dan..

"AGHHH!"

Gista duduk, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Ia memijat-mijat kepalanya, mencoba menghilangkan sisa-sisa mimpi buruk itu. "Hanya mimpi?" katanya pada dirinya sendiri, mencoba meyakinkan. Tapi, rasa takut itu masih membekap jantungnya, membuat Gista merasa tidak tenang.

"Tapi kenapa seperti nyata ya?"

Gista menoleh kesebelah kiri terdapat ketiga temannya yang masih tertidur pulas, bahkan mereka tak mendengar teriakan dari Gista barusan. Gista kembali memejamkan matanya untuk tidur kembali namun nihil matanya tak bisa diajak kerja sama.

"Kalo aku tidur lagi, lanjut mimpi buruk tadi lagi gak ya?" Gista meraup wajahnya secara kasar, sunggu ia benar-benar takut akan mendapatkan mimpi buruk itu lagi.

"Di luar pasti banyak bintang-bintang.." gungam Gista, ia kembali menatap ketiga temannya yang masih tertidur sebelum keluar dari tenda.

Gista melangkahkan kakinya keluar tendanya, matanya berbinar saat melihat ribuan bintang menghiasi langit malam dan rembulan yang bersinar terang. "Indah!"

Gista memicingkan matanya saat melihat seseorang yang ia kenali di bawa pohon. "Raden?"

Gista melangkahkan kakinya menghampiri seseorang yang ia yakini adalah Raden, temannya.

"Boleh gabung gak?"

Pemuda itu noleh kebelakang saat mendengar suara Gista, Dia terlihat sedikit terkejut saat melihat adanya Gista

"Boleh gak?"

"Eh, iya boleh sini." Raden menggeser duduknya, menepuk di sampingnya.

"Ngapain malam-malam masih di luar? Gak takut sendirian?"

"Gak bisa tidur, lo sendiri kenapa kesini? Gak bisa tidur juga ya?"

Mala menggelengkan kepalanya. "Enggak, tadi udah tidur tapi kebangun karena..." Gista menggantung ucapannya membuat kening Raden mengerut

"Karena??"

"Mimpi buruk.." ucap Gista membuat Raden ber'oh ria

Hening, tak ada obrolan lagi di antara keduanya. Keduanya menatap langit malam yang terlihat sangat indah, ribuan bintang-bintang bertabur di langit serta rembulan malam bersinar terang.

"Langitnya indah ya?"

"Iya."

"Lebih indah dari pada pas kita lihat diladang rumput waktu itu ya?"

"Iya!"

Gista menoleh, menatap Raden yang sejak tadi memberikan jawaban "Iya" tanpa ada jawaban yang lainnya.

"Raden"

"Kenapa, hm?"

"Lo ngapain sih liatin gue? Bintang-bintangnya ada di langit."

"Iya gue tau,"

"Terus ngapain lo liatin gue kek gitu? Liat bintangnya lah."

"Buat apa liat bintang kalo ada yang lebih indah."

"Hah?"

"Kan disamping gue udah ada manusia yang lebih indah dari beribu-ribu bintang yang ada di langit."

Blush!

Wajah Gista memerah, gadis itu memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.

"Apasih gak jelas."

Raden terkekeh. "Mau yang lebih jelas?"

"Hah?" lagi-lagi Gista tak paham dengan yang di katakan oleh Raden, keningnya mengerut saat melihat Raden pergi dari sana meninggalkannya namun tak lama dari itu dia kembali datang.

"R-raden lo mau ngapain?"

Raden, laki-laki itu berjongkok di depan Gista dengan menyodorkan bunga mawar merah, hal itu tentunya membuat Gista terkejut.

"Raden ..."

"Gista, gue mau jujur sama lo." Raden menggenggam tangan Gista membuat Gista terkejut. "Sebenarnya gue suka sama lo.."

Deg

Sunggu Gista benar-benar terkejut mendengar pernyataan Raden, pemuda itu suka padanya?

"Saat pertama kali lo bantuin gue malam itu, dulu gue gak percaya dengan namanya cinta pada pandangan pertama tapi setelah gue liat lo untuk pertama kalinya ada getaran berbeda di hati gue, detak jantung gue pun selalu berdetak tak teratur kalo deket sama lo."

Raden menarik napas dalam-dalam. "Gue tau mungkin ini terlalu cepat bagi lo, tapi gue bener-bener suka sama lo sta, gue cinta sama lo. Gue gak suka ada yang deket sama lo, apa lagi gala gue benci sama dia selalu caper sama lo." lanjutnya

Gista terdiam mematung mendengar penuturan dari Raden, laki-laki itu sedari tadi tak henti-hentinya mengungkapkan isi hatinya.

"Gista, lo mau gak jadi pacar gue? Kalo lo mau, lo ambil bunga ini tapi..." Raden kembali menarik napas dalam-dalam. "Kalo lo tolak gue, lo juga ambil aja bunga ini soalnya kalo dibuang takutnya ada cewek lain yang ngambilnya. Gue gak suka, gue maunya bunga pertama gue buat orang yang gue cinta dan buat cinta pertama gue."

Gista terkekeh. "Ini namanya pemaksaan."

"Bukan maksa tap--"

"Raden!" suara berat seseorang membuat kedua remaja berbeda gender itu menoleh secara bersamaan dengan gerakan slow motion

"P-pak Samsul?"

"Bagus ya berdua-duaan disini, ini udah malam waktunya tidur bukan pacaran."

"Siapa yang pacaran pak? Kita gak pacaran." ucap Raden

"Masih ngelak, jelas-jelas bapak liat kamu kasih bunga sama dia.... Eh, kamu siapa? Kok saya baru liat kamu." pak samsul menatap lekat Gista, wajah Gista sangat asing di matanya.

"Makannya pak jangan kelamaan liburnya jadi ketinggalan berita 'kan, dia Gista murid baru di sma Galaksi." jelas Raden

"Lama dari mananya? Cuma satu bulan itu pun bapak masih kurang lama menghabiskan waktu bersama istri tercinta."

"Huwekk istri tercinta gak tu."

"Sirik aja kamu den, Raden!" ucap pak samsul, guru olahraga di sma Galaksi. Raden sangat dekat dengan pak samsul, orangnya sangat ramah. "Gimana diterima gak den?" bisiknya

Mata Raden melebar mendengarnya. "Bapak liat?" tanya Raden yang mendapatkan anggukan dari sang empuh

Gista sedari tadi hanya menyimak saja karena kedua laki-laki yang berbeda usia itu berbicara dengan bisik-bisikan.

"Raden gue balik ke tenda lagi ya?" Gista memberanikan diri angkat suara. "Bapak, saya izin ke tenda ya."

"Gista tunggu!" Raden menahan tangan Gista membuat langkah kaki gadis itu terhenti

"Kenapa?"

"Ini bunga nya bawa aja, gue tunggu jawabannya." ucap Raden

"Tap—"

"Gak ada penolakan, ambil bunganya."

1
Melisa
Pendek bet sih nanggung tau ga😭
Maaf gue ga bisa ngasih bintang ga ada koin 😭😭
Melisa
Double dong ih gue penasaran ma Gista yg kecelakaan itu, kasih ank nya nangisss
Asep Dahiman
bagus banget
Dania Kymberli: Di tunggu ya kelanjutannya
total 1 replies
Asep Dahiman
lanjut kak cerita nya bagus banget👍
Melisa
I LOVE YOU TU RADEN🤭🤭
Dania Kymberli: Hei jangan menggatal ke cowok orang🤣
total 1 replies
Melisa
Rebutan 🤣
Melisa: Kyk gw dulu pas masih SD kls 1 ntah 2 ya itu 🤭 disukai duo cwok inisial
Z&R, tpi skrng mereka dh ga ngejar gw LG 😭
total 2 replies
reva1616
lanjut kaa
falea sezi
males klo emak nya g di tangkep
falea sezi
adara. goblok. laporin emak lo yg penjahat itu Gista jg diem. aja oon
falea sezi
mending Gista pergi g sekolah cari krja aja
falea sezi
kayak nya Gista bukan anak nya mungkin anak angkat atau anak selingkuh an suami nya kali aja makanya emak Gista benci bgt
Dania Kymberli: Bisa jadi/Shhh/
total 1 replies
Melisa
Lanjuttt secepatnya 😭💪💪💪
Melisa
kapan nih di upload?
Melisa
Lanjut secepatnya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
Naomi Simanjuntak
kakk malam ni povnnyyaa bisa lanjut ga 😢
Naomi Simanjuntak
next kak bisa bikin cerita yang panjang gak soalnya seru banget sama penasaran jalan cerita selanjutnya gmna lagi🥹🙏
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!