Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelidikan 2
Verios terdiam karena ternyata Itu Pelayannya yang sedang membersihkan rak bukunya
Verios pun menghela nafas Lega "tidak ada, ayo lanjut"
Verios dan Wanita itu pun Pergi ke Beberapa rak buku yang mengharuskan Riana Jalan diam diam
"Jadi, gimana dengan Lora?" Tanya verios ke wanita itu yang tidak lain adalah Ibu lisa
"Oh, tenang saja. Aku sudah memindahkan nya Ke basement mu" Jawab Ibu lisa sambil tersenyum
Verios ikut tersenyum jahat, Ia merangkul pinggang ibu lisa "Bagus, sayang"
"puji aku seperti biasa, sayang~" Ucap ibu lisa dengan nakal
Cup~
Riana mengepalkan tangannya dengan erat, Lalu menyeringai "di basement, huh? Wanita j*l*ng, ada saja gebrekannya, Tapi untung saja mereka Bodoh" Gumamnya
Riana langsung membuka Baju pelayannya lalu Beranjak pergi diam diam keluar dari Perpustakaan
Setelah keluar Perpustakaan dengan diam diam, Irina Sedang menunggu Riana dengan tangan yang merah
Riana pun menghela bafas lega dan setelah lihat keadaan irina, ia terkejut dan langsung berjalan ke irina "irina? Kau kenapa?" Tanya riana dengan sedikit khawatir
Irina terdiam melihat riana yang sudah datang, lalu kembali menjawab dengan panik "saya.. Gagal menghalangi Tuan duke.." Gumamnya
Riana terdiam lalu tersenyum kecil "Tidak apa apa, Aku paham. Sekarang Lebih baik Kau Istirahat dulu, irina" Ucapnya
Irina pun tersentak, agak khawatir dengan riana "T-tapi nona, Jika ada apa apa gimana?"
Riana menggelengkan kepalanya lalu memegang pundak Irina "Istirahat lah di kamarku, Lalu ambil Salep di Laci dekat Kasur"
Irina terdiam, Terharu akan Kebaikan riana lalu akhirnya mengangguk "Terima kasih, nona. Semoga berjaya..." Irina pun langsung pergi
Riana tersenyum, tampak puas melakukan kebaikan Untuk orang lain.
Akhirnya setelah Irina Pergi, riana pergi ke Kamar Verios untuk mencari Basement
Setelah sampai di depan pintu Verios, Ia terdiam. Berpikir sejenak "Oh iya ya.. Aku saja tidak tahu Basement nya, dimana ya?" Gumamnya lalu akhirnya Menghela nafas sambil menggenggam Gagang pintu "Sudahlah, Kita masuk dulu. Siapa tahu ada kuncinya, kan?" Riana langsung masuk ke dalam kamar verios
Setelah masuk lalu menutup pintu, ia melihat kamar verios yang terang karena Cahaya dari luar. Riana berjalan lalu melihat Foto seseorang
Ibunya!
Riana terkejut melihat Foto Ayahnya bersama Ibunya, Riana masih terpaku dengan Foto keluarga nya namun kembali fokus mencari Kunci atau tidak basement
Ia akhirnya membongkar barang barang Verios disitu, Mencari kuncinya lalu ketika ia mendapatkan sebuah dokumen yang bernama Ce lora. Ia langsung membukanya lalu membacanya dan.... Ia menemukan informasi peta dimana ibunya Di kurung di basement di dekat taman yang sering ia kunjungi
Riana langsung mengambil petanya lalu menyimpan dokumen itu kembali, dan ia melanjutkan mencari kunci
Setelah setengah jam berlalu, Riana menghela nafas Lelah "Apa apaan... Apa aku harus mencari lagi seperti di perpustakaan? Jatuh tiba tiba dan mendapatkan jawaban, tapi ini tidakkk!!" Kesal riana
Akhirnya ia berdiri lalu membuka lemari terakhir milik verios, namun tiba tiba ada suara yang mendekat ke Ruangan ini--dengan cepat riana Masuk ke dalam lemari itu
Verios dan Ibu lisa pun masuk ke dalam Kamar ini, Lalu kembali bercumbu di Kasur
Riana pun mengintip sedikit di cela cela lemari lalu terkejut mereka sedang bercumbu, Riana Menutup matanya "Sial.. Aku ternodai lagi.. Kenapa mereka harus melakukannya di sini? Ku pikir mereka sudah Bersenang-senang di Perpustakaan.."
"kenapa aku harus terjebak di Situasi ini lagii!" Geramnya dengan kesal sambil menutup kedua telinganya
Ketika ia Melihat sekeliling di Dalam lemari itu, Ia terkejut ternyata kunci Merah. Yang biasanya Untuk basement ada di sebelahnya
mata riana Membesar sedikit, tidak menyangka Kuncinya ada di sebelahnya "Akhirnyaa!!" Riana langsung mengambilnya "Tidak apa apa deh, Yang penting sudah mendapatkan intinya~"
Setelah riana menunggu mereka tertidur, Ia memakai sebuah jubah hitam untuk Menutupi nya. ia membuka Lemarinya sedikit lalu perlahan Keluar, Diam diam Ke pintu Keluar tapi malah terkunci "Sialan..."
Riana langsung Cepat cepat mencari cara, dan melihat Jendela yang terbuka. Dengan cepat ia Berjalan ke arah Jendela itu dan ketika sampai, ia melihat ke bawah jendela itu untuk mengukur ketinggian
"ow.. Tidak terlalu tinggi, tapi Sepertinya aku bisa melompat ke semak semak itu" Gumamnya, Bersiap siap untuk melompat. Akhirnya riana melompat dan ketika ia terjun, ia terkejut melihat seseorang yang Jalan di sekitar Semak semak yang akan Menjadi mendarat riana
riana pun berteriak "Heyy!! Awass!!!"
pria itu langsung melihat ke atas dan ketika riana jatuh, Riana Menutup matanya.
Bukk!
Riana tetap menutup mata nya, tapi tampaknya ia tidak merasakan apa apa dan hanya terasa ia Di gendong
"Apa kau mati?" tanya riana sambil menutup matanya
"Tidak, kenapa kau berpikir aku akan mati di injak oleh wanita?" Tanya pria itu dengan kebingungan.
Suara Pria itu sedikit Familiar bagi riana, Akhirnya ia membuka matanya perlahan lalu terkejut ternyata Yang mendapatkan nya itu zane
"Zanee?"
"hm?"
"Kok.. Kok kau bisa Di Kediaman ku?" Tanya riana dengan kebingungan
"Aku hanya Jalan jalan" jawab Zane dengan singkat
"Jangan bohong! Masa Kau hanya jalan jalan tapi bisa sampai Di kediaman Orang?!" Tanya riana dengan tidak percaya
"Aku menemani Kakakku" Ucap Zane
"Kakakmu?"
Tiba tiba ada suara "Siapa itu??" Tanya Ibu lisa yang ternyata menyadari ada yang lompat
"Lalu kenapa kau-" Tiba tiba Riana keluar dari gendongan Zane. Langsung bersembunyi dibalik Semak semak bersama zane
Ibu lisa mengamati, lalu akhirnya kembali "Tidak ada, Perasaan ku saja ternyata"
Riana pun melihat ke atas, dan menghela nafas lega "Untung kau bisa di ajak kerja sama"
Riana pun kebingungan kenapa zane hanya diam "Hey? Kenapa sekarang kau seperti patung?"
"kenapa kau melakukan nya dengan sengaja?..." Geram pelan zane
Riana terdiam berpikir "Huh? Apa maksudmu?"
Riana pun akhirnya sadar, ternyata Ia duduk di atas zane yang berbaring namun riana tetap tenang "Bukannya Kita pernah melakukan posisi ini?"
"Tapi.. Ini beda..." Geram zane
Riana pun terdiam lagi lalu akhirnya tersenyum nakal, Ia mengusap dagu Zane "Hm? Beda ya? Mau ku melakukan lebih?"
Zane tersentak dengan Sentuhan Riana dan perkataannya "A-apa maksudmu?" Tanyanya dengan sedikit terkejut, wajahnya semakin memerah.
Riana pun langsung berdiri lalu tertawa "Kau terlalu gampang di goda"
Zane terdiam, lalu ikut berdiri. Kembali memasang Wajah dingin "gampang? Aku hanya Terasa Ketika Kau menggoda ku"
Zane pun kebingungan kenapa riana hanya terdiam sambil memegang Kertas seperti peta
"Peta? peta apa ini? Oh ya.. Dan kenapa kau memakai jubah hitam aneh ini?" Tanya zane dengan penuh kritikann
Riana langsung Menutup mulut zane dengan Tangan satunya "Diamlah, Aku sedang membaca Map aneh ini"
Zane akhirnya melepaskan Tangannya riana dari mulutnya dengan sedikit lembut "Aku bisa diam"
Riana akhirnya fokus pada map itu, lalu ia sedikit tersentak memikirkan Sebuah Ide
"Oh, apa kau bisa menemani ku?" Tanya riana sambil semangat
"hm? Temani? Buat apa?"
"Penyelidikan kecil" Ucapnya
"Permainan anak kecil" Gumam Zane
Riana terdiam lalu akhirnya mulai sedikit kesal "Ini bukan penyelidikan biasa, Aku ingin bertemu ibuku"
Zane pun sedikit mengangkat alisnya "Ibumu? Kau tidak pernah?"
Riana menggelengkan kepala "Tidak, Jadi ayoo.. kumohonn"
Zane pun menghela nafas "Sudah dua kali Aku membantu mu"
"i dont care, Jadi ayoo" Ucap riana sambil menarik narik tangan zane
"Ugh! Ya ya!" Ucapnya dengan kesal