Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Debat
Lalu timbul kejahilan di dalam pikiran Alana. Dia ingin tampil menarik di depan Archie dan melihat bagaimana reaksinya Archie. Lalu gadis cantik itu berkata ke kedua pramuniaga di depannya, "Maaf, emm, apakah mbak-mbak ini mau menolong saya?"
"Tentu saja mau, Non"Jawab Sri dan Yuli secara bersamaan.
Alana tersenyum lebar. "Baik, terima kasih, emm, saya mau minta tolong pilihkan saya setelan baju yang bisa membuat saya kelihatan menarik, menggoda, dan ehem, seksi, hehehehe" Alana menggaruk pelipisnya sambil nyengir kuda.
"Siap" Jawab Sri dan Yuli secara bersamaan lalu keduanya bergegas memilihkan atasan dan bawahan untuk Alana pakai.
Sri memilihkan atasan tanpa lengan berwarna hijau muda polos dan Yuli memilihkan celana jins coklat tua. Lalu keduanya membantu Alana memakai setelan baju pilihan mereka itu.
"Cocok dengan cantik" Pekik Sri dan Yuli secara bersamaan.
"Terima kasih" Alana tersenyum ke Yuli dan Sri dari cermin.
Saat Alana sedang menilai penampilannya di depan cermin besar, muncul seorang pria tampan yang berkata dengan lemah gemulai, "Aku akan menata rambut kamu dan mendandani kamu karena kamu adalah gadis kesayangannya Archie"
Alana sontak memutar badan lalu Sri dan Yuli sontak mundur ke belakang sambil berkata, "Silakan Bos"
Alana menoleh ke samping bergantian ke Sri dan Yuli dengan wajah heran, "Bos kalian?"
"Iya, Non" Sri dan Yuli mengangguk dengan senyum lebar.
Yuma menepuk pelan pundak kanannya Alana dan saat Alana memutar kepalanya ke depan, Yuma langsung mengulurkan tangan rampingnya sekaligus memamerkan kuku panjang di jari lentiknya yang dihiasi aneka pernak pernik bertemakan pantai. "Namaku Yuma, aku teman SD-nya Archie dan lama tinggal di Jepang lalu balik lagi ke sini eh tetanggaan sama Archie"
Alana menyambut uluran tangan itu dan sambil menatap kuku-kuku panjang nan indah di jari Yuma, ia berkata, "Kukunya cantik sekali, tema pantai. Aku suka pantai"
Yuma sontak menarik tangannya dari genggaman tangan Alana lalu bertepuk tangan dan sambil mengulas senyum lebar ia berkata, "Aku akan pasangkan kuku-kuku cantik seperti ini di jari kamu kalau kamu mau. Mau tema apa, hmm?"
Alana sontak menggelengkan kepala. "Ah, tidak usah. Aku bukan model. Aku jaksa. Kalau berkuku panjang seperti itu, aku bisa merusak barang bukti dan TKP, hehehehehe"
"Wah menarik" Yuma kembali bertepuk tangan. "Archie berganti selera sekarang. Biasanya ia menggandeng model tapi sekarang Jaksa. Menarik sekali. Jaksa itu tegas dan kamu cantik, hmm menarik"
Alana sontak melambaikan kedua tangannya, "Ah, bukan seperti itu. Aku dan Archie tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya teman masa kecil dan......."
Yuma langsung berkata sambil menggenggam lembut pergelangan tangan Alana dan mengajak Alana berjalan ke cermin rias, "Archie tidak pernah mengajak satu cewek pun ke sini. Kamu yang pertama dan astaga! Kamu cantik sekali. Tanpa make up pun cantik. Tapi, Archie terbiasa melihat kecantikan para model jadi aku akan permak rambut dan wajah kamu agar jauh lebih menarik lagi"
"Tapi......"
"Udah nurut aja" Yuma memaksa Alana duduk di kursi rias dan Alana hanya bisa duduk pasrah.
Beberapa menit kemudian Yuma memekik dengan wajah cerah ceria, "Tadaaaaa!!!!!!"
Alana membuka mata dan sontak membeliak kaget melihat pantulan wajahnya di cermin rias. "I-itu siapa?" Alana menunjuk cermin rias.
"Itu kamu sayang. Cantik, kan. Ayo kita ke Archie. Archie pasti suka" Yuma tersenyum ke cermin rias.
Alana sontak berdiri lalu melangkah keluar dari balik bangku kecil sampai Yuma kaget dan refleks melangkah mundur.
"Aku malu muncul di depan Archie seperti ini" Alana merengut di depan Yuma.
"Ayolah nggak usah malu" Yuma langsung menggenggam pergelangan tangannya Alana lalu menarik Alana keluar dari balik gorden dan sebelum Alana sempat menahan langkahnya, Yuma sudah berteriak, "Yuhuuuu Archieeeee aku membawa kejutan untuk kamu"
Archie menoleh ke asal suara dan langsung membeliak kaget ke Alana yang sedang berdiri canggung tidak jauh di depan Archie.
Archie berdiri dengan perlahan saat Yuma mengulas senyum lebar dan menyenggol bahu Alana.
Alana menoleh kesal ke Yuma dan Yuma langsung berkata ke Alana, "Nggak usah malu! Kamu sangat cantik"
Archie berdiri berhadapan dengan Alana di jarak satu setengah meter dan pria itu menatap Alana dari wajah yang diberi polesan makeup tipis nan anggun sekaligus elegan, lalu rambut Alana yang diurai panjang lalu dikeriting bagian bawahnya......glek! Archie baru ingat bahwa rambut Alana sebenarnya berwarna kecokelatan. Dulu Archie sering mengatai Alana kurang gizi karena kurus dengan rambut kecokelatan. Ternyata rambut itu Alana warisi dari mamanya Alana.
Alana menggerakkan kaki kanannya ke depan kaki kirinya dengan canggung saat Archie menatapnya tak berkedip. Alana lalu meremas kedua ujung baju tanpa lengan yang ia pakai.
Cantik sekali, astaga aku akan membopongnya, ah tidak! Aku ingin menikahinya sekarang juga. Batin Archie.
Archie melangkah lebih dekat untuk berkata, "Na, aku mencin........"
Yuma tiba-tiba memotong ucapannya Archie, "Mau cash apa cashless?"
Archie mengarahkan pandangannya ke Yuma dengan malas lalu ia menyipitkan matanya ke Yuma, "Apa maksud kamu?"
"Total semua baju pilihan kamu plus riasan dan kontak lensa juga bayaran jasa karena aku sudah menemukan lalu menunjukkan warna asli rambut indah seksinya Alana ke kamu adalah satu em"
Alana menoleh kaget ke Yuma."Hah?! Yang benar saja?! Satu milyar? Kamu mau merampok atau apa, hah?!"
"Bukan merampok tapi mempercantik kamu, Neng" Yuma tersenyum lebar dengan santainya.
"Mahal banget, ish! Tahu gitu aku nggak mau dirias sama kamu, nyebelin" Alana menepuk kesal bahu Yuma.
"Mana ada yang gratis di dunia ini, Neng" Yuma terkekeh geli sambil mengusap bahunya. "Tapi kamu cantik, Neng"
"Iya kamu sangat cantik" Gumam Archie lirih.
"Dia cantik, kan, Bro?" Yuma memutar kepalanya ke Archie.
Archie menyahut malas, "Sangat cantik"
"Ish! Ketahuan banget kalau kamu nggak tulus muji aku" Alana menghembuskan napas kasar di depan Archie.
Saat Archie hendak membuka mulutnya, Yuma menyahut, "Archie kalau bilang begitu itu tuh jujur. Archie suka sama kamu"
Alana menyipitkan mata ke Yuma dan Yuma sontak menyemburkan, "Itu bener, Neng. Tanya aja ke Archie"
Saat Alana mengarahkan pandangannya untuk bertanya ke Archie apakah benar pria itu suka padanya, pria tampan itu justru menjadi salah tingkah. Archie berdeham dan buru-buru berkata ke Yuma,
"Cashless. Raymond sudah aku suruh ke sini"
Alana sontak menyahut. "Nggak aku yang akan bayar. Itu banyak banget. Satu em. Aku yang bayar. Aku akan telpon asistennya papaku. Sebentar"
"Na, aku yang bayar karena aku yang pilih dan aku yang ngajak kamu ke sini" Archie menyemburkan protes.
"Aku malas debat sama kamu. Aku yang bayar titik" Dengus Alana sambil meraba celana yang dia pakai lalu dia menepuk jidatnya sendiri, "Ah, iya. Aku lupa bawa ponsel. Pinjam ponsel kamu"
"Nggak" Archie berkata dengan nada tegas.
Sedangkan Yuma hanya diam berdiri dengan kepala menoleh ke Archie dan Alana secara bergantian.
"Aku malas debat sama kamu. Berikan ponsel kamu!" Sembur Alana.
"Aku juga malas debat sama kamu, Na. Kalau kamu nggak mau terima aku yang bayar semuanya maka aku akan mencium kamu lebih dari yang tadi"
Alana membeliak dan menutup mulutnya yang ternganga.
Yuma mulutnya sontak ternganga.
"Sekarang juga" Archie melangkah maju.
Yuma sontak melotot.
Alana sontak melangkah mundur sambil berkata dengan wajah panik, "Aku mau menerima semua pemberian kamu dan mau memakai semua setelan baju pilihan kamu yang menurutku aneh itu tapi ada syaratnya" Alana bersedekap dengan wajah cemberut dan dada naik turun.
Yuma si pria lemah gemulai itu memilih untuk melangkah pergi sambil berkata santai, "Aku akan telpon Raymond dan kalian bisa lanjutkan debat kalian. Aku pusing melihatnya"
"Dasar ulat bulu!" Teriak Alana kesal ke punggung Yuma dan teriakannya Alana membuat Yuma terkekeh geli.
Alana lalu mengarahkan pandangannya ke Archie, "Aku serius minta syarat"
"Oke, apa syaratnya?" Archie menanggapi dengan santai.
"Aku belum pernah nonton film di bioskop dan kamu harus temani aku nonton film"
"Oke, itu aja, kan?"
"Ada lagi dan jangan dipotong!" Alana menjejakkan kaki ke lantai dengan masih bersedekap.
"Oke, baiklah" Archie menunggu dengan sabar.
"Aku belum pernah ke taman hiburan dan naik bianglala, aku pengen kamu temani aku naik bianglala, terus aku belum pernah makan gulali, terus aku belum pernah minum alkohol, aku pengen kamu temani aku minum alkohol"
"Oke, aku akan penuhi semua syarat kamu kecuali minum alkohol"
"Kalau tidak mau penuhi semuanya maka aku tidak mau menerima semua pemberian kamu" Alana menyipitkan mata.
Archie menghela napas panjang lalu berucap dengan wajah serius, "Tetap saja minum alkohol itu......."
"Dan aku akan mencari hotel" Alana merapatkan bibirnya.
"Oke, deal. Kita ke bioskop, naik bianglala, lalu minum alkohol" Sahut Archie dengan cepat karena ia tahu benar betapa keras kepalanya Alana dan dia tidak mau Alana tinggal di hotel karena itu sangat berbahaya bagi Alana.
Alana langsung tersenyum lebar karena ia berhasil memenangkan perdebatan.
Sementara Archie membayangkan hal-hal romantis yang bisa ia lakukan di dalam studio nanti. Lampu remang-remang, film romantis, dan......aahhhhhh! Archie membayangkan Alana bersandar manja di bahunya. Pria tampan itu sontak mengulas senyum lebar dengan fantasi indahnya itu.