NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kekesalan Raras

Jari Raras gemetar saat mencari nama Zayn di daftar kontaknya. Setelah menemukan nomor suaminya, dengan cepat menekan tombol panggil, sambil terus memantau perkelahian di depan mata.

Suara nada dering terdengar pelan di telinganya. Sementara Gita masih berseteru dengan wanita berambut pirang itu, saling jambak, saling pukul dan keduanya berguling di lantai juga tak henti saling mengumpat, mencaci dan saling hina.

Beberapa tamu mulai mengambil ponsel untuk merekam kejadian, sementara sebagian mulai bergerak untuk membantu memisahkan mereka.

Akhirnya telepon terjawab. “Ada apa?" Suara Zayn terdengar sedikit ramai di sisi lain,

"Mas bisa minta tolong gak?” Tanya Raras lebih dulu.

“Ada apa?” Tanyanya lagi.

Mau tidak mau Raras lebih dulu menceritakan keadaan disana, dan meminta Zayn untuk datang menyelesaikan permasalahan sahabatnya.

"Kamu baik-baik saja?" Tanya Zayn lebih fokus pada keadaan istrinya.

“Aku gak apa-apa mas.”

Saat akan kembali berbicara tiba-tiba panggilan terputus, Raras menghela nafas pelan dan kembali melihat keadaan Gita.

Gita yang baru saja berhasil melepaskan diri wajahnya memerah dengan bekas goresan di pipinya. Wanita pirang itu juga berdiri dengan rambut yang berantakan dan rok yang sedikit melorot, tak lupa dengan kata-kata kasarnya.

“Git, lo gapapa kan?” Tanya Raras menghampiri.

“Gue gak papa.” Jawab Gita berusaha tersenyum.

Keamanan cafe dibantu beberapa pengunjung terus memisahkan Gita dengan si rambut pirang, keduanya berencana akan dibawa ke kantor polisi. Selain membuat keributan di tempat umum ada beberapa properti juga yang rusak karena mereka.

Gita menolak untuk dibawa, tapi pihak Cafe memaksa dengan tegas. Bahkan mereka mendatangkan polisi untuk membawanya.

Hingga akhirnya mereka dibawa dan Raras ikut mengekor dibelakang. Saat mobil polisi itu pergi, Rara celingukan hingga dari kejauhan dia melihat mobil suaminya yang mendekat.

Tanpa menunggu Zayan turun lebih dulu, Raras buru-buru masuk kedalam mobil dan mengajak Zayn untuk menyusul Gita.

Begitu sampai di kantor polisi, Zayn buru-buru menemui petugas dan meminta Gita untuk dilepaskan. Selain itu Zayn juga mengeluarkan beberapa lembar uang sebagai jaminan.

Raras menunggu dengan cemas, jari-jarinya saling bertaut. Tak lama kemudian, Zayn kembali bersama seorang petugas polisi yang membawa dokumen untuk ditandatangani.

Zayn juga telah membicarakan masalahnya dengan pihak cafe, mereka setuju untuk tidak melanjutkan tuntutan asalkan kerusakan diganti.

Gita berdiri dan menghampiri mereka, matanya merah menahan emosi. “Terima kasih banyak, mas.”

Zayn hanya mengangguk tipis.

Raras mengelus bahu sahabatnya. “Luka-luka diwajah lo gimana Git?”

“Gue gapapa Ras, thanks ya.” Jawab Gita tersenyum tipis.

Tak lama taksi online yang dipesan datang, Rarss mengantar Gita sampai dimobil, sementara Zayn menunggu istrinya sambil bersandar di kap mobil.

Setelah mobil yang membawa Gita pergi, Raras berbalik badan. Dia melihat Zayn yang hanya diam dengan wajah datarnya, entah apa yang suaminya pikirkan tapi Raras merasa tidak enak telah mengganggu waktu Zayn.

“M-mas…” Raras merasa gugup begitu berhadapan dengan Zayn. “Ma-makasih udah mau bantu, maaf aku sudah mengganggu waktunya.”

Zayn hanya diam memperhatikan Raras yang terus menunduk.

“A-aku gak tau mau hubungi siapa, yang aku ingat hanya kamu mas. Jadi aku minta tolongnya sama kamu, sekali lagi maaf sudah mengganggu waktunya.”

“Ayo pulang!” Zayn berjalan lebih dulu masuk ke dalam mobil, meninggalkan Raras yang cemberut sembari menatap punggungnya.

Dalam mobil suasana sangat hening, keduanya saling diam dan Raras pun merasa canggung untuk memulai pembicaraan. Hingga tanpa terasa keduanya telah sampai di rumah.

Setelah berganti pakaian Zayn masuk kedalam ruang kerjanya. Sementara Raras masih didalam kamar sambil mengingat tindak hanya.

“Apa mas Zayn marah karena aku mengganggu waktunya, ya?”

“Iya juga sih, kita sudah sepakat dari awal untuk tidak ikut campur dan melibatkan satu sama lain dalam masalah masing-masing.” gumam Raras terus merasa gelisah.

“Apa aku minta maaf lagi ya, karena telah membuatnya kesal.”

Raras melirik jam dinding, waktu masih menunjukkan pukul delapan malam.

“Apa aku bawain teh atau kopi ya.”

Raras mengangguk-angguk lalu pergi ke dapur untuk membuatkan kopi. Raras sekalian mencari cemilan yang biasa suaminya makan saat bekerja.

Saat diambang pintu, Raras kembali berhenti. Menghela nafas panjang, berusaha menenangkan debaran jantungnya yang menggila sejak tadi.

“Huufft. Oke, aku masuk sekarang semoga berhasil.” Gumamnya menyemangati diri sendiri.

Setelah mendengar sahutan Zayn dari dalam, Raras membuka pintu dengan pelan lalu berjalan menghampiri Zayn yang sibuk dengan tumpukan berkas.

“Mas…” Ucap Raras pelan. “Makasih ya udah bantuin Gita, makasih juga udah jamin Gita dan beresin semua masalahnya.”

Masih tak ada jawaban dari Zayn, Raras terus berusaha membujuk.

“Aku bawain kopi mas, anggap saja sebagai ucapan terima kasih dari aku.” Lanjut Raras.

Tanpa menatap istrinya, Zayn menjawab dengan datar. “Bawa saja, saya tidak minum kopi malam-malam.” Ucapnya.

Seketika Raras menatapnya kesal, menyimpan nampan itu dengan sedikit kasar, dan kopi hitam itu sedikit tumpah ke atas meja.

Zayn yang terkejut dengan tindakan istrinya, seketika mendongak menatap Raras yang tengah misuh-misuh. Wajahnya memerah dan juga ekspresinya sangat menggemaskan.

“Aku tau kok aku salah, aku juga tau kalau aku telah mengganggu waktu kamu. Maka dari itu aku minta maaf sama kamu mas.”

“Kamu gak perlu cuekin aku, kamu gak perlu diemin aku kaya gini mas. Kamu cukup tegur kesalahan aku dan kasih kesempatan aku meminta maaf.”

“Dan kalau mas lupa, mas yang selalu minta aku telpon kalau terjadi sesuatu. Aku udah lakuin itu, aku juga hanya kepikiran minta tolong sama kamu. Tapi kenapa kamu marah sama aku?”

“Sebenarnya dimana salah aku sama kamu mas? Apa karena waktunya yang gak pas? Kamu merasa terganggu karena aku telepon saat kamu kumpul sama teman-teman kamu?”

“Tapi terlepas dari itu semua, aku benar-benar berterima kasih sama kamu karena sudah bantuin masalah Gita. Dia satu-satunya sahabat aku, dia kena tuduhan yang gak dia lakukan. Untuk kedepannya aku akan selalu ingat, aku gak akan telpon kamu lagi apapun yang terjadi, sekali lagi aku minta maaf udah ganggu kamu.”

Raras berbalik badan setelah mengungkapkan semua kekesalannya pada Zayn, baru kali ini dia merasa sangat kesal dengan sikap dingin dan cuek Zayn.

Rapi saat akan beranjak, Zayn buru-buru meraih tangannya dan memeluknya erat. “Tunggu!”

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!