Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 20 : Are You Ready?
Seperti yang telah dijanjikan untuk 3 orang peserta semi-final; Chef Do, Chef Min Ho, dan Chef Ik Jun diberi kesempatan mengikuti photoshoot, promosi, dan wawancara eksklusif oleh editor majalah bergengsi sesuai jadwal masing-masing.
Ketiganya meraih nilai yang tak jauh berbeda, bahkan setelah mendapatkan bonus penilaian keselarasan konsep, teknik, dan ketenaran di media sosial.
Peringkat pertama semi-final diduduki oleh Chef Do, dengan urutan nilai dua babak : 88, 98. Total 186.
Peringkat ke-dua semi-final diduduki oleh Chef Min Ho, dengan urutan nilai dua babak : 85, 91. Total 176.
Peringkat ke-tiga semi-final diduduki oleh Chef Ik Jun, dengan urutan nilai dua babak : 84, 90. Total 174.
Sisanya, Chef Na Rae dengan urutan nilai dua babak : 89, 84. Total 173.
Chef Jang Dong Baek, dengan urutan nilai dua babak : 82, 87. Total 169.
Lalu, Chef Geum Bi dengan urutan nilai dua babak : 80, 87. Total 167.
Babak semi-final akan diadakan pada awal bulan Februari 2026. Sementara, babak final akan dilanjutkan setelah liburan Hari Raya Tahun Baru, yang disebut Seollal.
Saat ini, keempat orang chef sedang berkunjung ke rumah Chef Geum Bi untuk mendiskusikan rencana mereka.
"Wah, rumah ini luas sekali. Aku merasa berada di era Joseon, karena terbawa suasana," gumam Chef Jang, saat baru tiba bersama yang lain.
"Keluarga Chef Song memang mengikuti adat kuno secara turun-temurun. Bahkan, mereka akan menghadap peramal untuk mencari keberuntungan dan jodoh," kata Chef Na Rae, sambil berjalan mengikuti rombongan itu melewati lorong panjang.
"Aigoo. Tolong jangan menyebarkan gosip aneh tentang keluargaku ya," tegur Chef Geum Bi, seraya membukakan pintu ruangan yang hendak ditempati.
"Seollal tahun ini di tanggal berapa?" tanya Chef Min Ho, seketika terduduk.
"Tanggal 17 Februari, tepatnya pada hari Selasa, sekitar 3 minggu ke depan," jawab Chef Jang.
"Tunggu sebentar, akan kubawakan teh," ujar Chef Geum Bi.
"Ok, Chef. Santai saja, tidak perlu terburu-buru," balas Chef Ik Jun, seketika seniornya meninggalkan ruangan.
"Ya--! Apa kamu tidak mengundang Chef Do?" tegur Chef Jang kepada Chef Ik Jun.
"Hmm, dia tidak menjawab pesanku. Katanya, jangan menelepon atau mendatanginya secara langsung," ralatnya, nyaris memperagakan gaya berbicara Chef Do.
"Biar saja. Kurasa, Chef Do akan merasa aneh jika kemari. Bukannya dia tidak pernah bersikap terbuka dengan kita?" alih Chef Geum Bi, saat kembali dengan membawa nampan di tangannya.
"Biar kubantu!" usul Chef Ik Jun, langsung membukakan pintu geser di ruangan itu.
"Benar juga. Aku sudah tidak sabar menonton kalian yang beruntung memasuki semi-final! Setelah itu, aku juga ingin menikmati liburanku," ulas Chef Jang.
"Biasanya, liburan nasional serentak dimulai beberapa hari sebelum Seollal. Jadi, tanggal 14 Februari hingga 18 Februari untuk tahun ini," renung Chef Geum Bi.
"Ah, senangnya! Akhirnya, aku bisa berkumpul dengan keluargaku," seru Chef Ik Jun, sembari bersantai dengan menggeletakan tubuh.
"Ah, sial. Sepertinya, aku terlalu mengambil risiko dalam ide masakanku!" sesal Chef Na Rae.
"Terima kasih, Na Rae-ya. Berkatmu, aku masuk semi-final," gurau Chef Ik Jun.
"Oppa!" amuk Chef Na Rae.
"Diam, jangan berisik! Aku mau tidur sejenak," alih Chef Min Ho kesal.
Di sisi lain, Lee Seong Woon sedang berunding dengan ayah dan adiknya dalam ruangan pribadi perusahaan mereka.
"Bagaimana menurutmu? Apa kita bisa membatalkan perjanjian pembagian properti dengan wanita itu secepatnya? Kau tahu sendiri, periode Pemilu Legislatif sudah semakin dekat," tutur Bapak Lee kepada putra sulungnya.
"Tenang saja, abeoji. Aku sudah memeriksa riwayat medis dan mengintai apa saja yang dilakukan wanita itu selama ini," respon Seong Woon, lalu menyeruput sajian teh hangat.
"Benarkah dia amnesia?" uji Bapak Lee.
"Walau tidak seratus persen, memang benar dia telah kehilangan sebagian ingatan berharganya karena benturan di kepala dan trauma dalam kecelakaan itu. Dokter ahli yang menanganinya semenjak setahun lalu adalah kenalanku. Meski dia dokter yang baik, tetap saja aku bisa menaklukannya dengan uang dan jabatan," jelas Seong Woon ringan.
"Lalu, apa rencana wanita itu sekarang?" tanya Bapak Lee.
"Soal itu, aku belum menyelidikinya," jawab Seong Woon singkat.
"Apa chef terkenal itu juga perlu diwaspadai?" imbuh Bapak Lee.
"Untuk saat ini, kubiarkan saja keduanya melambung tinggi hingga mengikuti babak kompetisi semi-final," kata Seong Woon.
"Abeoji, dia terang-terangan tidak peduli dengan kondisi ini. Kalau tugas ini diserahkan padaku, pastinya aku memiliki banyak cara untuk menyelesaikannya!" sanggah Seong Jun.
"Biarlah. Dia memang tidak pernah langsung bertindak dan selalu menunggu saat yang tepat untuk menyerang, berbeda denganmu," tekan Bapak Lee, hingga mulut Seong Jun terbungkam.
Bagi Seong Jun yang kurang memahami pola berpikir kakak maupun ayahnya, segala yang telah direncanakan untuknya semenjak awal berubah menjadi kacau. Mulai dari pembatalan pernikahan bisnis dengan Kim Eun Chae, kembalinya sang kakak, hingga kehilangan peran pentingnya dalam sekejap.
Sementara itu, Chef Do sedang mempelajari detail menu yang dipresentasikan oleh para chef lainnya sewaktu penjurian tahap kedua.
"Chef Min Ho menggunakan banyak teknik dalam masakan fine dining-nya, terutama caranya mengaplikasikan rasa yang berlapis dan berurutan. Salah satunya, teknik sous-vide. Tujuan umum penggunaan teknik ini adalah memasak daging secara perlahan dengan bumbu marinasi vakum yang cepat menyerap. Namun, Chef Min Ho mampu mempersingkat proses ini dalam waktu 30 menit," ulas Chef Do.
"Kalau tidak salah, teknik ini memerlukan setidaknya 1 hingga 3 jam, ya kan, Chef?" simak Eun Chae.
"Benar, bahkan bisa lebih lama dari itu. Semua tergantung pada ketebalan daging dan prosedur memasaknya," jelas Chef Do, lalu dicatat dengan rapi oleh Eun Chae.
"Lalu, bagaimana dengan masakan Chef Ik Jun?" tanya Eun Chae penasaran.
"Chef Ik Jun memang profesional dalam masakan Barat. Dia membuat adonan pasta segar, lalu memasaknya al-dente, yaitu sedikit kurang dari matang sempurna," jawab Chef Do.
"Wah, sepertinya teknik itu cocok untuk pasta Aglio Olio. Tapi, pasta buatan Chef Ik Jun bentuknya mirip pangsit," kata Eun Chae.
"Di Korea kita mengenal mandu, di Jepang disebut gyoza. Sedangkan, sebagai tipe pasta orang-orang menyebutnya Tortellini. Selain itu, di Tiongkok jenisnya lebih banyak lagi," ujar Chef Do.
Mendengar beragam istilah yang diajarkan oleh Chef Do, wanita itu semakin ingin tahu.
"Dan yang terpenting, hidangan kreasi kita," ucap Eun Chae bangga, diikuti oleh anggukan dan tawa kecil Chef Do.
"Benar. Kali ini, kita berhasil membuat perpaduan rasa yang belum diketahui secara umum. Siapa sangka, daepa yang kita gunakan sebagai bahan dasar ternyata membukakan jalan menuju semi-final?" ringkasnya.
- Bersambung -