NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Manis dan Pengkhianatan Melati

Melati merasa dunianya seolah runtuh setiap kali ia melihat sorot mata kagum rekan-rekan kerjanya terhadap Aulia. Rasa takut akan pemecatan dan rasa iri yang membakar membuatnya berada di titik nadir. Alih-alih berusaha memperbaiki kinerjanya yang buruk, Melati justru memilih untuk berpegang pada dahan yang rapuh: hasutan Kenny.

Kenny, yang kini bertindak sebagai tangan kanan rahasia Meli, menggunakan manipulasi emosional tingkat tinggi. Di meja makan yang remang, ia menggenggam tangan Melati dengan erat, memberikan tatapan yang seolah-olah penuh pengabdian.

"Pikirkan masa depan kita, sayang," bisik Kenny lembut. "Jika kita memberikan data produk Aulia kepada Keluarga Laksmana, kita tidak perlu lagi bekerja keras di bawah telunjuknya. Meli sudah menjanjikan gaji lima kali lipat dan rumah impian untuk kita. Ini bukan mencuri, ini adalah mengambil hakmu yang selama ini diklaim oleh Aulia."

Janji akan kekayaan instan dan kehidupan mewah akhirnya melumpuhkan sisa-sisa integritas Melati. Dengan tangan bergetar, ia mengangguk. Ia tidak menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan dirinya menjadi tumbal dalam perang besar antara Meli dan Aulia.

Pagi harinya di kantor UME, ketegangan semakin memuncak. Saat Aulia hendak menuju ruang kerjanya, ia memergoki Jane baru saja keluar dari area kantor pribadi Mavin dengan wajah yang tampak puas namun mencurigakan.

Aulia menghentikan langkahnya, menatap Jane dengan tajam. "Apa yang kamu lakukan di sana? Itu bukan area kerjamu."

Bukannya merasa bersalah atau takut, Jane justru melangkah maju dengan angkuh. Ia menyerang Aulia dengan kata-kata kasar yang penuh kebencian. "Jangan sok mengaturku, Scarlett! Kamu pikir karena kamu dekat dengan Mavin, kamu bisa mengendalikan semua orang di sini? Kamu hanyalah wanita yang mengandalkan belas kasihan pria untuk naik jabatan."

Jane masih terjebak dalam delusinya sendiri. Ia merasa lebih unggul karena merasa paling tahu "identitas asli" Aulia sebagai wanita buangan Keluarga Permana. Ia tidak menyadari bahwa kecerdasan teknis Aulia-lah yang sebenarnya sedang menjadi incaran seluruh industri robotika saat ini.

Aulia kini berada di tengah kepungan musuh dalam selimut di kantornya sendiri. Dua ancaman besar sedang bergerak secara sinkron:

Melati, yang telah memegang kunci akses untuk mencuri data teknologi inti (algoritma pembagi zona) demi memenuhi janji Meli melalui Kenny.

Jane, yang bertindak sebagai agen pengacau untuk merusak reputasi Aulia di depan rekan kerja dan terus mengintai setiap langkah Mavin.

Aulia merasakan ada yang tidak beres dengan atmosfer di laboratorium pagi itu. Gerak-gerik Melati yang terus menghindarinya dan sikap Jane yang semakin agresif membuatnya waspada. Namun, beban kerja untuk penyempurnaan akhir presentasi peluncuran produk yang tinggal beberapa hari lagi sangat menyita waktunya.

Aulia belum menyadari bahwa "bom waktu" itu sudah mulai berdetak. Jika Melati berhasil menyalin data tersebut hari ini dan menyerahkannya kepada Kenny, maka Meli akan memiliki senjata untuk menjatuhkan Aulia tepat di saat ia berada di puncak panggung presentasi nanti.

Aulia duduk di meja kerjanya, menatap layar monitor dengan dahi berkerut. Firasatnya mengatakan ada lubang dalam sistem keamanannya, namun ia tidak tahu bahwa pengkhianat itu adalah orang yang baru saja ia buatkan kopi kemarin. Akankah Aulia sempat menyadari pengkhianatan Melati sebelum data berharga itu pindah tangan?

Terima Kasih support dan Dukungan! 💖

1
Sweet Girl
Klo kalian saling mendukung, Khan keren ya...
Sweet Girl
Telat...
Sweet Girl
Menyayat hati.
Sweet Girl
Hhaaaa Gantle kali kau Mavin...👍
Sweet Girl
Sak bahagiane persepsi mu terhadap Aulia, Van...
Sweet Girl
Semoga kamu bisa menyelesaikan semua proyek mu dan bisa operasi, Aulia.
Sweet Girl
Bwahahaha kapok Lu.... ngerasa Ndak kamu...
Sweet Girl
Mantap...👍
Sweet Girl
Sengkuni mulai beraksi.
Sweet Girl
Harus menyadari lho Tor...
Sweet Girl
Enak aja Hak Melati di klaim Aulia.
emang apa prestasinya Melati, Ken...
Sweet Girl
Bwahahaha tau Ndak pintunya... klo Ndak tau tak anter... tak gandeng sampai pintu.
Sweet Girl
Tor... bikin mereka yg akan menghancurkan Aulia, gagal semua ya...
kasihan tau Aulia... udah capek capek mikir, mau di sabotase.
Sweet Girl
Jangan percaya sama mereka Aulia, kamu harus tetep pantau tuuu pergerakan Jin iprit sama Henry.
Sweet Girl
Oooaaalah baru mudeng ini si Jin iprit Khan adik tiri nya Aulia ya...
weeeesss angel... angel...
Sweet Girl
Semoga kopinya ada Sianidanya🤣
Sweet Girl
Yo mbok wes toh Tor... penderitaannya Aulia...
Sampek kurang turu lhooo sangking mau menunjukkan keberhasilan dr tantangan Henry.
Sweet Girl
semangat aja dalam memperbaiki SDM, Aulia.
Ndak usah mikirin hal hal yg bikin kita jatuh.
Sweet Girl
Buruk Hatinya.
Sweet Girl
Bagaimana ceritanya Tor... kok Violetta sampai Ndak tau klo Pamela habis minum obat perangsang.
padahal tadi yang jemput Pamela di rumah Rizki Khan Violetta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!