NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah pencurian teknik terlarang

Shang Zhi terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Di depannya, hamparan pasir yang luas menanti, dan di belakangnya, sebuah janji yang akan ia tepati dengan darah dan kekuatan.

Angin dingin berhembus membawa debu kering melewati gerbang Paviliun Kayu Layu, meninggalkan kesunyian yang mencekam sejak keberangkatan Shang Zhi ke Gurun Kematian. Bagi sebagian orang, keberangkatan itu adalah sebuah keberanian; namun bagi Lu Feng, itu adalah undangan untuk menuntaskan dendam yang membara.

Di sebuah ruangan tertutup yang dipenuhi aroma dupa mahal, Lu Feng berdiri menatap cermin. Bekas luka fisiknya mungkin telah memudar berkat obat-obatan tingkat tinggi, namun bekas luka di harga dirinya masih menganga lebar. Di sampingnya, Lu Tian, ayahnya yang memiliki pengaruh besar, menyesap teh dengan tatapan sedingin es.

"Kehancuran seseorang tidak selalu harus melalui ujung pedang, Feng'er," ucap Lu Tian pelan, namun penuh penekanan. "Jika kau membunuhnya di arena, kau hanya membunuh tubuhnya. Tapi jika kau menghancurkan namanya, kau membunuh jiwanya dan seluruh masa depannya."

Lu Feng menyeringai tipis. Bekerja sama dengan faksi keluarga Yun, mereka telah menyusun jaring laba-laba yang rapi. Rencana mereka sederhana namun mematikan: memastikan bahwa jika pun Shang Zhi berhasil merangkak keluar dari maut di Gurun Kematian, ia hanya akan disambut oleh tiang gantungan atau kehinaan yang lebih buruk dari kematian itu sendiri.

Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala saat keheningan di asrama murid luar dipecahkan oleh suara yang paling ditakuti: Lonceng Perunggu Departemen Penegak Disiplin. Dentangan nya berat, lambat, dan membawa pesan kesialan bagi siapa pun yang menjadi sasarannya.

Yuan Han, yang sedang berlatih pernapasan di depan gubuk nomor 13, tersentak. Jantungnya berdegup kencang saat melihat sekelompok penjaga sekte berseragam hitam-abu melangkah maju dengan formasi tempur. Di depan mereka berdiri Guan He, seorang kapten disiplin yang dikenal sebagai anjing peliharaan faksi Lu.

"Geledah setiap sudut! Jangan biarkan satu debu pun terlewat!" perintah Guan He dengan suara yang menggelegar.

Tanpa peringatan, para penjaga itu mendobrak pintu kayu gubuk nomor 13 hingga engselnya terlepas. Yuan Han mencoba berdiri di ambang pintu, wajahnya pucat namun matanya menyiratkan perlawanan.

"Apa yang kalian lakukan?! Ini area pribadi murid! Kalian tidak punya hak masuk tanpa perintah resmi dari Tetua!" teriak Yuan Han, suaranya bergetar antara amarah dan ketakutan.

Guan He melangkah maju, membiarkan aura kultivasinya menekan udara di sekitar mereka. Dengan satu gerakan tangan yang kasar, ia mendorong dada Yuan Han. Tubuh tambun itu terlempar ke belakang, menghantam meja kayu tua hingga hancur.

"Diam, babi gemuk!" desis Guan He. "Kami menjalankan perintah atas laporan pengkhianatan berat. Shang Zhi dicurigai menyimpan barang terlarang yang bisa membahayakan fondasi sekte ini. Menghalangi kami berarti kau adalah komplotannya!"

Di dalam gubuk yang sempit itu, kekacauan terjadi. Selimut robek, pakaian-pakaian lusuh dilemparkan ke tanah dan diinjak-injak dengan sepatu bot berlumpur. Yuan Han berusaha bangkit, matanya memanas melihat barang-barang sahabatnya diperlakukan seperti sampah.

"Shang Zhi tidak ada di sini! Dia sedang menjalankan misi berbahaya demi sekte! Bagaimana bisa kalian menuduhnya di saat dia sedang bertaruh nyawa?" teriak Yuan Han lagi.

Para penjaga tidak peduli. Salah satu dari mereka, yang sejak awal tampak bergerak ke sudut tertentu di bawah tempat tidur Shang Zhi, tiba-tiba berhenti. Ia mengetuk lantai kayu yang tampak longgar, lalu dengan kasar mencongkelnya menggunakan belati.

"Kapten! Saya menemukan sesuatu!"

Suasana seketika membeku. Guan He melangkah mendekat dengan senyum kemenangan yang sulit disembunyikan. Dari lubang di bawah papan lantai tersebut, ia menarik sebuah gulungan tua yang dibungkus kain sutra hitam yang telah melapuk. Begitu kain itu terbuka, aura merah darah yang dingin dan bau anyir yang samar memenuhi ruangan.

Mata Yuan Han membelalak. Ia merasakan bulu kuduknya berdiri hanya dengan melihat gulungan itu.

"Ini dia..." Guan He mengangkat gulungan itu tinggi-tinggi agar para murid lain yang mulai berkerumun di luar bisa melihatnya. "Kitab Darah Penghisap Jiwa! Teknik terlarang tingkat hitam yang dicuri dari Ruang Rahasia Tetua Agung bulan lalu!"

Gumaman kaget meledak di antara para murid luar. Teknik Penghisap Jiwa adalah tabu terbesar di sekte ini sebuah ilmu hitam yang mengorbankan nyawa orang lain untuk meningkatkan kultivasi secara instan. Siapa pun yang memilikinya dianggap sebagai iblis.

"Itu mustahil!" Yuan Han berteriak histeris, air mata kemarahan mulai mengalir di pipinya. "Shang Zhi tidak pernah menyimpan barang seperti itu! Aku tinggal bersamanya setiap hari, aku tahu setiap jengkal ruangan ini! Kalian... kalian yang menaruhnya di sana saat penggeledahan tadi!"

Guan He berbalik, matanya berkilat penuh kebencian. Ia berjalan mendekati Yuan Han dan menjambak kerah bajunya, memaksa pemuda gemuk itu menatap langsung ke arah gulungan terkutuk itu.

"Bukti sudah ada di tangan, dan kau masih berani menggonggong!? Fakta bahwa kau tinggal bersamanya hanya membuktikan bahwa kau kemungkinan besar adalah kaki tangannya," ucap Guan He dingin. Ia kemudian menoleh ke arah para penjaga. "Seret Yuan Han ke Penjara Bawah Tanah untuk diinterogasi. Segel gubuk ini! Mulai hari ini, Shang Zhi adalah buronan kelas satu Sekte Tian long!Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan. Jika dia terlihat, siapapun diizinkan untuk melumpuhkannya atau membunuhnya di tempat.""

"Lepaskan aku! Ini fitnah! Lu Feng yang merencanakan ini semua!" Yuan Han meronta, namun rantai besi dingin segera melilit pergelangan tangannya.

Di kejauhan, dari balkon paviliun yang lebih tinggi, Lu Feng memperhatikan pemandangan itu dengan tangan bersedekap. Ia menyesap araknya, merasakan kepuasan yang luar biasa. Baginya, tidak peduli apakah Shang Zhi mati di padang pasir atau tidak. Jika ia mati, masalah selesai. Jika ia kembali, ia akan kembali sebagai pengkhianat yang akan segera dieksekusi di depan seluruh murid sekte.

Sementara itu, Yuan Han ditangkap dan disiksa untuk mengakui keterlibatan Shang Zhi. Meskipun tubuhnya penuh memar, si gemuk yang biasanya penakut itu tetap bungkam. "Kalian... kalian hanya pengecut yang takut pada kekuatannya," bisik Yuan Han di dalam sel gelap.

Di sisi lain, para Tetua yang semula mendukung Shang Zhi, seperti Tetua Mei Ling, ditekan oleh dewan tetua lainnya agar tidak ikut campur. Bukti fisik berupa kitab di gubuk Shang Zhi dianggap sebagai bukti yang tak terbantahkan.

Rencana itu berjalan sempurna. Nama Shang Zhi, yang mulai naik sebagai jenius baru yang menjanjikan, kini tenggelam dalam lumpur kehinaan. Di mata sekte, dia bukan lagi pahlawan, melainkan seorang pencuri teknik terlarang yang haus darah.

jauh di Gurun Kematian yang tak berujung, Shang Zhi yang asli masih berjuang melawan badai pasir dan monster-monster purba, sama sekali tidak menyadari bahwa rumah yang ia bela kini telah menjadi sarang serigala yang siap mencabik-cabik kehormatannya.

...Bersambung.... ...

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!