NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vampire

"Kenapa kita kesini? Ada apa Dariush? Tolong jujur padaku." Lirih Bella.

Kini Bella dan Dariush sudah sampai di Rumania. Mereka akan tinggal sementara di rumah rahasia milik keluarga Dariush sampai keadaan aman.

Dariush bingung bagaimana menjelaskan pada istrinya ini tentang keadaan yang sebenarnya. Di tambah Bella tengah hamil. Ia tidak ingin Bella dalam bahaya.

Di rumah ini begitu banyak pengawal yang menjaga rumah ini. "Tidak ada masalah sayang semuanya baik baik saja." Ucap Dariush dengan meyakinkan istrinya.

Rumah bergaya castle yang bernuansa dark membuat bulu kuduk Bella sedikit merinding. Matanya menatap sekeliling ke ruangan ini.

"Aku enggak mau disini takut." Rengek Bella.

"Ada aku sayang." Ucap Dariush yang mengecup kening istrinya. Bella semakin menelusupkan kepalanya di dada suaminya.

"Kamu jangan kemana mana yah aku enggak mau sendiri. Jangan jangan disini ada vampire lagi. Kamu enggak sembunyiin vampire kan?" Celetuk Bella dengan polosnya.

Jelas saja Dariush tertawa terbahak bahak. Pertama kalinya Bella melihat suaminya tertawa lepas seperti ini. Ia mengecup bibir sang suami dan memagutnya. Kedua tangannya memeluk pinggang suaminya.

"Percaya padaku! Aku akan selalu melindungi mu dari bahaya apapun. Aku mencintai mu sayang, juga anak kita." Dariush membungkuk dan mencium perut istrinya.

"Hmm aku juga sayang."

Dariush membawa istrinya beristirahat di kamar. Sedangkan Fabio tengah mengawasi sekitar rumah ini. "Jack, awasi semuanya jangan sampai lengah." Ucap Fabio.

"Oke boss." Jack pergi dari sana menemui anak buahnya.

Saat Fabio tengah mengawasi semuanya, ia mendapat telepon dari Sean. Rupanya adik dari Dariush ini mengkhawatirkan kakaknya. Fabio terpaksa jujur dengan keadaan disini. Sean sendiri akan segera menyusul ke tempat ini.

-

-

-

"Syalan!! Kemana mereka? Cari sampai ketemu!! Kerahkan semua anak buah kita! Tangkap Arabella hidup hidup dan bawa ke tempat biasa." Teriak Revaldi di telepon.

Rupanya teriakan Revaldi terdengar oleh Andrew. Ia mengintip papahnya dari balik tembok. Samar samar ia mendengar bahwa Revaldi menyebut nama Arabella.

"Arabella? Apa Arabella_" Gumam Andrew. Ia bergegas ke rumah sakit untuk mencari data tentang Arabella.

Andrew merasa jika Arabella yang di sebutkan papahnya adalah Arabella yang ia kenal. Sesampainya di rumah sakit, ia berlari ke ruangannya dan membuka komputernya.

"Arabella... Apa kamu yang disebutkan papah? Tapi jika benar, kenapa papah ingin melenyapkan kamu?" Gumam Andrew dengan menopang dagunya.

Bergegas Andrew datang ke alamat rumah Arabella. Ia melihat jika rumah itu terlihat sepi. Andrew turun dari mobil dan bertanya pada satpam yang menjaga rumahnya.

Sepertinya orang tuanya Arabella ada di rumah, berbeda dengan Bella yang sudah pergi ke Rumania bersama suaminya. Andrew di persilahkan masuk ke dalam.

Tak lama orang tua Bella keluar dari kamar menemui Andrew. "Maaf anda siapa? Ada perlu apa dengan Bella?" Tanya Lorraine.

Dave pun tak mengenali wajah Andrew. Namun ia melihat ada kemiripan pria di hadapannya ini dengan seseorang yang ia kenal di masa lalu. Namun Dave tak ingin menerka nerka dulu.

"Halo perkenalkan saya Andrew, saya dokter kandungan Arabella. Hmm kebetulan kami berteman dan saya lewat sini jadi saya mampir." Ucap Andrew gelagapan.

"Oh begitu, tapi Bella pergi sama suaminya. Mungkin mereka kembali lagi minggu depan karena akan menggelar resepsi pernikahan. Nak Andrew juga datang yah." Tutur Lorraine dengan ramah.

"Ii-iya nyonya, nanti saya usahakan datang." Jawab Andre dengan sopan.

Hanya beberapa menit saja Andrew disana. Ia pun pamit dan pergi dari sana. "Jay, cari tahu dia siapa. Wajahnya mirip seseorang." Ucap Dave pad Jay.

Sedangkan Lorraine sudah masuk ke dalam. Namun Dave dan Jay masih di teras. "Baik boss. Tidak biasanya dokter kandungan mengunjungi pasiennya." Jawab Jay heran.

"Betul sekali pasti ada yang tidak beres. Hubungi Justin dia harus tahu apa yang terjadi sekarang. Revaldi sudah mulai mengincar Bella." Geram Dave.

"Baik boss."

-

-

-

Sedari tadi Bella tak bisa memejamkan matanya. Entah kenapa hati dan pikirannya khawatir akan suaminya. Ia mondar mandir di dalam kamar itu.

Dariush sendiri keluar sebentar menemui Fabio. Lalu tak lama ia kembali ke kamar. "Sayang, kenapa tidak tidur? Pelayan masih menyiapkan makanan mungkin satu jam lagi. Jadi kita bisa is_"

Belum selesai Dariush bicara, Bella sudah menyambar bibirnya dengan penuh nafsu. "I love you sayang." Ucap Dariush dengan suara paraunya.

Dariush menggendong istrinya ala koala ke atas meja kerjanya. Ia menyingkirkan semua buku buku yang ada di sana.

Mungkin dengan cara ini Bella bisa sedikit melupakan ketakutannya. Ia melepaskan semua pakaian suaminya dan melebarkan kedua kakinya. Dalam sekali robekan, Dariush melepaskan juga pakaian istrinya dan melemparnya jauh.

"Aaahhh f*ck kamu wangi sekali sayang." Racau Dariush.

Lidah dan mulutnya bermain lincah di bawah sana hingga Bella mengeluarkan pelepasannya. Kini giliran Bella yang memanjakan cacing besar milik suaminya.

Tangan Dariush mengikat rambut istrinya. Kepalanya mengadah ke atas, matanya terpejam hingga jakunnya naik turun merasakan sensasi yang luar biasa ketika miliknya di manjakan oleh istrinya.

Bella sampai tersedak karena ukuran suaminya yang besar diatas rata rata. Cairan cinta itu keluar tepat di wajah cantik Arabella.

"Let's play babe." Ucap Dariush.

Dariush memposisikan istrinya memunggunginya. Dalam sekali hentakkan, Dariush mendesaknya semakin dalam. Dari ritme pelan hingga cepat.

Suara lenguhan, rintihan dan desahan menggema di ruangan ini hingga ruangan ini berantakan karena ulah Dariush yang membawa istrinya menjajal ke setiap sudut kamar ini.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!