seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Hampir Di Lec*hkan
Yuda melangkah meninggalkan mall dan pusat kota mencari tempat yang pas untuk beristirahat sebentar sebelum kemudian ia kembali ke zaman kuno.
Hari ini adalah sejarah yang di ciptakan Yuda sepanjang hidup nya, belanja dengan bebas di dunia yang penuh hinaan bagi orang miskin. “Hari ini ternyata keberuntungan ku sangat besar, bahkan uang di berikan Lukas masih tersisa banyak...!”
Yuda melihat saldo rekening nya masih ada sekitar 120 juta lebih, dan itu sudah bersih Yuda sudah mentransfer Nando sebagai ucapan terimakasih, dan tak lupa Yuda mengambil untuk nya sendiri.
“Di zaman kuno aku tidak mengambil uang dua ribu ini..!” ucap Yuda karena saat di bank Yuda mengambil uang satu juta dengan pecahan dua ribu.
Alasan nya hanya karena di zaman kuno akan sulit membelanjakan uang dengan pecahan lima ribu ke atas. “Oke sistem sudah waktu nya aku, kembali..!”
“**Mulai**!!,”
Slupp.!!,
Yuda hanya tersenyum senang, dalam perjalanan beberapa detik itu Yuda sudah sedikit terbiasa, ia mungkin akan sering bolak balik, jika energi jam pelintas zaman itu mudah terisi.
Tapi memikirkan begitu sulit untuk bisa mengisi energi nya Yuda hanya bisa tersenyum pahit. “**Tuan mendarat dalam satu detik**..!”
Tas! Tas!,
“Astaga!.. kenapa tiba-tiba malah hujan,” Yuda buru-buru berikan ke bawah pohon, dia hendak mengambil payung di ruang penyimpanan sistem untuk pulang.
Samar samar cahaya penerang di pinggir jalan mati karena di guyur air hujan, malam di sini begitu gelap berbeda dengan di zaman modern yang walau gelap masih terang oleh lampu.
“Aku harus segera pulang.”
“Sistem, payung..!”
payung langsung keluar dan Yuda melanjutkan perjalanan pulang nya, tidak terlalu jauh dari tempat nya mendarat, karena Yuda kenal tempat ini, di sini hangat beberapa meter lagi untuk tiba, di gerbang desa Rimba.
Karena Yuda tidak mau pulang hanya terlihat dengan tangan kosong. “Keluarkan buah-buahan dan sepuluh kantong snack pedas manis.”
setelah merasa cukup, Yuda tak membuang waktu lagi, apalagi hujan di sini semakin deras dan dingin mulai merayap ke tubuh Yuda.
~
Sedangkan di dalam kampung Rimba di saat semua rumah tertutup karena semua orang tidak ada yang berani keluar di saat malam-malam begini, di tambah hujan yang mengguyur desa mereka begitu deras.
Di rumah Yuda kedua istri nya sedang menanti berharap-harap cemas, karena suami nya masih tak kunjung pulang, apalagi mereka melirik ke arah jam sudah hampir tengah malam, rasa gelisah terus menghantui adik kakak itu.
“Kak! Mas Yuda nggak ninggalin kita kan.”
Leni menggeleng, suami nya sudah berubah dan Leni yakin dengan hal itu, makanya tidak mungkin suami nya tega meninggalkan mereka. “Kita harus percaya kalau suami kita akan pulang..”
Tok!, Tok!,
keduanya langsung berdiri dengan wajah berseri seri, karena mendengar ketokan pintu. “Pasti itu mas Yuda, cepat ayo kita buka.”
Kirana mengangguk tak kalah bahagia mengikuti kakak nya, untuk pergi melihat suami mya sudah pulang.
Clek..!,
“Kamu kok baru pulang ma-....”
“iya maaf ya, udah buat kalian menunggu,,, sekarang aku akan buat kalian senang...;”
Namun adik kakak itu langsung mundur dengan wajah ketakutan, siapa sangka orang yang mereka kira adalah, ternyata dia adalah pria lain dengan wajah penuh nafsu menatap Kirana dan Leni.
“Si-siapa kamu, keluar!! Jangan masuk rumah ku..!” bentak Leni, mencoba untuk tegas, tapi pria itu tampak nya sedang mabuk, jadinya tidak memperdulikan ucapan Leni.
“Banyak omong..! Liat saja aku akan buat kalian memohon ampun di bawah ku.m!” Pria itu biasa di panggil Arya, pemuda yang ayah nya seorang prajurit istana. Pemuda itu sangat di segani karena kekuatan ayah nya, yang bisa saja membuat mereka sengsara dalam sekejap.
Leni dan Kirana langsung saling mendorong agar mereka bisa menghindar, tapi justru itu di anggap permai oleh Arya, yang mengira mereka menyuruh nya memilih.
Pria itu tersenyum sambil menoleh ke arah Leni. “Baiklah kalau gitu aku pilih kamu saja, seperti seru..!”
“kakak..!” Kirana hendak menahan, tapi apalah daya tubuh mungil itu hanya dengan satu kali libasan tangan Arya, Kirana langsung tersungkur ke lantai.
Brughh.!,.
“Hey, kamu bisa tenang dikit cantik, nanti setelah ini giliran mu..!” ucap nya dengan wajah menjijikan.
Arya tidak membuang waktu, ia langsung menubruk tubuh Leni yang sudah terpojok, tidak lagi bisa menghindar.
"Argh..! Ba\*ingan lepas!,” tapi sekeras apapun Leni berusaha Arya lebih unggul dalam segi kekuatan, pemuda itu dengan erat mengangguk tangan Leni lalu mengangkat nya ke atas.
Hyutt.!!,
Tap!!,
kaki Leni yang awal nya hendak menendang titik vital pemuda itu berhasil di tangkap, lalu Arya mulai mendekatkan wajah nya untuk mencium Leni.
“Lepasinn, kakak ku,,”
bughh.!!,
Kirana dengan berani melemparkan kursi hingga mengenai punggung Arya. “Arghh.!! Kurang ajarr, gua bunuh loo jalang..!”
Kirana memejamkan mata saat Arya melayangkan pukulan pada nya.
namun setelah beberapa detik berlalu pukulan itu rupanya tidak mengenai nya. “Kamu nggak papa sayang ku..!”
Degh.!!,
dua wanita itu langsung membuka mata dan terdiam sambil menatap ke arah sosok yang dari tadi mereka tunggu. Ya, Yuda baru saja tiba melihat pintu rumah terbuka dan ada suara teriakan istri nya.
“Arya..! seperti kau sudah bosan hidup di dunia ini..!” ucap Yuda di penuhi amarah yang membara, jelas sekali tadi Yuda mendengar kalau pria itu membuat dua istri nya ketakutan.
Bughh.!!,
hanya dengan satu kali pukulan, tubuh Arya langsung terbalik ke belakang membentur tanah. “Si-siapa kau, ku bunuh kau..!”
Arya masih tak sadar, kalau di depan nya itu, adalah suami dari dua wanita yang hendak ia lecehkan.
Yuda hanya tersenyum kecil melihat pukulan lambat Arya, bagi nya ini tak lebih dari latihan. “Bodohh...!”
Yuda langsung menangkap pukulan Arya, lalu meremas jari pria itu hingga membuat suara... Krekkk.!,
suara itu renyah hingga membuat Leni dan Kirana berdelik ngeri, mantap wajah suami mereka, yang terlihat datar dan biasa saja saat melakukan itu.
“Aw! Aw!, aw!,, jari ku...” Arya langsung menjerit merasa jari nya di patahkan oleh Yuda.
“Pergi!,” suruh Yuda menendang bokong nya.
"A-awas kau, aku akan bilang pada ayah ku tentang kejadian hari ini..!” Arya langsung pergi dengan wajah penuh kesakitan.
Sedangkan Yuda langsung menutup pintu rumah nya lalu mengunci nya rapat-rapat.
brukk.!!,
“Mas.. Akhirnya kamu pulang, aku sama Kirana khawatir kamu kenapa-napa di sana,” Leni dan adik nya, langsung memeluk Yuda sambil memarahi nya.
Yuda sendiri tidak mengelak, ia memang salah. “Maaf sayang, aku kemalaman, sebagai hukuman, kalian mau apakan aku terserah,” ucap Yuda ingin menebus kesalahan nya.
Namun keduanya hanya menggeleng pelan, lalu mengecup masing masing di kening. “Kalian nggak papa kan, tadi Arya udah buat apa aja..!”
"Gak papa kok suami, kak Leni sempat lawan Arya, supaya gak nyentuh kami,” adu Kirana denagn manja.
Yuda sedikit terkejut mendengar itu lalu menoleh ke arah istri pertama nya. “Kamu hebat banget sayang.”
Leni yang di puji seperti itu, langsung tersipu. “Hanya menjaga sesuatu yang sudah menjadi milik suami ku.”
Cup!,
“Kalau gitu apa boleh, aku minta yang punya ku itu...!”
Blus..!,
~
**SPESIAL MALAM TAHUN BARU, AUTHOR UP LAGI, JAM: 00:00, YA (^.\_.^)ノ**