ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 20 |PENJELASAN ZAHEN DAN ELTAV|
Setelah makan malam, semua nya pun berkumpul di ruang keluarga, Abigail cs yang masih berada di sana pun tidak sabar mendengarkan penjelasan Zahen dan Eltav, begitu juga dengan ke empat abang Eltav, Davin, kedua sahabat Eltav dan Zufa.
"Fey Fay, kenalkan ini grandpa kalian nama nya Grevan, salam sama grandpa gih" ucap Eltav.
"halo cucu grandpa, nama kalian siapa?" tanya Grevan.
"aku Feyza" ucap Feyza.
"Faylen" ucap Fayren.
Grevan pun memeluk kedua nya lalu mendudukkan kedua nya di pangkuan nya, namun Fayren tidak mau dan ingin turun dari pangkuan Grevan.
"jangan paksa putraku dad" ucap Eltav seraya mengambil alih Fayren dan mendudukan nya di pangkuan nya.
"nempel sekali dia padamu"
"tentu saja dia putraku"
"bang Zahen, kenapa lo gak langsung terus terang aja kalo lo abang nya Aarav?" tanya Roy.
"baiklah, akan abang jelaskan" jawab Zahen.
Zahen pun mulai menjelaskan mulai dari saat ia di ancam oleh Darion dan Lyora bila ia jujur pada Eltav jika suatu saat nanti mereka bertemu dan saat itu juga Grevan sudah di sekap oleh mereka di suatu tempat, hanya karna ia jujur seluruh nyawa keluarga nya jadi taruhan nya, jadi ia harus memikirkan nya baik baik.
Bertahun tahun ia diam diam mencari keberadaan Grevan dan Eltav adek nya, namun tidak ia temukan keberadaan mereka tapi ia tetap terus mencari hingga akhir nya ia menemukan sang adek yang saat itu sudah kelas 5 sd.
Satu tahun setelah nya, ia menemukan titik terang Grevan di gudang tua dekat hutan, namun ia tidak menemukan Grevan di sana selain kerangka beberapa manusia karna tempat tersebut sudah habis terbakar.
"sebelum itu terjadi, daddy sudah di selamatkan oleh Eltav dan beberapa anak buah nya" ucap Grevan.
"lo udah punya anak buah dek?" tanya Zahen terkejut.
"ya begitulah, mereka hanya preman jalanan yang kebetulan bisa bela diri, waktu itu gue bertemu mereka saat gue baru kelas 6 sd" jawab Eltav.
"lalu?" tanya Regan.
"saat itu ada lima orang dan tiba tiba mereka ingin menjadi bawahanku jadi aku menerima nya dan mengajari mereka berbagai hal, lalu dua bulan setelah nya bawahanku bertambah 10"
"lalu kapan lo menyelamatkan daddy?" tanya Zahen.
"4 bulan kemudian, waktu itu kami ingin pergi ke markas sementara yang berada di dalam hutan, tapi sesampai nya di sana tempat nya habis di bakar oleh beberapa orang yang masih berada di sana"
"lalu lo dan anak buah lo langsung melawan mereka ya kan" sambung Regan yang sudah mengerti kebiasaan Eltav.
"ya, tapi saat itu dua di antara mereka berhasil kabur dan tentu saja kami langsung mengejar nya hingga sampai di sebuah tempat di mana daddy di sekap entah berapa lama"
Grevan pun melanjutkan setelah di selamat kan oleh Eltav, Grevan tinggal sementara di basecamp selama setengah tahun, setelah itu ia pergi saat malam hari dan tidak lupa meninggalkan hadiah untuk Eltav dan anak buah nya yang telah menyelamatkan nya meski hanya kebetulan.
Cerita pun berlanjut di mana tiba tiba Grevan mengirim pesan pada Zahen yang saat itu baru saja lulus di kampus ax university dan menjelaskan bahwa Darion dan keluarga nya telah menemukan Eltav jadi ia juga harus segera menemui nya.
Awal nya Zahen tidak percaya bahwa itu adalah daddy nya, namun sang daddy meyakinkan hingga akhir nya Zahen percaya dan pulang besok pagi bersama Ryu sahabat nya.
"dua hari sebelum hari ini, gue udah kasih tau Eltav kalo orang yang Eltav selamatkan 6 tahun lalu adalah daddy kandung nya" ucap Zahen.
"kenapa lo juga gak bilang waktu itu juga kalo lo abang nya?" tanya Ryu.
"gak kepikiran gue" jawab Zahen.
"sudah sudah, semua nya kan sudah jelas nih, jadi ayo sekarang tidur karna besok ada banyak tamu" ucap Grevan.
"biar saya jemput tuan Grevan" ucap Ronald.
"apa tidak merepotkan anda tuan Ronald?" tanya Grevan.
"tidak tuan, meski saya bekerja sebagai sopir, tapi saya jarang melakukan nya"
"baiklah, silahkan dan tolong jangan panggil saya tuan lagi, kita sekarang kan keluarga, lagian usia kita juga tidak beda jauh"
"baiklah ba...bang Grev"
"itu lebih baik"
Mereka semua pun naik ke lantai dua dan tidur di kamar masing masing, namun sebelum itu Eltav mendekati Davin yang hendak masuk ke kamar nya.
"sabar bang, cuma satu tahun hukuman nya dan semoga dia jadi lebih baik" ucap Eltav.
"terima kasih El, sebenar nya abang juga gak suka sama tuh cowok, tapi abang juga sayang sama tunangan abang jadi sebisa mungkin abang gak cari perkara, namun abang juga gak benerin perlakuan nya"
"setelah dia kembali, gue harap lo lebih tegas lagi sama dia bang"
"baik"
"selamat malam"
"selamat malam"
✴✴✴
Siang hari menjelang sore, di rumah Eltav, semua orang sedang sibuk menyiapkan untuk penyambutan keluarga kandung Eltav yang lain nya dan Zufa tentu saja ikut membantu dalam menyiapkan beberapa cemilan dan minuman.
Eltav dan Zahen mendapat bagian menghias sederhana ruang tamu sambil menjaga duo kecil yang sedang asyik bermain bersama karna hanya sedikit bagian yang mereka hias.
Tak lama salah satu satpam nya datang dan memberitahukan bahwa tamu nya telah tiba, Eltav pun menggendong Fayren sedangkan Zahen menggendong Feyza kemudian mereka pergi untuk menyambut mereka tak lupa meminta satpam tadi untuk memberitahukan yang lain nya.
Saat mereka membuka pintu utama, mereka melihat 7 orang berbeda generasi sedang berdiri melihat ke sekitar, tampilan mereka sederhana namun tampak elegan bahkan di usia mereka yang tua masih terlihat muda.
"selamat datang di rumah kami" sambut mereka sedangkan duo kecil hanya diam di gendongan mereka karna tidak mengenal orang orang di depan nya.
"terima kasih atas sambutan nya, wah wah, lihat ayah, cicit cicitmu sudah besar bahkan salah satu dari mereka sudah memiliki anak, dua pula" ucap Math.
"mari masuk tuan tuan dan nyonya nyonya" ucap Zahen.
"kamu lupa pada kami Zahen?" tanya Dee.
"maaf oma Dee, Zahen hanya memudahkan adek saja karna dia belum mengenal kalian" jawab Zahen.
"baiklah"
Mereka pun masuk dan di ruang tamu, mereka kembali di sambut lebih banyak orang termasuk para maid, kemudian mereka pun di persilahkan duduk dan mulai pembicaraan dari perkenalan anggota terlebih dahulu.
"perkenalkan aku Theo, kakek buyut kandungmu"
"aku Gilbert, kakek buyut angkatmu karna aku adek angkat kakek Theo"
"aku Math, putra tunggal kakek Theo dan ayah Grevan daddymu"
"aku Gea, istri kakek Math sekaligus ibu daddymu"
"aku Zeck, putra tunggal kakek Gilbert serta papa Darion, maafkan putra opa dan keluarga nya yang telah berbuat salah padamu"
"tidak apa apa o..opa, semoga setelah kembali sudah menjadi lebih baik" ucap Eltav yang masih kaku memanggil opa pada Zeck.
"aku Dee, istri Zeck sekaligus ibu Darion, oma juga meminta maaf atas kesalahan mereka" kali ini Eltav hanya mengangguk dan tersenyum.
Tinggal satu wanita yang belum memperkenalkan diri membuat semua pandangan tertuju pada nya, namun wanita itu tidak peduli dan tatapan nya hanya terus tertuju pada Eltav putra bungsu nya yang telah lama menghilang bahkan air mata nya sudah mengalir deras di pipi nya.
"sayang" panggil Grevan.
Tiba tiba wanita itu menghampiri Eltav dan langsung memeluk nya sambil menangis tersedu sedu.
"maafkan mommy boy, mommy lalai dalam menjagamu sampai membuatmu hilang bertahun tahun"
"tolong jangan benci mommy, mommy gak sanggup kalo kamu membenci mommy"
(perasaan apa ini? Rasa nya hangat dan nyaman, apa begini rasa nya di peluk oleh ibu kandung?) batin Eltav yang perlahan membalas pelukan sang mommy.
"tidak apa apa mom, yang penting El sudah bisa melihat mommy sekarang itu sudah cukup" ucap Eltav.
"terima kasih sayang"
"oh ya, maafkan mommy yang belum memperkenalkan diri ya sayang, nama mommy Vanma"
"iya mom. Ini kedua anak El mom, ini nama nya Feyza dan yang ini nama nya Fayren"
"halo cucu grandma, salam kenal ya sayang"
Setelah acara perkenalan dan rindu merindu, sekarang mereka bercengkrama ini itu layak nya keluarga besar sambil memakan cemilan yang di sediakan. Duo kecil juga tak luput dari godaan mereka bahkan berebut menggendong mereka, namun Fayren tidak mau lepas dari Eltav bahkan ia menangis bila di paksa di pisahkan dari Eltav dan hal itu lah yang mengundang tawa semua orang yang berada di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...