NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.

Untuk memastikan ucapan Raja, setelah meninggalkan Cafe Abil memutuskan mengunjungi perusahaan Andrean Group. Ia ingin menanyakan pada Sonia apakah adik sepupunya tersebut sudah tahu tentang kembalinya wanita dari masa lalu Tomi atau justru sebaiknya.

Setibanya di perusahaan sahabatnya itu, kedatangan Abil di sambut hangat oleh petugas keamanan yang bertugas jaga di depan pintu utama.

"Selamat siang, tuan Syabil Fahreza." Kedua pria berpakaian serba hitam tersebut membungkukkan badan pertanda hormat.

"Selamat siang." Balas Abil di sela langkahnya. Abil tak lagi bertanya apakah Tomi sedang ada di tempat atau tidak, karena jika pria itu sedang keluar tentunya petugas keamanan tersebut akan menyampaikan kepadanya, mengingat hampir semua penghuni gedung itu mengetahui Abil adalah sahabat baik bos mereka.

Saat melintas di lobby hendak menuju ke arah lift yang akan mengantarkannya ke lantai eksekutif, tiba-tiba Abil berpapasan dengan seseorang.

"Selamat siang, Abil...lama tidak berjumpa." Dengan entengnya wanita itu menyapa sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Abil hanya menatap uluran tangan wanita yang tak lain adalah Cili tersebut, tanpa berniat menyambutnya.

Menyadari sikap tak bersahabat Abil, Cili tersenyum kecut dan menarik kembali uluran tangannya, lalu berpamitan pada Abil hendak mengambil sesuatu yang ketinggalan di mobilnya.

Abil tidak bodoh untuk memahami situasi yang ada, tidak mungkin Cili bisa melenggang bebas di gedung tersebut jika tidak mendapat izin dari pemiliknya. Tanpa mengulur waktu Abil kembali melanjutkan langkahnya, lalu menekan tombol lift khusus petinggi perusahaan guna mengantarkannya ke lantai eksekutif, di mana ruangan pimpinan berada.

Setelah lift berhasil mengantarkannya ke lantai eksekutif, Abil kembali mengayunkan langkah keluar dari kotak besi tersebut dengan mimik wajah yang sulit di artikan. Tentu saja tujuan utamanya ingin mencari keberadaan Tomi dan adik sepupunya, Sonia.

Setibanya di meja kerja Sonia, meja tersebut kosong tak berpenghuni. Hingga Abil pun memilih ke ruangan Tomi.

"Tok....tok...tok...." Meskipun mereka bersahabat namun Abil masih menggunakan adab, dengan mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.

"Masuk!." Mendengar sahutan Tomi dari dalam sana, Abil pun memutar handle pintu ruangan.

"Abil..."

"Mas Abil." Baik Tomi maupun Sonia sama-sama terkejut dengan kedatangan Abil.

Dari raut wajah sahabatnya itu, Tomi sudah bisa menebak jika Abil telah mengetahui semuanya.

"Ayo Sonia...ikut bersama mas!." Tidak banyak kata-kata yang terucap dari mulut Abil untuk Tomi, pria itu langsung mengajak adik sepupunya untuk ikut bersamanya.

Perasaan Sonia mulai tak enak, apalagi gurat wajah Abil sangat tak bersahabat.

"Abil....Aku suami Sonia, kau tidak bisa seenaknya membawa istriku bersamamu tanpa izinku."

"Suami kau bilang?." Abil sontak menyeringai. "Suami macam apa yang tega membawa duri ke dalam rumah tangganya sendiri? Lalu, Suami macam apa yang tidak peka terhadap perasaan istrinya sendiri, hah? Cukup Tomi...! Selesaikan saja urusanmu bersama wanita dari masa lalu mu itu! Untuk urusan Sonia, biar aku yang mengurusnya."

Abil memegang lengan Sonia hendak mengajak wanita itu untuk ikut bersamanya.

"Tapi mas_." Sonia tak kuasa melayangkan protes ketika menyadari tatapan Abil.

"Abil please....jangan bawa Sonia, biarkan dia tetap bersamaku! Berikan aku kesempatan untuk menyelesaikan semuanya!" Tomi berusaha merayu sahabat baiknya itu, namun rasa kecewa Abil atas sikap Tomi membuat Abil mengabaikan permohonan sahabatnya itu.

"Ayo pulang Sonia....!."

"Pulang kemana, mas? Bukankah rumah dan tempat tinggal ku semestinya berada di sisi suamiku, mas?." Sonia masih terpaku pada posisinya di samping Tomi, rasanya ia tak kuasa berpisah dengan suaminya.

"Jangan lupa Sonia....Rumah itu adalah tempat di mana kita seharusnya mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, bukan justru sebaliknya. Jika bersama seseorang yang kau anggap sebagai rumah justru membuatmu terluka, apa masih pantas kau anggap orang itu sebagai tempatmu bertinggal?."

Tomi merasa tertampar oleh ucapan Abil yang memang benar adanya. Akibat harus memikirkan nasib perusahaan, ia terpaksa mengorbankan perasaan istrinya. Ya, Tomi cukup sadar diri jika keberadaan Cili ditengah-tengah mereka pastinya begitu menguras perasaan Sonia.

"Please.... biarkan aku menjelaskan semuanya dulu, Abil!." Tomi masih meminta kesempatan pada Abil untuk memberinya kesempatan menjelaskan titik kejelasan yang sebenarnya, namun Abil yang sudah terlanjur kesal dan emosi bukannya memberi kesempatan, pria justru melayangkan bogem mentah tepat ke wajah tampan sahabatnya itu.

Bug.

Saking kerasnya pukulan Abil tubuh Tomi sampai terhuyung ke belakang. Jika tidak dengan cepat Tomi menguasai diri, mungkin tubuhnya sudah membentur dinding tembok. Tomi menyeka sudut bibirnya yang pecah dan mengeluarkan da-rah segar akibat pukulan Abil.

"Cukup mas Abil....! Jangan sakiti mas Tomi...! Sonia mohon....!." Sonia menangis histeris Melihat kakak sepupunya itu memukul suaminya.

"Tenanglah....jangan menangis...! Mas nggak papa!." Tomi berusaha menenangkan istrinya. "Sekarang kamu ikut dulu bersama mas Abil, nanti mas akan menjemputmu!." Tutur Tomi seraya mengusap lembut puncak kepala istrinya.

"Mas janji?." Tanya Sonia memastikan ucapan Tomi.

"Mas janji, sayang." Untuk pertama kalinya Tomi memanggil Sonia dengan sebutan sayang dan itu justru semakin menambah laju linangan air mata Sonia.

"Baiklah, sekarang kau boleh membawanya, tapi aku pasti akan segera membawa Sonia kembali, karena dia istriku!." Tekan Tomi. Abil sama sekali tidak menanggapinya. Pria itu justru menggenggam tangan adik sepupunya dan mengajaknya berlalu pergi.

Tomi memilih membiarkan Abil membawa Sonia walaupun kenyataannya ada yang terasa nyeri di dalam hatinya saat melihat Sonia di bawa pergi oleh Abil. Tomi tahu betul jika saat ini sahabat sekaligus kakak iparnya tersebut sedang emosi, jika ia terus berkeras menghalangi Abil, yang ada Abil pasti akan semakin menggila.

*

Di sepanjang perjalanan Sonia terus menangis dan hal itu membuat Abil kesal sekaligus iba pada adik sepupunya itu.

"Aku sangat mencintai mas Tomi, dan aku tidak ingin berpisah darinya." Gumam Sonia di sela tangisnya.

Abil memilih menepikan mobilnya sejenak.

"Cinta boleh, tapi jangan sampai rasa cintamu membutakan mata hatimu, Sonia! Untuk apa kau memberikan hatimu pada pria yang tidak menginginkanmu, tidak mencintaimu? Untuk apa, Sonia?." Sikap Tomi yang membiarkan mantan tunangannya hadir kembali ditengah-tengah kehidupan rumah tangganya bersama Sonia, membuat siapapun akan berpikir bahwa hingga detik ini Tomi tidak menginginkan adik sepupunya itu di sisinya, tidak terkecuali Abil.

"Hiks...hiks....hiks...." Sonia tak lagi berkata-kata, hanya air mata yang kini menjadi bukti bahwa sesungguhnya ia tak ingin dipisahkan dari suaminya.

Tak ingin sampai hatinya lemah melihat tangisan Sonia, Abil memilih kembali melajukan mobilnya menuju rumah. Setibanya di rumah, Abil mengurung Sonia di dalam kamar. Menurut Abil hanya dengan cara ini ia bisa memastikan Sonia tidak kabur dan pergi menemui Tomi.

Sonia duduk meringkuk di samping ranjang sambil menangis. Ia sadar bahwa Abil bersikap seperti ini karena menyayangi dirinya, tidak ingin ia terus terluka di sisi Tomi karena keberadaan Cili. Namun begitu, sebagai seorang istri yang sangat mencintai suaminya, Sonia pun mencemaskan kondisi Tomi, apalagi tadi ia melihat sudut bibir suaminya itu berda-rah akibat pukulan Abil.

"Hiks ...Hiks.... Hiks...." Sonia tak dapat melakukan apa-apa selain menumpahkan perasaannya dengan air mata.

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!