NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Alasan Pernikahan

HAPPY READING!!!

“Kamu sudah berani kepadaku?” ucap Sinta, berdiri dengan wajah bergetar menahan murka. Ia hendak kembali memukul, tetapi kali ini Lora maju dan menahan tangannya.

“Kamu tidak bisa lagi semena-mena kepadanya, Kak. Dia adalah suamiku sekarang. Sedikit sentuhan kecil saja akan kupastikan kamu terusir dari rumahmu sendiri dan perusahaan,” ancam Lora.

Sinta terbelalak. “Apa maksudmu? Omong kosong apa yang baru saja kamu layangkan kepadaku?”

Donni yang baru datang segera menepis tangan Lora dari istrinya.

“Jaga sikapmu, perempuan rendahan!” hardik Donni.

Lora menatapnya lurus tanpa gentar. Sorot matanya berubah tajam, dingin, dan mengintimidasi—sangat berbeda dari gadis lembut yang dulu selalu diam di hadapan mereka.

“Kamu dan istrimu yang seharusnya menjaga sikap. Karena aku adalah istri sah dari Devon Ashakar Morrix, pewaris resmi perusahaan Morrix Holdings Corporation sekarang.”

Keheningan menegang.

Aura Lora terasa berbeda. Mengancam. Seolah wanita yang dulu mereka remehkan telah menghilang.

"Sepertinya takdir memang menakjubkan," batin Lora. "Siapa sangka mantan kekasihku yang menghancurkan masa mudaku dulu dipertemukan kembali dalam situasi seperti ini—situasi yang pas untuk membalas semua penderitaanku kepada para kuman yang terus-menerus menggerogoti hidupku."

“Kamu gila?” ucap Donni, suaranya meninggi.

“Ya, aku memang gila sekarang. Adik iparmu yang membuatku seperti ini karena bisa-bisanya dia tidur bersama saudara tiriku dan melangsungkan pernikahan di tempat yang sama tanpa rasa bersalah sedikitpun di hari sakral yang aku nantikan. Aku tidak akan tinggal diam. Dia menghianatiku, kenapa aku tidak bisa menghianatinya juga?.Aku tidak akan menderita sendirian kakak ipar.”

Lora menggandeng tangan Devon di belakangnya. “Apalagi pria yang aku dapatkan jauh dibandingkan dengan dia. Dia adalah pewaris resmi—jauh lebih kaya, lebih tampan, dan di atas kalian semua.”

Ia melangkah mendekati Sinta.

“Dulu aku begitu takut dengan ancamanmu, Kakak ipar. Terlebih dengan ancamanmu yang ingin menghancurkan hidupku.” Lora tersenyum tipis. “Tapi sekarang tidak lagi, karena aku juga bisa melakukan hal yang sama.”

“Kurang ajar! Dasar wanita rendahan tidak tahu diri! Memangnya kamu pikir apa yang bisa kamu lakukan dengan pria cacat mental itu, ha? Meskipun dia pewaris resmi perusahaan papaku, dia tidak bisa diandalkan sama sekali. Perusahaan itu akan jatuh kepada suamiku, bodoh!” ucap Sinta sambil mendorong bahu Lora.

Lora tidak goyah sedikit pun.

“Sepertinya tidak lagi, karena aku yang akan segera menggantikannya sebagai istri sahnya. Bukankah begitu, Rajaku?” ucap Lora menatap Devon.

Devon tersenyum lebar.

“Tentu saja, Queenku. King and Queen, raja yang kaya dan ratu yang kaya hidup di istana yang indah. Tidak seperti nenek lampir dan kodok jelek yang jahat. Seharusnya kalian berdua tinggal di rawa-rawa. Hus… hus… hus…” ucap Devon sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

Lora tertawa ringan. “Kamu dengar sendiri, kan, Kakak ipar?”

Keduanya mengepalkan tangan erat, wajah mereka memerah menahan emosi.

“Jangan mengepal tangan terlalu kuat, para Kakak ipar. Aku hanya takut tangan kalian menjadi keram. Ingat, usia kalian sudah memasuki usia medium well,” ucap Lora dengan senyum mengejek.

Ia lalu menoleh pada Devon. “Ayo kita pergi membeli lolipop, Kingku!”

Dengan langkah anggun dan kepala tegak, Lora melewati mereka berdua, meninggalkan ruangan dengan kemenangan yang pahit namun memuaskan.

“AAAAAAKKKHHHH!”

Brak!

Sinta menendang kursi hingga terpental.

“Kenapa malah seperti ini? Dari mana perempuan rendahan itu tahu semuanya?” ucapnya geram.

“Ini tidak bisa dibiarkan, Sinta. Dia akan menjadi ancaman untuk kita. Posisiku di perusahaan akan goyah kalau seperti ini,” ucap Donni sambil mengacak rambutnya frustrasi.

“Kamu pikir aku mau seperti ini? Perempuan rendahan itu ternyata cukup pintar dan licik!”

“Ini semua salah adikmu! Kenapa dia membuat kekacauan seperti ini? Kalau saja adikmu tidak berulah, ini semua tidak akan seperti ini! Kamu tahu kenapa aku menyetujui pernikahan Vino dan perempuan itu? Karena perempuan itu bisa saja aku manfaatkan untuk mengokohkan jabatanku di perusahaan, mengingat kecerdasannya sebagai lulusan terbaik akuntansi di UI!” jelas Donni geram.

Wajahnya memerah, urat di pelipisnya menegang. Jas mahal yang ia kenakan terasa sesak di tubuhnya, seolah ikut tercekik oleh amarah yang menyesakkan dada.

“Vino pasti punya alasan kenapa dia bisa melakukan ini semua.”

Sinta menjawab dengan suara yang lebih tenang, meski sorot matanya menyiratkan kegelisahan. Ia berdiri tegak, mempertahankan harga diri keluarganya di tengah kekacauan yang baru saja mencoreng nama besar mereka.

“Sinta, jangan terus-terusan membela adikmu. Permasalahan yang dia buat sudah mengancam posisi kita.”

Nada Donni tak lagi sekadar kesal—ia khawatir. Jabatan, kekuasaan, reputasi… semuanya seperti berada di ujung tanduk.

“Lalu aku harus apa? Harus menyalahkannya seperti yang kamu ucapkan? Jangan pernah menyalah-nyalahkan adik kesayanganku itu. Hanya dia satu-satunya keluarga kandung yang aku punya. Aku akan mencoba bicara dengannya setelah acara pernikahan ini,” ucap Sinta berlenggok keluar.

Langkahnya tegas, tetapi bahunya sedikit menegang. Ia tampak kuat di luar, namun hatinya jelas dilanda gelisah.

“Perempuan bodoh itu benar-benar…” gumam Donni, mengepal tangannya kuat, menahan sumpah serapah yang hampir lolos dari bibirnya.

Begitu acara selesai, Fauzi dan Maharani segera menghampiri Sinta dan Donni, mengikuti Vely dan Vino yang berjalan ke arah mereka berdua.

Maharani melangkah anggun, senyumnya terukir sempurna seolah pernikahan putrinya adalah hasil kesepakatan mulia dua keluarga terpandang—padahal kenyataannya, mereka baru saja merebut sesuatu yang seharusnya menjadi milik Lora.

“Perkenalkan, saya mamanya Vely dan ini suami saya. Berhubung kita sekarang sudah menjadi keluarga, bukankah seharusnya kita menjalin hubungan baik sekarang?” ucap Maharani, menyodorkan tangannya ke arah Sinta dengan senyuman pemikat buayanya itu.

Senyum yang manis… namun penuh perhitungan.

Sinta menepis tangan Maharani tanpa ragu.

“Tidak perlu berkenalan. Lagipula, sejak kapan aku menyetujui pernikahan ini? Yang seharusnya berdiri di altar dan bersanding dengan adikku adalah wanita rendahan itu, bukan anakmu,” ucap Sinta menatap tajam.

“Maafkan aku, tapi ini bukanlah kesalahan anakku. Ini semua terjadi karena Vino, adikmu, yang sudah menghamili anakku,” jawab Maharani membuat Sinta terbelalak.

“Bagaimana bisa?” Sinta langsung melihat ke arah Vino. “Vino, cepat jelaskan!” hardik Sinta yang membuat Vino menatap ke arah kakaknya itu.

Wajah Vino pucat. Ia terlihat jauh lebih muda dari usianya, seperti anak kecil yang tertangkap basah melakukan kesalahan besar.

“Aku… aku tidak sengaja menghamilinya, Kak,” ucap Vino.

Kalimat itu terdengar begitu lemah—terlalu lemah untuk pria berusia dua puluh delapan tahun.

Donni mengepalkan rahangnya. Ia benar-benar geram mendengar jawaban bocah manja itu. Vino memang selalu dimanjakan oleh Sinta—kakak satu-satunya yang menjadi pengganti ibu mereka setelah sang ibu meninggal. Semua keinginan dan kemauan Vino selalu dituruti, hingga laki-laki itu tumbuh tanpa batas, tanpa rasa tanggung jawab.

Mata Vino yang berkaca-kaca membuat hati Sinta melunak seketika.

Ia langsung memeluk adiknya itu.

“Kamu pasti sangat tertekan. Tidak apa-apa, Kakak tidak menyalahkanmu.”

Pelukan itu seperti benteng—melindungi Vino dari dunia yang hendak menghakiminya.

“Sinta, harusnya kamu memarahinya, karena dia posisi kita di kantor menjadi terancam,” desis Donni tertahan.

“sssttttt… diamlah, Mas. Tidak perlu menyalahkan Vino. Ini pasti juga berat untuknya. Tidak akan terjadi apa pun selagi laki-laki itu tidak kembali normal,” ucap Sinta masih memeluk Vino.

Di sisi lain, Maharani sedikit memiringkan kepala, lalu berbisik ke arah Vely.

“Sepertinya kelemahan kakaknya ada pada Vino. Kamu akan diterima jika kamu berhasil memenangkan hati Vino, terlebih saat ini kamu adalah istrinya,” ucap Maharani.

Tatapannya licik, menghitung peluang.

Vely tersenyum tipis. Tangannya semakin erat menggenggam lengan Vino, seolah sedang menancapkan klaim kepemilikan.

.

.

.

💐💐💐Bersambung 💐💐💐

Ehhh kecebong bisa -bisanya bilang nggak sengaja ngehamilin anak orang emang lu kira salah balikin kembalian 😭untuk aja Lora nggak jadi sama cowok seplenger ini😋

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!