NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Mobil mewah Arga berhenti dengan halus tepat di depan pagar rumah Ayu. Suasana sekitar tampak sunyi, hanya deru mesin mobil yang terdengar rendah. Cahaya dari dalam rumah Ayu terlihat gelap, hanya menyisakan pendar redup dari balik jendela kamar Ardan di lantai atas—pertanda sang kakak kemungkinan besar sudah terlelap di dunianya sendiri.

"Masuklah," ucap Arga lembut. Suaranya terdengar jauh lebih hangat dibandingkan saat pertama kali mereka bertemu.

Ayu sibuk melepas sabuk pengamannya yang sedikit tersangkut. "Bapak tidak mau mampir dulu? Ngopi-ngopi cantik misalnya?" gurau Ayu, mencoba memecah kecanggungan yang masih tersisa setelah insiden pelukan di jalan tadi.

Arga terkekeh pelan. Ia melirik jam tangan peraknya yang menunjukkan pukul sebelas malam, lalu menatap Ayu dengan binar jahil di matanya. "Minum kopi jam sebelas malam? Apa tidak sekalian saja aku menginap di sini?"

Mata Ayu langsung membelalak lebar. Ia menoleh cepat ke arah Arga dengan ekspresi horor yang lucu.

"Heh! Dasar... dikasih hati malah minta jantung!" seru Ayu sambil menunjuk hidung Arga. "Baru juga diajak ngopi, sudah mau minta kunci rumah. Bapak mau saya dipelintir Bang Ardan besok pagi, ya?"

Arga tertawa lepas—suara tawa yang sudah tiga tahun ini tidak pernah ia keluarkan dengan begitu tulus. Ia merasa begitu ringan saat berada di dekat gadis ini.

"Turunlah, sebelum aku benar-benar berubah pikiran dan nekat masuk ke rumahmu," ucap Arga lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius namun tetap lembut.

Ayu mendengus, namun sudut bibirnya tak bisa menyembunyikan senyum. "Ya sudah, saya masuk dulu. Bapak hati-hati di jalan. Jangan melamun, nanti nabrak pohon."

Ayu baru saja hendak membuka pintu mobil, namun gerakannya terhenti saat ia merasakan tangan hangat Arga menahan lengannya sejenak.

Suasana di dalam kabin mobil yang kedap suara itu mendadak menjadi sangat panas dan penuh ketegangan romantis. Sebelum Ayu benar-benar keluar, tangan kekar Arga menarik lembut lengan gadis itu, membuatnya kembali terduduk tegak menghadap sang bos.

Tanpa aba-aba, Arga memajukan tubuhnya dan mendaratkan sebuah kecupan lembut namun lama di kening Ayu.

Ayu membeku. Napasnya tertahan di tenggorokan. Ia menatap Arga dengan mata bulat yang berkedip bingung, sementara jarak di antara hidung mereka kini tak lebih dari satu sentimeter. Tatapan polos Ayu yang penuh tanya itu justru menjadi pemantik bagi sisi impulsif Arga yang sudah lama padam. Arga merasa sangat gemas, dan rasa protektif yang meledak di dadanya menuntut lebih.

Perlahan, Arga memiringkan kepalanya. Bibirnya menyentuh bibir Ayu—kali ini bukan karena kecelakaan atau pelarian rasa sakit, melainkan sebuah pernyataan rasa yang nyata.

Ayu sempat tertegun, namun kehangatan yang menjalar dari sentuhan Arga meruntuhkan tembok pertahanannya. Perlahan, kedua mata Ayu terpejam, dan ia mulai membalas ciuman itu, membiarkan dirinya tenggelam dalam dekap kasih pria yang selama ini ia sebut "Pria Es".

Di dalam kesunyian malam yang hanya diterangi lampu dasbor mobil, dua insan itu berbagi kasih. Arga melepaskan ciuman itu dengan sangat lambat, namun tetap menempelkan keningnya pada kening Ayu. Napas mereka yang memburu saling bersahutan.

"Mulai sekarang, kamu milikku, Ayu," bisik Arga dengan suara bariton yang rendah dan posesif. "Tidak boleh ada yang menyentuhmu selain aku. Kau mengerti?"

Ayu mengangguk pelan, meski ada keraguan yang menyelinap di sudut hatinya. Ia masih merasa ini semua seperti mimpi yang terlalu indah untuk menjadi nyata.

"Apa maksud Bapak..." Ayu menjeda kalimatnya, mencoba mencari kejujuran di mata Arga. "Apa saya hanya... pengganti sementara untuk mengisi kursi yang kosong itu?"

Pertanyaan Ayu membuat Arga terdiam sejenak. Ia mengusap pipi Ayu dengan ibu jarinya, menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara gairah yang baru tumbuh dan sisa-sisa kenangan yang belum sepenuhnya terkubur.

Arga hanya tersenyum tipis, sebuah senyum misterius yang tidak menjawab namun justru mengunci hati Ayu. Ia meraih jemari gadis itu, lalu mengecup punggung tangannya dengan khidmat.

"Masuklah sekarang, sebelum aku berubah pikiran dan 'memakanmu' di sini," bisik Arga dengan nada menggoda yang berbahaya.

Wajah Ayu seketika memerah padam hingga ke leher. Tanpa menunggu perintah kedua, ia buru-buru membuka pintu mobil dan melompat keluar, hampir saja tersandung kakinya sendiri karena gugup.

"Besok pagi aku akan menjemputmu," seru Arga dari balik jendela yang mulai terbuka.

"Tidak usah, Pak! Saya bisa berangkat sendiri naik motor!" tolak Ayu cepat, masih berusaha menata detak jantungnya yang berantakan.

Arga menaikkan satu alisnya, tatapannya mengejek. "Kau lupa skuter kesayanganmu masih tertinggal di parkiran kafe tadi?"

Ayu terdiam. Ia menepuk keningnya keras-keras. "Oh, iya! Aku lupa!"

Arga tertawa pelan melihat kecerobohan gadis itu. "Tenang saja, besok anak buahku yang akan mengantarnya ke sini. Tapi tetap, aku yang akan menjemputmu untuk ke kantor."

Ayu hanya bisa mengangguk pasrah. Ia berdiri di tepi jalan, memperhatikan kaca jendela mobil Arga yang perlahan naik, lalu sedan mewah itu melaju membelah keheningan malam hingga hilang dari pandangan.

Ayu menghela napas panjang, memegangi dadanya yang masih bergemuruh. Namun, tepat saat ia berbalik badan hendak masuk ke halaman rumah, ia nyaris melompat karena jantungnya hampir copot. Ardan sudah berdiri tegak di ambang pintu sambil bersedekap dada, menatapnya dengan senyum penuh arti.

"Ya ampun, Bang! Ngagetin saja!" seru Ayu dengan suara melengking.

"Wah, wah... adikku ternyata lihai juga ya merayu bos sendiri," goda Ardan, melangkah maju satu tindak dengan tatapan menginterogasi.

"Apa maksud Abang?!" tanya Ayu, wajahnya kembali merah seperti kepiting rebus.

Ardan tertawa kecil, lalu membisikkan sesuatu yang membuat Ayu ingin menghilang saat itu juga. "Bosmu itu... kelihatannya cukup 'hot' ya saat nyosor bibir kamu tadi? Sampai lupa waktu kalau ada kakakmu yang nonton dari balkon?"

"Abang! Apaan sih?!" Ayu berteriak frustrasi, langsung berlari masuk ke dalam rumah untuk menghindari godaan maut sang kakak.

"Hei, Ayu! Abang belum selesai bicaraan?!" teriak Ardan dari ruang tamu, tawanya pecah melihat adiknya yang kelimpungan.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan, Bang! Tidur sana!" sahut Ayu dari balik pintu kamar yang ditutupnya rapat-rapat.

Tawa Ardan menghilang, digantikan oleh raut wajah yang mendadak sangat serius. Ia menyusul sang adik ke kamar.

"Ayu," panggil Ardan, suaranya kini merendah, "Abang sungguh tidak keberatan kamu berhubungan dengan Arga. Tapi Abang ingin kamu jujur padanya sekarang, Yu. Jangan sampai kamu membuatnya patah hati di akhir karena sesuatu yang kamu sembunyikan."

Seketika, langkah Ayu terhenti tepat di depan pintu kamarnya. Tubuhnya kaku. Ia perlahan berbalik badan, menatap Ardan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Bang... bisa beri aku waktu sedikit lagi? Aku takut," bisik Ayu, suaranya bergetar hebat.

Ardan melangkah mendekat, memegang kedua bahu adiknya. "Apa yang kamu takutkan, Yu? Kebenaran itu harus dikatakan sebelum semuanya terlambat."

"Aku takut dia tidak bisa menerimaku, Bang," air mata Ayu akhirnya luruh satu tetes. "Aku takut saat dia tahu apa yang pernah terjadi... dia akan menatapku dengan kebencian, bukan lagi dengan cinta."

Ardan menghela napas panjang, mengusap air mata di pipi Ayu. "Arga bukan orang seperti itu, Yu. Dia sudah cukup menderita karena kehilangan. Jangan tambah penderitaannya dengan kebohongan."

Ayu tidak menjawab. Ia hanya menunduk, meremas jemarinya sendiri.

"Cepat atau lambat, dia akan tahu, Ayu. Dan saat itu terjadi, Abang tidak yakin bisa melindungimu lagi," ucap Ardan lirih sebelum ia pergi.

Ayu berdiri mematung. Ia menatap ponselnya, di mana nama 'Arga' masih tertera di layar utama. Sebuah pesan singkat masuk: "Selamat malam, Milikku."

Bukannya tersenyum, Ayu justru terisak tanpa suara. Ia tahu, kebahagiaan ini mungkin hanya pinjaman singkat sebelum badai yang sebenarnya datang menghampiri.

Bersambung...

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!