Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Yang Menjadi Buah Bibir
"Li Jiang! Antar kami ke tempat binatang liar itu berada. Aku akan membalas apa yang telah dilakukannya pada cucuku tercinta." Tetua delapan begitu marah melihat cucunya sekarat dengan luka berat baik luka dalam maupun luar.
"Tetua delapan jangan gegabah, kita harus membuat rencana yang matang. Jiang...! Aku ingin kau menjelaskan situasinya dulu. Karena kami pun baru tiba di sekte dan baru istirahat sebentar langsung mendapat perintah dari ketua sekte untuk membantu kalian tanpa mengetahui masalah sebenarnya." Tetua Li Wen menahan kakek Ah Jun pergi yang terbawa emosi.
"Saya tidak tau detail lengkapnya Kek. Saya bersama saudara Lee Ming dan saudari Yu'er juga baru satu hari yang lalu tiba di distrik Durma. Mungkin yang mengetahui detail lengkap masalah distrik Durma adalah kesatria Sergei, sebab kami pun terkejut ketika baru tiba langsung berhadapan dengan monster binatang spiritual tingkat enam." Li Jiang mengalihkan pertanyaan yang diajukan padanya ke satria Sergei.
Kesatria Sergei kemudian menceritakan kejadian lengkap tentang keadaan distrik Durma dari awal datang hingga mereka menjadi bulan-bulanan binatang spiritual goa lumut. Bukan hanya tetua Li Wen, tetapi tetua dua dan ketiga serta kesatria bulan pun terkejut mendengar penjelasan kesatria pelindung wilayah Zolford tersebut. Terutama tetua sekte sembilan yang heran kenapa array tingkat dua yang diciptakannya tidak langsung dihancurkan oleh binatang spiritual waktu pemasangan, padahal mereka sangat mampu menangani array tersebut.
"Binatang spiritual tingkat tiga sampai ada tingkat enam segala! Pantas saja ketua sekte menyuruh kami bergegas, ternyata misi ini memang kurang sesuai dengan level kalian saat ini. Bagaimana menurut pendapat tuan Zaccardo?" Tetua Li Wen meminta pendapat pada komandan kesatria bulan yang ada dihadapannya.
'Goa yang dijaga oleh binatang spiritual tingkat atas pasti di dalamnya banyak harta karun berharga terutama batu jiwa kualitas atas, aku mulai paham maksud ucapan ketua sekte sebelum pergi."
"Dalam setiap bencana pasti ada hikmah yang tersembunyi dan untungnya tempat itu berada di wilayah perlindungan sekte kita. Jadi saya ingatkan sekali lagi, jika tetua Li Wen bisa menyelesaikan misi ini dengan baik. Saya berjanji akan membagi keuntungan sepuluh persen khusus untuk keluarga anda," ujar ketua sekte Radit kala memanggilnya sebelum berangkat.
"Tingkatan bahaya seperti ini memang sudah termasuk di level A. Pantas saja regu kami diperintah untuk segera merapat ke distrik Durma, kukira Duke Vigo memandang sebelah mata timku yang baru dibentuk ini. Ternyata beliau memang memberi tugas yang pantas untuk kami," timpal komandan Zaccardo kesatria bulan tingkat tiga dengan perawakan tinggi besar dan dipunggungnya terdapat kapak merah berukuran tidak biasa.
'Tim yang baru dibentuk? Ternyata aku baru menyadari dia seorang kesatria bulan tingkat tiga tapi tingkat kultivasinya setara dengan tetua Li dan anak buahnya berada dilevel satu dengan kultivasi rata-rata tingkat lima, aku tidak bisa membayangkan tingkat kultivasi prajurit Holy Knight yang menurut kabar burung kekuatan satu prajurit mereka setara dengan seorang ketua sekte."
'jika ditilik dari regu yang baru dibentuk ini, sepertinya kabar itu benar adanya. Pantas saja ketua sekte berambisi untuk mencari sumber daya secara diam-diam supaya mampu meningkatkan kualitas kultivasi generasi penerus sekte,' gumam tetua kedua melihat kelompok kesatria bulan yang berjumlah lima belas orang.
"Jadi. Bagaimana rencana anda menghadapi monster tingkat enam itu?" Tanya tetua ketiga.
Komandan kesatria bulan Zaccardo menuturkan strategi dalam menaklukkan binatang spiritual tingkat enam pada para tetua sekte kabut dan tidak lama setelah pembagian tugas penyerangan ke goa lumut. Komandan kesatria bulan melesat pergi bersama regunya. Lalu disusul oleh tetua delapan yang didampingi tetua kedua dan ketiga.
"Jiang. Kau ikut bersama kami," ajak tetua Li Wen.
"Eh. Maksud kakek?" Li Jiang tidak mengerti dan tak menduga ia akan diajak ke tempat menakutkan itu lagi.
"Apa kau takut hah?" bentak tetua Li Wen.
"Mmm... Tapi kakek luka ku belum sembuh sepenuhnya," Li Jiang masih berusaha berkelit.
"Tenang saja kau hanya menunggu di luar area hutan menemani tetua sembilan." Li Jiang akhirnya setuju setelah mendengar penjelasan kakeknya.
Dengan kecepatan teknik qinggong sekelas para tetua sekte dan prajurit kerajaan berstatus kesatria bulan, tidak membutuhkan waktu terlalu lama bagi mereka sampai ke hutan bukit goa lumut. Sang elang merasakan kehadiran kekuatan dari tiga berbeda.
BAMM
Ledakan terdengar dari pihak tetua kedua dan pelakunya adalah tetua delapan yang tidak bisa lagi menahan amarahnya. Ia langsung melancarkan serangan dari atas ketika melihat beberapa binatang spiritual yang berkeliaran di area hutan.
"Biarkan dia mengamuk sesuka hati. Kita berdua harus menghemat energi untuk berhadapan dengan bos terakhir," ucap tetua kedua menanggapi tatapan dari tetua ketiga.
Hal yang sama dilakukan pula oleh kesatria kerajaan. Hanya tetua Li Wen bersama tetua sembilan yang tidak langsung menuju bukit lumut, mereka terlihat berjalan di area reruntuhan bekas rumah penduduk yang berada dekat hutan lumut.
"Tetua sembilan. Apakah tempat ini cocok?" Tanya Tetua Li Wen. Tetua sembilan mengangguk.
"Baiklah aku akan pergi menyusul yang lain. Jiang! Kau temani tetua sembilan disini."
"Baik kek!"
Tetua Li Wen melesat tak mau ketinggalan menghadapi bos binatang spiritual. Namun kedatangan regu satria bulan dan para tetua sekte kabut sudah dirasakan oleh sang elang.
"Cih serangga pengganggu kembali lagi, kali ini sepertinya makhluk rendahan punya kualitas sedikit lebih baik dari sebelumnya."
"Akan kucabik-cabik tubuh kalian untuk melampiaskan kemarahanku ini."
Sang elang keluar dari goa lumut menyambut kedatangan para penantangnya. Ia berdiri tegak merentangkan kedua sayap dengan sorot mata tajam mengeluarkan aura menyeramkan.
"Akhirnya muncul juga kau!" Teriak tetua kedelapan maju penuh amarah.
Pertarungan yang memakan waktu hingga satu hari satu malam antara kesatria bulan bersama para tetua sekte kabut melawan sang pemimpin bukit goa lumut sampai menggemparkan wilayah barat kerajaan Serena, bahkan keempat nama yang berhasil imbang melawan binatang spiritual tingkat enam. Dimana dalam pertempuran itu mereka berhasil membuatnya meninggalkan distrik Durma dalam keadaan terluka parah, hal tersebut menjadi buah bibir di seluruh kerajaan hingga ke beberapa daerah kerajaan tetangga.
Keempat orang itu ialah Komandan Zaccardo yang dikemudian hari diangkat menjadi kesatria bulan tingkat tujuh. Kemudian tetua kedua serta tetua ketiga berhasil mendapat pencerahan dengan berhasil naik ke tingkat Saint tujuh puncak dan tetua Li Wen berhasil telah memasuki tingkat emperor pertama. Sementara nama tetua sembilan semakin harum sebagai master array di kerajaan Serena setelah berhasil melemahkan kekuatan binatang spiritual tingkat atas meski hanya sepertiganya saja. Nasib naas dialami tetua kedelapan, ia tewas ketika tidak mampu menghindari cakar tajam yang menusuk dadanya.
////
Kembali ke sisi lakon utama kita.
Dimana saat ini tengah tersenyum puas dengan hasil jarahan yang didapatnya dari goa lumut. Vincent hampir menguras semua harta kekayaan yang ada dijaga oleh binatang spiritual tingkat enam dengan memanfaatkan celah waktu sebaik mungkin.
"Seribu batu jiwa tingkat atas, tiga ribu batu jiwa tingkat menengah, lima ribu batu jiwa tingkat rendah, tujuh batu spiritual tingkat menengah, dua puluh batu spiritual tingkat tiga, seratus batu spiritual tingkat dua dan dua ratus batu spiritual tingkat rendah. Haha... Perjalanan pulang kampungku tidak sia-sia." Vincent tertawa puas ketika menghitung jumlah keseluruhan benda berharga di gelang semestanya.
Dengan kekayaannya yang hampir setara dengan sekte kabut yang memiliki hak mengelola tambang di goa lumut karena berhasil mengusir bos tempat tersebut. Meski mereka sangat kecewa saat melihat kenyataan bahwa harta disana tidak sesuai dengan harapan mereka.