Aku bekerja di supermarket di kota kecilku,ketika pulang kerja aku melihat di rumah ramai orang orang, deg ada apa ini kusibak kerumunan orang teryata aku menyaksikan adik dan tunangan ku di gerebek sama tetangga ku karena melakukan zina mereka di interogasi dan aku yang mendengarkan nggak kuat akhirnya pingsan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 Jalan jalan sama ibu
Sudah satu bulan aku punya suami dan kerja Ku sekarang mengantikan pak Dimas dia hanya mengawasi dan mengarah kan kerjaan bila aku kurang mengerti ruangan mas Arman di beri sofa bed sehari hari sebagai sofa tapi kalau aku tidur siang bisa di ubah menjadi tempat tidur juga ada pantry kecil yang terdiri dari satu kompor dan satu penggorengan juga satu panci kecil juga rice cooker yang di kos aku bawa ke sini dan mereka yang bayar kos sekarang ke aku setelah di potong operasional untuk biaya orang buat bersih bersih dan mungkin ada renovasi kos uang. Mereka bayar kos via transfer dan ada rekening sendiri yang di serahkan ke aku olah mas Arman begitu juga rekening untuk laba toko juga di serah kan aku yang setiap hari aku cek juga buat bayar barang dagangan mas Arman sekarang hanya kerja desain dan kerja di proyek perumahan Hem aku yang biasanya cuma pegang gaji UMR sekarang pegang duit suami tapi aku nggak pernah berani pakai tanpa izin mas Arman karena itu rencana nya untuk membangun rumah kami nanti jadi yang aku pakai hanya yang di rekening pribadi Ku dan seperti biasa aku masih di kasih uang saku buat jajan seratus ribu
Aku sekarang lagi buka toko sendirian karena agak siang nanti aku ijin mau ngajak ibu jalan jalan aku serah terima kasir kepada dara pak Dimas katanya sudah menempati kantor perumahan dari perusahaan papa dan mas Arman pamit mau cari sarapan dan sampai saat ini belum datang dia bawa sepeda motor aku kadang aku juga kasihan sama Sella yang menganggap aku yang biayai mas Arman padahal mas Arman yang membiayai aku
Ruangan pak Dimas menjadi ruangan ku sekarang di sini juga biasanya mas Arman bekerja dengan komputernya kami punya tempat duduk masing masing dan sofa yang ada di ruangan Arman di pindah ke sini buat kalau ada tamu
" Dek aku datang" kata mas Arman sambil menciumku dan di belakang nya ada ibu yang mengikutinya aku kangen sama ibu terakhir ketemu aku pas ngambil sepeda waktu itu aku memeluknya
" kangen ibu" kata ku
" Ibu di jemput Arman katanya mau kamu ajak jalan mau di traktir makan enak" kata ibu aku kaget
" Jadi mas Arman jemput ibu mana sarapan nya katanya beli sarapan" kata ku
" nggak boleh beli sama ibu karena sudah di masakin kemarin mas telephon. Kalau mas mau jemput dan ibu mau di ajak jalan sama Manda jadi ibu masak banyak buat mantu nya" kata mas Arman
" Ayo Bu keruangan sebelah kita makan dulu lalu gitu" ajak Ku
" Eh suaminya jangan ditinggal dong" kata mas Arman
" Eh lupa ayo suami ku tercinta" kata ku mengandeng mas Arman dan ibu terkekeh
"Semoga kamu bahagia dunia akhirat sayang" kata ibu mendoakan kami
Aku menyiapkan piring untuk makan dan juga sendok nya dan air mineral
" ibu mau di bikinkan teh" tanya ku
" nggak usah Nda ibu mau susu ultra saja" kata ibu
" Biar mas yang ambil di depan dek" kata mas Arman
" Nda kata bagus kamu sekarang jadi bos ya" tanya ibu.Aku tertawa
" Bukan Bu aku ini istri bos yang kukira dulu tukang parkir ternyata bos supermarket dan juga juragan kos jadi Manda sekarang yang menjalankan toko juga kos suami Manda dan suami Manda kerja di properti sama pak Dimas" jelas ku
" kayak mimpi kamu kemarin masih buruh sekarang sudah jadi bos saja" kat ibu
" Iya Bu sekarang di sini bosnya dek Manda dan Arman sekarang kerja di proyek" jelas mas Arman aku membuka rantang yang di bawa ibu
" ibu sudah sarapan Nda kamu makan sama Arman saja" kata ibu
" Ibu mau duduk di depan toko ya nda mau lihat orang lewat" kata ibu kemudian ibu keluar sambil bawa susu ultra dan camilan
" Sini mas aku suapin" kata ku. aku menyuapi mas Arman dengan nasi yang dibawa ibu yaitu kare ayam kampung aku juga sambil makan untuk diriku sendiri
" Maaf dek mas nggak ngasih tahu kamu kalau menjemput ibu kata mas Arman
" Nggak papa tapi mas tadi ketemu Sella" tanya ku
" ketemu di jalan dia di bonceng bagus mungkin di antar kerja kenapa emang" tanya mas Arman
" Ya Sella kan sekarang tahu kalau mas kaya takutnya dia merebut mas" kataku dengan sarkas
" Mas nggak tertarik sama Sella malah dia yang hina mas" kata mas Arman dan terdengar ibu masuk
" Ibu tadi duduk di parkiran mengantikan Arman" kata ibu sambil terkekeh
"Ibu bisa saja kan di sana ada pak Udin Bu"jawabku
" Pak Udin memangil ibu dengan kata ibunya bos lucu naik pangkat dong ibu" kata ibu sambil terkekeh
" Bu aku nanti beliin daster buat mbak Lia karena aku kalah taruhan" kata ku
" Tebakan mbak Lia yang itu ta dek" tanya mas Arman
" Ternyata mbak Lia lebih peka dari pada aku yang di keloni tiap malam " kataku
" Adek kalau nggak di keloni nggak bisa tidur dan cemberut terus" kata mas Arman
" Iya dong apa salah minta minta di keloni suami sendiri apa mas sudah bosen sama adek ya" kata ku sambil cemberut
" ye mas nggak akan bosen sama adek masa adek nggak ngerasa sekarang ini mas pusing kan adek datang bulan" kata mas Arman sambil memeluk dan menciumku padahal ada ibu duduk di depan kami
" kapan selesai datang bulan kamu Nda nanti tak kasih kamu penyubur kandungan biar di antar bapak mu kesini" kata ibu
" Manda datang bulan masih hari ini Bu libur bercinta juga masih satu malam " jawab Manda
" ya sudah lima hari lagi ya tak suruh bapak mu kirimkan" kata ibu
" Biar kami ambil saja Bu nanti kalau sudah siap" kata mas Arman
" mas hari ini nggak ke proyek" tanya ku
" nggak mas di toko saja mengerjakan desain kamu hati hati kalau kalau jalan sama ibu" kata mas Arman
Setelah berpamitan kami pun berangkat aku membonceng ibu membelah jalanan yang ramai kemudian aku ke toko baju untuk membelikan daster mbak Lia juga kaus untuk bapak juga daster untuk ibu aku juga beli celana panjang dan Hem atasan untuk kerja juga blazer
" Bu nanti bawa beras dan minyak tak belikan di toko" kata ku
" nggak usah Nda ibu jarang masak seringnya bantu mbak Lia menata kotak lumayan dapat makan gratis untuk ibu dan bapak. Sella dan bagus masak sendiri dan belanja sendiri bapak dan ibu sering beli yang sudah matang dan lebih sering si kasih mbak Lia kan tiap hari ada saja pesanan lauk matang" kata ibu
" Syukurlah Bu,kalau Sella sudah ngerti belanja sendiri jadi ibu bisa hemat" kata ku
" Ibu sengaja nggak nyetok barang karena kalau ibu nyetok banyak di habiskan Sella" kata ibu selesai belanja aku ajak ibu santai di kafe sambil makan siang dan juga berbincang santai
" Ibu pesan saja mana yang ibu inginkan Manda yang traktir"
Bersambung ......
takutnya km entr kena stroke klo tau manda tajir🤣🤣
wong kelakuanmu minus🙄🙄