Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 - Tidak Memberikan Biaya
Saat di mansion Alferoz Keira tengah duduk di sofa kamar milik Dhea gadis itu mengamati setiap sudut kamar yang penuh dengan penghargaan milik gadis itu. Benar benar selain Dean, Dhea juga memiliki otak yang sangat cerdas.
Karena hari ini masih weekend Keira di minta temanin oleh Dhea untuk pergi ke mall menemani nya membeli baju karena akan ada acara di kantor nya. Ya mansion Alferoz sangat besar sehingga Kei yang tipe pemalas itu bahkan belum sepenuhnya mengelilingi mansion kecuali tempat penting, seperti kamar, dapur, ruang keluarga, ruang kerja.
“Kei apa kau selalu memakai baju seperti ini?”tanya Dhea melirik gadis itu ketika dia akan mengajak Kei ke mall untuk menemani nya.
“Maksud nya begini bagaimana kak? Bagus bagus aja kok,”jelas gadis itu bingung.
“Ini juga kacamata mu kenapa retak dan kenapa model nya jadul begini?”tanya Dhea dengan bingung.
Ketika acara pernikahan Keira dan Dean, gadis itu tau jika adik ipar nya ini sangat cantik. Tapi Kei seperti nya gadis yang tidak peduli dengan penampilan bahkan dia tidak sadar style itu sangat jadul.
Dhea menggeleng menatap Keira yang seperti itu ya benar sih Dhea yang sibuk tidak
sempat memperhatikan Kei, gadis itu selalu dengan kacamata keramat nya dan juga baju jadul tersebut.
“Karena Kei belum ada uang untuk membeli yang baru, kacamata ini gaji pertama Kei kak, ini kacamata pertama setelah kuliah, bagus kan?”tanya gadis itu dengan senang.
“Hah apa? Apa Dean tidak memberikan mu uang?”kaget Dhea kepada gadis itu.
“Uang? Suami ku memberikan uang tapi aku kadang minta cash sedikit saja untuk bayar taxi,”jelas gadis itu dengan datar.
“Ayo ikut aku,”tarik Dhea kepada gadis itu.
Keira yang kaget di tarik tangan nya hanya mengekor saja dengan langkah cepat, Dhea tanpa mengetuk pintu tersebut menendang kuat pintu ruang kerja milik Dean. Dean dan Mathew yang sedang bekerja di sana kaget.
Bagaimana tidak Dhea benar benar menendang nya kuat sampai membuat Dean menghela nafas, pria itu tau jika Dhea memiliki kemampuan bela diri tapi kalau cuman buat ngerusakin pintu apa guna nya.
“Apa yang kau lakukan Dhea? Bisakah kau mengetuk pintu dengan baik?”tanya Dean dengan kesal melepas kacamata nya dan menatap kakak nya itu.
Dhea melepaskan genggamannya pada tangan Keira, gadis itu berjalan dan menggebrak meja dengan kuat nya membuat Mathew seketika kaget. Ada apa dengan nona Alferoz satu ini, tumben sekali dia terlihat emosi.
“Dean! Apa kau tidak memberikan uang kepada Kei, dia mengatakan saja naik taksi untuk bekerja, dan bahkan apakah kau bertanya dia makan siang dengan apa hah? Dia tidak bisa makan makanan enak,”
“Serta kau lihat penampilan istri mu, serta kacamata nya,”tunjuk Dhea kepada Keira yang berdiri.
Gadis itu yang bingung kenapa Dhea marah marah dan juga tiba tiba di lihat oleh Dean, Dhea dan Mathew hanya memasang wajah cengengesan nya karena bingung dia harus apa kenapa Dhea seperti itu.
Dean menatap istri nya itu, dia berjalan ke arah Keira. Dengan lembut dia mengusap pipi istri nya membuat Keira seketika kaget, lalu dia bergantian menatap kakak nya.
“Dhea kau tanya saja pada adik ipar mu ini, aku tidak melarang dia mau memakai pakaian apapun. Atau dia ingin membawa bekal dan naik taksi ke kantor, selagi dia nyaman aku tidak masalah,”ucap Dean kepada Dhea.
“Kau menyuruh istri mu berhemat kau suami pelit,”geleng Dhea dengan tidak percaya padahal daddy nya sangat royal kepada mommy nya.
“Aku tidak pelit, cebol aku memberikan mu kartu ku bukan?”tanya Dean kepada istri nya itu.
“Ah iya,”ucap gadis itu.
Keira mengeluarkan dompet dari tas nya ayolah bahkan di dompet nya itu hanya ada uang cash recehan puluhan, membuat Dhea menggeleng. Lalu Keira mengeluarkan black card di sana membuat Dhea kaget.
“Ini Dean memberikan ku ini dan dia bilang aku bisa belanja apapun dengan ini, tapi aku merasa tidak enak kak. Maka nya aku tidak pernah pakai,”jawab Kei dengan polos nya memperlihatkan kartu itu.
Dean melirik kakak nya dengan tatapan datar, sementara Dhea menepuk kening nya ternyata bukan Dean yang pelit ternyata Kei mungkin merasa masih belum punya hak sepenuhnya dengan kartu tersebut.
“Astaga Kei, kau bahkan menyimpan ini. Kau tau? Aku menggunakan kartu Dean hanya sekali ketika aku sakit, membujuk ku agar aku mau semangat untuk terapi. Di rumah ini yang punya hanya daddy dan Dean, bahkan Daddy tidak memberikan nya pada ku,”kesal Dhea mengatakan itu.
“Itu karena jika kami memberikan nya pada mu, kau akan hidup bermalas malasan dan melupakan ambisi yang sudah kau ciptakan sendiri,”kesal Dean kepada kakak nya.
“Sudahlah, lupakan itu. Ayo kita pergi ke mall aku numpang bayar haha,”tawa Dhea dengan puas nya.
“Apakah ATM ini sangat hebat? Kenapa kak Dhea sangat bahagia?”tanya Kei bingung memutar black card itu.
“Bahkan jika kau hanya menyebut nama ku saja tanpa kartu itu sudah hebat cebol, pergi lah dengan Dhea. Nikmati hari libur mu aku akan lanjut bekerja,”gemas pria itu menarik pipi Keira.
“Sayang!!”rengek gadis itu kesal karena pipi nya sakit.
“Haha kau sangat lucu,”tawa Dean.
“Apa apaan adegan mesra ini cukup di kamar kalian saja jangan di depan para jomblo seperti kami ayo pergi Kei,”kesal Dhea menarik tangan gadis itu keluar ruangan tersebut.
Keira hanya menerima tarikan itu dan mengekor kepada Dean, sedangkan Dean hanya mengeleng. Apakah dia terlalu mencuek kan Keira sampai Dhea mengira jika dia tidak peduli dengan Keira.
“Apa aku kurang terlihat seperti suami yang baik ya?”gumam pria itu.
“Anda sudah sangat baik tuan, nona Kei saja tidak tau hal itu,”ucap Mathew menjelaskan nya.
“Jangan menyalahkan istri ku Mathew, kau tidak sopan kepada nona mu ya,”kesal Dean kembali memasang kacamata nya.
‘Astaga padahal mau belain dia juga, dasar bucin aku,’gemas Mathew dalam batin nya mengatakan itu.
“Kau mengatai ku barusan?”tanya Dean kesal melirik pria itu.
“Ah mana mungkin tuan Alferoz,”geleng Mathew dengan cepat.
Ya Dean memang tidak terlalu menunjukkan sifat romantis nya kepada Keira tapi orang orang mansion bahkan tau jika Dean seperti nya sangat menyayangi Kei. Dari cara bicara bahkan dari cara memperlakukan Kei.
Itu terlihat sangat tulus, dan salah satu korban saksi kata kata manis dan sikap manis Dean kepada Kei adalah saksi mata nya tentu Mathew kadang sekali kali dia berharap akan punya waktu untuk berkencan juga.
“Aku ingin berkencan juga,”gumam Mathew.
“Kau ingin berkencan? Kubur mimpi mu dalam dalam karena itu tidak akan terjadi, kita sibuk. Berkencanlah ketika Kei sudah punya anak,”jawab pria itu tertawa.
“Terserah anda tuan,”