Gimana jadinya kalau kau harus menikah dengan muridmu sendiri secara rahasia?? Arghhh, tidak ini gak mungkin! Aku hamil! Pupus sudah harapanku, aku terjebak! Tapi kalau dipikir-pikir, dia manis juga dan sangat bertanggung-jawab. Eh? Apa aku mulai suka padanya??!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 : Rasa Kecewa Marisa
Marisa, wanita berparas blasteran inggris, Korea dan sunda itu memilih untuk tidak langsung pulang. Tapi dia memutuskan nongkrong dulu, janjian dengan dua orang teman terdekatnya, Via dan Acha. Marisa janjian di cafe langganan tempat mereka biasa kumpul.
Ia mengendarai mobilnya dengan sedikit ngebut menuju cafe tersebut. Yah, kurang dari 1 jam dia sudah sampai.
Begitu pintu cafe terbuka dia dapat melihat Acha yang berdiri sambil melambai ke arahnya.
Marisa melangkahkan kaki jenjangnya menuju tempat duduk di area paling belakang itu, menghampiri Acha dan Via yang kayaknya mereka sudah ada di sana lebih lama dibanding dirinya.
"Duduk dulu, udah gue pesenin kopi tuh," ucap Acha dengan wajah sumringah.
Marisa langsung duduk, meletakkan tasnya di sisi kursi berbentuk sofa yang bisa memuat untuk enam orang sekaligus.
"Thanks Cha." Risa mengambil gelas kopi tersebut dan menyesapnya sedikit. "Ah, gue ngerasa lebih rileks...."
"Gimana, gimana? Gue denger lu bakalan nikah?" Acha langsung nodong satu pertanyaan yang sebenarnya lagi males dibahas sama Risa.
"Pasti elu yang ngasih tau ya, Vi ?" Risa mendelik menatap Via dengan sebal.
"Yah, gimana, kita sama-sama teman 'kan, Ris. Gue gak mau setress sendirian dengerin cerita lu!" Balas Via melakukan pembelaan diri.
"Idih, reseh!" Risa segera bersandar dan melipat tangan di dada.
"Jadi bener lu bakalan nikah sama cowok lain?" Tatap Acha seakan dia gak percaya sama kebenaran itu. Soalnya dia tahu kalau sahabatnya itu udah cinta mati sama Dion.
"Iya, dan kalian tahu apa? Cowok itu ternyata murid di sekolah gue! Namanya, Rio!" Jelas Risa perihal cowok yang bakalan jadi suami dia nanti.
"Gila, masih muda banget dong?" Acha kelihatan langsung kaget pas denger itu. Tapi beda lagi sama Via yang langsung bersyukur.
"Baguslah, Ris, lu nikah sama dia, gue seneng lu akhirnya tobat!" Sambar Via dengan muka lega.
"Apaan sih lu, tobat apaan?" Risa enggak terima banget sama reaksinya Via. Tobat? Emang dia pelaku kejahatan?
"Ya, gue seneng akhirnya lu bisa lepas dari Dion!" Jawab Via jujur.
"Bener tuh! Rio pasti jauh lebih baik, masih muda, masa depan dia pastinya masih cerah banget, udah gitu dia mau loh tanggung-jawab, hebat sih itu anak!" Acha nimpalin malah muji-muji Rio. Makin bikin Risa ngerasa bete.
"Ih Kalian berdua ini, kenapa gak ada yang ngerti penderitaan gue sih?" Risa sama sekali gak ngerti, kedua temannya ini kaya bersekongkol mengkhianati dia. Kenapa ga ada yang dukung hubungan dia sama Dion.
"Kalian itu gak ngerti gimana rasanya dipaksa nikah sama orang yang kalian itu ga suka sama sekali, gak ada rasa, itu sakit tau gak?" Risa cemberut, dan matanya sudah berair.
"Ya elah, Ris. Tapi 'kan elu duluan yang nyosor si Rio! Inget gak?" Via nyengir. Dia gak lupa gimana temannya itu cerita soal malam insiden itu.
"Sialan lu! Tapi harusnya dia ngelawan gue dong! Berarti dia juga ambil keuntungan dari gue!" Wajah Risa memerah saat mendengar pernyataan si Via. Enak saja, dia gak mau dianggap terlalu agresif.
"Lawan lu gimana Ris? Lu itu kalau udah mabuk susah banget dihadapi, apalagi lu suka banting-banting barang dan ngehajar orang!" Acha langsung merinding saat mengingat teman semasa sekolahnya itu ngamuk beberapa kali di bar.
"Bener tuh, siapa yang bisa ngelawan elu? Waktu itu aja lu sampai dipegangin dua satpam dan lu bisa nonjokkin mereka." Via manggut-manggut setuju sama ucapan Acha.
"Apaan sih, kok kesannya kayak gue yang nyerang dia deh!"
Acha dan Via saling berpandangan sesaat, kemudian mereka menatap Risa kembali sambil menganggukkan kepala dan berkata, "emang bener."
Risa gak bisa ngomong apa-apa lagi, kena skak mat. Emang iya sih dia yang maksa duluan, tapi itu karena dia lagi mabuk berat.
"Tapi Ris, seriusan deh, lu kayaknya mending lupain Dion," ucap Via yang tiba-tiba saja jadi serius.
"Iya lu, bukannya lu sama dia udah putus lama? Kenapa lu masih berharap sama dia lagi?" Sambung Acha sambil menyeruput es kopinya.
"Kalian itu gak ngerti. Gue emang putus sama dia tapi sementara doang, Dion bilang ke gue kalau di manajemen dia gak boleh ada status pacaran." Risa masih berusaha memberikan pembelaan untuk Dion. "Dia janji sama gue setelah berhasil dia bakal balik dan lamar gue...." Risa menunduk sedih. Entah kenapa dia sendiri mulai ragu dengan janji itu. Dion sama sekali gak ada kabar setelah pergi keluar negeri 5 tahun lalu, gak lama setelah mereka lulus kuliah.
"Ris, kita gak bermaksud bikin lu sedih, tapi...." Acha tiba-tiba duduk mendekat di samping Risa. Dia memegang tangan Risa dengan lembut.
"Lu kenapa sih, Cha?" Risa menatap heran ke arah Acha. Dia hapal banget dengan sikap temannya itu kalau sudah seperti ini pasti ada berita yang gak baik.
"Vi, lu aja deh yang ngomong...," Acha malah menoleh ke arah Via yang langsung keselek.
"Kaget gue! Katanya lu yang mau cerita!" Via langsung meneguk air putih miliknya.
"Kalian berdua ada apa sih? Ngomong aja ke gue, jangan kayak gini!" Sikap kedua temannya malah bikin dia overthinking dan dia gak suka banget kayak gitu.
"Soal Dion...." Akhirnya Acha memberanikan diri untuk bicara. "Dion tadi pagi balik Ris, ke sini, tapi...." Acha melirik ke arah Via.
"Tapi dia datang gak sendiri, Ris. Lu tau artis China yang di Hollywood? Namanya Xiao Fei Fei, atau nama inggris dia Feline Xiao." Via kelihatan lagi sibuk mencari sesuatu di ponselnya.
"Ah, gue gak pernah tau gosip luar, lu tau gue sibuk sama urusan sekolah," balas Risa yang bener-bener clueless.
"Nih, lu liat aja sendiri." Via menyerahkan ponselnya kepada Risa dan memperlihatkan sebuah video di sana.
Video itu memperlihatkan seorang pemuda yang baru saja keluar dari bandara bersama dengan seorang wanita cantik berkulit putih, memiliki rambut hitam panjang dan wajah oriental khas dataran Tiongkok. Keduanya berjalan saling bergandengan tangan dan sangat akrab.
Beberapa orang wartawan yang mengejar ada yang berceletuk apakah wanita itu pacar dari Dion, Feline Xiao yang memang sudah digosipkan memiliki hubungan sejak lama?
Reaksi Dion di video itu tampak jelas. Dia hanya tersenyum dan melirik ke arah si wanita yang juga malah mengumbar kemesraan.
Ada juga beberapa orang yang bertanya soal kedatangannya kembali. Dion menjelaskan dia ada project iklan bersama Feline dan beberapa pekerjaan lain.
"Apa pagi ini Dion ada ngabarin dia kemari?" Tanya Acha dengan hati-hati.
Risa gak menjawab. Ia terdiam sambil menatap kosong ke arah video tersebut.
"Ris, lu gak apa-apa?" Acha menepuk pelan pundak sang sahabat.
"Ris, jangan diem aja, gue takut! Lu gak kesurupan 'kan?" Ujar Via rada ngawur.
"Jangan bercanda ah, Vi!" Acha mengibaskan tangannya ke arah Via yang ngomong sembarangan.
"Gak tenang aja, gue gak apa-apa," ucap Risa tiba-tiba. "Oh ya, gue pulang dulu ya, ada sesuatu yang harus gue kerjain sekarang." Tanpa basa-basi Risa segera bangkit dari tempat duduknya dan bergegas pergi begitu saja menuju pintu cafe dan keluar.
"Perasaan gue jadi gak enak...," gumam Acha.
"Dia gak bakal aneh-aneh 'kan, Cha...?" Timpal Via yang memandangi sosok Risa yang semakin menghilang dari balik pintu cafe.
Apa yang bakal dilakuin oleh Risa setelah mengetahui kabar dan berita tersebut tentang Dion?
.
.
.
BERSAMBUNG....