Mawar, gadis cantik, diusianya yang telah matang harus menerima pernikahannya dengan Dirga, seseorang yang tak pernah dikenal sebelumnya. Menggantikan Dimas yang pergi entah Kemana di hari pernikahannya. Cinta yang tak pernah ada sebelumnya, berlahan hadir di dalam mahligai rumah tangga, Dimas yang pergi kembali dengan sejuta penyesalan, ingin kembali pada Mawar kekasih pujaan hati. Bisakah Dimas merebut Mawar dari tangan Dirga? akankah hidup mereka bahagia? ikuti kisahnya terus di Menikah Tanpa Cinta.
Coretan pertama Isti arisandi. Mohon dukungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cepat hamil lebih baik
Ia hanya ingin berdua saja dengan istri tercintanya, anggap saja sekarang ia pengantin baru yang lagi berbulan madu. Walaupun kenyataannya pernikahan Mereka sudah mendekati 3 bulan.
"Sayang kamu masih ngambek soal tadi?"
"Istri mana sih yang tidak sakit hati, kalau suaminya deket- deket wanita lain. Apalagi aku nggak tau, masalalu Kamu sama dia kayak gimana?"
"Kamu tenang sayang!, Suami kamu ini setia. Kalau sudah ada satu dihati, sulit untuk berpaling."
"Gombal!, Mas, emang paling jago, soal meluluhkan hati wanita."
"Nggak, aku nggak ahli di bidang satu itu, dari dulu aja ngeluluhin hati kamu susah banget. Aku butuh tiga bulan untuk dapetin cinta kamu.Sayang."
"Tumben manggil, apa tadi?" Dirga bertanya kembali,jangan jangan ia salah mendengar sesuatu yang baru saja diucapkan oleh Mawar.
"Mas!, kenapa mas nggak suka aku panggil seperti itu?"Mawar mengulangi kata katanya barusan.
"Suka banget, Sepertinya sayangku bosen panggil dengan nama saja! Ga.Ga.Ga.. Dirga mencibir Mawar, menirukan gaya Mawar saat memanggil dirinya."
"Bukannya bosen, cewek tadi aja panggil kamu sayang!, sayang!, emang kepala peang apa!"
Mengingat wanita tadi Mawar jadi kesal ia melipat bibirnya ke dalam. Sambil matanya menerawang kejadian siang tadi.
"Oh, jadi masih cemburu gara-gara Vio panggil aku sayang tadi, hah."
Siapa juga yang cemburu, kini Mawar wajahnya bersemu merah, menahan malu karena tebakan Dirga emang tidak pernah meleset.
"Ya udah ini waktunya pulang, kita siap siap pulang sayang." Dirga berkemas kemas, dan Mawar membantunya.
Mawar ke belakang mencuci piring bekas makan tadi di wastafel, selesai semua mereka berdua melangkahkan kakinya pulang.
Tak lupa Dirga mengunci pintu ruang kerjanya.dan satu tangannya memegang jas yang tidak ia pakai karena merasa gerah.
"Yuk sayang, kamu udah yakin nggak ada yang ketinggalan handpone mungkin?"Dirga mengingatkan Mawar untuk memeriksa barang bawa,annya barangkali tertinggal didalam.
"Enggak ada Mas, udah aku bawa semuanya." Mawar berjalan mengekor di belakang suaminya. Sejenak Dirga berhenti memberi kesempatan Mawar agar bisa berjalan disampingnya.
Dirga meraih tangan Mawar tapi Mawar segera menghindari. "Jangan Mas, dilihat banyak orang."
"Digandeng aja nggak mau, punya Istri susah di ajak romantis." Dirga menggerutu sendiri,suaranya lirih sehingga Mawar tak mendengarnya dengan jelas.
"Barusan ngomong apa Mas?."
"Nggak aku nggak ngomong apa-apa!"
Nela yang juga berkemas, heran Melihat Mawar yang baik-baik saja. Karena ia mengira kejadian tadi, akan ada perang dunia antara dirinya dan Vio. Dalam hati Nela berfikir, Pak Dirga pake jurus apa ya?.
Selamat sore pak!, sapa karyawan lain yang juga sedang berhambur pulang.
"Kekasih nya pak?, Kapan nikah nie? Dirga tidak Menjawab ia hanya membalasnya dengan tersenyum saja.
Segera ia masuk ke dalam mobil. Dan mereka berdua meninggalkan gedung lantai 8 tempat Dirga,dan kawan-kawan mencari nafkah.
Sampai di jalan karena hari juga belum terlalu sore Dirga mengajak Mawar berbelanja.
Ia segera menghentikan Mobilnya di parkiran pusat perbelanjaan.
Kali ini Mawar membeli buah buahan segar, dan bahan dapur yang hampir semua tinggal sedikit. Dan tak lupa juga ia mampir pada toko pakaian wanita.
"Sayang beli ini ya."
Mawar menoleh sekilas ternyata Dirga memilih baju tidur yang serba kurang bahan, dan celana dalam yang cuma tali tali doank. Sambil menahan tawanya Dirga menunjukkan pada Mawar.
"Siapa yang harus pake itu?"
"Ya kamu dong sayang." Masa aku yang pakai."sambil menunjukkan pada Mawar, dengan menempelkan di badannya."Ini pas di badanmu, sayang"
"Nggak mau!, itu kurang bahan semua, bisa- bisa aku masuk angin setiap hari,"Mawar segera pergi meninggalkan Dirga. Ia heran kenapa ada saja kelakuan suaminya yang dipikirnya konyol.
Secara diam-diam, Dirga tetap memasukkan empat buah lingeri,beserta celana dalam ke dalam keranjang belanjanya.
"Sayang beli ini juga ya! Sambil menunjukkan kotak itu pada Mawar.
" Buat apa ini Mas?
"Ni sayang, baca dulu!, buat wanita agar cepat hamil, jadi kamu harus minum susu ini juga, sayang!"
Mawar menggelengkan kepala ternyata suaminya mengetahui banyak hal yang tidak ia ketahui. " terserah mas aja , beli apapun yang mas sukai."
Selesai belanja, mereka berdua keluar. Mawar segera menuju mobil, ia sudah ingin segera pulang. Tinggal menunggu Dirga yang masih menuju mesin ATM.
Hanya sebentar ia di sana, Dirga sudah kembali lagi.
"Semuanya sudah selesai sayang." Sekarang tinggal kita pulang. Tadi Bapak dan Ibuk juga sudah aku transfer sedikit rezeki." Karena kalo mau main kesana juga masih lama.
Hati Mawar seketika terenyuh. Ia tak menyangka Dirga juga memikirkan orang tuanya. Sedangkan ia masih memikirkan ingin mencari pekerjaan untuk bisa membantu Ibu dan Bapaknya.
Mawar semakin mengagumi lelaki di sampingnya ini, tidak ada alasan untuk tidak menyayangi lelaki sebaik Dirga. Bagi Mawar Dirga seolah sosok malaikat tak bersayap yang ada di dunia,
"Sayang kalo ingin memandangi aku, nanti di rumah masih bisa sepuasnya." Sepertinya Dirga mengerti kalo Mawar kali ini terlalu berlebihan dalam memperhatikan dirinya.
Walaupun di saat ia sedang mengemudi. Dirga menyempatkan untuk membelai lembut rambut Mawar.
Tak terasa ia sudah sampai di pekarangan rumah dua puluh menit di jalan juga sangat melelahkan. Rumah tampak sepi sekali. Sebelum masuk rumah tak lupa Mawar dan Dirga membasuh kaki dan tangannya dengan air kran yang ada di taman.
Mawar segera membuka pintu, karena ia yang memegang kunci. Sedangkan Dirga mengambil barang belanjaannya yang ia taruh di bagasi Mobil.
"Sayang, ditaruh dimana ini barang- barangnya?" tanya Dirga kemudian.sambil menenteng barang belanja yang lumayan berat.
"Di ruang tengah aja Mas, nanti biar aku yang menata pada tempatnya." Teriakan Mawar yang dirinya sudah sampai dapur,
Selesai membuatkan kopi untuk Dirga dan beberapa menu untuk makan malam , Mawar hendak menata barang yang telah ia beli tadi.
"Mas!. Kenapa baju kurang bahan ini ada disini, tadi kan aku sudah melarangmu untuk membelinya."
Dirga hanya tersenyum saja. Karena ide konyolnya sudah terbongkar." Maaf sayang tapi aku menyukainya.
"Laki laki emang aneh." Mawar lebih memilih mengalah daripada membahas soal baju kurang bahan yang tiada habisnya.
Bete dengan kelakuan suaminya, Mawar memutuskan untuk pergi kekamar terlebih dahulu.
Di dalam kamar, Mawar menghabiskan waktunya dengan bermain handpone. Karena sebenarnya Ia belum ngantuk sama sekali, hari juga masih terlalu sore untuk mengawali tidur.
Sekedar bertukar kabar dan berbagi cerita dengan teman- temannya bisa mengurangi kebosanannya.
Belum berapa lama Dirga masuk, menyusul keberadaan sang istri. Didapati sang istri berada di ranjang, ia segera merebahkan tubuhnya disampingnya.
"Sayang, kamu belum ngantuk?" tanya Dirga kemudian, sambil membuka t.shirt yang menempel pada tubuhnya. Hingga tinggal menyisakan celana bokser yang menempel pada badannya.
"Belum Mas, masih sore."Mawar hanya melirik suaminya sekilas. Kembali memperhatikan gawainya.
Entah kenapa apa yang dilihat dalam benda pipih itu kali ini lebih menarik daripada suaminya.
"Sayang, kamu sudah minum susu yang kita beli tadi sore,"
"Belum Mas, aku nggak suka sama susu, kalo aneka jus aku suka semuanya."
"Kamu harus meminumnya! Supaya kita cepet punya dedek bayi. Itu juga salah satu usaha lo. Sayang!"
Melihat Mawar sama sekali tak bergeser dari duduknya di sisi ranjang tersebut.
Dirga berinisiatif membuatkannya sendiri. Segera meninggalkan kamarnya, Ia turun ke dapur. Mencari dimana Mawar meletakkan susu tadi. Tadi Mawar juga bilang kalau lebih suka jus, Dirga menambahkan jus jeruk di dalamnya. Akhirnya susu+jeruk buatan Mas Dirga udah jadi.
Dengan semangat sekali Dirga membawa keatas, agar Mawar bisa segera meminumnya.
Akhirnya Mawar mau juga, kalau ditambah dengan buah di dalamnya.
"Sayang taruh dulu dong Handpone nya!"
"Entar dulu, Aku lagi asik nulis nie, Pasti Kamu mau minta lagi, ya?..."
"Itu, kamu juga udah ngerti sayang!"
"Lagi-lagi Mawar dibuat iba, kalau suaminya sudah meminta haknya dengan wajah memelas seperti ini."
Mawar segera menaruh Handponenya, Dan Dirga mulai dengan sentuhan lembut,yang tak sekalipun Mawar bisa menolaknya. Mereka berdua menghabiskan malam dengan gairah yang tak bisa dipendam lagi. saling memuaskan satu sama lain, hingga akhirnya terkulai lemas di pembaringan.
#Readers tercinta, mohon maaf ya jika penulis selalu mengingatkan jangan lupa, like ,komen dan kasih tip atau Vote. semua itu sangat membantu author bersemangat berkarya dan bisa melanjutkan ceritanya,terima kasih😘😘😘😘#