NovelToon NovelToon
Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Berbaikan / Cerai / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Alquinsha

Menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong. Tapi tidak bagi Erina, wanita dengan nama lengkap Erina Azkia Davina itu menjadi salah satu wanita beruntung di muka bumi ini karena berhasil menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya raya.

Namun, meskipun Erina menikah dengan pria yang nyaris sempurna, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Penghianatan yang dilakukan ayahnya di masa lalu menghantui Erina dan membuat Erina tidak bisa mempercayai suaminya, Bisma, apalagi Erina pernah memergoki Bisma dengan wanita lain di kantor.

Rasa takut yang menghantui Erina membawa petaka dalam rumah tangganya. Bahkan, Erina dan Bisma hampir bercerai. Hampir, beruntung Bisma selalu bisa mengimbangi Erina dan tidak suka memperpanjang masalah. Bisma memang pantas disebut sempurna.

****

Note: Saya harap kalian tidak mengandalkan emosi saat membaca novel ini, karakter ceritanya mungkin kurang baik, tapi kalian jadilah pembaca yang baik.

©2019, lightqueensa || Nur Alquinsha A

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Alquinsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ITC #19

Erina memegang bagian dadanya, ingat bagaimana Bisma bicara pada seseorang di balik telpon, membuat bagian itu ngilu, Erina merasakan hal aneh terjadi pada hatinya.

Bisma sudah pergi untuk mengurus sesuatu setelah mengantar Erina ke mansion, Erina di larang kerja oleh Bisma hari ini, dan wanita itu sedang duduk sendirian di taman belakang.

Erina sudah cukup percaya diri sebelumnya, dia tidak akan kalah dari permainan suaminya, tetapi setelah melihat Bisma pergi, Erina merasakan yang sebaliknya, dia sudah kalah.

Erina tidak rela Bisma pergi untuk menemui wanita lain, Erina ingin sekali menahan Bisma supaya tetap berada di sampingnya, Erina ingin tapi harga dirinya menolak.

"Erin, handphone kamu berdering." Tegur ibu Maria saat melihat Erina melamun sampai tidak menyadari ponselnya yang berdering.

Erina mengerjapkan matanya dan menatap ibu Maria. "Oh, ibu?" Erina melemparkan senyuman lalu melihat layar ponselnya, tertera nama Farhan disana.

"Tidak apa-apa, angkat saja, mungkin ada hal penting." Ucap ibu Maria mendahului Erina bicara saat Erina akan membuka mulutnya.

Erina mengangguk lalu menggeser ikon hijau pada layar ponselnya. "Assalamu'alaikum." Sapa Erina setelah menempelkan alat komunikasi itu pada telinganya.

"Wa'alaikumsalam, Rin. hari ini lo jangan masuk kerja ya? Cafe gue tutup, Soraya mau lahiran." Ucap Farhan terdengar terburu-buru.

"Eh, ponakan gue mau lahir? kalian dimana sekarang? gue mau kesana!" Ucap Erina dengan senyuman yang mengembang, sampai lupa akan masalah hatinya.

"Gue sama Soraya lagi ada di rumah sakit permata, istri gue udah ada di ruang bersalin, udah dulu ya?" Setelah itu telpon terputus sepihak oleh Farhan.

Erina langsung berdiri antusias untuk pergi ke rumah sakit permata, dia hampir saja lupa dengan keberadaan ibu Maria yang barusan duduk di sampingnya.

"Ibu, kalau Bisma pulang, tolong bilang ke dia aku pergi ke rumah sakit dulu sebentar." Tanpa menunggu persetujuan, Erina berlari pergi meninggalkan ibu Maria.

"Eh, Erin?" ibu Maria menghela nafasnya, dia baru saja akan mengatakan bahwa Bisma tidak mengijinkan istrinya pergi, katanya setelah urusan Bisma selesai, Bisma akan mengajak Erina pergi ke suatu tempat untuk menghibur istrinya.

Erina sudah lebih dulu pergi menuju kamarnya, mengambil tas dan hal lain yang mungkin akan dia butuhkan di rumah sakit nanti, Erina benar-benar antusias menyambut keponakannya, dia sampai berlarian saat menuruni anak tangga.

"Pak Asep, bisa antar saya ke rumah sakit?" Tanya Erina saat sudah keluar mansion dan berpapasan dengan pak Asep.

Pak Asep adalah supir yang nenek Sekar pekerjakan untuk mengantar jemput Bisma dari dua belas tahun yang lalu, tapi berhubung sekarang pak Asep sudah lumayan tua, Bisma sudah lama memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri.

"Oh, mangga neng, tapi emang Bisma udah ngasih kamu ijin?" bukan tidak mau, hanya tidak yakin Bisma membolehkan Erina di supiri olehnya.

"Nanti saya ijin sama Bisma, sekarang kita pergi dulu, saya buru-buru soalnya." Jawab Erina dan mau tidak mau pak Asep menurutinya.

Saat mobil pak Asep dan Erina sudah keluar dari perkarangan mansion, ibu Maria dan yang lainnya keluar mansion untuk menahan kepergian Erina, namun terlambat.

"Bagaimana ini? tuan Bisma pasti marah!" Lirih Maya dan yang lainnya mengangguk setuju kecuali ibu Maria.

"Tidak apa-apa, nanti biar saya yang bicara sama Bisma." Ucap ibu Maria menenangkan para maid.

Sementara di mobil ...

"Rumah sakit permata ya, pak." Ucap Erina memberitahu arah tujuan mereka.

"Baik neng, kamu tidak nelpon Bisma? Katanya mau ijin?" Pak Asep terlihat khawatir.

Masalahnya, wanita yang duduk di sampingnya adalah wanita kesayangan Bisma, sementara pak Asep sudah lumayan lama tidak menyetir, pak Asep takut Bisma tidak memberi ijin.

"Saya udah ngirim sms ke Bisma, bapak tenang aja." Sahut Erina berbohong, dia mana berani menghubungi suaminya yang sedang bersama wanita lain.

Tentu saja pak Asep tenang mendengar itu, lagipula baru kali ini Erina meminta bantuan darinya, pak Asep senang setidaknya dia berguna untuk istri tuannya.

Selama ini, pak Asep mendapatkan gajih tanpa melakukan pekerjaan apapun selain mencuci mobil, Bisma terlalu baik sampai tidak mengijinkan pak Asep untuk melakukan pekerjaan lain.

"Pak?" Panggil Erina setelah cukup lama mereka saling terdiam.

"Ya, neng?" Sahut pak Asep sambil menoleh sekilas kearah Erina lalu kembali fokus menyetir.

"Nanti bapak langsung pulang, mungkin saya bakal lama di rumah sakit."

Erina melangkah cepat menuju ruang bersalin setelah bertanya letak ruangan itu pada salah satu suster di rumah sakit, wanita itu sudah tidak sabar mendapatkan kabar baik dari sahabatnya.

"Farhan?" Panggil Erina saat mereka tanpa sengaja saling berpapasan.

"Oh, Erin?" Sahut Farhan, suami Soraya itu terlihat panik dan membuat senyuman Erina memudar.

"Farhan, ada apa? Soraya baik-baik aja kan? dia udah lahiran?" Tanya Erina tidak sabaran.

Farhan menghela nafas berat. "Erin, mulai hari ini lo berhenti kerja di cafe."

"Gue gak bahas soal itu, Han! gue cuma mau tahu keadaan Soraya!" Erina tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya bukan hal baik karena sekarang Farhan terlihat sangat kacau.

"Soraya harus di operasi, Rin." Lirih Farhan.

Erina mengerti sekarang, Farhan kacau karena memikirkan biaya untuk operasi istrinya, Erina tahu keuangan mereka kurang baik, mengingat satu-satunya usaha mereka tidak lancar pemasukan.

"Kalau gitu, gue bakal bantu lo, gue bisa--" Erina menghentikan perkataannya, wanita itu sudah mengambil ponsel, berniat menelpon suaminya untuk meminta ijin membantu Soraya.

Tapi, Erina kembali ingat bahwa mungkin suaminya sedang tidak bisa di hubungi, dan Erina tidak berani untuk sekedar menelpon Bisma yang sedang bersama wanita lain. Lalu Erina teringat akan tabungannya.

Erina mengambil sesuatu dari dompet. "Lo bisa pake ini, tabungan gue cuma ada dua puluh juta, apa itu cukup?" wanita itu memberikan kartu ATM pada Farhan.

Farhan menatap apa yang ada si tangan Erina tanpa mengambilnya. "Gak bisa, Rin. lo juga pasti punya kebutuhan."

"Lo dan Soraya lebih butuh, Han. cepet terima atau gue gak bakal maafin lo kalau sampe terjadi sesuatu sama Soraya dan anak kalian."

Farhan bingung, di satu sisi dia tidak ingin menyusahkan Erina, disisi lainnya Farhan juga takut terjadi sesuatu pada Soraya dan Erina akan menyalahkan dirinya.

"Farhan!" Tekan Erina, wanita itu benar-benar takut terjadi sesuatu pada Soraya sampai tangannya yang memegang kartu ATM bergetar.

Farhan akhirnya menerima kartu itu dari tangan Erina, meskipun sebenarnya dia ragu. "Yaudah, gue pinjem dulu, ini udah lebih dari cukup kok, kalau udah ada uang--"

"Han, lo tuh kayak sama siapa aja sih?" Potong Erina yang sudah mulai meneteskan air matanya saking cemas dan khawatir pada Soraya.

Farhan menatap tidak enak pada Erina. "Kalau gitu, gue urus administrasi dulu ya?" Setelah melihat Erina mengangguk, Farhan melangkah meninggalkan wanita itu.

Erina hanya bisa berharap yang terbaik untuk Soraya dan anaknya, tidak ada hal yang lebih penting selain keselamatan mereka berdua.

Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...

Regards:

©2019, lightqueensa.

1
Tamirah Spd
Sebagai sahabat harus tahu mendudukkan layak nya sahabatku.jangan terlalu masuk kedalam urusan rumah tangga mereka.Pikirin juga perasaan suami nya.Yah memang di dunia ini kadang kadang aneh dgn manusia manusia nya.Ada sahabat yg betul betul sahabat sejati tapi ada juga sahabat yg menikung sahabatnya sendiri dgn berselingkuh,main belakang dgn Suami sahabat nya sendiri wesss angelllll.
Tamirah Spd
Rasa senang yg berlebihan, dikala tidur disamping suami kok bisa dgn antusias membicarakan sang idola,gak etis aja, justru sahabat nya yg bercerita ttg makna berbulan madu,yg kedepan nya membahas keturunan . ... wesss angelllll ....!!!
Tamirah Spd
Mengalah lah sedikit saja,beri Bisma kesempatan untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi .Kalau seorang suami walau nikah karena perjodohan sangat perhatian dan tidak mau bercerai harusnya nya kamu peka. Apa lagi kamu sdh menjadi istri yg seutuhnya Kalau bercerai bukan janda rasa perawan., kalau subur kemungkinan kamu hamil.Di dunia fana ini Kalau hamil tanpa suami alias janda sulit berjuang sendiri untuk membesarkan anak.Sulit untuk kebutuhan finansial.
Tamirah Spd
Istri mana yg gak sakit hati dikala masuk keruangan kerja ada wanita duduk dipangkuan suaminya. dan dibuat author sang istri cuek saja gak marah, biar suaminya yg salah tingkah.Lanjut Thor.
Tamirah Spd
Awal cerita yg menarik, walau pernikahan yg dijodohkan kan tidak ada drama atau memang blm ada drama yg berarti. Yg model dingin dan datar untuk cerita ini wanitanya.Berbanding terbalik dgn Novel yg sudah sudah kubaca.
Berharap cerita nya menarik dan seru.
Royani Arofat
erina tdk mudah luluh
Royani Arofat
d dunia nyata memang aq jumpai.menikah tanpa cinta.mereka menjalaninya dan awet sampe berpuuh tahun.yg penting saling menerima pasangan apa adanya danbersyukur.
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Nhimasera Sera Sera
Lumayan
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Asalkan Erina tidak mengalami morning sick yang parah, maka Arumi aman saja dirawat olehnya. Toh usia Arumi juga sudah satu tahun.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah....
Wati_esha
Apa yang dilakukan Bisma pada Rose dan penghujat Erina yang lain?
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Kenapa Erina mengulangi pertanyaan itu?!
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Farhan - Bisma, main belakang ya. 🤣🤭. Bagus ide mereka segera untuk mempertemukan Erina - Soraya.
Wati_esha
Tq update nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!