NovelToon NovelToon
Akira'S Old Love & Perfect CEO

Akira'S Old Love & Perfect CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cotton Candy Zue

Akira menyukai pria dingin yang bahkan ia sebut gay saat sekolah. Akira yang tak pernah tertolak malah tertolak oleh pria dingin itu menyisakan rasa malu dan kesal
" Bagaimana bisa dia menolak seorang Akira yang manis ini " — Akira Shafeena Malik

Farid Ahmad Danuarta pria dingin yang bahkan hanya sekali berurusan dengan yang namanya wanita itupun saat SMP sampai ia di sebut gay oleh gadis yang katanya menyukainya membuat ia kaget dan kesal. Menyisakan kesan tidak nyaman pada gadis yang menurutnya aneh.



Tak terasa waktu berjalan hingga takdir membuat mereka berdua kembali bertemu dengan segala gengsi dan harga diri berakhir dalam sebuah kesepakatan untuk pernikahan.

Perlahan mereka memulai cinta dengan kesalahpahaman juga penuh halangan ibu mertua dan juga mantan satu-satunya Farid yang kembali lagi.


'Jika aku masa lalu sempurnamu, jadikan aku masa depan sempurna mu sekarang!'

Apakah mereka akan tetap bersama?
Ikuti kisah mereka sekarang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cotton Candy Zue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Confused

Aku terlalu pemalas untuk memahami kerumitan yang ia ciptakan - Akira Shafeena Malik.

Akira

Hari demi hari terus berlalu,

Aku merasa aneh dengan sifatnya, bayangkan sejak awal dia tak suka padaku dan hanya terus mengancamku, terkadang ia menciumku tapi sikapnya biasa saja, tiba - tiba dia marah lalu memaksaku melakukan itu, tiba - tiba juga dia bersikap manis dan baik seperti suami sungguhan, lalu kemudian ketus lagi tidakkah dia berpikir otakku tidak sejenius otaknya untuk memahami segala permainan yang ia buat.

Huft ternyata bersikap biasa saja disaat terluka itu menyakitkan. Tapi inilah diriku, jika aku terpuruk dengan segala yang terjadi karna perasaanku aku tak akan hidup, aku tak mau kejadian yang lalu saat putus dengan Valen terulang, aku tak mau hanya karna bualan cinta aku tak ceria dan semangat lagi.

Apapun yang terjadi aku harus selalu bersikap biasa saja, jika Rayrin menyerang aku harus menyerang juga!

Aku menguatkan langkahku menuju ruangan Farid, aku bawakan dia makan siang.

"Okey, Akira lakukan peranmu dengan baik!" ucapku semangat, dan melanjutkan langkahku.

Kali ini aku harus mengetuk sampai mendapat jawaban agar kejadian lalu tak terulang.Setelah mendapat jawaban aku membuka pintu ruangannya dan masuk dengan senyum secerah matahari.

"Ada apa kau kemari" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari setumpukan kertas yang menjadi fokusnya.

"Tentu membawakan makan siang untukmu, ini sudah jam makan siang apa kau lupa, kenapa terus bekerja" ucapku bertubi -tubi.

"Aku harus segera menyesaikannya, juga aku harus menciptakan program baru untuk gim terbaru yang aku buat" jelasnya.

"Wow, jenius kau selalu menciptakan sesuatu" ucapku kagum, aku sangat menyukai sisi jeniusnya saat bekerja, dia keren bisa menciptakan sesuatu, mengerti bahasa pemrograman dengan baik, bahkan mengerti cara membuat jaringan internet tidak salah dia membuat perusahaan seperti ini, sisi jeniusnya, wajah seperti tokoh utama komik, sifat dinginnya, semua itu yang membuat aku menggila padanya.

"Jika aku bodoh, aku tidak akan kaya secepat ini" sahutnya sombong.

Aku menyesal telah menyanjungnya tadi.

"Yasudah makanlah, agar otak jenius mu tidak berkurang fungsinya" cibirku.

Dia berdiri dari kursi kerjanya dan melangkah mendekat.

"Aku harus rapat dengan para bagian kreatif, aku akan kembali, tunggu saja disini"

Aku kira dia akan beranjak untuk makan siang kenapa malah mau rapat?

"Hah, kau bos yang kejam, mereka juga harus makan siang kan sekarang"

"Mereka akan dapat bagiannya setelah semua yang aku mau selesai, kenapa kau jadi perduli dengan mereka, sudahlah kau tunggu saja, jangan mencoba untuk kabur"

ucapnya tersenyum dan mengecup puncak kepalaku lembut hingga akhirnya ia menghilang dibalik pintu.

Yah, terkadang dia bisa selembut itu dan kejam sekaligus.

Aku putuskan untuk membaca komik online di ponselku untuk penghilang bosan saat menunggunya.

Cklek

Terdengar suara pintu dibuka mungkinkah Farid? Bukankah ini baru 15 menit setelah ia pergi kenapa cepat.

Aku memutar bola mataku malas ternyata yang datang, Rayrin.

"Ngapain lu disini?" tanyaku sarkas.

"Membawakan kekasihku makan siang" ucapnya dengan senyuman liciknya.

"Nggak perlu, gue istrinya udah bawain, lagian siapa sih yang bolehin lu masuk? Keluar sana!" sinisku rasanya kesal melihat wajah liciknya, jika tidak melawannya rasanya ada yang kurang.

"Huh, heran kenapa Farid mau nikahin perempuan gak tau sopan santun sepertimu, cara bicara mu saja tidak ada sopan - sopannya" ucapnya mencibir dengan sedikit senyuman licik.

"Ya karna dia mau lah!" sentakku kesal.

"Mau memanfaatkanmu untuk membuatku kembali, begitu?"

Aku mulai kesal dengan ucapan nya rasanya aku ingin menyiramnya dengan susu stroberi yang aku bawa ditanganku.

"Lu kan cuma masa lalu harap tau dirilah" ucapku tajam.

Rayrin melangkah mendekat dan mencengkram rahangku.

"Kau yang harusnya tau diri, tak lama lagi Farid pasti akan menceraikanmu" ucapnya menyeringai.

Aku menatapnya tak terima, tapi yang ia katakan tidak salah, rasanya sakit dan marah mendengar ucapan Rayrin yang ternyata benar adanya, cepat atau lambat kami akan berpisah dan mungkin benar, dia akan kembali dengan Rayrin.

"Kenapa, ucapanku benar ya? Ah, aku tau Farid sangat mencintai aku, aku cinta pertamanya, mana bisa aku digantikan dengan gadis tak jelas sepertimu"

Aku yang semakin emosi menyiramkan susu stroberiku ke wajahnya.

"Beraninya kau" ucapnya kesal dan tanpa diduga ia menjambak rambutku.

Aku yang tak mau kalah balas menjambaknya, menjewer telinganya, pokoknya menyakiti dirinya, dengan segala rasa kesal akhirnya aku mendorong tubuhnya.

Namun, sepertinya kemenangan tak berpihak padaku, aku memang berhasil mendorongnya, tapi mendorongnya bersamaan dengan masuknya Farid itu sebuah kekalahan.

"Keributan apa yang kalian buat diruanganku?!"

Dan wanita licik itu langsung merengek pada Farid. Cih, dasar manja, genit, gak guna!

"Far, lihat cewek liar itu, dia membuatku terluka, dia menyerangku dan menyiramku" rengeknya dengan nada memelas, sok tersakiti, jijik liatnya gue !

"Akira apa benar yang dia katakan?"

"Abisnya dia duluan sih yang mulai" sahutku santai.

"Tuh kan Far, liat cara dia bicara seperti tidak merasa salah" tunjuk Rayrin padaku.

"Cih, emang gue gak salah" elakku.

"Jadi benar, aku kira kau masih punya batasan ternyata kau sangat liar" desis Farid menahan marah.

Apa yang baru saja dia katakan aku tak mengerti batasan? liar? dia bilang aku liar?

"Apa maksudmu? Kau menyalahkanku?" tanyaku tak percaya.

Sedangkan, Rayrin menatapku dengan tatapan seakan mengejek.

"Pergi dari sini" titahnya.

"Jadi kau menyalahkanku? Jelas dia yang menyerangku tentu aku menyerang dia balik lah" ucapku lantang.

"Pergi, sebelum kau membuatku semakin marah!" geramnya.

Aku menghela nafasku kasar.

"Okey! Aku pergi urus saja kekasihmu yang sok baik itu!" teriakku kesal dan melangkah keluar dari sana dengan menghentakan kakiku keras - keras dan menutup pintu dengan keras, mungkin lebih tepatnya membanting pintu.

Sebenarnya, itu saja tak cukup untuk melampiaskan amarahku, rasanya aku ingin melempar vas bunga yang ada disana tadi.

"Dasar pasangan gila satunya lampir, penyihir satunya lagi iblis gay!" teriakku membuat dua orang sekertaris wanita diluar ruangan menatapku aneh.

Terserahlah, aku tak perduli.

"Nona, mari saya antar pulang" ucap sebuah suara yang ternyata Gio.

"Tidak usah! Aku mau pergi bersenang - senang melupakan pasangan gila itu, jangan ikuti aku!" sahutku dengan suara bentakan.

"Tapi Nona, ini perintah Tuan, lebih baik anda tidak melawannya"

"Wah, kau sama saja dengan Tuan-mu ya suka sekali mengucapkan kalimat ancaman" cibirku.

"Saya tidak mengancam anda Nona"

"Dengan, menggunakan kalimat itu saja kau sudah cukup mengancamku kau tahu? Sudahlah biarkan aku bersenang - senang sebentar saja aku tak kan kabur"

ucapku lalu berlari meninggalkan Gio.

Ah... Mataku kenapa perih, keluar air mata pula, tidak ! Jangan menangis, tahan sebentar ayo tahan.

Akhirnya keluar juga ini air mata, sebenarnya sudah sejak tadi aku ingin tapi aku harus tahan, jangan sampai aku menangis dihadapan Rayrin penyihir itu!

Enaknya makan kalau udah gini, akhirnya aku putuskan mencari warung bakso saat seperti ini akan enak jika makan bakso dengan kuah pedas, sepertinya itu mampu menahan tangis.

Setelah, aku menemukan warung bakso yang tak jauh dari kantor Farid aku segera memesan dan duduk diujung.

Akhirnya pesanan ku tiba, aku tambahkan 5 sendok sambal ke mangkukku dan mulai memakannya, awalnya aku fokus pada makananku dan tidak mengingatnya, tapi akhirnya seklebat bayangan kejadian tadi muncul juga dan membuatku menangis.

Kenapa begini sih, harusnya gak perlu nangis, kan memang begitu seharusnya karna Rayrin perempuan yang Farid suka selama ini, wajar kalau dia bela Rayrin daripada aku yang cuma istri sementara.

Ahh! Tapikan aku tetap istri sahnya! Apa apaan dia tadi dia bersikap baik, giliran ada Rayrin aku yang disalahin! ocehku dalam hati. Rasanya aku ingin berteriak memaki didepan wajah pria itu.

Saat ini posisiku menghadap tembok jadi bisalah menyembunyikan keadaanku dari pengunjung lain,untung saja tidak terlalu ramai ini warung.

"Akira? Maaf ini Akira bukan?" ucap seseorang menepuk pundakku, sontak aku segera menghapus air mataku dan membalikan tubuh.

"Dianno?"

" Hey, apa kabar" ucapnya dan duduk disebelahku.

"Baik. Kamu kok bisa disini?" tanyaku heran karna setauku dia dikampung halamannya mendirikan usaha.

"Oh, aku mau melamar kerja di Earthecnology dekat sini, jadi mampir buat istirahat sebentar" jelasnya.

"Oh gitu" sahutku seolah mengerti.

Tak heran jika dia melamar diperusahaan seperti Earthecnology, dia juga cerdas dalam bagian informasi dan teknologi, seperti Farid ya walaupun tetap pria itu lebih jenius.

Kami megobrol santai setelahnya, kami memang dekat sejak lama dulu aku pernah menyukainya tapi akhirnya memutuskan untuk berteman, kami sering berbagi masalah walau jarang bertemu hubungan kami juga seperti tidak ada batas gender.

Aku merasa dia sama seperti teman perempuanku begitupun dia menganggapku seperti teman lelakinya, sehingga kami bisa berteman dekat tanpa melibatkan perasaan.

"Yaudah, Ra aku duluan ya" pamitnya.

"Oh, silahkan aku juga mau pulang kok yakali disini terus" candaku.

Aku pun lagi - lagi memilih berjalan kaki untuk pulang agar bisa menikmati suasana dan menenangkan pikiran.

Lumayan, mengobrol dengan Dianno memang pilihan terbaik saat ada masalah.

Bahkan aku lebih senang bercerita dengannya daripada dengan sahabat-sahabatku, dia selalu mengerti dan tidak memojokanku atau memaksaku melakukan saran - sarannya.

Jika saja, Farid tidak muncul mungkin aku akan mendekatinya lagi.

Tapi, takdir berkata lain aku harus jadi istri sementara nya untuk mengembalikan cinta lamanya.

Cih! Drama macam apa ini !

Lagi - lagi air mataku menetes tanpa henti.

Ughhh aku lelah jika begini caranya! Caranya bersikap membuatku bingung. Dia selalu menyuruh aku berperan selayaknya seorang istri, dia kadang juga begitu, tapi kejadian tadi, lihatlah bukannya memainkan perannya dia malah terhasut Rayrin sialan itu**!

1
sekar
emak sama bapaknya ga jd nikah malah anak2 yg akn brjodoh
Fh
sumpah nyesal bacanya, bikin greget, tolol bangat yg jadi perempuan, bye makasih
Fayrene Cyprian
karakter perempuan nya bkn terlalu baik, tp bodoh bener2.. bikin ifeel
Krystal Zu
guys aku ada novel baru judulnya the cold ceo and his naughty wife bantu ramein yaa 🙏 makasih atas dukungannya
Lussy E Pasla
pergi dr rumah farid akira biar tahu biar tahu rasa si farid
Herlina
i
kiki lidiyanah
ceritanya baguss thor, cuma perhatikan lagi ya bahasa bakunya kalo cerita Kaka mau menggunakan bahasa baku , kurangin pov pov nya juga thor, semangatt
Lala Al Fadholi
bukan terlalu baik..tp terlalu oon makanya gampang d geblek2in org termasuk ma pelayan...kalah cerdas berarti
Lala Al Fadholi
lagian farid goblok bgt cinta masa SMP aja d pertahanin itu mah bukan cinta monyet tp faridnya yg kaya monyet...bodoh bgt katanya CEO tp otaknya tumpul
Lala Al Fadholi
liat gaya hidupnya akira rada2 berantakan ya...bahasanya kasar sikapnya agak bar2 trus dah kaya pake kelayapan d pasar...masuk akal sih tp kayanya berlebhan
Niki Dessy
ceritanya bagus ko... 👍

jngn patah semangat kalau karyanya blm banyak yg baca ya...

tetap berkarya otorr... 😘😘
Krystal Zu: terimakasih kakak
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak
Krystal Zu
aku barusan ganti soalnya mau buat sequel dimana Krystal nanti jadi anak terakhir 🤗
rika
disha?? anak rayrin kan shine dan kristal??
Krystal Zu: aku udah konfirmasi di pengumuman terakhir aku ya, tapi belum up masih di review lama😭
total 1 replies
rika
salah dong thor,, sebelum nya menceritakan kalo baik rayrin dan akira itu udah mau lahiran, bahkan tertera,, 32 minggu.. lah ini kenapa beberapa bulan kemudian.. harus nya,, beberapa hari kemudian donk.
Krystal Zu: makasih udah kasih tau maap author eror🤣
total 1 replies
Ita Tojeng
ceritanya menarik kok
Ita Tojeng
cara penulisan tanda baca masih perlu diperbaiki, selebihnya sudah bagus
Krystal Zu: terimakasih 🦋🤍
total 1 replies
Dede Ikha Malkit
Up thorr…
Dede Ikha Malkit
Up thorr
Dede Ikha Malkit
Up thorrup thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!