NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh

Langkah kaki Shen Ran dan Lian’er akhirnya melewati ambang pintu Istana Phoenix. Begitu daun pintu kayu jati yang tebal itu tertutup rapat, menyekat suara angin malam dari luar, Lian’er segera berlutut untuk melepaskan jubah sutra biru samudra milik Shen Ran yang terasa berat.

"Yang Mulia," bisik Lian’er sambil melipat kain sutra itu dengan sangat hati-hati. "Apakah Anda benar-benar yakin Mei’er bisa mengatasi tugas ini sendirian? Istana Barat saat ini dijaga ketat, namun pengawal Long Tianqi juga bisa menjadi ancaman jika mereka mengira Mei’er adalah mata-mata klan Chu."

Clara, yang kini duduk di kursi sandaran tinggi dekat jendela, menuangkan teh krisan yang sudah mendingin ke dalam cawan porselen. Ekspresi wajahnya tetap tenang, layaknya seorang direktur yang sedang mengawasi jalannya eksekusi proyek dari balik meja kerja.

"Pasukan Long Tianqi hanya terlatih untuk melihat apa yang ada di depan mata mereka, Lian’er," sahut Shen Ran setelah menyesap tehnya sedikit.

"Mereka mencari kereta kuda yang kabur, peti emas yang diselundupkan, atau menteri yang mencoba mendobrak masuk. Mereka tidak akan memperhatikan seorang pelayan kecil yang membawa keranjang pakaian kotor atau ember air. Justru di sanalah kelebihan Mei’er. Dia memiliki kemampuan untuk menjadi tidak terlihat."

Shen Ran mengetukkan jemarinya di atas meja kayu. "Yang lebih aku khawatirkan adalah reaksi berantai dari para menteri sayap kanan besok pagi. Ketika mereka menyadari bahwa pasokan logistik dari Selatan telah diputus oleh Feng Muye, mereka akan menjadi seperti binatang buas yang terjebak di dalam jaring. Mereka akan menyerang siapa saja untuk menyelamatkan leher mereka sendiri."

"Lalu, apa rencana Anda untuk sidang fajar nanti, Yang Mulia?" tanya Lian’er, matanya memancarkan rasa ingin tahu sekaligus kecemasan.

Shen Ran menatap ke luar jendela, di mana semburat warna ungu di ufuk timur perlahan mulai mengusir kegelapan malam. "Besok pagi, aku tidak akan melakukan apa-apa, aku akan menunggu kabar Mei'er dan Feng Muye."

"Menunggu?" Lian’er berkedip tak percaya, menatap Permaisurinya dengan ekspresi bingung.

Shen Ran menyandarkan punggungnya ke kursi kayu berukir, memutar cawan porselen di antara jemarinya dengan ketukan ritmis yang lambat. Semburat ungu di langit timur mulai memantulkan cahaya samar di kornea matanya yang jernih.

"Dalam dunia hukum dan strategi, Lian’er, ada satu aturan emas, jangan pernah menyela musuhmu saat mereka sedang menghancurkan diri mereka sendiri," ucap Shen Ran, sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan tipis yang sarat akan intrik.

"Jika besok pagi aku langsung maju mendakwa menteri sayap kanan atau Chu Xinyue di depan podium, para pemdukung Chu yang tersisa akan langsung bersatu untuk menyerang balik posisiku. Mereka akan menuduh keluarga Shen sedang mencoba mengudeta takhta di tengah krisis militer," Clara menganalisis situasi dengan kepala dingin. Ia tahu betul psikologi massa yang sedang terdesak.

"Namun..." Shen Ran menjeda kalimatnya, menyesap sisa teh krisan yang mendingin. "Jika aku diam, Long Tianqi yang sedang menderita paranoia akut akan memimpin jalannya persidangan dengan kemarahan yang meluap-luap. Dia akan menuntut jawaban atas kegagalan logistik di Selatan. Di detik itulah, menteri sayap kanan akan mulai saling melempar kesalahan untuk menyelamatkan kepala masing-masing."

Lian’er perlahan mulai mencerna rencana besar tersebut. Matanya berbinar menyadari kedalaman taktik ini. "Jadi, Anda sengaja membiarkan mereka saling menggigit di aula sidang?"

"Tepat. Dan saat faksi mereka sudah retak dari dalam karena saling menuduh, di situlah kabar dari Feng Muye dan bukti fisik dari Mei'er akan tiba sebagai pukulan telak yang meruntuhkan argumen mereka seketika. Aku hanya perlu duduk tenang di takhtaku, tampil sebagai Permaisuri yang bijaksana dan netral, sementara jaring yang kupasang meremukkan mereka tanpa aku harus mengotori tanganku," jelas Shen Ran datar.

Sementara itu, di luar Istana Barat. Pelayan senior kepercayaan Chu Xinyue yang membawa keranjang makanan tersebut melangkah dengan terburu-buru, kepalanya menunduk dalam setiap kali melewati pos penjagaan berlapis. Berkat kekacauan militer, perhatian para prajurit elit memang terpecah; mereka lebih fokus memeriksa gerbang utama daripada memperhatikan pintu keluar-masuk pelayan domestik.

Di balik bayang-bayang pilar batu yang dingin, Mei’er bergerak seperti hantu. Pakaian kumalnya membuat ia menyatu sempurna dengan latar belakang istana yang remang-remang. Ia melihat pelayan Chu Xinyue itu berbelok ke arah koridor sempit yang menuju ke ruang penyimpanan obat-obatan istana, bukan keluar gerbang istana seperti dugaan semula.

Dia tidak mencoba mengirim surat ke luar, batin Mei’er, matanya menyipit tajam menembus kegelapan. Dia sedang menuju ke tempat persediaan obat rahasia. Apakah Selir Chu berniat memusnahkan ramuan sisa yang digunakan untuk memalsukan kehamilannya, atau... dia merencanakan sesuatu yang lebih nekat?

Mei’er menahan napasnya sedalam mungkin, menempelkan telinganya ke celah sempit dinding kayu ruang penyimpanan obat. Di dalam ruangan yang remang-remang itu, suara tangis tertahan dan bisikan tajam terdengar jelas di antara gemerisik botol-botol porselen yang digeser.

"Bodoh! Mengapa kau lama sekali, Qaoi'er?!" Suara itu terdengar parau, penuh amarah yang tertahan, namun Mei’er sangat mengenalnya. Itu adalah suara Chu Xinyue. Sang Selir Agung ternyata nekat menyelinap sendiri ke ruang obat ini di bawah kawalan ketat para pelayannya.

"Mohon ampun, Selir Agung. Penjagaan di luar sangat ketat," bisik Qaoi'er dengan tubuh gemetar.

Mei’er yang baru saja hendak melangkah mundur kembali terpaku. Di dalam ruang penyimpanan obat yang remang-remang itu, suara Chu Xinyue mendadak merendah, berubah menjadi bisikan yang jauh lebih pekat dan berbisa.

"Dan itu baru setengah dari pertunjukannya, Qiao'er. Long Tianqi mungkin akan ragu jika hanya ada tuduhan keguguran. Pria itu egois, dia butuh alasan mutlak untuk mengeksekusi seorang Permaisuri tanpa memedulikan pengaruh klan Shen," desis Chu Xinyue, seulas senyum kemenangan yang mengerikan terukir di wajahnya yang pucat.

"A-Apa maksud Anda, Selir Agung?" tanya Qioa'er dengan suara bergetar.

"Campurkan bubuk Hehuan (obat perangsang) dosis tinggi ini ke dalam teh krisan yang akan disajikan ke Istana Phoenix sesaat sebelum Sidang Fajar dimulai. Pastikan pelayan yang mengantarkannya adalah orang kita yang menyamar," perintah Chu Xinyue, menyerahkan sebuah botol porselen hitam kecil kepada pelayannya.

Jantung Mei’er rasanya seperti berhenti berdetak mendengar nama obat tersebut. Selir Chu akan menjebak Shen Ran dan membuat nama baik permaisuri ternodai.

"Lalu, siapkan Kasim pengangkut air bertubuh tegap yang sudah kita suap. Begitu obatnya bereaksi dan Shen Ran kehilangan kesadaran di kamarnya, giring kasim itu masuk ke dalam peraduan Permaisuri. Besok pagi, saat kita akan menggiring mereka semua untuk menggerebek Istana Phoenix. Mereka tidak akan menemukan Permaisuri yang agung, melainkan seorang wanita jalang yang sedang berselingkuh dengan pelayan istana!" lanjut Chu Xinyue dengan mata berkilat penuh kebencian.

"Siasat yang luar biasa, Selir Agung!" bisik Qiao'er, matanya berbinar ngeri sekaligus takjub. "Dengan begini, kehormatan klan Shen akan hancur seketika, dan Yang Mulia Kaisar tidak akan punya pilihan selain menghukum mati Permaisuri atas dakwaan perzinaan terbesar dalam sejarah kekaisaran!"

"Benar. Jangankan Feng Muye, bahkan seluruh pasukan klan Shen pun tidak akan bisa menyelamatkan kepalanya jika dia tertangkap basah di atas ranjang dengan seorang pelayan," tawa Chu Xinyue tertahan, terdengar begitu puas.

Mei’er mengepalkan tangannya di balik balik dinding pualam hingga kuku-kukunya memutih. Amarah membakar dadanya, namun otaknya yang terlatih segera menepis emosi tersebut. Ini bukan lagi sekadar politik perang dokumen; ini adalah pembunuhan karakter yang dirancang lewat skandal paling menjijikkan. Chu Xinyue yang terpojok terbukti jauh lebih berbisa daripada ular gurun.

Dengan gerakan secepat kijang namun tanpa suara, Mei’er mundur sepenuhnya dari ruang obat. Begitu mencapai area vegetasi yang gelap, ia meraba token elang di balik kain bajunya dan memberikan isyarat sandi berupa tiga ketukan pendek pada batang pohon, sebuah kode bahwa Mei'er sudah selesai dan akan pergi keluar menemui Shen Ran.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!