NovelToon NovelToon
Falling Stars

Falling Stars

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Sistem / Epik Petualangan / Dunia Masa Depan / Peradaban Antar Bintang / Evolusi dan Mutasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Disaat bumi dikuasai oleh para alien berwujud monster mengerikan. Dunia dilanda kekacauan dimana mana, Umat manusia harus berperang menghadapi ancaman yang nyata tersebut.

Ini adalah awal dari permulaan punahnya umat manusia dari tangan monster ganas, Perwujudan dari alien yang kejam.

Didunia yang hancur ini, Hanya yang terkuatlah yang disegani dan yang lemah hanya akan menjadi mayat tak berharga.

~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Memanfaatkan Kebaikannya

Selama didalam mobil, Baik Storm dan Lucy saling diam satu sama lain. Menjadikan mobil yang dingin karena Ac, Menjadi hening tidak memiliki suara.

Srasly yang menyetir mobil, Mencoba menelpon tuannya. Namun sayang, Srasly gagal menghubunginya.

Srasly dianggap menghubungi teman sekutunya dalam merampas harta mereka berdua.

Tentu Storm tidaklah bodoh, Dia tidak akan membiarkan orang licik sepertinya meminta bantuan dari sekutunya.

"Dasar anak bodoh...

Srasly yang frustasi dianggap pencuri kelas bawah, Mengumpat pada laki laki bodoh itu dengan kasar.

'Hmm, Storm...

Lucy tampak malu untuk memulai perbincangan mereka.

'Ada apa? Uangmu aman, Tidak perlu khawatir...

Balas Storm dengan malas memandangnya. Storm harus fokus melihat gerak gerik Srasly yang terlihat mencurigakan itu.

Storm tidak akan membiarkan Srasly memiliki kesempatan emas merampas uang maupun hartanya.

'Bukan itu yang kumaksud, Tapi...

Lucy menggeleng pelan mendengar ucapan Storm tersebut.

Dia tidak memikirkan uang sama sekali. Lucy dengan hati yang berdebar kencang, Menanyakan kebiasaan maupun kehidupan sehari hari Storm.

Lucy ingin tahu hal apa yang membuatnya gembira. Karena Lucy menganggap, Dengan begitu hubungan mereka lebih dekat lagi.

Namun Storm membalasnya dengan malas.

'Tidak perlu berbicara tidak penting itu! Lebih baik aku menanyakan pada kamu...

Apa ditempatmu memiliki lowongan pekerjaan?. Aku sangat membutuhkannya...

Storm balik bertanya pada Lucy tentang pekerjaan.

Storm tidak membuang kesempatan didepan mata. Kalau Lucy adalah nona muda. Itu berarti dia memiliki berbagai kekayaan yang melimpah.

Storm yakin dia dengan Lucy, Dia bisa mendapatkan pekerjaan lebih mudah.

'Pekerjaan? Bawahan dari ayahku punya banyak usaha yang besar...

Kamu bisa bekerja diperusahaan ayahku? Atau direstoran, atau dihotel?...

Dirumah sakit juga bisa, Tapi kalau lebih mudah kamu bisa kerja dikafe atau dibar yang terkenal, dan lainnya yang kamu mau?

Apa kamu yakin ingin bekerja sampingan?'.

Dengan perasaan kecewa karena tidak mendapat respon baik dari Storm.

Lucy dengan senang hati membantu Storm mendapatkan pekerjaan. Bagi Lucy, Apapun yang diminta olehnya.

Dia harus memenuhinya, Supaya mereka lebih dekat lagi hingga menjadi hubungan yang insteks.

'Hahaha, Ini dia yang kutunggu...

Kamu memang teman yang bisa diandalkan!'.

Storm tertawa senang mendengar ucapan Lucy.

Benar dugaannya, Dengan mudah dia bisa mendapatkan pekerjaan karena memiliki teman sebaiknya.

Storm sangat memerlukan pekerjaan. Karena memang hidupnya tidak bergantung pada siapapun.

Tak salah baginya, Memiliki pekerjaan sekaligus membuang hari harinya yang menyedihkan!

'Teman?'.

Lucy terdiam seketika mendengar kata teman dari Storm.

Lucy berharap dia bukanlah sekedar teman baginya, Tetapi orang yang selalu ada disisinya. Tetapi karena mereka tidaklah saling kenal satu sama lain.

Lucy memakluminya, Masih ada waktu meluluhkan hati Storm yang sekeras besi berkarat.

"Dasar laki laki licik...

Dia menggunakan nona muda demi kepentingan pribadinya!'.

Srasly geram terhadap Storm. Dia seperti memaanfaatkan nona muda sebagai alat kepentingannya.

Sudah beruntung dekat dengan nona mudanya, Eh malah kurang ajar seperti itu.

Srasly harus melapor pada tuannya, Tentang putrinya yang dijebak laki laki penipu seperti Storm itu.

'Omong omong, Aku memilih pekerjaan apa ya?'.

Storm bingung dimana dia harus memilih tempat kerjanya.

Pilihannya ada dua saja, Yakni Restoran dan Kafe ataupun bar.

Selainnya Storm tidak memiliki pengalaman apapun, Apalagi diperusahaan yang ditawarkan Lucy itu.

Kerja direstoran, Storm sangat untung. Dia bisa bersantai memakan banyak makanan mewah, Impiannnya sejak dulu.

Tapi kalau kerja dikafe maupun dibar, Storm dapat berburu monster disiang hari. Lalu bekerja dimalam hari tanpa gangguan.

"Dasar bodoh, Udah dibantu malah milih milih sesuka hatinya!

Ya ampun nona muda, Mengapa anda bisa kepincut lelaki kurang ajar seperti dia?...

Srasly meluap luap amarahnya. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa apa saat ini, Selain menerima perintah dari tuannya.

'Baiklah, Aku memilih kafe saja...

'Lumayanlah, Buat tambahan uang dan membagi waktu memburu monster.

Hehe...

Storm tersenyum didalam hatinya. Dia tak berhenti tersenyum, Setelah mendapat keberuntungan didepan matanya.

'Sesuai keinginanmu Storm, Aku sudah memberitahu pemilik kafe...

Lucy sangat senang melihat Storm bergembira memiliki pekerjaan.

Meski dengan bantuannya juga, Tetapi Lucy tak mempermasalahkannya. Selama Storm mau dekat dengannya, Dia akan melakukan apapun untuknya.

"Astaga nona muda, Dia itu lelaki bodoh...

Cepatlah sadar demi keselataman anda sendiri nona!'.

Srasly membenturkan kepalanya didepan stir mobil.

Srasly pusing melihat putri dari tuannya seperti salah dalam memilih pasangan. Seharusnya dia dekat bersama murid berbakat dan tampan rupawan. Bukan laki laki tidak jelas dan sangat licik seperti itu.

1
rws
🤣🤣
rws
serba guna kag tuh 😭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!