Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rewang Penuh Cinta dan Bisikan Malam: Antara Kelelahan Pengantin, Kado Istimewa
Hari ini adalah 1 hari sebelum terlaksananya acara dan ndalem sangat ramai karena banyak orang yg rewang di pondok terutama di ndalem tengah, Ning Hana juga suaminya sekarang berada di ndalem tengah. Ning Hana juga mau membantu tp tidak diperbolehkan uti juga mertuanya takut Hana kecapekan dan akhirnya suaminya mengajak sang istri ke kamar di kamar, ia dan istri menonton film dan drama sang istri mual" belum juga berhenti saat ditengah" menonton film ternyata sang istri mual" kembali dan tiba" ia pengen nyicipin masakan yg sedang dibuat sang mertua di dapur ndalem, Hana bilang ke suaminya pengen masakan yg dibuat umi tadi. hingga akhirnya suaminya turun ke lantai 1 bawah dan menuju dapur, ia meminta ke uminya makanan yg dibuat sang umi heran karena ini makanan yg nggk disukai Rasel knp Rasel minta. lalu Rasel bilang buat istri Rasel umi. Hana pengen ini. lalu umi mengambil mangkok kecil dan mengambilkan 5 Potong makanan tadi, makan itu adalah kue lapis legit manis.
- (Hari ini adalah 1 hari sebelum terlaksananya acara. Ndalem sangat ramai karena banyak orang yang rewang di pondok, terutama di ndalem tengah.)
- (Ning Hana dan suaminya sekarang berada di ndalem tengah.)
(Ning Hana juga mau membantu, tapi tidak diperbolehkan Uti dan mertuanya. Mereka takut Hana kecapekan.)
- (Akhirnya, suaminya mengajak sang istri ke kamar. Di kamar, ia dan istri menonton film dan drama.)
- (Sang istri mual-mual belum juga berhenti. Saat di tengah-tengah menonton film, ternyata sang istri mual-mual kembali.)
- (Tiba-tiba, ia pengen nyicipin masakan yang sedang dibuat sang mertua di dapur ndalem.)
- Ning Hana: "Mas, Hana pengen masakan yang dibuat Umi tadi."
(Hingga akhirnya, suaminya turun ke lantai 1 bawah dan menuju dapur. Ia meminta ke Uminya makanan yang dibuat.)
- Gus Rasel: "Umi, Rasel minta masakan yang Umi buat tadi."
(Sang Umi heran, karena ini makanan yang nggak disukai Rasel. Kenapa Rasel minta?)
- Umi: "Lho, buat apa Rasel? Kamu kan nggak suka makanan ini?"
- Gus Rasel: "Buat istri Rasel, Umi. Hana pengen ini."
(Lalu, Umi mengambil mangkok kecil dan mengambilkan 5 potong makanan tadi. Makanan itu adalah kue lapis legit manis.)
dan rewang tersebut semakin sore dan malam semakin ramai yg datang, banyak teman. teman Gus Rasel juga Ning Hana yg datang ke ndalem tengah, juga para alumni santri yg datang akan tetapi Gus Rasel juga Ning Hana sudah kembali ke ndalem timur karena Ning Hana perlu banyak istirahat juga karena Ning Hana hamil muda nggk boleh kecapekan. dan banyak teman temannya yg mengirimkan kado dan kadonya ada di ndalem tengah. dan kegiatan pondok diliburkan untuk membantu acara Ning Hana juga sebagian para santri datang ke ndalem menitipkan hadiah untuk Ning Hana yg diterima oleh Abi, akung juga uti dan ada juga yg sekitar 10 hadiah dititipkan di Gus rama
- (Rewang tersebut semakin sore dan malam semakin ramai yang datang. Banyak teman-teman Gus Rasel dan Ning Hana yang datang ke ndalem tengah, juga para alumni santri yang datang.)
- (Akan tetapi, Gus Rasel dan Ning Hana sudah kembali ke ndalem timur karena Ning Hana perlu banyak istirahat. Juga karena Ning Hana hamil muda, nggak boleh kecapekan.)
- (Banyak teman-temannya yang mengirimkan kado, dan kadonya ada di ndalem tengah.)
- (Kegiatan pondok diliburkan untuk membantu acara Ning Hana. Juga sebagian para santri datang ke ndalem menitipkan hadiah untuk Ning Hana yang diterima oleh Abi, Akung, dan Uti. Ada juga yang sekitar 10 hadiah dititipkan di Gus Rama.)