IG : Srt_tika92
Kisah cintanya tak seindah yang ia bayangkan. Milly harus berusaha keras mendapatkan cinta dari seorang pria bernama Mario yang tak lain adalah Sean,putra yang dibesarkan oleh sang ayah. Putra dari mantan istri ayahnya.
Milly bertemu Mario pertama kalinya di sebuah club malam, dan Milly langsung menjatuhkan hatinya pada pria tersebut.
Disini juga menceritakan bagaimana kisah cinta Gavin dan Mike untuk mendapatkan cinta sejatinya. ( kisah cinta keluarga besar Nugroho dan Yamazaki)
Ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
It's Time For Disco
**Sebelum membaca, jangan lupa berikan dukungan nya, kasih like, komen, vote.
Vote yang banyak ya biar Author semangat
Happy Reading**...
🌺🌺🌺
Waktu yang di tunggu - tunggu pun tiba, peserta pembalap sudah berada di posisinya masing - masing.
Mike menepati perkataan nya dengan mengikuti lomba tersebut.
Sorakan dari setiap pendukung masing masing meramaikan suasana malam itu. Tidak terkecuali Milly dan teman temannya, mereka bersemangat memberikan dukungan pada jagoannya, yang mereka sendiri tidak terlalu mengenalnya.
Beberapa motor melaju sangat kencang, berharap menjadi yang terdepan.
Mike nampak menikmati permainan itu, dirinya memang sudah terbiasa melajukan motor dengan kecepatan tinggi, tentu dengan suasana yang berbeda baginya.
Jika biasanya dia melajukan dengan kecepatan penuh untuk menghindari para musuhnya, kali ini Mike melakukannya untuk menjadi pemenang, dengan lawan yang cukup remeh baginya.
Sungguh, entah kenapa Mike mau melakukan hal ini, membuang waktu saja kalau di pikir, mengingat para pengawalnya yang menunggu dengan setia.
Niat awal Mike datang ke tempat ini untuk menggagalkan rencana rivalnya yang ingin menjual senjata ilegal pada partner bisnisnya.
Namun, semua rencananya teralihkan begitu saja setelah Mike bertemu Milly.
Milly mengajak temannya pergi dari lokasi tersebut, setelah melihat pemenangnya, yang tak lain si pria menyebalkan menurut Milly.
Milly segera menghindar ketika Mike ingin menghampiri nya setelah mendapat kan kemenangannya.
" Milly, kita mau kemana? " tanya Justin, ketika mereka telah siap menaiki motornya.
" Pulang! " Milly.
" Pulang? tidak seru. kita lanjutkan bersenang senang, sayang sekali kesempatan ini kita buang. " Mora.
" Ah iya benar juga, " Milly
" Lalu mau kemana lagi? ini sudah larut.. " Darren.
" Kita pergi ke club saja! " seru Mora.
Darren dan Justin saling pandang lalu melihat ke arah Milly, mereka ragu mengajak Milly untuk pergi ke club.
Mengingat keluarga Milly yang sangat berpengaruh, Darren dan Justin tidak mau mati konyol hanya dengan mengajak Milly pergi ke club.
" Kenapa kalian melihat ku seperti itu? " ucap Milly .
" Kita pulang saja! " Justin.
" Iya sebaiknya kita antar Milly dulu, baru kita pergi ke club. " Darren.
" Kenapa kalian mau pergi tanpa mengajak ku! " Milly.
" Aku tidak mau terkena masalah dengan kaka - kaka mu! " Darren.
" Bukan hanya kaka nya saja, tapi pria yang satunya lagi, aku tidak ingin mati. " Justin masih ingat dengan Mario yang menolong Milly saat dirinya akan melakukan hal bodoh, Justin meyakini Mario bukanlah orang sembarangan.
" Ck, kalian ini penakut. Mereka tidak akan tau, kalau pun tau, aku dengan senang hati membela kalian. " ucap Milly.
Darren dan Justin berfikir sejenak.
" Ayolah.. tidak usah terlalu di pikiran. " Mora.
" Baiklah.. " Darren dan Justin bersamaan.
" Yeeyyyyy.... " Mora bersorak.
" Let's go.... It's time for disco!! " sorak Milly.
***
Mereka tiba di salah satu club terkenal. Milly dan Mora ikut menari, menggerakkan tubuhnya sesuai alunan Musik.
" Moraaa... aku sangat senang.. " ucap Milly yang sedikit berteriak karena terlalu berisik dengan musik yang terlalu menggema di seluruh ruangan.
" Sudah ku katakan, ini akan sangat menyenangkan. " teriak Mora.
Darren dan Justin memilih menikmati minumannya di meja tak jauh dari Milly dan Mora.
Milly tidak tahu sedari tadi ada sepasang mata yang selalu mengawasi setiap pergerakan nya.
Tanpa di duga seorang pria yang di pengaruhi alkohol mendekati Milly, sontak membuat Milly mendorong pria itu sampai terjatuh.
" Sial!! dasar jallang!! " umpat si pria itu.
Milly mendadak kaku, terlihat di wajah nya yang sangat ketakutan saat melihat pria itu akan melakukan hal buruk.
Begitu juga dengan Mora yang terlihat panik melihat pria di depannya akan melayangkan pukulan ke arah Milly.
Sebelum tangan pria itu menyentuh Milly, dengan cepat Mario menberikan pukulan pada pria tersebut.
Buggghhh.. bugghhh...
Beberapa pukulan mendarat ke wajah pria itu, membuat sang empunya babak belur.
" Mario... " lirih Milly yang tak percaya melihat Mario ada di depannya.
Tanpa mengeluarkan kata, Mario segera menyeret Milly keluar dari sana, membawanya pergi ikut bersama nya.
Di dalam mobil hanya ada keheningan, ingin rasanya Milly memeluk pria yang ada di samping nya, melepas rindu karena sudah lama Milly tidak melihat nya.
Namun Milly masih ingat dengan perkataan Mario, yang dengan mudah mematahkan hatinya.
Mario melirik ke arah Milly dengan kedua tangan yang masih sibuk mengemudi.
" Ehemm.. " Mario berdehem untuk mencairkan suasana.
Milly memalingkan wajahnya ke arah jendela.
" Jangan pernah ketempat seperti itu lagi! itu terlalu bahaya! " Mario.
" Ck, jangan mengatur ku! " seru Milly.
" Awas saja kalau aku melihat mu ketempat seperti itu lagi! "
" Siapa kau melarang ku! apa peduli mu! " Milly berucap dengan sedikit ketus.
Mario menghela nafas, " Itu demi kebaikan mu.. "
" Bukan urusan mu, kau tidak perlu mencampuri urusan ku. "
" Milly.. "
" Turun kan aku! "
" Apa kau sudah gila, " pekik Mario yang mendengar Milly ingin turun di tempat sepi, hanya ada pepohonan di samping kanan dan kiri jalan.
" Aku akan mengantarkan mu kembali ke Resort. "
" Aku mau pulang sendiri. " seru Milly.
" Aku akan mengantar mu! " kekeh Mario yang ingin mengantarkan Milly, memastikan Milly sampai dengan selamat ke Resort dimana Milly menginap.
~
Sampai di depan Resort, Milly keluar dari mobil Mario tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Saat hendak masuk, Milly mendapati Mike sedang berdiri di lobby Resort.
" Kau! " pekik Milly.
" Hai.. " Mike melambaikan tangannya.
" Ada apa kau kemari? "
" Mencari mu.. "
" Untuk? "
" Menagih janji mu, menemani ku keliling kota ini. "
" Aku sudah bilang, aku ti--- " ucapan Milly terpotong tatkala melihat mobil Mario masih terparkir di depan.
Dengan penuh kepalsuan, Milly mengembangkan senyuman, " Baiklah.. aku akan menemani mu. " Milly berharap Mario melihat kedekatan dirinya dengan pria lain.
" Benarkah? "
" Tentu! "
" Oke, aku akan menjemput mu besok. "
Milly mengangguk.
" Aku pergi dulu. " ucap Mike.
Sebelum Mike meninggalkan Milly, dengan cepat Milly memeluk Mike. " Besok aku tunggu. " ucap Milly, pandangannya masih tertuju pada mobil Mario.
Di dalam mobil, Mario mengepalkan kedua tangannya, terlihat jelas sekali ada kilat kemarahan di wajahnya.
Mario hanya bisa menatap punggung pria yang sedang berpelukan dengan Milly, karena posisi pria itu tidak memungkinkan bagi Mario melihat wajahnya.
Tidak ingin melihat lebih lama, Mario menancapkan gasnya dengan kecepatan penuh, mewakili perasaannya yang sangat kesal.
Melihat kepergian Mario, dengan cepat Milly melepaskan pelukannya dan kembali memasang wajah angkuhnya.
" Kau cepat pergilah!! " perintah Milly.
" Oke.. " pelukan Milly membuat Mike terbuai, menyalah artikan perlakuan Milly.
Milly berbalik meninggalkan Mike yang masih terpaku dalam diam.
*
*
*
Jangan lupa Vote.. vote.. vote...
Karena Vote kalian membuat Author semangat up.
Bye.. bye..